Domineering Evil Woman System

Domineering Evil Woman System
Penyelidikan


__ADS_3

Nama. : Carina Echis (keadaan lemah)


Level. : 1


Daya tahan. : 0,3/4,0


Kekuatan. : 0,1/2,7


Stamina. : 0,3/1,9


Mana. : 10


wanita normal:


daya tahan 2/ kekuatan 4/ stamina 2/ mana 3.


Laki-laki normal:


daya tahan 3/kekuatan 6/ stamina 3/ mana 3.


Bloodline:–


Item:0


Skill:–


Evaluasi: anak ayam lemah. (saat ini kamu hanyalah seekor anak ayam yang lemah, yang bisa di hilangkan kapanpun)


Planet: Bintang Biru


Bip... Bip... Bip..


dengan suara mesin EKG bersautan dengan sistem yang terus berdengung di telinganya, Carina pun perlahan membuka matanya. apa yang di lihat Carina adalah tempat yang sangat asing. atap berwarna putih, yang sama dengan dindingnya.


karena merasa kurang nyaman, Carina berusaha untuk bangun, tapi saat dia mencoba, seluruh tubuh terasa lemah dan berat. terutama bagian-bagian yang pernah di pukul, semuanya terasa sangat menyakitkan. dia memperhatikan bahwa di beberapa bagian tubuhnya telah di bungkus dengan perban putih yang bersih. dia mendapati bahwa dia tertidur di sebuah ranjang yang nyaman.


dia memperhatikan sekeliling dan mengetahui bahwa ini merupakan bangsal rumah sakit. dari kondisi bangsalnya, dapat di lihat bahwa ini adalah bangsal yang baik. ada peralatan medis canggih dan tempat yang nyaman. berbeda dengan bangsal biasa yang memiliki bau obat serta sempit. hanya orang yang memiliki uang yang dapat di rawat di bangsal seperti ini. biaya rawat inap di bangsal sejenis ini juga sangat tinggi, tidak kalah untuk menginap di hotel mewah. kenapa Carina bisa mengetahuinya?, itu karena dia pernah menjadi sukarelawan di rumah sakit besar sebagai salah satu syarat kelulusan dari SMA kedokteran, jadi dia juga mengetahui beberapa hal dasar tentang rumah sakit.


[meminta persetujuan untuk penyembuhan otomatis. ya/tidak. mohon tuan rumah untuk mengkonfirmasi]


suara aneh ini lagi. apakah mentalku sudah rusak sejauh itu?.


saat mendengar suara sistem, Carina tanpa sadar berfikir bahwa mentalnya telah rusak. lagi pula tidak ada seorang gadis 17 tahun yang akan tahan dengan siksaan fisik dan mental sejak dia masih kecil. dia sering menerima perlakuan yang sangat kasar oleh ayah tirinya, bahkan dia di perlakukan jauh lebih buruk daripada binatang. di tendang, di pukuli, di bakar dengan besi panas, dan berbagai macam siksaan lainnya sejak ibunya meninggal. bahkan dia tahu bagaimana ibunya meninggal.


Carina mengingat dengan jelas saat ibunya meninggal. saat itu dia masih bersekolah sekitar kelas tiga sekolah dasar. saat pulang sekolah, Carina mendengar pertengkaran dari dalam rumah dan suara keras kaca yang pecah. karena penasaran, Carina melihat ke dalam rumah. saat itulah dia melihat ibunya yang terkapar penuh darah di lantai. dia jelas di bunuh oleh ayah tirinya menggunakan botol alkohol. pukulan di kepala mungkin masih bisa selamat, tapi di bagian belakang kepala... lupakan saja.


karena tidak ada saksi yang dapat memberikan kesaksian, lelaki itu hanya mendapatkan hukuman sekitar 3 tahun penjara. setelah dia keluar dari penjara, di saat itulah siksaan Carina yang tiada hentinya di mulai. kenangan yang menyakitkan terpatri erat dalam kepala Carina yang membuat mental gadis itu sedikit miring ke arah yang gelap.


Yang lebih menyakitkan bagi Carina, dia bahkan tidak tahu di mana jasad ibunya di kuburkan. Saat Carina ingin melihat jasad ibunya untuk terakhir kali, dia sudah tidak bisa menemukannya lagi, bahkan pihak rumah sakit bungkam soal itu.


[meskipun terdeteksi bahwa tuan rumah memiliki kelainan mental, tapi itu hanya pada tahap ringan.]


"lalu, apa kamu ini?"


[saya adalah Embrio. sistem yang akan membantu tuan rumah dalam pelatihan.]


"em... dimana kita sekarang?."


[saat ini tuan rumah berada di Rumah Sakit Saint Medical. terdeteksi bahwa tuan rumah dalam kondisi lemah, apakah tuan rumah memberikan izin untuk sistem melakukan pemulihan otomatis?. Ya/Tidak.]


"lakukan."


[di terima... melakukan pemulihan otomatis.]


[progres saat ini: 10%.... 25%... 30%...]


[perkiraan: sembuh total dalam 1,5 menit.]


Carina merasakan perasaan hangat yang terus mengalir di dalam tubuhnya. urat-urat otot dan tulang-tulang yang sakit semakin tidak terasa. Carina jelas merasakan efek pemulihan yang tidak manusiawi dalam dirinya. saat inilah dia benar-benar percaya bahwa yang menyebut dirinya embrio, jelas bukan khayalan semata.


"di sembuhkan dalam waktu kurang dari dua menit. sepertinya lukaku tidak parah."


[terdeteksi bahwa tuan rumah mengalami kehilangan darah dan Hipotermia sedang. selain itu, tuan rumah juga memiliki luka di kepala yang mendapatkan 64 jahitan, 24 luka bakar lama, 17 luka bakar baru, 3 tulang rusuk yang retak, gegar otak ringan, dan berbagai luka lebam akibat pukulan benda tumpul.]


"sepertinya wajar. tapi luka seperti itu dapat sembuh dalam waktu yang sesingkat itu. apakah pemulihan sistem begitu kuat...?."


[tuan rumah, ini merupakan pemulihan dasar. saat ini sistem hanya bisa melakukan ini. sistem akan terus di perkuat dan upgrade bersama dengan pertumbuhan tuan rumah.]


Carina terus bertanya kepada sistem yang berada di kepalanya. tidak perlu bicara, dia hanya perlu berkomunikasi dengan menggunakan pemikirannya. sistem ini sendiri tidaklah rumit karena merupakan embrio bentuk awal. seiring dengan bertambahnya kekuatan pengguna, sistem juga akan menjadi lebih kuat. hal itu karena sistem akan menggunakan kekuatan pengguna sebagai sumber energinya. tentu saja dalam batas aman.


"jadi aku perlu menjadi lebih kuat?. untuk apa?, apa aku hanya akan menjadi baterai hidup untukmu?"


[tuan rumah salah paham. saya hanya bertugas untuk membantu pelatihan tuan rumah. kemudian saya juga mendeteksi bahwa dinding ruang pembatas dunia ini sangat lemah, dan terus melemah. di perkirakan, bahwa dinding dimensi akan segera lenyap dalam waktu dekat. saat itu terjadi, dunia tempat tuan rumah akan dimasuki oleh keberadaan dari ruang lain. saya menghitung, ruang terdekat adalah ruang tingkat menengah. tuan rumah harus segera mempersiapkan diri untuk bencana. hanya yang kuat yang dapat bertahan saat hal itu datang.]

__ADS_1


"lalu, apakah kamu menyebut bahwa duniaku saat ini merupakan tingkat rendah?"


[itu benar. lebih tepatnya alam semesta tingkat rendah]


"untuk apa makhluk dari alam semesta tingkat menengah melakukan invasi pada alam semesta tingkat rendah?."


[tingkatan alam semesta tidak di hitung dari alam semesta itu sendiri, melainkan dihitung dari kekuatan makhluk hidup yang ada di alam semesta tersebut. jadi, meskipun planet Bintang Biru ini berada di alam semesta tingkat rendah, bukan berarti bahwa sumberdaya yang ada di sini juga tingkat rendah. hanya saja makhluk di dalamnya tidak menyadari sumber daya tersebut karena tingkatan dari sumber daya itu terlalu tinggi.]


setelah semua rasa sakit di tubuhnya menghilang, akhirnya Carina merasa segar. dia mulai memikirkan siapa yang membawanya kemari dan masih di bangsal VIP. beberapa saat kemudian, datang empat orang ke dalam ruangan. salah satu dari mereka adalah dokter wanita berjas putih dengan kaca mata persegi berbingkai hitam, dan perawat wanita di belakangnya. selain dokter wanita itu, nenek dan pria berjas hitam itu juga ikut masuk.


wanita tua itu sangat lega melihat bahwa Carina baik-baik saja. batu besar yang menggantung di hatinya akhirnya dapat di lepaskan. sebelum dokter mengatakan apapun, nyonya tua dari keluarga Echis itu mendekat dan bertanya kepada Carina dengan mata yang lembut.


"apakah kamu sudah sadar?."


Carina:"iya. maaf, nyonya siapa?."


melihat penampilan dan cara bicaranya, Carina yakin bahwa dia adalah seorang dari keluarga kaya, maka dari itu dia memanggilnya nyonya. nyonya keluarga Echis pun terkejut. dia melihat gadis dengan mata hitam legam di depannya yang tanpa ekspresi sedikitpun, tapi suaranya begitu lembut. bahkan suaranya sangat mirip dengan Luna. entah sadar atau tidak, nyonya keluarga Echis menjatuhkan air mata di sudut pipinya.


karena menyadari perasaan dingin dari air matanya, wanita itu buru-buru menghapusnya dan menatap Carina dengan mata yang lembut seperti orang tua.


"Nama ku Rosella Echis."


mendengar nama itu, Carina merasa sangat aneh. dia juga memiliki nama Echis, tapi nama ini di dapatkan dari ibunya. saat inilah dia tiba-tiba mengingat bahwa dia bahkan tidak mengetahui asal dari ibunya itu.


Carina:"Echis?, nama yang sama dengan ibuku?."


meskipun keraguan menggelayuti hatinya, Carina masih mencoba untuk menanyakan hal itu kepada wanita tua ini. mungkin Carina tidak menyadari, tapi dari permukaan dia tetap dingin tanpa perubahan ekspresi apapun. hal itu membuat Rosella sulit untuk memahami gadis ini.


meskipun demikian, dia tetap tersenyum dan perlahan mengulurkan tangannya untuk memegang tangan Carina. sebenarnya dia berniat untuk mengelus rambut hitam gadis itu, tapi setelah melihat perban di kepalanya, dia memutuskan untuk mengurungkan niatnya.


Rosella:"itu benar, aku adalah ibu kandung dari Luna Echis. kamu bisa memanggilku nenek mulai dari sekarang."


mendengar apa yang Rosella katakan, Carina benar-benar bingung. dia sudah menebak bahwa mungkin orang ini memiliki hubungan dengan latar belakang ibunya, tapi dia tidak menyangka bahwa hubungan ini akan begitu dekat. setelah menghabisi ayah tiri itu dia mengira bahwa dia telah menjadi sebatang kara, tapi kenyataan bisa begitu mengejutkan.


Rosella:"aku akan menceritakan semuanya nanti. ceritanya terlalu panjang jika aku menceritakannya disini."


seakan melihat kebingungan itu, Rosella segera tersenyum dan mengangguk. lalu berjalan mundur dan di gantikan oleh dokter perempuan itu. dokter itu melakukan pemeriksaan secara teliti lalu mencatat semuanya. setelah memeriksa untuk beberapa saat, meskipun ada masker yang menutupi wajahnya, tapi dari kilau di matanya menunjukkan bahwa dokter itu terkejut.


"ini... saya memeriksa bahwa nona muda ini sudah sembuh. tapi... bagaimana mungkin?"


tentu saja dokter itu terkejut. pada awal pemeriksaan, dia menemukan bahwa keadaan Carina begitu parah, tapi hanya setelah satu malam semua lukanya telah di sembuhkan.


Rosella:"ada apa?"


mendengar pertanyaan itu, dokter langsung menghilangkan pemikiran dan menjelaskan apa yang terjadi. latar belakang orang ini tidak bisa di sentuh, jadi dia harus bersikap saat menghadapinya. meskipun dia merupakan kepala dokter di rumah sakit ternama ini, tapi itu hanya sebuah rumah sakit di kota kecil jika di bandingkan dengan latar belakang orang yang ada di depannya saat ini.


setelah mendengar penjelasan dari dokter itu, Rosella bukannya terkejut, tapi dia menampakkan raut wajah yang bahagia dan senyumnya menjadi lebih cerah.


Rosella:"um aku mengerti. sekarang, bolehkah aku membawanya pulang?."


"melihat kondisi nona muda saat ini, tidak ada masalah. tapi karena baru saja sembuh, jadi sebaiknya nona muda ini di berikan waktu istirahat yang baik untuk mencegah kemungkinan buruk."


setelah beberapa percakapan lagi, dokter serta perawat itu pergi dan hanya menyisakan Carina, Rosella, serta pengawal yang Rosella bawa.


Rosella:"kita akan pergi sekarang. apakah kamu punya sesuatu untuk di siapkan?."


Rosella bertanya sambil tersenyum kepada Carina. tanpa jawaban, Carina hanya menggelengkan kepalanya. apalagi yang perlu di persiapkan. baik ayah tiri dan rumahnya sudah terbakar, dan mungkin menjadi abu sekarang.


Rosella:"baik. kalau begitu_"


Krakk....!!


sebelum kata-kata Rosella selesai, dia di interupsi oleh suara pintu bangsal yang terbuka dari luar. mereka melihat dua orang pria berpakaian polisi yang berjalan mendekat. dari semua yang ada di bangsal, hanya Carina yang tidak bingung. dia sudah bisa menebak apa yang di inginkan oleh polisi-polisi ini.


tanpa menunggu orang untuk bereaksi, salah satu dari polisi itu mengeluarkan sebuah lencana dan langsung mengutarakan niatnya.


"maaf atas gangguannya. kami hanya ingin menanyakan sesuatu."


mata petugas polisi itu berkeliaran di antara semua orang yang hadir dan berhenti pada Carina yang sedang duduk di atas ranjangnya.


"apakah nona ini bisa menjawab beberapa pertanyaan?."


petugas polisi itu melihat kondisi Carina yang di lengannya masih tertancap infus. meskipun Carina sudah sembuh sepenuhnya, tapi ke dua polisi itu tidak mengetahuinya.


Rosella:"apa yang ingin kalian tanyakan. apakah kalian tidak melihat kondisi cucuku!?"


wajah Rosella berubah menjadi gelap. dia tidak senang bahwa ke dua polisi ini tiba-tiba datang dan ingin mengintrogasi Carina. meskipun dia menghormati petugas polisi itu karena menjalankan tugasnya, tapi mengingat kondisi Carina yang baru saja melalui masa-masa sulit, dia sedikit tidak senang di dalam hatinya. terutama dia mengetahui luka-luka yang di derita Carina. dia tidak bisa membayangkan, siksaan macam apa yang di terima gadis ini hingga menderita luka seperti itu.


"maaf nyonya. kami hanya menjalankan tugas kami."


Rosella:"kalian_"


Carina:"nenek."

__ADS_1


Rosella yang akan meledakkan amarahnya, langsung terdiam setelah mendengar panggilan lembut dari Carina. api yang menyala-nyala di hatinya menjadi sedikit lebih terkendali. satu-satunya cucu yang dia sayangi, setalah sekian lama, akhirnya dia bertemu dan di kenali sebagai nenek. tentu saja hati orang tua itu luluh.


Carina melihat Rosella yang mengangguk kepadanya karena mengetahui niatnya. Carina merasa lega dan mengalihkan pandangannya ke arah kedua petugas polisi itu.


Carina:"saya bisa menjawab pertanyaan anda."


"kami akan sangat terbantu dengan kerja sama mu nona."


.....


butuh beberapa waktu bagi polisi itu untuk segera pergi setelah mendapatkan jawaban dari Carina. mereka berdua langsung pergi ke kantor polisi untuk merangkum semua hasil penyelidikan mereka. tentu saja penyelidikan mereka tentang kebakaran rumah dan kematian pemiliknya. tepatnya itu adalah kasus dari ayah tiri Carina.


"kapten Joe. saya merasa bahwa kebakaran itu agak janggal."


setelah sampai di kantor polisi, kedua petugas itu kembali membahas kasus ini bersama seorang laki-laki lain yang nampaknya seorang detektif. petugas yang mengajukan pertanyaan kepada Carina tadi bernama Joe Howsky. sementara temannya bernama Randal McLaus. mendengar perkataan dari Randal, Joe juga sedikit berfikir. meskipun dia juga merasa aneh, tapi dia tidak bisa menemukan bukti apapun yang dapat menjawab keanehan itu.


Joe:"aku juga merasa aneh, tapi aku tidak tahu dimana keanehan itu. awalnya kita berencana untuk menanyakan beberapa hal kepada gadis kecil itu. kasus ini akan terlalu kebetulan jika disebut kecelakaan. yang paling aneh, untuk apa seseorang menggunakan sepatu boot di dalam rumah."


Randal:"itu benar. tapi setelah aku mendengar jawaban gadis itu, entah kenapa aku menjadi iba. dia mengatakan bahwa dia di pukul menggunakan botol anggur dan di tendang menggunakan sepatu boot. karena hari hujan dan dia di pukuli di luar rumah, korban menggunakan sepatu boot untuk menghindari lumpur. entah kenapa kesaksian gadis itu membuat benang merah yang menghubungkan semuanya."


Joe:"ya. lalu, bagaimana dengan hasil penyelidikannya?."


Randal membolak-balik beberapa file tebal yang ada di tangannya. file itu berisi hasil penyelidikan mereka.


Randal:"sepertinya semua yang di katakan gadis itu related dengan penyelidikan kita."


mendengar jawaban Randal, Joe hanya mengangguk lalu melihat laki-laki lain yang duduk di kursi yang berseberangan dengannya.


Joe:"bagaimana menurut mu, Lum?"


detektif itu bernama Lumerik yang bekerja untuk kepolisian. dia juga sedang membolak-balik kopian file penyelidikan. mendengar pertanyaan dari Joe, Lumerik tidak mengatakan apapun. dia hanya termenung untuk beberapa saat. awalnya mereka melakukan penyelidikan karena menurut mereka, kecelakaan itu terlalu di buat-buat. bagi mereka yang telah berurusan dengan dunia kriminal sejak lama, mereka ragu jika ini merupakan suatu kecelakaan.


Lumerik:"awalnya aku tidak tahu kenapa ada pecahan botol di pinggir jalan, tapi setelah mendengarkan pernyataan gadis kecil itu, akhirnya aku tahu."


Joe:"ya, gadis itu begitu tersiksa selama bertahun-tahun ini. kita sebagai penegak hukum benar-benar tidak berguna."


kata-kata Joe berisi dengan penyesalan dan menyalahkan diri sendiri. dia sejak awal bermimpi menjadi seorang polisi untuk menegakkan keadilan, tapi saat ini mereka baru saja melihat seorang gadis kecil yang di aniaya selama bertahun-tahun di bawah hidung mereka, dan mereka bahkan tidak mengetahuinya.


Lumerik:"ya. penjelasan gadis yang anda sebutkan itu benar-benar sempurna menarik benang merah. aku dapat menyimpulkan kronologi kejadian dengan mengandalkan semua bukti yang terkumpul."


setelah mengambil jeda, Lumerik menggambarkan kronologisnya.


Lumerik:"korban mengenakan sepatu boot untuk keluar saat hari hujan dan menganiaya anak tirinya. gadis itu mengatakan bahwa dia di tendang menggunakan sepatu boot. hasil pemeriksaan medis, gadis itu memang mengalami gegar otak ringan karena sebuah benturan. dapat di simpulkan bahwa itu mungkin merupakan efek dari tendangan itu. pecahan botol anggur di bawah lampu jalan juga mungkin adalah botol yang di gunakan korban untuk memukul gadis itu hingga hancur."


"setelah melakukan penganiayaan itu, korban kembali masuk ke dalam rumah tanpa melepaskan sepatu boot nya karena kemungkinan dia mabuk. dia juga mengkonsumsi obat-obatan. karena stress, pria itu mengkonsumsi obat penenang dalam jumlah besar. itu dapat di lihat dari botol obat yang kosong di atas meja dan hasil visum dari rumah sakit. karena kesadarannya semakin berkurang, korban tanpa sengaja menginjak botol anggur dan membuatnya terpeleset dan jatuh membentur sandaran kursi. pecahan botol di lantai yang membuktikannya. dengan bobot korban, memang mungkin untuk membuatnya menghancurkan botol yang dia injak tanpa sengaja."


Joe dan Randal mendengarkan dan mencatat perkiraan kronologis kecelakaan itu.


Joe:"lalu bagaiman dengan ledakan itu?."


Lumerik:"aku memperkirakan bahwa awalnya korban duduk di kursi itu, lalu dia mendengar suara ledakan keras yang menghancurkan dapurnya. mungkin korban berniat untuk memeriksa ledakan itu dan tanpa sengaja terpeleset botol."


Randal:"lalu bukankah kamu bilang bahwa dia terkena efek dari obat penenang?.


Lumerik:"obat penenang, terutama Diazepam, tidak akan bekerja secepat itu, setidaknya perlu waktu untuk efeknya muncul. mungkin saja ledakan itu muncul lebih cepat daripada efek obatnya. jadi korban masih memiliki kesadaran."


Joe:"jadi, apakah kasus ini memang hanya sebuah kecelakaan?."


Lumerik menggelengkan kepala pada pertanyaan Joe itu yang menandakan bahwa dia tidak setuju.


Lumerik:"tidak. kasus ini belum selesai. masih ada beberapa kejanggalan lagi dalam kasus ini. yang pertama. Menurut hasil Visum, meskipun permukaan kulit korban terbakar hangus, tapi dapat di identifikasi bahwa korban memiliki luka bekas tusukan benda tajam di urat otot perutnya, dan di dalam bekas luka itu, terdapat patahan ujung botol yang tajam. kami menemukan bahwa potongan kaca itu dapat terhubung dengan pecahan botol yang ada di pinggir jalan. dapat di simpulkan bahwa korban di tusuk terlebih dahulu menggunakan pecahan botol itu.


yang ke dua. menurut para ahli forensik yang melakukan Autopsi, obat penenang yang seharusnya berbentuk pil, obat-obatan itu tercerna terlalu cepat. dalam waktu segitu seharusnya asam lambung tidak bisa mencerna jumlah tablet sebanyak itu dalam waktu singkat, kecuali bahwa tablet itu telah di larutkan terlebih dahulu. itu juga terhubung dengan gelas terbakar yang di temukan di TKP.


dan yang ketiga, di temukan bekas jejak kaki berlumpur yang di perkirakan seorang wanita berusia antara 16-17 tahun di halaman yang tidak tersapu oleh hujan. kami mencurigai bahwa gadis itu adalah pelaku yang paling mungkin. tapi kami tidak bisa menetapkannya menjadi tersangka karena bukti yang tidak mencukupi."


kedua Joe dan Randal menjadi berfikir keras setelah mendengarkan pernyataan Lumerik. lagipula Lumerik tergabung dalam kelompok infestigasi, jadi mungkin dia menyadari apa yang tidak di sadari oleh mereka berdua.


Randal:"k, kalau begitu, bukankah gadis itu terlalu menakutkan!?. dia bisa membuat skenario sebersih ini dalam usianya?."


Lumerik:"benar. bahkan dari kesaksiannya juga tidak terdapat cacat. kami mendapatkan rekaman CCTV di jalan no.3 yang merekam gadis itu. meskipun agak tidak jelas karena air hujan, tapi teknologi kita masih dapat mengidentifikasi bahwa itu adalah gadis itu. dia lewat pada pukul 20:30, sementara ledakan dan kebakaran itu terjadi sekitar pukul 21:08. jadi hal ini saja sudah melemahkan bukti bahwa dia adalah tersangka."


bukan hanya ke dua petugas polisi itu yang menghela nafas setelah mendengarkan penjelasan itu, tapi bahwa Lumerik juga menarik nafas panjang, terutama memikirkan jika memang kecelakaan ini di rencanakan oleh gadis seusia itu dalam waktu singkat dan bahkan membuat petugas kesulitan, dapat di simpulkan bahwa gadis itu adalah sosok yang menakutkan.


Lumerik:"kalian berdua lah yang menemui gadis itu, lalu... apakah kalian menemukan keanehan pada gadis itu?."


Joe:"tidak ada. Sepenjang proses, gadis itu terlihat tenang dan tidak menunjukkan tanda-tanda keanehan apapun."


Joe menggelengkan kepalanya dan tidak berdaya. sebagai seorang petugas kepolisian, dia sudah di bekali kemampuan untuk membaca pikiran lawan bicaranya melalui gerak tubuh ataupun sorot mata yang di tunjukkan selama proses interogasi. tapi di hadapan Carina, dia tidak mampu melihat apapun. terutama saat menatap mata hitam gadis itu. dia memiliki ilusi bahwa dia tergantung di mulut jurang yang gelap dan tak berujung. dia merasa jika dia terjatuh ke dalam jurang itu, dia akan di sambut oleh ribuan ular berbisa. saat mengingat mata hitam legam itu, dia masih bisa merasakan dingin di tulang punggungnya.


Lumerik:"gadis yang menakutkan."


(akhir dari chapter ini)

__ADS_1


see you next time. mohon dukungannya;)


__ADS_2