
Agnes Smith ia adalah sosok gadis yang cantik dan penuh rasa ingin tahu, anak dari tuan Keanu Smith yang mana adalah seorang pengusaha tambang batubara dan juga Nyonya Anna Wijaya yang berprofesi sebagai dokter bedah, dokter bedah yang cukup terkenal dikalangan masyarakat menengah keatas berkat prestasi - prestasi yang ia miliki sejak muda, ditambah ia berjodoh dengan seorang pemuda tampan dan digilai para gadis waktu itu.
Dengan adanya kesibukan dari kedua orangtuanya tidak semerta - merta membuat Agnes merasa sedih atau bahkan merasa kesepian, karena ia di ijinkan hidup bebas tanpa aturan - aturan aneh.
Hanya saja ia menyimpan pesan dari kedua orang tuanya dengan baik, yang mana isinya adalah patutlah untuk seorang gadis mampu dalam menjaga harga diri dan martabatnya sebagai seorang gadis agar setiap kebebasan yang ada bukan untuk membentuk pribadi sendiri menjadi gadis yang liar dan tidak bermoral melainkan dengan setiap kebebasan yang ada kita dapat mencapai setiap hal baru tanpa dikekang dan diatur secara berlebihan serta tumbuh dan berkembang menjadis gadis yang luar biasa hebat dikemudian hari.
"Good morning semua, selamat datang dihari baru dan bulan baru." Ucap Agnes dengan suara serak bangun tidur.
Agnes segera beranjak dari kamar dan menuju ke kamar mandi, ia harus bersiap karena hari ini adalah hari pertamanya masuk ke bangku kuliah di semester akhir, hanya tinggal mengumpulkan beberapa berkas dan menunggu waktu yang sudah ditetapkan untuk wisuda.
"Agnes, hai." Sapa seorang gadis yang tidak lain adalah sahabat Agnes selama beberapa tahun belakangan.
"Serena." Jawab Agnes dengan senyum manisnya.
Serena Adiwinata adalah sahabat Agnes sejak memasuki era sekolah menengah atas, Serena dan Agnes sangatlah dekat bahkan tidak sekali dua kali keduanya pergi berlibur,.
"Aku pikir kau tidak akan masuk dihari pertama." Ucap Agnes dengan suara lembut yang mengalung merdu.
"Hmmn, aku juga sempat berpikir untuk bolos dihari pertama ini, tapi rasanya bosen jika hanya diam dirumah terus." Jawab Serena dengan wajah yang dibuat - buat.
"Btw, bagaimana liburanmu, apa menyenangkan ?" Tanya Serena.
Liburan ini mereka tidak bersama, Serena mengikuti keluarga besarnya ke Paris sedangkan Agnes mempunyai agendanya sendiri di Indonesia.
"Menyenangkan, bunda sama ayah ngambil cuti jadi kita bisa pergi bersama, yah meskipun hanya tiga hari tapi sudah lebih dari cukup." Jelas Agnes dengan senyum bahagia.
"Baiklah, lupakan tentang liburan yang sudah selesai, sekarang kita ke mall yuk, belanja keperluan selama di kost." Ajak Serena dengan senyum ceria, ia terlalu malas membahas liburan yang hanya tiga minggu, tidak puas menurutnya.
Serena terlalu bersemangat dan Agnes tidak memperhatikan sekitar sampai menabrak seorang pemuda yang tampan dan tinggi.
"Auuu..." Keluh Agnes saat tubuhnya terhuyung kebelakang dan hampir ambruk, bersyukur pemuda tampan yang ia tabrak masi berbaik hati dengan menahan lengannya.
"Maaf.." Ucap Agnes dengan lirih.
"Hmm." Jawab pemuda itu sebelum meninggalkan Agnes dan Serena.
"Huft, dingin banget dia, btw lu ga kenapa - napa kan Agnes ?" Keluh Serena dengan tampang khawatir.
__ADS_1
"Tenang aja, cuma sedikit kaget." Jawab Agnes dengan hati yang dak dig dug tidak menentu.
"Yauda yu." Jawab Serena.
Serena dan Agnes menaiki mobil bmw milik Serena, Agnes tidak membawa mobil dan hanya naik ojek online karena waktu yang sudah mepet pagi tadi.
Fyi. Agnes dan Serena adalah mahasiswi kedokteran tahap akhir, setelah semua selesai mereka akan resmi menjadi dokter spesialis bedah.
Agnes dan Serena saling mengenal saat pertama kali memasuki sekolah menengah atas berbasis internasional, mempunyai minat dan ketertarikan yang sama membuat keduanya betah bersahabat.
Kedua orang tua mereka juga sama sibuknya, hingga akhirnya Agnes dan Serena sepakat untuk menyewa satu unit apartement dengan tiga kamar didalamnya.
Lanjut.
Tiba disalah satu mall elit Jakarta, Serena dan Agnes tampak sibuk dengan masing - masing troli.
"Serena, jangan lupa susu yang biasa rasa cokelat, stroberry masing - masing ambil lima yah." Terdengar suara Agnes yang sibuk mengingatkan Serena.
"Hmmm, ini udah ini udah terus yang itu juga udah, apa lagi yang belum .. ohh iya air mineral mau berapa dus Nes ?" Tanya Serena.
"Dua, satu buat lu satu buat gw." Jawab Agnes.
List belanjaan.
[ ] Beras 10 Kg
[ ] Air Mineral 2 Dus
[ ] Susu 10
[ ] Cokelat
[ ] Permen
[ ] Ciki
[ ] Sayur
__ADS_1
[ ] Buah - buahan
[ ] Soda
[ ] Minuman kaleng
Dan masih banyak lagi belanjaan kedua gadis muda itu, begitu keluar dari mall dan berjalan menuju parkiran tatapan mata Agnes tidak sengaja menangkap sosok kecil yang sedang menangis di pojokan parkiran.
"Eh, liat deh ada dua anak kecil lagi nangis." Ucap Agnes sambil menyenggol lengan Serena.
"Udah, jangan disamperin, jangan - jangan itu modus baru buat rampok." Jawab Serena dengan wajah yang panik sekaligus takut.
"Tapi kasian." Jawab Agnes yang tidak tegaan.
"Oke, gw jaga dari sini kalau ada apa - apa teriak aja." Jawab Serena pasrah sambil mengambil posisi siaga, ia sudah berada dibalik kemudi dengan mobil yang siap jalan kapanpun ia menginjak pedal gasnya.
Agnes berjalan dengan tenang menuju pojok parkiran tepat dimana ada dua orang anak kecil sedang menangis, serta tidak lupa satu stoler bayi yang menemani mereka.
Begitu sampai mata cantik Agnes hampir saja keluar, ternyata stoler bayi ada yang menempati.
"Hei, heii kalian kenapa nangis." Sapa Agnes dengan suara yang begitu lembut dan tidak lupa menyertakan senyum semanis gula kapas.
"Dua anak lelaki dan satu bayi perempuan, astaga anak - anak siapa ini." Batin Agnes dengan tatapan bingung sekaligus kasian, apa ada orangtua yang tega meninggalkan anak - anak selucu ini.
"Dede ganteng, kenapa nangis hmm ,,, tenang aja kaka orang baik kok ,, bisa diliat dari wajah aja kakak udah terlihat jelas kalau cantik dan baik." Bujuk Agnes dengan senyum manis memabukan.
"Cup cupp, ayo ke mobil dulu takutnya ada yang mau niat jahat kalau disini." Ajak Agnes dengan lembut, karena setelah diperhatikan di bestmant mulai sepi karena banyaknya kendaraan yang mulai meninggalkan lokasi parkir.
Agnes mendorong stoler bayi, dan dua anak masih mengikuti dari belakang.
"Nes, anak siapa itu ... aduhh kalau disangka kita nyulik anak orang gimana ?" Dengan wajah panik Serena langsung menodong Agnes dengan berbagai pertanyaan, jangan sampai mereka berdua terlihat kasus kriminal.
"Sutt,, jangan keras - keras, nanti mereka nangis makin parah." Sebel Agnes karena suara Serena yang dinilai terlalu membahana.
"Tenang aja Serena cantik, kalau ada apa - apa gw yang tanggung jawab. Sekarang balik ke apartement dulu yah." Lanjut Agnes dengan tatapan maut, hingga Serena tidak mampu menolak.
Setelah memastikan semua masuk dan duduk dengan aman, Serena langsung melajukan mobil menuju apartemen.
__ADS_1
Sementara dua anak kecil yang tadinya menangis tampak sudah tertidur, mungkin kelelahan.