
Menatap tajam kedua orang yang duduk berdekatan. Nayla memancar api amarah, wajah monsternya jelas nampak saat itu juga. kenapa begitu kesal ya?
"Apaan si lo! biasa aja. gue juga ini lagi kerja!" tutur Bagas langsung terperanjat dari duduknya. sedikit demi sedikit langkah pria tampan tersebut mendekati wanita yang seperti sedang bergejolak api amarah.
"Ko Lo malah berduaan sama mbaknya?" tanyanya terlihat khawatir, sambil celingukan.
"Kenapa emangnya? Lo cemburu?" ucap Bagas begitu sensual, wajahnya menatap Nayla sangat dekat. Namun Nayla tidak peduli dengan perlakuan pria tersebut.
"Ehh ngapain gua cemburu sama orang kaya Lo!" Nayla begitu antipati terhadap Bagas, sementara Bagas tersenyum menyeringai.
"Beneran Lo gak ada rasa cemburu sama gue?" ucap Bagas memberengut. memandang wajah cantik Nayla sangat intens.
"Gak!" umpat Nayla sinis. tanpa menoleh ke arah Bagas sedikit pun.
Kedua-duanya sangat kukuh dengan pendiriannya. tidak ingin salah satu dari mereka mengalah untuk menang. tapi mereka hanya menginginkan menang tanpa harus mengalah.
"Coba sekarang Lo liat muka gue kesini. Tatap muka gue yang ganteng ini 5 detik," timpal Bagas tak mau kalah. Nay udah! kalo gini terus gue bakal diabetes liat muka Lo.
'Sumpah ni cewek meskipun nyebelin muka udah kaya monster tapi? cantik asli! tanpa make up pun cantik banget!' ucap batin Bagas yang munafik. Huhu.
"Mmm. apa?" sahut Nayla. Menertibkan senyum manis, memejamkan mata di hadapan Bagas, lesung pipinya terlihat. sejujurnya tubuh pria itu seketika tidak berenergi, tulang sum-sumnya melapuk dan pikirannya rancu.
'Tuhan! tolong aku. pria ini sungguh membuat jantungku berdegup lebih cepat dari biasanya ' ucap batin Nayla.
"Terus tatap gue! gue ganteng kan?" ucap Bagas jail. Lalu terbit senyuman manis dari bibirnya.
"Huekk!! sebel gue dengarnya." ucap Nayla tak mengindahkan perasaan orang lain.
Detik kemudian, pernegosasian antara Nayla dan Bagas di interupsi dengan datangnya pria berjas hitam kelam.
"Kalian! kalian ini kenapa harus membuat kegaduhan di tempat saya?" tanya pak Darmawan bahana. beruntunglah pengunjung cafe saat itu sepi, tidak begitu malu di tegur oleh pak manajer pun.
"Ini gara-gara dia pak!" celetuk Bagas dan Nayla dengan serempak. Tidak ada angin tidak menginginkan pula datangnya hujan! mengapa kedua orang itu berbicara secara bersamaan?
__ADS_1
"Lah gara-gara Lo." sanggah Nayla. jemarinya menunjuk ke arah pria yang kini menurunkan pandangan.
"Gara-gara Lo!" timpal Bagas.
sementara pak Darma sebab melihat hal itu, kian memberontak. "Bisa kan kalian jangan kaya anak kecil?! buat keributan aja di sini! udah sekarang kalian." menghela nafas kasar
"Nayla bulan ini saya akan posting gaji kamu." ucap pak Darma tegas. terlihat Bagas membungkam mulut dan menahan tertawa.
"Dan kamu Darma! saya akan memperpanjang masa kerja kamu di sini! menjadi satu Minggu." wanita yang sering di sebut monster tersebut, kini tertawa seperti dendam yang terbalaskan.
"Ko begitu pak?! hari ini kan saya terakhir kerja Pak!" rengut Bagas. Pak Darma adalah orang yang tegas dan di siplin, apalagi kepada pekerjanya sendiri.
"Tidak. kalian sudah merugikan caffe ini
pelanggan ramai dari tadi kalian malah asyik berdebat di sini." cakapnya sambil menyilangkan tangan. Bagas dan Nayla hanya tertunduk.
"Yaudah! lain kali kerja yang profesional. jangan menggambungkan masalah pribadi dengan dunia bekerja. paham?!" tegasnya di angguki kedua orang yang kini merunduk.
pria berjas hitam melenggang pergi. berwibawa dan memang sangat perkasa dalam kinerja pekerjaannya. sampai-sampai terkadang Nayla pun ada sedikit simpati.
"Ihhh gara-gara Lo es batu! delu dasar Lo!" celetuk si cewek Monster.
Sesampai di tempat kerja masing-masing, tak ada obrolan atau topik apapun. Mereka berpura-pura sibuk dengan tatanan pekerjanya.
sehingga membuat wanita berbadan gemuk tersebut merasa bosan dan keheranan.
"Loh loh, ini kenapa to? pada diem diem Bae. Ngopi ngapa ngopi!" ucap Wiwi celingukan. Tidak ada yang menanggapi bahkan memberikan jawaban. mereka berdua pergi meninggalkan area tempat pekerjaan mereka. entah Kenapa itu anak berdua!.
"Kenapa lagi itu anak dua?" tanya Wiwi geleng-geleng kepala.
Detik kemudian, tak sengaja kedua orang tersebut bertubrukan. jalannya sambil melamun si!
"Bruggg."
__ADS_1
Bagas dan Nayla hendak meninggalkan area tempat kerjanya.
"Lo ya ngikutin gue mulu!" umpat Nayla mengangkat dagunya ke atas.
"Pede! gue mau jalan kesana. eh! Lo nyosor duluan." tutur Bagas. menatap wajah wanita yang di hadapannya begitu sinis.
"Ok please!" mempersilahkan pria berpenampilan kece tersebut. keduanya cepat-cepat berlari meninggalkan tempat Caffe.
...----------------...
"Ya ampun kenapa jantung gue berdebar-debar?" ucap batin Bagas. di sebelah barat terdapat taman berukuran sedang di hiasi berbagai macam bunga serta pernak pernik lainnnya. Membuat para pengunjung semakin betah dengan nuansa seperti dunia Eropa.
"Drttt! Drrttt!" suara dering ponsel.
"Halo! Kamu dimana Bagas? pagi-pagi udah keluyuran aja. Yoga kamu pagi-pagi gini?" terdengar suara pria yang sedikit serak basah.
"I-iya pah! aku lagi ada di gym. tempat biasa aku olahraga." terang Bagas menghela nafas kasar. Ia mengucapkan perkataan bohong, tidak ingin ayahnya mengetahui semua hal yang menimpa Bagas. Andaikata ayah tau hal tersebut, akan mempercepat kehidupan Bagas karena membuat kesalahan. Fasilitas yang sekarang ia pegang bisa-bisa ayahnya cabut secara cuma-cuma.
"Tumben kamu berangkatnya pagi banget." tanya Pak Dirga keheranan. Mengetahui keseharian Bagas yang terbiasa bangun pada jam 09.00 pagi adalah waktu tercepat ia bangun dari tempat tidurnya.
"Pah! Bagas itu masih muda. Bagas harus lebih semangat menjalani kehidupan yang pahit ini." ucap munafiknya Bagas.
"Kalo pulang inget waktu! tau waktu pulang dan tau waktu maen! paham?" ucap Pak Dirga tegas. Sosok ayah yang begitu perhatian, tegas dan disiplin terhadap waktu serta pekerjaan. Tidak ingin hal buruk menimpa anak semata wayangnya.
"Oke Daddy!" balasnya mantap.
......................
"Terimakasih mbak!" ucap Wiwi ramah. memberikan selembaran uang kepada pelanggan Kopi. administrasi selesai!
Tiba-tiba wanita yang di kenal sebagai cewek monster tersebut pun, datang menghampiri Wiwi yang sibuk dengan sekimpulan orang yang membayar administrasi.
"Nay Lo darimana aja?" tanya Bu doser seraya menyajikan kopi.
__ADS_1
"Gue dari belakang."
"Eh iya Bagas mana? dari tadi gue bikin kopi, nganterin kopi, ngembaliin uang pelanggan Kopi.!" tutur Wiwi