
Satu bulan kemudian.
Ayu, mama mertuanya dan juga Lucy berangkat ke hotel. Mereka akan mengadakan acara pernikahan untuk Romi dan Lucy.
Ayu masuk ke dalam kamar. Dia mematikan lampu malam ini, karena akan tidur dan Aditya belum masuk. Dia masih berkumpul bersama ayah dan kakaknya.
Para wanita masuk duluan. Dan para pria masih ingin bersenang-senang.
Hingga jam satu malam dini hari. Romi naik duluan, dia menenggak sedikit minuman. Tidak sampai membuatnya mabuk, kepalanya hanya terasa sedikit pusing.
Romi membuka pintu 301, harusnya pintu yang dia buka 302.
Tapi dia juga tidak begitu ingat, hingga karena kepalanya pusing, dia masuk saja.
Keadaan didalam kamar gelap dan remang-remang. Dia tidak sadar jika ini adalah kamar Ayu dan Aditya.
Romi merebahkan dirinya di samping Ayu yang sudah pulas tertidur. Saat Romi membalikkan badannya, dia baru sadar jika dia salah kamar.
"Ayu....." Serangan pusing membuatnya tidak bisa berfikir jernih.
"Ayu...." bisik lirih Romi.
"Ehm, tidur mas, udah malam," kata Ayu tanpa membuka matanya.
Ayu malah meraih jemari Romi dan menggenggemnya. Tidak sadar jika itu bukan suaminya, karena dia menutup matanya dalam tidurnya.
__ADS_1
"Aku ngantuk," kata Ayu dan berbalik memeluk tubuh itu.
Romi yang sadar telah salah masuk kamar, malah membiarkan Ayu menggenggam tangannya dan memeluknya saat tidur.
Menikmati wajah Ayu dalam tidurnya dengan jarak dekat, membuat naluri kelelakiannya bangkit.
Hasrat nya menjerit dan meronta. Nafasnya menjadi berat saat melihat gaun tidur ayu yang sedikit menyingkap.
Dia berada begitu dekat dan tubuh mereka bersentuhan. Romi bahkan bisa merasakannya hembusan nafas lembut ayu.
"Ayu...."
"Hem ..." Ayu dalam ngantuk ya lamat-lamat mendengar suaminya memanggil namanya.
Dalam cahaya yang remang-remang, Romi membelai wajah Ayu perlahan dan lembut. Bibirnya sedikit terbuka dan ingin mengecup kening Ayu.
Namun, tiba-tiba ada suara langkah kaki diluar kamar Ayu.
"Aditya!" Romi kaget dan segera menyingkirkan tangan Ayu yang memegangnya erat dan memeluknya dalam tidurnya.
Romi segera bersembunyi di kolong ranjang. Dan benar saja, Aditya membuka pintu masuk kedalam.
Melihat istrinya sudah pulas tertidur, Aditya lalu masuk kekamar mandi. Dan kesempatan itu digunakan Romi untuk keluar tanpa di ketahui adiknya.
Romi mengendap keluar perlahan dan akhirnya berhasil. Saat diluar malah berpapasan dengan Lucy yang mencarinya karena dia tidak kunjung istirahat.
__ADS_1
Bruuukkkk!
"Romi! Darimana? Kok dari kamar Aditya?" Lucy menatap kaget dan curiga dengan Romi.
"Ohh, iya aku salah kamar, aku akan kekamarku," sahut Romi lalu berjalan melewati Lucy.
Lucy berdiri mematung dan menatap nomor kamar itu. Dia menarik nafas dalam dan menggelengkan kepalanya.
"Kamu tidak bisa menyembunyikan nya dariku Romi. Aku bukan gadis belia yang mudah di bohongi. Aku tahu kau masih memikirkannya," Lucy lalu berbalik dan masuk kedalam kamarnya.
Aditya keluar dari kamar mandi dan melihat istrinya pulas tertidur.
"Sayang, kau sudah tidur...." bisik Aditya ditelinga Ayu lembut.
"Ehm, mas...kenapa bangun?" tanya Ayu masih memejamkan matanya.
Aditya bingung mendengar pertanyaan Ayu.
"Aku baru masuk sayang, bangun gimana maksudmu?"
"Ahh, kamu ini gimana sih mas. Kan tadi aku peluk, kok kamu ngga ingat," gumam Ayu dalam tidurnya.
Aditya tersenyum dan sekalipun tidak pernah terpikirkan olehnya jika kakaknya tadi masuk kedalam kamarnya dan dipeluk oleh Ayu.
"Ohh, kamu sedang mimpiin aku ya..." Aditya lalu berbaring di samping Ayu. Menatap nya lalu memeluknya dan menarik selimut untuk mereka berdua.
__ADS_1