DOKTER CANTIK VS CEO MAPAN

DOKTER CANTIK VS CEO MAPAN
Episode 8


__ADS_3

Satu minggu berlalu, Agnes dan sahabat baiknya Serena sibuk dengan berbagai urusan kampus.


"Kau akan koas dimana ?" Tanya Serena saat keduanya sedang berjalan menuju parkiran.


"Indonesia, aku akan tetap disini." Jawab Agnes dengan sekilas menatap Serena.


"Kenapa ?.." Lanjut Agnes saat Serena sudah tidak menimpali jawabannya.


"Tidak apa, aku diminta untuk koas di Paris, kerabatku memiliki rumah sakit yang cukup baik disana. Mereka meminta aku untuk koas disana sekalian memantau perkembangan kesehatan nenek." Jelas Serena, enggan untuk menjelaskan tapi ia tidak mau Agnes kecewa karena terus menutupi masalah tempat koas mereka yang akan terpasang jarak yang begitu jauh.


"Kau akan menetap di Paris ?" Tanya Agnes, ia memberhentikan langka kakinya dan menatap sahabat baiknya dengan tatapan tidak percaya.


"Tidak, hanya selama koas setelahnya aku akan segera kembali ke Indonesia." Jawab Serena dengan cepat.


"Huftt, tidak apa jika itu sudah menjadi keputusanmu maka aku akan tetap mendukungnya, kita bisa bertemu disaat waktu libur bukan ?.." Ucap Agnes dengan terpaksa, ia tidak mungkin menghalangi karir sahabatnya. Dan lagi pula juga mereka masih bisa untuk bertemu di saat waktu libur.


Agnes dan Serena mereka sudah menjalani persahabatan sejak masa sekolah menengah pertama, sama - sama cantik dan pintar membuat keduanya begitu terkenal. Setelah masa sekolah menengah pertama selesai akhirnya mereka memutuskan untuk masuk ke salah satu sekolah impan anak ibukota dan yah mereka lolos seleksi, tiga tahun dengan menjalani kegiatan anak sekolah menengah atas akhirnya keduanya sama - sama lulus dengan nilai terbaik. Keduanya mempunyai impian yang sama yaitu menjadi dokter terbaik di dunia dan yah lagi dan lagi mereka sama - sama mengambil jurusan kedokteran disalah satu universitas ternama ibukota, dua - duanya lolos dan sekarang sudah semester akhir tandanya sebentar lagi mereka akan mengikuti koas.


Koas ?


Bila ingin memperoleh gelar dokter, sarjana kedokteran harus mengambil program profesi. Program ini banyak yang menyebut dengan kata koas atau dokter muda. Untuk menjalani koas, kalian akan menghabiskan waktu selama 1,5-2 tahun.


Artinya mereka akan koas selama 1, 5 tahun sampai dengan 2 tahun lamanya, Agnes akan tetap berada di Indonesia dan Serena akan melanjutkan di Paris.


"Byee, sampai bertemu hari senin." Ucap Serena sambil melambai - lambaikan tangannya dari balik kemudi.


Serena dan Agnes akan kembali ke rumah utama mereka masing - masing untuk sekedar berkumpul.


"Hari ini pasti mereka masih sibuk, aku ke mall saja." Batin Agnes yang bingung harus ngapain.

__ADS_1


Agnes melajukan mobilnya menuju salah satu pusat perbelanjaan kelas atas, ia tidak memiliki tujuan yang jelas mungkin hanya sekedar cuci mata atau membeli barang yang ia inginkan.


Parkiran VVIP.


Parkiran VVIP adalah member yang harus membayar sebanyak 15.000.000 rp setiap tahunnya. tempat parkir VVIP adalah area yang steril dijaga oleh beberapa orang dan setiap keanggotan dibebaskan untuk parkir.


VVIP Hanya menyediakan ruang parkir untuk 15 mobil tidak lebih, dan yah semua yang terparkir adalah mobil - mobil mahal milik kalangan atas.


"Hallo, yah ma." Ucap Agnes saat panggilan sudah terhubung.


"Sayang, mama bisa minta bantuan tidak ?" Terdengar suara lembut dari ujung telepon.


"Tentu, memang bantuan apa yang mama butuhkan ?" Jawab Agnes tanpa merasa enggan.


"Begini nak, mama malam nanti harus melakukan operasi pada pasien dan jadwalnya tidak dapat di ubah atau di bahkan digantikan dengan dokter yang lain, sedang papamu harus menghadiri acara dari rekan bisnisnya, apa kamu bisa menemani papa kesana ?" Jelas seorang lagi dari seberang telepon.


"Jangan khawatir aku akan menemani papa untuk hadir keacaranya." Jawab Agnes dengan tenang, ia pikir tidak ada salahnya menggantikan mamanya.


Tut tut... sambungan terputus.


"Makan, dan beli hal yang diperlukan." Batin Agnes.


Baru saja ia akan bergerak tiba - tiba , Hap yah ada yang memeluk kakinya dan begitu menurunkan pandangan matanya yang sudah melotot kaget langsung mengerjap tak percaya.


"Tata (Kakak.)" Ucap Ruby kecil, ah gadis manis yang entah dari mana tiba - tiba saja datang dan memeluk kakinya.


"Eh, kamu." Ucap Agnes kaget sekaligus tidak percaya, astaga anak kecil ini berkeliaran di mall sendiri atau sama pamannya.


"Ruby." Panggil sosok tampan dari belakang, wajahnya tampak dingin dan tak berperasaan.

__ADS_1


"Pria tidak sopan itu, astaga sayang jadi kau bersama pamanmu itu ?" Tanya Agnes dan dibalas anggukan kecil oleh Ruby.


FLASHBACK ON.


Pagi tadi, tiba - tiba saja ny Marsellino mendatangi Ariel di kantor, pria matang itu sedang sibuk dengan meeting dan beberapa tumpukan dokumen.


"Aman. ( Paman.)" Panggil Ruby dengan senyum merekah.


"Loh, kenapa bisa ada disini ?" Tanya Ariel dengan heran, ia menatap pintu dan benar saja ada mamanya disana.


"Uby ocan i uma, au main cama tata tantik. ( Ruby bosan dirumah, mau main sama kakak cantik.)" Jawab Ruby dengan memelas, ahh gadis kecil ini benar - benar pintar berekting rupanya.


"Ruby, kau sudah memiliki adik jadi ayo bicara yang benar jangan belepotan terus. Paman tidak paham dengan bahasa bayimu." Tidak menghiraukan karena Ariel justru protes karena ia tidak mengerti dengan bahasa milik Ruby kecil.


Ruby si gadis kecil nan imut tampak cemberut, ia saja dapat mengerti apa yang pamannya ucapkan, dan kenapa pamannya tidak mengerti apa maksud ucapannya.


"Tidak perlu memasang wajah jelek, paman malas melihatnya." Lanjut Ariel dengan wajah tak peduli.


"Oma." Teriak Ruby kecil, ia berlari kearah omanya menumpahkan air mata kesedihan.


"Ariel, kau jangan meledeknya, Ruby gadis yang pintar dan cantik." Dengan mata melotot ny Marsellino memperingati putranya untuk tidak meledek cucu perempuannya satu - satunya.


"Begitu saja sudah menangis." Ledek Ariel tanpa menghiraukan tatapan tajam milik mamanya.


"Sudah - sudah, sekarang Ruby harus duduk yang baik, dan setelahnya berhenti untuk menangis, oma harus bicara dengan pamanmu yang kaku dan dingin itu." Ucap ny Marsellino sambil berbisik.


"Ariel, mama titip Ruby yah. nanti tolong ajak dia jalan - jalan ke Mall, kakaknya sedang sibuk sekolah dan Derren kau tahu dia belum mengerti apa - apa, jadi tolong temani Ruby yah mama harus ke butik." Pintah ny Marsellino dengan senyum manis, tapi bagaimana dengan mata yang tetap melotot itu.


Ayo, siapa yang punya keponakan dan sering jadi babysenter, begitulah nasib Ariel, karena ia tampan, mapan dan tidak memiliki kekasih jadi sering menerima suruhan sebagai babysenter.

__ADS_1


Ayo gais tetap dukung novel ini yah, dan pastikan tetap menyumbang Like, Komen, Hadiah dan terutama Votee, terima kasih untuk waktu dan kesempatannya.


__ADS_2