DOKTER CANTIK VS CEO MAPAN

DOKTER CANTIK VS CEO MAPAN
Episode Tujuh


__ADS_3

Menjelang pukul 22.00 Agnes baru di antar pulang oleh Ariel, tentu itu semua ulah Ruby kecil yang tidak mengijinkan Agnes untuk pulang.


"Maaf sudah membuat repot." Ucap Ariel sebelum Agnes turun dari mobilnya.


"Hmm, tenang saja itu bukan masalah besar." Jawab Agnes dengan memaksakan senyum manisnya.


"Dan yah, aku harus segera naik ke atas, kau bisa kembali sekarang dan hati - hati di jalan, terima kasih sudah mengantar dengan selamat." Ucap Agnes lagi.


"Hmm." Jawab Ariel.


Setelah memastikan Agnes masuk dengan selamat, Ariel langsung meninggalkan pekarangan Apartement dan menuju pulang kerumah.


Flashback On.


"Tata antik, uby antuk. ( Kakak cantik, ruby mengantuk.) " Ucap Ruby kecil yang sedang dipangku Agnes, Agnes tersenyum kecil mungkin beginilah rasanya jika ia memiliki seorang adik.


"Sayang ayo tidur bersama oma saja, kakak cantikmu harus segera kembali pulang." Rayu nyonya .


"Api dede au ama tata antik. ( Tapi dedek mau sama kaka cantik.) " Jawab Ruby kecil dengan mata yang mulai berkaca - kaca.


"Tidak apa - apa tante, saya bisa menemani Ruby sampai ia tidur, setelahnya saya akan segera pulang." Sela Agnes karena merasa sudah tidak tega dengan tatapan Ruby kecil yang begitu enggan membiarkan ia pulang.


"Hmm, maaf cucu saya jadi ngerepotin terus." Ucap nyonya tak enak hati.


Setelahnya Agnes, Ruby dan Derren di ikuti Daniel langsung menuju atas, ke salah satu kamar yang luas di isi dengan satu kasur tidur yang begitu luas, muat untuk 5 orang dewasa pikir Agnes.

__ADS_1


"Jika nanti kami ingin tidur dengan oma, opa biasanya tidur disini jadi muat ramai - ramai." Jelas Daniel melihat Agnes yang terus memperhatikan kamar tidur dengan ekspresi bingung.


"Ohh begitu, ruang tidur keluarga rupanya." Jawab Agnes dengan pelan.


" Derren, kamu bobo di kasur dulu yah setelah lelap akan dipindahkan ke box tidur bayi itu." Ucap Agnes seolah - olah Derren si baby tampan mengerti.


"Baiklah, posisinya adalah aku disini, disampingnya baby Derren, disamping baby Derren adalah tempat si cantik kecil Ruby dan setelahnya adalah tempat Daniel. Jadi ayo ambil posisi." Ajak Agnes, Ruby kecil memberengut tidak terima dengan pengaturan posisi tidur yang sudah ditentukan oleh Agnes.


"Uby au amping tata. ( Ruby mau samping kaka)." Ucap Ruby dengan memelas, pokoknya tidak terima.


"Kan Ruby cantik udah jadi kaka jadi harus jaga dede kecil bereng kaka." Ucap Agnes memberikan pengertian dengan perlahan.


"Hmm." Mestipun enggan akhirnya Ruby mau untuk berada pada posisi - nya yang sudah ditentukan oleh Agnes.


Satu jam berlalu, dua jam berlalu akhirnya Agnes berhasil keluar dari dalam kamar, ia sudah memastikan ketiganya tidur dengan posisi aman.


"Tante, om saya pamit dulu mereka sudah tertidur." Pamit Agnes sedikit canggung, ia merasa tak enak hati bertamu hingga larut malam meski bukan karena keinginannya sendiri.


"Maaf yah nak Agnes, cucu saya merepotkan sampai jam segini, seharusnya anda mungkin sedang quality time bersama keluarga, atau kekasih." Jawab nyonya Marsellino merasa tak enak hati.


"Tidak apa tante, saya juga menyukai anak kecil mungkin karena sejak dulu ingin punya adik saja jadi terobati karena rasa ingin saya tidak bisa terlaksana." Jelas Agnes dengan lembut, senyum tipis juga menghiasi wajahnya yang cantik dan manis itu.


"Baiklah, kalau begitu biar putra saya saja yang mengantar nak Agnes untuk pulang, bahaya malam - malam seperti ini untuk naik taksi atau mobil online lainnya." Dengan senyum manis nyonya Marsellino langsung memvonis bahwa yang akan mengantar Agnes adalah putranya Ariel.


Sementara Ariel, lelaki tampan itu sekilas menghela nafas tidak suka dan tidak terima juga dengan perintah mamanya, tapi tetap tidak punya daya untuk menolak atau membantah.

__ADS_1


"Ariel, tidak masalahkan mengantar gadis manis ini pulang, siapa tau jodoh." Goda ny Marsellino dengan terus terang membuat Ariel melotot tidak terima. Hahaha nyonya besar keluarga Marsellino memang sudah menyukai Agnes gadis yang manis.


"Ma, ma mulutnya ini sembarangan, masa doain Ariel jodoh sama gadis ini. Cantik sih cantik tapi astaga mulutnya pedas dan mirip kreta api." Batin Ariel tidak terima.


Sementara Agnes gadis itu hanya tersenyum paksa, tidak menanggapi hal itu serius karena hanya candaan.


Flashback Off.


Apartement Agnes dan Serena.


"Wah - wah - wah, lihat anak gadis ting ting baru balik sudah jam segini hmmm." Decak Serena tidak terima, ia juga menelisik penampilan sahabatnya guna memastikan sahabat baiknya tidak lecet sedikitpun alias kembali dengan keadaan sehat walfiat.


"Huft, kau sudah tau bukan aku kembali terlambat karena ditahan singa kecil itu, aku tidak tega untuk sekedar menolaknya, dia begitu menggemaskan dan kasian."Jawab Agnes yang langsung duduk nemplok kearah Serena.


"Oh ayolah, gadis itu pasti menyukaimu dan setelahnya ..." Ucap Serena menggantung membuat Agnes penasaran.


"Setelahnya apa ?.." Tanya Agnes dengan tatapan menuntut, karena jika sudah seperti ini maka Serena akan berubah menjadi sangat amat menyebalkan.


"Rahasia, kau cantik dan iq di atas rata - rata jadi selamat berpikir, karena aku harus segera tidur saat ini juga dan tidak memiliki waktu lebi untuk menjelaskannya, lain waktu saja yah. Bye." Jawab Serena konyol dan anteng ia segera lari terbirit - birit menuju kamar sebelum ada benda terbang kearah kepalanya.


"Kau menyebalkan sekali, hushh." Keluh Serena dengan suara yang lumayan tinggi, membuat Serena terkekeh kecil dari kamarnya.


Agnes segera masuk ke kamarnya, ia perlu membersihkan diri sebelum istirahat dan mimpi indah.


Jangan lupa Like, Komen, Vote, Hadiahnya yah. Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2