
" ya sudah, kamu hati hati di jalan" jawab daus
" iya kak" nurul pun undur diri dengan menampilkan senyum terbaiknya kepada daus.
" 𝘱𝘢𝘥𝘢𝘩𝘢𝘭 𝘢𝘬𝘶 𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘭𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯𝘵𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢 𝘱𝘶𝘭𝘢𝘯𝘨" ujar daus dalam hati. Daus benar benar sudah terpikat dengan nurul, hatinya pun mantap ingin mempersunting nurul, jika bisa dia ingin pernikahannya di percepat.
Setelah sampai di rumah, nurul langsung menuju kamarnya dan kondisi rumah juga tidak ada orang, jadi dia bisa lelluasa melakukan apapun, saat asik bermain handphone tiba tiba masuk satu chat dari daus.
" udah sampai" isi chat dari daus
"udah kak, baru aja" jawab nurul, lalu setelah itu tidak ada balasan lagi dari daus dan nurul memutuskan tidur siang saja sembari melupakan rasa sakit di hatinya.
...----------------...
2 minggu kemudian
__ADS_1
Tidak terasa sebentar lagi pernikahan daus dan nurul akan berlangsung, hubungan mereka juga sudah mulai ada kemajuan, mereka sering chattan dan kadang jika ada waktu mereka bertemu sekedar ngobrol santai. Seperti hari ini mereka memilih jalan bareng sembari menikmati weekend.
" aku belum sempat nanya kamu mau mahar apa?" tanya daus kepada calon istrinya.
" mau mahar mobil lambo sama rumah seharga 10M haha" ujar nurul dalam hati sambil terkekeh, tidak mungkin nurul akan bilang seperti itu yaa haha.
" aku terserah aja kak, yang penting tidak memberatkan kaka dan tidak merendahkan aku"
Untuk keperluan lain sudah di urus orangtua mereka, hanya mereka menyerahkan urusan mahar kepada sang calon pengantin saja.
" Emang kaka mau ngasih mahar apa?" Tanya nurul
" Ada deh, kan terserah aku tadi katanya"
Nurul bertanya tanya sebenarnya mahar apa yg akan kak daus kasih.
__ADS_1
" Ya sudah terserah kaka saja, oh ya kak sebelum pernikahan kita terlaksana aku mau ajuin perjanjian pra nikah boleh?"
Nurul yg notabenenya masih muda dan tidak pernah menjalin hubungan dengan siapapun merasa takut akan gagal dalam berumah tangga jdi dia menyiapkan beberapa hal sebelum pernikahannya terjadi, apalagi dia akan menikah dengan seorang laki laki yang pernah gagal menjalin hubungan rumah tangga, ada kekhawatiran tersendiri dalam dirinya.
Daus mengerutkan keningnya, perjanjian seperti apa yg di maksud calon istrinya itu.
" perjanjian seperti apa yg kamu inginkan?
Nurul mengeluarkan sebuah kertas dari tasnya yang berisikan rangkuman semua perjanjian yang sudah dia ketik " semuanya sudah aku rangkum di sini kak, silahkan di baca" ujar nurul
Daus lalu membaca setiap kata di dalam kertas tersebut yang berisikan mereka tidak akan melakukan kewajiban suami istri sebelum saling mencintai dan jika pihak kedua berkhianat maka semua aset akan menjadi milik pihak pertama, di dalam kertas tersebut tertulis daus sebagai pihak kedua dan nurul pihak pertama.
" kaka juga bisa menambahkan isi suratnya" ujar nurul bersuara
Daus tetap diam tidak menjawab perkataan nurul karena dia merasa tidak setuju dengan isi nomor satu yang artinya laki laki itu harus menahan hasratnya sampai mereka salinh mencintai.
__ADS_1
" Apa kamu takut aku akn menghianati pernikahan kita? dan apa karena aku pernah gagal berumah tangga makanya kamu membuat perjanjian ini?" tanya daus dengan wajah serius membuat nurul tidak berani untuk menatap wajah calom suaminya