Dinding Kampus

Dinding Kampus
Kecelakaan Pembawa Perdamaian


__ADS_3

  Di hari kedua Bagas menjadi waiter sudah banyak sekali ulah yang di lakukan pria berwajah sensual tersebut. Hal itu membuat Nayla merasa bahwa dirinya tidak jauh dari bencana badai, setiap detiknya ia tidak tenang dengan kehadiran pria tersebut.


"Eh abang ganteng dari mana aja? dari tadi udah Wiwi tungguin," goda Wanita berbadan gemu sambil mengerlingkan mata nakalnya.


"Wleee hueekkk!!!" lagi-lagi wanita yang sering kali di sebut monster terlihat  tingkahnya yang seperti orang ingin mengeluarkan sesutu dari mulut tapi tidak ada sesuatu apapun. sedangkan Bagas menanggapi dengan tersenyum menyeringai.


"WHAHAHA!! kenapa lo cewek monster? iri dengan ketampanan gue?" ucap Bagas begitu jail.


"Amit-amit cabang bayi!! gue iri hati sama cowok besar kepala kaya lo!" menepuk telapak tangan pada jidat.


"Lo jangan kaya gitu Nay! takutnya nanti jadi imut-imut cayang aku." sahutnya terkekeh geli.


"Najis mak najis! ada aja yang kaya gitu. Tampang doang bagus empatinya kurang!" Celetuk Nayla. menggambil secangkir kopi yang di pegang Bagas.


***


Sore itu caffe belum ditutup karena kebetulan sekarang adalah hari apel atau hari Minggu. Ke-3 orang itu semakin sibuk dengan banyaknya pengunjung yang berdatangan.


"Wi gue kamar mandi dulu ya, bentaran doang ko." ucap Nayla. lalu melenggang pergi menuju toilet caffe belakang.


"Bentar doang Lo ya? jangan ampe lo bertelur lama di toilet!" sahut Wiwi mengundang tawa teman sampingnya. Bagas terkekeh geli mendengar cemoohan Wiwi terhadap si cewek monster.


Seusai dari kamar mandi, Nayla berpapasan dengan sekelompok pria ******. beberapa pria itu mencoba mengintil dan menggoda Nayla saat berjalan.


"Siapa Lo? udah Lo semua jangan gangguin gue!" tandas Nayla kesal. salah satu pria malah semakin mendekati tubuh Nayla sampai tidak sedikit pun jarak di antara mereka.


"Nona manis jangan galak-galak dong. nanti cantiknya luntur loh," goda pria ****** itu mengusap lesung pipi Nayla sangat halus.


Nayla meronta-ronta ingin sekali meminta bantuan. Namun sayangnya mulut gadis itu dengan cepat di bungkam dengan tangan kasar nya, hingga sekeras apapun dia berteriak hanya akan membuatnya kehabisan tenaga. Tiba-tiba datang seorang pria memukul pundak salah satu temannya sangat keras. Nayla terkejut melihat pria yang menolongnya.


"Pergi kalian semua!!" teriak Bagas membahana seluruh taman belakang. sehingga membuat beberapa pengunjung berdatangan.


"Jangan sekali-kali kalian berani gangguin dia! paham?!" ucap Bagas tegas. sekelompok pria itu berkucar kacir menyelamatkan diri masing-masing. semuanya tercengang begitu juga Nayla, cewek monster itu membelalak matanya nyaris keluar. melihat keganasan Bagas saat melawan para pria ****** tersebut.

__ADS_1


"Lo gapapa? Lo baik-baik aja kan?!" tanya Bagas terlihat gamang. tubuh dan hati Nayla bergemetar, saat mendapati perhatian serius dari Bagas.


"Em-emm... gue gapapa." sahut Nayla menekankan setiap kata-kata nya.


"Makanya kalo dimana-mana Lo harus hati-hati."


"Degg!!!"


Seketika hatinya berlonjakan lebih cepat, dadanya berdebar kencang. Menatap wajah Bagas memang tak bisa dipungkiri, setiap wanita manapun akan terpana dengan ketampanannya.


"Ya Tuhan, kenapa hatiku terasa gemetar?" ucap batin Nayla.


"Yaudah, bentar lagi caffe kan tutup. Gue anterin lo pulang nanti." ucap Bagas seraya meraih tangan Nayla dan menggandengnya sampai ke depan kasir. Wiwi ternganga melihat kedua orang yang menjadi musuh bebuyutan itu saling bergandengan tangan.


"Ett ett ett mata lensa gue gak burem kan?" sahut Wiwi mengusap-usap kelopak matanya beberapa kali. Keduanya sempat bertatapan sambil menerbitkan senyuman termanis mereka.


"Ada yang manis-manis tapi bukan gula di dapur. Ada yang lagi romatis, roman-romannya kedua hati mereka telah bercampur baur." pantun wanita pemilik badan gemuk itu berhasil membuat mereka semakin salah tingkah.


"Emang lo gak denger di belakang tadi ada keributan?" Nayla mulai membuka obrolan.


"Keributan? dimana?" tutur Wiwi polos.


"Astagfirullah Wi, kuping lo copot? dari tadi rame-rame di belakang!" ketus Nayla sedikitpun kesal.


"Nayla tadi digoda-godain para cowok brengsek!" dengkus Bagas sesaat memasang mata nanar. Melihat raut wajah Bagas, Nayla begitu iba.


"Yang bener aja Lo?!" tanyanya lagi.


"Gue tadi sempet dicentilin sama abang kribo. Dan alhamdulilahnya Bagas datang nyelamatin gue." terang Nayla kembali menatap Bagas.


"Ya ampun Nay gue gatau sama sekali, yang penting lo gak kenapa-kenapa. Hehe."


"Lebaran besok jangan beli baju banyak, usahain dulu beli katembat buat nyelamatin telinga lo itu!" tandas Nayla sambil tersenyum menyeringai.

__ADS_1


"Ya ampun Nay Lo tega banget."


...----------------...


"Yuk, pulang bareng gue?" tanya Bagas menyiapkan helm miliknya untuk dipakaikan di kepala Nayla.


"Pulang bareng? Wiwi...?" tanya wanita berparas cantik itu memikirkan sesuatu hal lain selain dirinya.


"Gapapa Nay, gue udah mesen ojek ko. Lo pulang sama Bagas aja, lumayan ojek gratis." cemooh Wiwi sambil celingukan.


Detik kemudian pak ojek datang menghampiri Wiwi. Sementara Bagas dan Nayla masih terdiam di tempat tersebut.


"Ayo pak, jalan!"


"Aduh neng motor saya kecil, emang bakal muat di taikin neng?" tanya pria sangat hati-hati. Pria paruh baya itu merasakan 2 fase. Antara ditinggal pelanggan atau di tinggal langsung motornya ke bengkel selepas di pakai kala itu. Hal itu membuat Bagas dan Nayla menahan rasa ketawa.


"Duh pak, badan saya juga gak segede tengki air ini." tanpa basa-basi wanita itu menaiki kendaraan roda dua yang kini ada di depannya.


Keduanya melenggang pergi, pak Ojek dengan sangat cepat menancapkan gas motor miliknya. Malam semakin terasa dingin, caffe telah di tutup rapat, hanya bangunan kosong dan juga sepi. Tinggalah kedua orang itu yang masih bertatap.


"Lo mau pulang gak? apa mau gue tinggalin di sini sendirian?" tanya Bagas berhasil menakut-nakuti Nayla agar cepat naik.


"Ma-mau gue mau pulang." pintanya membuat hati Bagas terasa bergoyang.


Angin malam yang menerpa wajah Nayla lolos menyapukan helaian rambutnya, sampai hinggap di depan wajah Bagas. Terasa sejuk dan nyaman sekilas menyium rambut halus Nayla.


"Kenapa hati gue deg-degan ya deket cewek monster ini?!" bisik batinnya.


Sudah hampir 15 menit, perjalanan mereka mulus tanpa kendala. ketika hampir tiba di depan kost. Bagas tak sadar di depan jalan yang akan mereka lewati terdapat polisi guling yang cukup tinggi. sontak membuat keduanya terkejut dan otomatis Nayla langsung memeluk erat tubuh Bagas karena ketakutan.


"Ma-maf gue gak sengaja." tutur Nayla usai beringsut turun dari motornya.


"Iya gapapa. Lo istirahat jangan begadang." ucapnya sambil menerbitkan senyuman tipis. Mendengar ucapan si cowok es batu itu membuat Nayla tercengang. seperhatian itukah dirinya?

__ADS_1


__ADS_2