
"Nay mata lo kenapa?" tanya Wiwi menatap mata Nayla yang kian sembab.
"Gak, gue gapapa." balas Nayla mengusap area bawah kelopak matanya beberapa kali.
"Udah lo jangan boong sama gue. selama gue ngekost bareng sama lo, gue tau bagaimana sikap lo." terang Nayla.
Wiwi dan Nayla memang tinggal bersama di rumah kost yang cukup sederhana bagi mereka. Kedua wanita tersebut sudah terbiasa menjalani rasa pahit dan manisnya kehidupan. untukk tetap bisa membiayai keluarga mereka masing-masing.
"Hiks Hiks Hiks." tangisan di sertai buliran air mata jatuh dari wajah Nayla. Gadis berparas manis tersebut mendekap teman yang ada di sampingnya.
"Tuh kan gue bilang apa! lo kalo ada apa-apa bilang sama gue. jangan cuman nangis kaya gini!" tandas Wiwi merasa kesal karena teman dekatnya yang tidak mau buka mulut; sampai Nayla menangis. Nayla di kenal sebagai wanita tegar selalu menjalani kesehariannya dengan sabar dari awal mula ia datang dari kampung sampai sekarang masih mampu menghidupi keluarga dengan mengirimkan uang setiap bulannya. besar kecilnya pendapatan, Nayla tetap mensyukurinya.
"Gue hiks hiks.. gu-gue tadi ga sengaja di cium sama Bagas." ucapnya sendu.
Wiwi yang mendengar langsung berontak "Apa?! si Abang manis itu nyium lo?" sahut Wiwi terkaget-kaget.
"Kenapa gak nyium gue aja!" Lanjutnya memasang wajah polos.
Nayla menepis tangan Wiwi setelah mendengar ucapan gadis berbadan gemuk tersebut "Apaan si lo! ko malah kaya gitu. orang kena musibah di kira dapet hadiah!" ketus Nayla menatap sinis.
"Nay. gue kasih tau ya. Mungkin itu adalah suatu keberuntungan bagi lo. Kena ciuman dari pangeran tampan uuhh.." ucapnya sangat mantap di dorong dengan raut wajahnya yang menyebalkan.
"Wiwiii!" teriak Nayla mendengkus. sementara Nayla masih teringat ketika kedua bibir seorang insan menyatu terasa nyaman dan lembut. kemudian terbayang bagaimana nafsunya si cowok yang di sebut es batu tersebut.
"Menyebalkan!" umpat Nayla setelah usai dari lamunannya.
"Shuut jangan terlalu benci. benci benci! benar-benar cinta lagi." cemooh Wiwi berhasil membuat wajah Nayla memerah.
"Aaaaa...berisik lo bu doser!" celetuk Nayla karena merasa risih denga ocehan temannya.
"Inget itu namanya anugrah. bukan musibah. " setelah sadar Wiwi sedang menertawakannya. Nayla dengan siap melayangkan guling yang di peluknya.
"Eittts gak kena. wleee." ledek bu doser menutup sebagian tubuhnya denga selimut.
"Wiwiiii! teriakan Nayla yang membahana seisi ruangan. namun Wiwi tak menghiraukannya. mungkin cewek berbadan gemuk tersebut sudah tertidur pulas.
__ADS_1
"Dasar lo bu doser. tidur udah kaya kebo cepet bener."
Seketika suasana hening, Nayla mengendarkan pandangan ke setiap sudut ruangan. lampu yang sudah minim cahaya karena sengaja di waktu malam mereka mematikan lampu untuk menghemat biaya listrik. Kedua wanita wanita itu tidur terlelap dengan mimpinya masing-masing.
"Treeetttt trettt!"
Suara alarm begitu nyaring membuat Wiwi terperanjat dari tempat tidurnya.
"Huuahh," Wiwi menggeliat lalu mengarah ke jam yang terpajang di dinding.
"Aduhh ma! jam 07.25 menit." Wiwi tercengang melihat arah jam yang sebentar lagi mengarah pada jam kuliah di mulai.
"Nay! nay! lo bangun ihhh! lo liat jam berapa ini?" menarik selimut yang tengah di pakai Nayla. waktu tersisa 35 menit untuk mereka gunakan untuk mandi,bersiap-siap pakaian dan berdandan. Tapi beda halnya dengan Nayla yang tidak peduli dengan polesan makeup seperti Wiwi. jam kuliah di mulai tepat pada jam 08.00 pagi.
Nayla bergegas beringsut turun dari tempat tidurnya "Whatt! oke oke kita langsung siap-siap!" menyeret lengan wiwi ke kamar mandi.
Waktu tersisa beberapa menit lagi. sementara Wiwi terlihat santai dan membungkam mulutnya. orang itu seperti menahan tawanya.
"Wi! tinggal berapa menit lagi? cengengesan aja lo!" ketus Nayla yang super sibuk dengan mencari-cari pakaian yang akan ia pakai.
"Whahaha..! ini hari libur cuy. lo gak inget?" ucapnya menahan tawa.
"Udah udah! gue minta maaf! lagian lo tidur udah kaya kambing guling." seperti itulah teman rasa saudara. tertawa tanpa batas, merasakan bahagia tahu batas.
"LO! juga tidur udah kaya kebo!" timpal Nayla tak mau kalah.
"Hahaha serem amat gue kaya kebo." cemooh Wiwi dengan jailnya. terkadang Nayla menganggap Wiwi sebagai kakak kandung karea umur Wiwi yang lebih tua dari Nayla.
"Emang kebo! wlee.." ledek Nayla seperti anak kecil.
"Udah udah. kita kan masih punya tugas, harus kerja. kalo telat pak manajer bakal ngamuk." terang wanita berambut panjang setengah bahu.
"Yaps kita siap-siap." ajak Nayla bersemangat. Ia tahu pekerjaan harus di kerjakan dengan penuh semangat. Nayla bersyukur di tengah ramainya penduduk jakarta, masih bisa mendapatkan pekerjaan yang layak untuknya.
Tak lama kemudian kedua wanita tersebut bergegas meluncur ke sebuah caffe Gran Via yang terletak di pertengahan kota yang sangat bagus untuk para pengunjung yang ingin menghilangkan penat.
__ADS_1
"Mohon maaf pak kita sedikit telat." ucap Wiwi sopan kepada seorang pria berpakaian rapih. ya itu adalah pak Darma menjadi manajer sekaligus pemilik caffe Gran Via tersebut.
"Ya lain kali tepat waktu. kalian langsung kerja, pelanggan udah pada nunggu dari tadi."
"OH. siap pak" jawab Nayla dan Wiwi serempak.
Tak di sangka pria berpakain casual sudah sigap melayani pelanggan coffe. Bagas Arya Winata yang memang di janjikan untuk bekerja sampai 3 hari. Nayla menatapnya sungkan. semakin hari Cowo es batu itu semakin cool dan elegant.
"Hey abang tampan." goda Wiwi.
"Hey." balas si cowok es batu menebar pesona.
Nayla menoleh ke arah Bagas, kemudian pria es batu tersebut membalasnya dengan kedipan mata. "Iss dasar cowok es batu!" ketusnya.
"Apa si lo Nay? es batu, es batu!" Wiwi mengerucutkan bibirnya.
Bagas hanya menahan tawa. Nayla baru sadar si cowok es batu menertawakan dirinya.
"Biarin aja bu doser dasar," celetuknya semakin membuat Bagas terkekeh geli.
Di selang beberapa menit, ada 5 orang yang ingin memesan coffe. Nayla yang bekerja sebagai kasir, Wiwi sebagai salah seorang Barista dan Bagas sementara bekerja sebagai Waiter. ke 3 orang tersebut di sibukkan dengan bertambah ramainya pelanggan yang datang.
"Mbak saya pesen coffe," ucap seorang wanita.
"Mbak duduk aja. nanti ada Waiter yang menghampiri setiap pelanggan." ujar Wiwi ramah.
Bagas langsung mendatangi setiap pengunjung yang datang. sering kali cowo es batu tersebut menebar pesona memikat para wanita yang datang seorang diri.
"Pesen yang mana mbak?" tanya Bagas menyodorkan selembar kertas tebal berisikan daftar menu.
"Mmm yang ini aja bang. coffe Arabica." sahut wanita berpakain dress selutut.
"Abang baru ya di sini? ganteng. boleh minta nomor handphonenya?" ucap wanita sangat begitu menggoda dengan penampilannya.
"Bolehh." balas Bagas santai.
__ADS_1
Tiba-tiba seorang wanita datang menghampiri kedua orang yang sempat berbincang-bincang dengan sangat asyiknya.
"Woyy! lo mau kerja apa mau pacaran? hahh!" tandas Nayla merasa kesal.