Dilamar Kakaknya Di Nikahi Adiknya

Dilamar Kakaknya Di Nikahi Adiknya
Bab 21


__ADS_3

Ayu kembali ke kantornya dan Romi pergi dari kantornya tanpa berbicara apapun. Ayu menatap ruangan itu dengan pandangan kosong dan hampa.


Setiap sudut ruangan mengingatkannya pada kenangan akan sahabatnya. Ada canda dan tawa dalam setiap sudut ruangan kantornya.


Mereka berdua bersama-sama membangun usaha itu dari nol. Dan sekarang sudah lancar dan menjadi pekerjaan utama mereka.


Tidak disangka ada masalah seperti ini. Dan Ayu tidak tahu kelanjutan usahanya. Jika persahabatan mereka retak karena cinta segi empat. Maka usahanya juga akan berakhir bersama Siti yang pergi dan marah padanya.


Dreettttt!


Ayu membuka pesan dari Siti.


"Ayu, maafkan aku. Tapi kita tidak bisa meneruskan usaha kita lagi. Aku resain," kata Siti singkat dan tidak mengatakan apapun lagi.


Ayu yang kaget membaca pesan singkatnya lalu mencoba menelpon Siti. Namun handphonenya tidak bisa dihubungi.


Ayu tertunduk kelantai. Airmatanya berjatuhan diatas paket-paket yang siap dikirimkan.

__ADS_1


"Siti....kenapa kau tidak mau mendengarkan penjelasan ku. Aku melakukan semua ini karena aku tidak punya pilihan lain. Harga diriku hanya bisa diselamatkan oleh Aditya. Jika kau mau mendengarkan aku sekali saja. Maka pasti tidak akan salah paham begini. Aku tahu, kau pasti akan memaafkan kesalahanku," kata Ayu terduduk dilantai.


Tiba-tiba sebuah tangan memegang bahunya. Ayupun menoleh dan kaget saat melihat Aditya berdiri dibelakangnya.


Ayu tertunduk sementara Aditya menyadari hal yang terjadi. Kakaknya datang, dan Siti tahu semuanya. Aditya juga tahu, jika Siti diam-diam mencintainya. Dan karena kakaknya datang, maka dua sahabat baik ini menjadi salah paham. Aditya melihat tidak ada Siti diruangan itu. Padahal tadi pagi, dia melihat Siti ada dikantor.


"Ayo duduk disana," ajak Aditya lembut.


"Romi datang dan Siti marah karena kita akan menikah," ungkap Ayu setelah mereka duduk di sofa.


"Kakak mengatakan disini dan Siti mendengarnya, apa begitu?"


"Kakak....sudah aku bilang jangan melakukan hal itu, tapi dia tetap melakukannya. Satu masalah selesai dan masalah yang lain datang," gumam Aditya.


"Romi, tidak setuju aku menikah denganmu. Tapi jika aku menikah, apa yang akan orang pikirkan tentang diriku. Aku sudah tinggal dan menginap dirumahmu,"


"Sudah Ayu. Sebaiknya kita tidak membahas ini lagi. Aku tahu, semua ini sulit untuk kakak dan juga dirimu. Tapi, kau harus yakin. Ini jalan terbaik. Aku tidak akan membuat kau menyesali keputusanmu ini. Aku berjanji," kata Aditya lalu memeluk Ayu dengan erat.

__ADS_1


Ayu yang dalam kondisi tidak berdaya, membiarkan Aditya memeluknya.


Dan disaat yang sama, ternyata Siti kembali untuk mengambil berkasnya di laci kerjanya. Ada surat penting dirinya disana. Melihat Ayu dipeluk oleh Aditya seerat itu, hatinya hancur berkeping-keping.


"Siti...." Ayu kaget dan mendorong Aditya.


"Siti...tunggu...." Ayu berdiri untuk mengejar Siti yang masuk lalu pergi lagi.


Untunglah kali ini, Ayu dengan cepat menggenggam tangan Siti hingga dia menghentikan langkahnya.


"Biar aku jelaskan, dengarkan aku," kata Ayu berdiri berhadapan dengan Siti. Siti diam dan muka juteknya sangat terlihat kali ini. Padahal biasanya dia begitu manis dan murah senyum.


"Siti, kau sudah salah paham. Jangan sampai persahabatan kita berakhir seperti ini. Beri aku waktu untuk menjelaskannya," kata Ayu.


Siti menghempas kan tanganya.


"Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi. Aku buru-buru!" kata Siti dengan ketus dan meninggalkan Ayu.

__ADS_1


Ayu terpana tak mampu berkata apapun lagi. Kemarahan jelas tersirat di sorot mata Siti untuk dirinya.


Sorot matanya tajam penuh kemarahan dan kekecewaan.


__ADS_2