Dilamar Kakaknya Di Nikahi Adiknya

Dilamar Kakaknya Di Nikahi Adiknya
Bab 23


__ADS_3

Hari ini, Ayu dan Aditya akan menikah. Ayu sedang di rias di kamar sebuah hotel. Ayu menatap wajahnya ke cermin dan tanpa terasa air matanya menetes di pipinya.


"Aku tidak menduga akan menjadi pengantin Aditya. Dan Siti...juga tidak datang di hari pernikahan ku ini. Siti....maafkan aku. Aku terpaksa menikah dengan orang yang kamu cintai..."


"Ayu, apa kamu sudah siap?" tanya Mama Weni.


"Sudah ma,"


Mama Weni lalu mengajak Ayu keluar. Mereka ke gedung acara pernikahan berlangsung.


Nampak Romi berjalan mendekati Aditya dan Ayu mengucapkan selamat padanya.


"Selamat, semoga kalian bahagia..." kata Romi dan menggenggam jemari tangan Ayu agak lama.


Ayu berusaha melepaskan genggaman tangan Romi.


Aditya yang melihat hal itu, menarik tangan kakaknya.


"Dia istriku sekarang," kata Aditya pada kakaknya.


Romi lalu berlalu.


Sementara Ayu diam dan sesekali tersenyum sambil mengelap air matanya yang menetes.


"Andaikan mereka masih hidup. Ini adalah hari yang sangat mereka nantikan. Melihatku duduk di pelaminan dan menikah," kata Ayu.

__ADS_1


Karena sudah resmi menjadi suami istri, Aditya lalu menggenggam tangan Ayu dan mencium keningnya.


Saat Aditya mencium keningnya, Romi, kakaknya menoleh kebelakang, dan tanpa sengaja melihat adegan itu.


"Aku berjanji akan membuatmu bahagia," kata Aditya sambil menyeka air mata Ayu yang menetes di pipinya.


Hati Ayu menjadi trenyuh. Bagaimana pun saat ini dia sudah resmi menjadi istri Aditya. Orang yang dia benci beberapa hari sebelumnya. Namun sekarang dia harus bersamanya seumur hidupnya. Ayupun berusaha bersikap dewasa dan bijaksana. Dia tidak akan membuat pernikahan yang sudah terjadi menjadi nestapa baginya.


Dengan besar hati, Ayu berusaha membuka diri untuk Aditya.


Kejadian di masa lalu, dimana Aditya mengkhianati dirinya saat menjadi pacarnya, akan dia lupakan dan tidak akan dia ingat lagi. Yang harus dia ingat adalah, saat ini, Aditya sudah menyelamatkan harga dirinya, dan mau menikahi gadis yatim piatu meskipun tidak ada cinta di antara mereka.


Apapun alasan Aditya, Ayu tidak akan memikirkan nya, mungkin karena iba atau kasihan akan nasibnya. Meskipun begitu, dia mulai hari ini, telah membuka pintu hatinya untuk suaminya.


"Aku berjanji akan menjadi istri yang baik untukmu," kata Ayu membalas genggaman tangan Aditya.


Dan saat mereka saling melepaskan pelukannya, Siti datang ke acara itu dengan seorang pria.


"Siti?" Ayu kaget melihat Siti datang ke acara pernikahan nya.


Aku tidak menyangka kau akan datang, gumam Ayu dalam hati.


Siti berjalan bersama seorang pria mendekati Aditya dan Ayu.


"Selamat, atas pernikahan kalian. Semoga kalian bahagia," kata Siti lalu memeluk Ayu.

__ADS_1


"Siti.... terimakasih kamu mau datang," kata Ayu mengusap air matanya karena terharu sekaligus merindukan sahabatnya.


"Tentu, aku akan datang. Aku minta maaf karena sikap kekanakan ku kemarin, sekarang aku sudah mendapatkan calon suami yang sangat baik," kata Siti berbisik pada Ayu.


Ayu lalu tersenyum pada pria yang menjadi kekasih Siti.


"Semoga kau juga cepat menikah dan jangan lupa undang kami," kata Ayu tidak kuasa menahan rasa bahagianya karena bertemu sahabatnya yang sangat dia sayangi.


"Aku tidak menduga kau menikah denganya," kata Siti berbisik ditelinga Ayu.


"Ceritanya panjang,"


"Benar kata pepatah, kita tidak boleh terlalu membenci seseorang, karena boleh jadi suatu saat, kamu justru mencintai nya dan berjodoh dengannya," gurau Siti pada Ayu.


Ayu lalu mencubit lengan Situ dan mereka tertawa lirih.


Aditya mendengar candaan mereka dan mengulas senyum hangatnya. Sementara Romi kakaknya, tidak terlihat lagi diruangan itu.


Mama Weni mencarinya karena akan foto bersama.


"Aditya, dimana Romi?" tanya Mama Weni.


"Aku juga tidak melihatnya ma," sahut Aditya dan mencari kakaknya diantara tamu undangan.


Dia melihat Lucy sendirian dan sepertinya juga sedang mencari kakaknya.

__ADS_1


"Coba tanyakan pada Lucy," kata Aditya.


"Dia juga tidak melihatnya sejak tadi. Mama sudah tanya, tapi Romi tidak bisa di hubungi, Handphonenya dimatikan, ada apa dengannya? Kenapa disaat penting seperti ini dia justru menghilang. Tidak biasanya dia bersikap seperti ini," kata Mama Weni mengomel sambil berjalan mencari Romi.


__ADS_2