
Setelah pembicaraannya selesai, daus kembali ke rumah sakit sedangkan mama ely masih ada hal yg perlu dibicarakn dengan mama sanah berdua, sedangkan nurul dia kembali kekamarnya, dia menatap ponselnya lebih tepatnya sedang melihat nomor yang baru menjadi kontaknya, ya tadi sebelum pulang daus bertukar nomor dengan nurul.
Nurul menghela nafasnya dengan berat karena dia benar² belum siap untuk menikah. Disaat nurul memikirkan itu tiba2 dia mendapat telepon dri ryan.
" Haloo rul" Ryan memulai suara diseberang sana
" Halo kak, tumben telepon jam segini emang kakak lagi ga sibuk"
" Iya nih, kakak lagi kangen sama kamu" Ujar ryan sambil menggoda nurul, nurul yg mendengar ucapan ryan pipinya langsung memerah dan tersenyum2 sendiri.
" Ih apaan si kak" Ucap nurul masih tersenyum2 sendiri. " Yg bener kak, kakak ngapain nelpon" Sambung nurul
__ADS_1
" Kakak mau ajak kamu jalan, udah lama kita ga jalan berdua, kakak jemput yah"
" Eh gausah dijemput kak aku pakai kendaraan sendiri aja, nanti kalo ketahuan abah nanti kena marah" Yaa orangtua nurul sangat menjaga dengan anak anaknya, itulah yang membuat nurul belum pernah sama sekali pacaran.
" Ya sudah kita ketemuan di tempat biasa rul"
" Oke siap kak" Nurul sangat bahagia bertemu dengan orang yg disukainya membuatnya lupa masalah perjodohannya.
" dorr" nurul mengagetkan ryan yg sedang termenung sendirian
" ish kamu ini ngagetin aja" ujar ryan sambil mengusap usap kepala nurul
__ADS_1
" abis kaka melamun bae" sahut nurul sambil tertawa
" kakak tu lagi mikirin kamu, kaka 3 hari lagi ke jakarta cuti kaka udah selesai, dan kemungkinan kaka lama bakal balik, mungkin setelah skiripsi kaka selesai" ryan berbicara dengan intens sambil menatap nurul yg terlihat terdiam entah apa yg di pikirkannya.
Nurul yg mendengar perkataan pujaan hatinya sangat terkejut, di saat dia ingin memberitahukan bahwa sebentar lagi dia akan menikah, rasanya mustahil bersama ryan yg tdk memberikan kepastian untuknya, bahkan ryan tdk pernah sekali pun mengatakan suka dengan nurul, dan terkadang juga sikap ryan membingungkan apakah dia menyukai ku atau tidak. Dan nurul memilih untuk tdk memberitahu bahwa dia akan segera menikah. toh tdk ada gunanya lagi, org yg dia suka juga sebentar lagi akan pergi.
Setelah bertemu dengan ryan, nurul tdk langsung pulang dia memilih duduk santai di sebuah cafe yg tdk jauh dari taman mereka bertemu. Dia berfikir akan menata ulang hatinya dan menghapus perasaanya pada ryan, karena entah mengapa dia merasa sakit hati dengan sikap ryan yg seolah tdk apa meninggalkannya.
Entah karena kebetulan atau memang takdir mereka bertemu, yaa nurul dan daus bertemu kembali di cafe tersebut, daus yg awalnya bingung memilih tempat makan siang tiba tiba melihat cafe tempat nurul santai dan memilih tempat tersebut. Saat masuk ke dalam daus tampak kaget melihat calon istrinya duduk sendirian di pojok. lalu dia menghampiri nurul " nurul kamu di sini?" kata daus sambil duduk di samping calon istrinya.
" eh kak daus, iya kak baru 10 menit di sini" nurul juga tampak kaget tiba tiba calon suaminya menghampirinya.
__ADS_1