Dilamar Kakaknya Di Nikahi Adiknya

Dilamar Kakaknya Di Nikahi Adiknya
Bab 24


__ADS_3

Indahnya malam pertama.


Ayu duduk diatas ranjang dengan kamarnya yang di hias bunga melati yang harum semerbak nan wangi.


Ayu duduk dengan gaun yang sudah di siapkan oleh mama Weni. Aditya keluar dari kamar mandi dan berjalan perlahan kearah istrinya.


Menyingkap tirai bunga melati di sekeliling ranjang itu. Lalu menatap istrinya yang tertunduk malu.


Aditya menggenggam tangan Ayu dan mendekat padanya. Lalu mengambil beberapa hiasan bunga melati dikepalanya.


"Biar aku ambil beberapa hiasan dirambutmu dulu," kata Aditya yang tidak ingin terganggu dengan pernak pernik di rambut Ayu.


Ini adalah malam pertama yang di nantikan setiap pasangan yang baru menikah. Ayu menunggunya dengan berdebar tidak karuan. Tidak ada cinta, yang ada hanya lah penyerahan diri pada sang suami yang sudah resmi mempersunting dirinya.


Aditya membuka gaun Ayu perlahan. Tangannya menyentuh punggung Ayu yang terbuka setelah gaun itu dibuka olehnya.


Ayu semakin berdebar dan membiarkan semua berjalan seperti keinginan suaminya. Ayu diam tak bergeming dan hanya menunggu apa yang akan dilakukan suaminya selanjutnya.


"Boleh aku buka bajumu?" tanya Aditya menatap dalam ke bola mata Ayu.


Ayu tidak menjawabnya dan hanya mengangguk pelan.

__ADS_1


Aditya lalu merengkuh Ayu kedalam pelukannya sembari melepaskan beberapa ikatan di gaun milik Ayu.


Sekarang sebagian gaunnya sudah turun hingga ke perut Ayu.


Ayu malu, lalu menarik gaun itu ke atas lagi.


"Kenapa malu? Aku suamimu sekarang...tidak papa, tenanglah, tidak ada yang perlu kau sembunyikan dariku. Aku mencintaimu dan tidak akan menyakitimu," bisik Aditya ditelinga Ayu seraya menempelkan bibirnya di balik telinganya dan membuat Ayu merasa sesuatu yang aneh didalam tubuhnya.


Aditya tahu dimana kelemahan wanita, sehingga dia mencium ya dan membuat Ayu memejamkan matanya.


Aditya lalu memeluk Ayu sangat erat hingga Ayu kesulitan bernafas.


Ayu tertunduk dan mengangguk perlahan.


Aditya perlahan membuka dan membuat Ayu memejamkan matanya saat gaun itu terlepas dari tubuhnya.


"Buka matamu, haruskah aku mematikan lampunya?" tanya Aditya yang sebenarnya dia juga berdebar saat ini.


Dia hanya berusaha bersikap wajar dan rileks agar Ayu nyaman melewati malam ini bersamanya. Tanpa rasa canggung dan malu, tapi saling memberi dan menerima. Dan menikmati malam yang indah berdua saja.


"Matikan saja lampunya," kata Ayu lalu menarik selimut dan menutupi sebagian tubuhnya dengan selimut.

__ADS_1


"Hangat?" tanya Aditya setelah mereka berada di selimut yang sama.


"Iya," sahut Ayu dan berusaha nyaman dengan Aditya yang sudah menjadi suami dan pemimpin dalam rumah tangganya.


Merekapun hanyut dalam dinginnya kamar mereka akibat AC. Sangat dingin hingga Ayu harus terus berada didalam selimut dalam pelukan Aditya.


Aditya terus memeluk Ayu dan membuatnya merasa bahagia malam ini.


Merekapun sukses melakukan malam pertama mereka tanpa ada hambatan.


Pagi hari Ayu dan Aditya bangun lalu mandi bersama. Setelah mereka keramas mereka keluar dan duduk dimeja makan bersama.


Romi turun dari tangga dengan perut yang sangat lapar.


Tapi saat akan kedapur, dia melihat Ayu dan Aditya sedang makan suap-suapan. Ayu menyuapi Aditya, begitu juga Aditya menyuapi Ayu.


Dan saat merasakan ada sepasang mata yang memperhatikan mereka, maka Ayu dan Aditya menoleh.


"Kak, mau makan bersama kami?" kata Aditya kaget saat kakaknya sejak tadi memperhatikan mereka.


"Tidak usah, kalian saja," kata Romi akan berbalik dan menabrak Lucy.

__ADS_1


__ADS_2