
Nurul menganggukkan kepala mengiyakan perkataan daus "jujur aku masih ragu dan takut menjalani pernikahan ini, aku mengkhawatirkan diriku apakah aku bisa jadi istri yg baik, bagiku ini terlalu cepat kak, aku takut pernikahan kita hancur gara gara aku" terang nurul
Daus bisa merasakan kekhawatiran yg sangat dalam dri mata calon istrinya itu, dan daus pun bisa memaklumi apalagi nurul masih sangat muda dan pemikirannya pun masih labil.
" hei kamu jangan mengkhawatirkan itu, kaka yakin kamu akan menjadi istri yg baik dan ibu yg hebat untuk anak anak kita, kaka akan membimbing kamu okay" ujar daus berbicara dengan sangat lembut
" kaka setuju dengan perjanjian pra nikah ini, tapi kaka tidak setuju dengan syarat yg pertama ini, bagaimana jika kaka menginginkannya? kamu tau kan dosa jika menolak suami" ucap daus lagi
" tapi aku belum siap dan juga aku takut melakukan itu"
" jadi kamu ikhlas jika kaka icip icip di luar?" ujar daus menggoda calon istrinya
" mana boleh gitu, kaka nih udah niat jajan di luar yah" nurul cemberut mendengar daus ingin main dengan wanita lain di luar
__ADS_1
" abis mau gimana lagi,istri kaka ga mau melayani" ujar daus semakin menggoda wanitanya, daus gemas sendiri melihat calon istrinya yg cemberut , ingin sekali rasanya dia mencium bibir merah delima milik wanita itu.
" tapii kak aku benar² takut" nurul hampir menangis mengatakannya karena dia benar benar takut melakukan itu apalagi dia pernah mendengar cerita temannya yg sudah menikah, katanya tidak sakit tapi milik temannya terus keluar darah sampai berhari hari, cukup membayangkan saja sudah membuatnya merinding.
" apa yang kamu takutkan? rasanya itu nikmat dan jika kamu mencobanya pasti akan ketagihan, kaka tidak menerima bantahan! kaka akan menyentuh kamu jika menginginkannya, kita halal melakukan itu nuruul" ucap daus tegas
" mentang mentang kaka pernah merasakannya" ucap sinis nurul
" tau ah terserah kaka saja, membantahpun pasti kaka akan tetap melakukannya" ujar nurul menyerah
Nurul yang merasakan deru nafas laki laki itu di daun telinga sontak di buat merinding dengan tingkah calon suaminya itu, entah apa yang dia rasakan saat daus meniup daun telinganya. Tapi berhasil membuat degup jantungnya berdegup cepat.
Nurul yang gugup langsung berdiri " apa apaan kak, ak aku mau pulang" ujar wanita itu sambil berlari kecil keluar.
__ADS_1
" Nurul tunggu, kamu mau kemana"
" aishh menggemaskan sekali dia kalo malu begitu" gumam daus sambil berjalan mengiringi wanitanya.
*
" haah" nurul menghembuskan nafasnya setelah sampai di kamarnya
Ya mereka langsung pulang karena nurul rasanya ingin menghilang saja setelah mendapat perlakuan yg seperti itu untuk pertama kalinya, dia tidak pernah sedekat itu dengan laki laki jadi wajar jika dia merasakan hal lain.
" apa apaan tadi kak daus meniup telingaku segala, membuat bulu kudukku berdiri saja" ujar nurul sambil telentang di kasurnya
Sedangkan di tempat lain, tepatnya di rumah daus dia juga langsung berbaring di kasurnya dan dia sedang tersenyum senyum mengingat kejadian tadi
__ADS_1
" astagaa, baru seperti itu sudah membuatnya merinding, aku tidak bisa membayangkan jika kami melakukan itu" gumam daus sambil memikirkan tingkah calon istrinya yg tersipu malu karena ulahnya tadi.