
Lain tempat dengan waktu yang bersamaan, terlihat seorang lelaki yang sedang mengepal tangan menahan emosi.
"Reynald, pokoknya saya tidak mau tahu, segera temukan keponakan saya dalam waktu tiga puluh menit." Ucap lelaki itu, ia adalah Ariel Marsellino.
Ariel Marsellino ia merupakan seorang lelaki mapan yang begitu sukses di bidang perhotelan dan masih banyak lagi tambang penghasil kekayaannya yang tidak terekspos.
pemuda tampan yang baru menginjak 27 tahun dengan riwayat sudah dua kali gagal cinta, cinta pertama saat ia masih kecil, jatuh cinta pada bayi perempuan yang tidak berumur panjang dan yang kedua ia ditinggal mati oleh kekasihnya yang mengidap cancer 4 tahun lalu.
"Baik tuan." Jawab Reynald dengan wajah yang datar dan dingin, tidak jauh beda dengan Ariel yang memiliki pribadi tertutup. Reynald merupakan assistent pribadi sekaligus tangan kanan Ariel.
Beberapa waktu lalu Ariel dan Reynald sedang berpergian bersama tiga keponakan Ariel, ada tiga maid yang menemani mereka.
Tapi sialnya siapa yang akan menyangka jika para maid yang sudah hampir 7 tahun bekerja dibawah mereka ternyata adalah orang - orang suruhan dari pesaing bisnis keluarga Marsellino.
Tiga Maid yang menemani ketiga ponakan Ariell menghilang bak ditelan bumi, dan tentu saja mereka menghilang bersama dengan ketiga keponakan Ariel, anak - anak dari kakak pertama Ariel yaitu Arsi Marsellino & Bernard Agus.
"Bagaimana aku bisa kecolongan begini, sial - sial." Umpat Ariel tidak ada habisnya.
Sementara itu di salah satu apartemen yang berada di pusat kota, apartemen yang hanya dihuni oleh kaum ekonomi menengah ke atas.
"Serena, tolong siapkan susu yah." Pinta Agnes.
"Baiklah." Jawab Serena.
Tatapan agnes kembali terarah pada ketiga anak yang tidak sengaja ia pungut.
"Okei, baiklah nama kaka Agnes dan yang tadi namanya kaka Serena, ini apartement sewaan kami." Ucap Serena menjelaskan secara pelan - pelan.
"Hmm, apa kalian mengingat rumah kalian dimana ? ... kaka akan coba membantu semaksimal mungkin." Lanjut Agnes menawarkan kebaikan - kebaikan yang ada dalam dirinya.
__ADS_1
"Hallo, kakak aku Daniel, dan ini Ruby yang satunya Derren." Jelas Daniel dengan ragu - ragu.
"Hmm." Jawab Agnes sebagai tanda jika ia mengerti.
"Aku tidak ingat dimana rumah kami, tadi kami sedang berpergian bersama dengan paman dan juga asisten paman, sudah ada juga tiga orang maid yang memang sudah ditugaskan untuk mengurus kami dari kecil." Lanjut Daniel.
"Mba tiba - tiba ninggalin kami di parkiran, katanya ia harus menyelesaikan beberapa urusan yang menyangkut dengan keamanan kami, sudah hampir dua jam sebelum kakak mengajak kami kemari tapi mba tidak kembali, adik ketakutan akupun demikian." Jelas Daniel dengan penuh keyakinan.
"Dimana paman dan assistent paman kalian ? ,,, apa mereka tidak mencari kalian ?" Tanya Agnes lagi, dugaan - dugaan mulai bermunculan.
"Entahlah." Jawab Daniel lesu.
"lapel." Ucapan lirih Ruby yang ditunjukan untuk Daniel masih mampu didengar oleh Agnes, Agnes tersenyum kecil ia gemes dengan anak perempuan itu.
"Hmm, apa ada yang lapar, ayo ke ruang makan, kita makan malam dulu sebelum istirahat." Ajak Agnes.
Ruby menatap Agnes dengan wajah malu - malu, apa suaranya terdengar jelas yah.
"Serena, tolong bantu mereka untuk makan yah. Aku akan membeli makanan bayi untuk si paling kecil, titip mereka sebentar yah, dan jangan galak - galak nanti mereka menangis kembali." Ucap Agnes pada sahabatnya Serena. Tanpa menunggu persetujuan Serena, Agnes langsung meninggalkan apartement tidak lupa untuk membawa dompet mininya juga.
Tujuannya adalah "MultieADDA." supermarket yang lumayan lengkap, ia yakin bisa menemukan makanan bayi, pempers, dan baju ganti untuk dua anak dan satu bayi yang tidak sengaja ia dan sahabatnya temukan di parkiran mall.
Setelah menemukan semua keperluan yang kemungkinan akan bermanfaat 100 %, Agnes memutuskan untuk langsung kembali ke apartement ia khawatir jika terlalu lama sahabatnya kerepotan sendiri.
Apartement.
Malam ini Agnes, Serena, Daniel, Ruby makan dengan tenang tanpa disertai obrolan.
Selang dua puluh menit tampaknya semua sudah menyelesaikan jatah makan malam mereka.
__ADS_1
"Besok kita pikirkan bagaimana cara untuk menemukan keluarga kalian tanpa melapor polisi, tapi jika tidak menemukan cara maka dengan terpaksa aku dan kak Serena harus menyerahkan kalian ke kantor polisi." Ucap Agnes dengan lembut.
"Baik, terima kasih dan maaf sudah membuat kakak Agnes dan kakak Serena repot." Jawab Daniel dengan kepala yang mengangguk sebagai tanda setuju.
"Oke, ayo menonton sebentar sebelum tidur, tidak baik jika langsung tidur setelah makan." Ajak Serena agar terhindar dari suasana canggung.
Fyi . Melansir Verywell Health, ahli gizi akan memberitahu untuk menunggu sekitar 3 jam antara waktu makan terakhir dan waktu tidur. Jeda waktu itu memungkinkan terjadinya pencernaan dan isi perut berpindah ke usus kecil, serta mencegah masalah seperti mulas di malam hari.
"Hayoo siapa yang langsung tidur setelah makan, ngaku cepat dan jangan terus dilakukan yah guys, ga baik nanti keluar masuk toilet." - Author Cantik.
Di kediaman Ariel.
Ariel, Reynald dibantu dengan beberapa koneksi yang ada tampak begitu pusing, mereka sudah menggerakan banyak orang hebat untuk sekedar mencari dimana keberadaan tiga cucu pertama keluarga Marsellino dan hasilnya nihil karena sampai saat ini ketiga cucu kesayangan keluarga Marsellion tidak kunjung ditemukan.
Drett ,, drettt ...
Handphone keluaran terbaru milik Reynald mengambil ahli fokus beberapa orang yang memang sedang berada di ruang kerja Ariel, orang - orang yang ikut mengambil peran penting dalam mencari keberadaan Daniel, Ruby dan Derren.
"Tuan besar Marsellino." Baca Reynald dengan wajah pucat pasi, begitu pula orang - orang yang mendengar siapa penelpon yang menghubungi Reynald.
Ehmm, sebelumn mengangkat telepon Reynald berdehem terlebih, ia mencoba mengusir rasa gugup yang ada.
"Hallo selamat malam tuan besar." Sapa Reynald dengan suara yang ia buat sebiasa mungkin dingin & tegas tanpa rasa gugup.
"Temukan cucuku sampai besok pukul 15.00, jika tidak berhasil kau dan Ariel yang akan menerima konsekuensinya." Terdengar jawaban dari seberang telepon dengan suara yang terdengar berat dan dingin.
Ariel yang sedang duduk dikursi kebesarannya tampak semakin dingin, ia mengumpat habis - habisan dalam hati. Siapa yang dengan berani mencari masalah dengannya bahkan dengan sengaja melibatkan tiga cucu kesayangan tuan Marsellino.
Setelah sambungan telepon terputus, kembali terdengar suara milik Ariel.
__ADS_1
"Temukan dalangnya dan habisi segera." Titah Ariel sebelum akhirnya meninggalkan ruang kerja dalam suasana hati yang penuh dengan amarah.
"Bagi dua team, cari dan seret setiap orang yang terlibat besok malam sudah harus selesai, dan untuk tuan dan nona kecil kita hanya punya beberapa waktu lagi. Jangan sampai tuan besar turun tangan." Sambung Reynald setelah Ariel meninggalkan ruang kerja.