
Sampai tiba di rumah. melihat hamparan taman yang berada di depan. kemudian, di hiasi bermacam-macam bunga menjadi salah satu kesukaan gue. Namun hal yang paling gue benci ketika melihat kedua orang tua gue beradu mulut karena hal sepele.
Ketika pintu sedikit demi sedikit terbuka dengan pelan. Terdengar pecahan entah gelas?piring? mangkok? atau mejikom gue gak tau! di susul dengan suara teriakan mamah gue. membuat hati gue tersentak dan langsung segera melihat apa yang terjadi.
"Pah! kenapa? aku juga pengen punya keturunan lagi!" ucap mamah. terdengar membahana di ruang keluarga. Saat itu kedua orang tua tidak tahu dengan kehadiran gue.
"Enggak! pokoknya enggak! Bagaiman pun alasannya. kamu tetep gak boleh punya anak lagi!" mendengar ucapan papah sampai membahana seisi ruangan. gue menatapnya iba, melihat kedua orang yang gue sayang tidak seperjalanan. Dari bawah tangga, gue sering kali melihat perselisihan di rumah ini.
"Papah kenapa si!? Bagas tuh sekarang udah besar. udah sepantasnya pula Bagas mempunyai seorang adik!" timpal mamah sendu. dengan buliran air matanya yang mulai berjatuhan.
"Hiks hiks hiks!" tangisan mamah? gue gak tahan! melihat dia harus mengeluarkan air matanya.
Setelahnya, terlihat papah menaiki anak tangga dengan cepat. tidak menjawab ucapan sang mamah. tampaknya papah langsung melenggang pergi menuju tempatnya untuk beristirahat.
"Mah! mamah ada masalah?" ucap gue. berpura-pura tidak tahu sejuta hal kesedihan mamah. Gue gak mau menambah sedih karena masalahnya.
"Engga nak, mamah gapapa." lirih mamah. sembari mengusap area wajah beberapa kali. gue tahu mamah pasti sedih! iya kan mah? Bagas tau semuanya!
"Kamu! kalo masuk harus ketuk pintu dulu." ucap sang mamah lembut. menyembunyikan semua kesedihan dengan tersenyum tipis ke hadapan gue. Gue tahu betul! perselisihan antar keluarga, itu harus di hadapin dengan kesabaran. seperti yang di lakukan mamah ini.
Di luar sana tidak tahu. real dari kehidupan gue yang sebenarnya. Harta dan pangkat tidak menjamin kehidupan seseorang akan bahagia. mungkin sebagian dari mereka, ada yang sulit untuk makan. karena kekurangan ekonomi. Tetapi mereka mampu melewati hari-harinya, yang berjalan harmonis karena hidupnya yang di iringi dengan rasa syukur.
"Emmm Iya mah Bagas lupa." gue tersenyum tipis. melihat wajah mamah yang terpasang topeng kesedihan.
Gue berjalan melangkah menuju kamar berukuran besar. terdapat lampu kelap kelip yang sengaja gue sediakan sebagai penghibur hati gue yang mulai gusar.
"Ya Tuhan. kenapa harus keluargaku yang seperti ini?" ucap batin gue. membaringkan tubuh ke atas kasur dan nyaris membuat gue tertidur lelap. tak lama terdengar suara dering telepon.
__ADS_1
"Drtttt! drtttt! drttt!"
Suara ponsel yang berkali-kali berbunyi.
gue langsung terperanjat, melihat siapa yang menelepon gue di jam-jam istirahat.
"Bro! Lo dimana?" suara pria terdengar menyengkak di telinga gue. Terdiam sejenak mencerna pertanyaan pria tersebut. Bodoh! gue lupa ada janji!
"Lo lupa ya? Lo dimana sekarang?" lanjutnya. membuat hati gue tersadar.
"Anjirrr! gue lupa! oke oke. gue jalan sekarang." balas gue terburu-buru.
Ketika hendak keluar kamar. kaki gue tersandung terbelit dengan kain selimut yang menjalar sampai ke bawah. refleks gue langsung terjatuh. Jangan terburu-buru makanya! terburu-buru adalah salah satu perbuatan syetan. inget tuh!
"Mah! Bagas pergi dulu ya kumpul bareng temen-temen!" tutur gue yang sudah siap menyandang tas dan berpamitan langsung. mengenakan baju kemeja hitam kotak-kotak, terdapat jam yang terpasang di pergelangan tangan menjadi penghias supaya terlihat tampak keren dan elegan. ganteng gak? ya ganteng lah!
"Kesana mah! sebentar doang ko!" menunjuk ke arah luar dan cepat-cepat gue membuka pintu mobil dan langsung menancapkan gas seperti kilat.
'Kesana kesana! kesana kemana!? dasar kamu bagas!' mungkin kurang lebih mamah akan mengucapkan beberapa kata seperti kata di atas.
"Breeuummm!" Secepat kilat
gue menancapkan gas. Ingin rasanya menyulap tubuh gue supaya tiba di tempat cafe dengan cepat. mustahil Bagas! Lo kan gak punya Aladdin!
Area jalan yang cukup padat, kendaraan berlalu lalang di mana-mana. membuat suhu kondisi menjadi tidak baik. untung gue pake mobil! kurang lebih 15 menit akhirnya gue sampai di tempat yang di tuju. Banyak temen gue sudah berkumpul dengan duduk santai di cafe, menikmati secangkir kopi.
"Bro! bro!" sapa gue santai, dengan berjabat tangan versi milenial.
__ADS_1
"Ehhh bro! Lo telat. kita-kita udah mesen kopi duluan!" ucap Toni. sambil menyeruput kopi yang tampak nikmat.
"Yaudah! gue pesen dulu kopinya. kalian semua tenang, Semua kopi yang kalian minum? gue yang bayarin!" ucap gue sangat mantap. Kaya punya duit banyak aja Lo gas! awas jangan hutang! di dunia ini tidak berlaku hutang piutang apalagi harus kredit!
"Oke sip! thanks bro!" temen-temen gue pada sumringah.
"Oke men. gue pesen dulu." segera gue mendekati tempat pemesanan. terlihat 2 wanita yang berada di sana. seorang wanita terlihat asyik dengan ponsel pintarnya berbalik membelakangi gue. satu wanita lagi yang sibuk membuat kopi pesanan pelanggan.
sontak batin gue berucap 'Emang bener-bener tuh tukang kopi! malah asyik pacaran!'
"Mbak! saya pesen satu kopi." ucap gue santai dan yang pasti cool! Ya kan?
"B-b-baik pak!" ucap wanita, yang asyik dengan ponsel pintarnya. kian menoleh dan mengarah menghadap gue. Dan ternyata! ya Tuhan kau mengembalikan pandangan monster kepadaku?
"Eloo!" tunjuk gue bersamaan dengan cewe monster tersebut.
"Cewek monster! ko Lo ada di sini?" tanya gue mengalihkan pandangan.
"Apa? cewek monster!?" tanya Nayla. dia lagi-lagi memasang raut wajah kingkong.
BERSAMBUNG....
Harap memaklumi typo yang bertebaran dimana-mana 🍃 dan jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca ❤️
AGAR KALIAN TAHU INFO UPDATE LEBIH LANJUT. YUK LIHAT INSTAGRAM RUSHNA.
Ig// Nurhsnhh_fzh.
__ADS_1
Terimakasih 🤗