Dinding Kampus

Dinding Kampus
Awal kisah


__ADS_3

Terlihat seorang pria, memarkirkan kendaraan mobil sport miliknya. ruang parkir yang cukup luas. hanya ada beberapa kendaraan roda empat yang terparkir disana. pepohonan yang entah itu apa namanya dan dedaunan kering mendominasi area parkir tersebut.


"Tettt tett tett"


suara deruan mobil yang kini menyaring ke telinga wanita yang melintasinya.


"Woyy! bisa jangan berisik gak sih!?" ucap wanita yang menyanggah. tangannya melayang ke bagian pintu badan mobil.


"Etts! lo bisa gak jangan pukul-pukul mobil gue? kalo rusak, lo mau ganti rugi!?" cemooh pria. di lanjut dengan senyum simpulnya.


Bagas membuka sedikit jendela mobil dan melihat wajah wanita yang menghalangi jalannya.


Kenalin gue Bagas Arya Wijaya. seorang pria yang menjadi mahasiswa terpopuler di salah satu kampus terbaik di kota Jakarta. bukannya sombong. gue sering kali menjadi incaran banyak mahasiswi. Pergi dinner bersama gue adalah salah satu impian bagi setiap wanita.


Waktu pagi itu gue sedang memarkirkan mobil. Aktivitas yang terhalang karena ada wanita yang melintas di depan mobil gue saat itu.


"Woy! bisa jangan berisik gak sih!?" sanggah wanita yang terdengar pelan. Segera gue membuka jendela melihat jelas siapa yang berani menyanggah. Selama di kampus tidak ada yang berani memukul sembarang barang gue. melihat cat mobil gue aja langsung minder. berbeda halnya sama wanita satu ini.


"Etts,Lo bisa gak jangan pukul-pukul mobil gue!? kalo rusak lo mau ganti rugi!?" Tandas gue kesal. sejujurnya wanita yang gue temuin waktu pagi itu, cantik, imut tapi sangat di sayangkan pagi itu membawa ekspresi wajah seperti monster.


Dia langsung melenggang pergi memasuki kampus. wanita monster yang ternyata mahasiswa baru dan menempati jurusan yang sama dengan gue yaitu Jurusan ekonomi.


"Selamat pagi semua." tutur pak dosen yang di buntuti wanita monster itu. Gue hanya terdiam dingin. melihatnya dari kejauhan.


"Sekarang kita kedatangan mahasiswa baru. Nak, silahkan perkenalkan diri kamu," pak Romi. salah satu dosen yang mengisi awal pelajaran dengan memperkenalkan wanita monster itu.


'Gue udah kenal kali! itu nenek sihir yang menyamar jadi monster!' ucap batin gue. memandang wajah wanita tersebut, yang tampaknya dia juga mengetahui kehadiran pria tampan seperti gue.

__ADS_1


"Ke-kenalin, gue Nayla Mahira Putri. kalian boleh panggil gue Nayla," informasi menarik. ternyata wanita monster itu bernama Nayla. perkataannya terbata-bata. Melihat wajah gue semakin terlihat gusar dan raut muka memerah.


"Hallo Nayla!" ucap mahasiswa serentak. tidak bisa di pungkiri. wanita itu memang memiliki paras yang bisa menghipnotis para lelaki.


"Nayla. Kamu bisa duduk di barisan kedua sebelah sana!" ucap pak Romi. mempersilahkan wanita monster tersebut mendudukinya. Kebetulan barisan kedua berada tepat di hadapan gue, yang mendapatkan barisan ketiga setelannya.


"Baik pak Terimakasih!" ucap wanita monster dengan sopan dan menunduk setelahnya. Memancarkan sinar dengan tersenyum tipis. dia berjalan perlahan menuju tempat duduk yang akan di tempatnya.


Ketika hampir sampai di tempat duduknya. tiba-tiba seorang mahasiswi meringkas kaki sebelah kanannya hingga terjatuh. Hal itu mengundang tawa para mahasiswa.


"Awww!" lirih wanita monster tersebut yang tersungkur halus.


"Hahahaha!"


Suara tertawa yang membahana seisi ruangan kelas. Nampak wanita monster tersebut mencoba bangun, dengan cepat melanjutkan langkahnya sambil menutup sebagian wajah dengan buku yang di pegangnya.


Jam pelajaran pertama telah usai. kemudian di selang dengan istirahat selama 15 menit. Dimana banyak penawaran para mahasiswi untuk makan bersama. terkadang gue mikir. gue tuh kaya artis gak si?


"Bagas! temenin gue makan di kantin ya?" ucap salah satu mahasiswi yang siap berdiri di samping gue. Gue hanya duduk terdiam, mungkin emang sifat gue yang dingin kali ya?


"Apaan si lo!" ucap Resha. menjerambabkan wanita yang berada di samping gue.


Resha. Seorang wanita yang pernah singgah di hati gue. namun semua rasa cinta sirna dengan perlakuan main busuknya di belakang gue. sampai saat ini dia masih berharap lebih sama gue. karena kesalahannya mempercayai pria yang mengkhianati dirinya. cocok sama-sama penghianat! rasakan kemurniannya!.


"Bagas! Lo bisakan nemenin gue makan siang di kantin." lanjut Resha, sembari mengelus punggung gue.


Setelah kejadian beberapa Minggu yang lalu. gue merasa muak melihat wajah matrenya Resha. ketika pernegosasian terjadi gue menarik lengan Nayla yang baru saja berdiri di hadapan gue. berpura-pura menjadikan cewe monster tersebut sebagai pengganti.

__ADS_1


"Sorry! gue udah ada orang yang nemenin gue buat makan siang!" tandas gue kesal. masih terbayang-bayang penghianatannya terhadap gue.


"Haha, siapa?" tanya Resha penasaran, sambil tertawa menyeringai.


"Ini dia!" menarik halus lengan cewek monster tersebut. tatapan Nayla berubah intens, ingin sekali dirinya menyanggah. untungnya cewek monster itu memiliki satu kepekaan. dia mengikuti instruksi dari gue.


"What! cewek baru ini?" ucap Resha tak percayakan diri. Resha menunjuk Nayla dengan jemarinya. Tak ingin mendengar banyak pertanyaan, segera gue mengeret cewek monster tersebut ke area luar.


"Apa apaan si lo! tarik-tarik tangan gue?!" Ucap cewek monster. melepas paksa pegangan gue.


Kali ini, gue berada di dekatnya. sangat dekat. Kenapa hati bodoh gue kalah. luluh melihat tingkah uniknya yang berbeda dengan mahasiswi lain.


"Ya-ya gue, gue cuman pura-pura aja. Jadiin lo sebagai orang yang bakal nemenin makan gue di kantin." ucap gue gugup. lalu mengedarkan pandangan ke daerah sekeliling.


"Aneh! dasar Lo!" ketus Nayla. Dia langsung melenggang pergi menuju halaman taman. entah apa yang di lakukannya di tempat sepi tersebut. Jarang sekali orang yang mengunjungi taman belakang kampus.


Saat itu gue, memutuskan untuk melihat apa yang di lakukan cewek monster di tempat sepi sendirian.


"Dia ngapain ke taman belakang? Taman depan kampus kan ada, lebih indah dan ramai?" ucap batin gue. pelan-pelan gue berjalan melihat dirinya dari balik pohon besar. Tiba-tiba suara mengagetkan gue.


"DUARR!!!" hentakan Rifki. membuat gue terperanjat.


"Ih dasar Lo! ngagetin gue aja!" ketus gue menepis tangan Rifki.


Gue tak sadar cewek monster itu mengetahui keberadaan gue di balik pohon besar tersebut. tanpa ragu dia menghampiri gue dan Rifki. raut muka garang Nayla sudah terpasang di wajahnya. bodoh? sangatlah bodoh!


Harap memaklumi typo yang bertebaran dimana-mana ya🍃 dan jangan lupa meninggalkan jejak setelah membaca ❤️

__ADS_1


__ADS_2