
Brak...!
Tiba-tiba guncangan keras kembali terjadi. Entah kenapa, pandangan Carina menjadi semakin lesu dan mengantuk. Sebelum Carina menutup mata, di melihat bahwa perwira wanita itu mengenakan masker oksigen di wajahnya. Sebelum pikiran Carina merespon apa yang terjadi, seluruh dunia menjadi gelap dan Carina kehilangan kesadarannya.
.....
Pohon-pohon menjulang tinggi menutupi cahaya matahari yang ingin masuk ke hutan, membuat suasana hutan menjadi sedikit redup dan lembab.
Di salah satu pohon yang kokoh, terdapat sebuah parasut yang tersangkut dengan kuat di salah satu dahannya.
Seorang gadis kecil dengan rambut hitam panjang dan beberapa helai rambut perak di dahinya, sedang tergantung dengan kepala terkulai di ujung parasut, terlihat bahwa gadis itu tidak sadarkan diri.
Bulu mata Carina sedikit bergetar dan dia membuka matanya secara perlahan. Mata yang hitam seperti obsidian itu melirik sekitar dengan sedikit ketidak jelasan.
Kepala Carina masih terasa sedikit berputar. Karena kepala yang masih pusing dan baru sadarkan diri, visi Carina masih sangat kabur. Namun, secara perlahan visi itu kembali ke kejelasan dan dia menyadari bahwa dirinya tergantung di atas pohon.
Dia melihat ke bawah dan memastikan bahwa dia berada di ketinggian dua meter di atas tanah.
"Apa yang terjadi?."
[Ding... Tuan rumah menghirup Nitrous Oxide dan tidak sadarkan diri_]
"Bagaimana mungkin?."
Carina bergumam pelan dan tiba-tiba mengingat kejadian sebelum dia tidak sadarkan diri. Dia ingat perwira wanita yang tiba-tiba mengenakan masker gas saat itu. Carina yakin, saat itulah dia terkena anastesi dan menjadi tidak sadarkan diri.
"Berapa lama aku pingsan?."
[2:45:27.35_]
"Lebih dari 2 jam."
Carina berhenti memikirkan hal itu dan mulai melihat sekeliling. Di sekelilingnya hanya terdapat pohon-pohon dan tanah yang di tutupi oleh dedaunan kering, dari yang terlihat, dapat dengan jelas menggambarkan bahwa ini adalah hutan perawan yang tidak terjamah oleh manusia.
Setelah memahami situasinya saat ini, Carina terus tergantung selama beberapa saat sambil menunggu efek obat itu benar-benar menghilang. Karena dia mengolah mana, Carina dapat menyingkirkan efek obat itu dengan lebih cepat daripada orang biasa.
Dia melihat kondisinya saat ini dan mencoba melepaskan parasut yang masih menempel erat padanya. Selain parasut, ada ransel besar yang harus dia lepas terlebih dahulu supaya tidak membebaninya saat jatuh.
Selesai melakukan semuanya, Carina melihat isi di dalam ransel itu. Tidak seperti yang di duga Carina, ternya ransel itu tidak seberat yang terlihat di permukaan. Di dalamnya terdapat kotak obat P3K, tali, pisau militer, ransum, pakaian ganti, sepatu, air, pemantik api, peta, kompas, dan mantel hujan.
Carina pernah menjalani pelatihan wajib militer saat dia masih di sekolah menengah, jadi dia tidak terlalu terkejut. Tapi, isi di dalam ransel ini terlalu sederhana, di perkirakan Carina hanya bisa bertahan tiga hari dengan makanan yang ada. Bisa di katakan bahwa ransel militer ini sangat sederhana.
"Dimana kita?."
[Dari posisi yang di tunjukkan oleh satelit, kita saat ini berada di hutan barat kordinat -1,4106240, 114,7155979. Apakah tuan rumah ingin sistem menampilkan peta?_]
"Ya, lakukan."
[Dimengerti_]
Di depan Carina muncul layar biru setengah transparan yang menampilkan hutan luas dengan titik merah kecil di atasnya. Titik merah itu menunjukkan posisi untuk dirinya sendiri.
Karena penampilan peta itu adalah gambar yang di ambil menggunakan satelit secara real time, Carina hanya melihat penampakan tudung pohon hijau yang terhampar luas. Carina melihat peta itu sebentar dan sesuai dengan instruksi sistem, Carina bisa mengontrol peta itu seperti layar ponsel menggunakan pikirannya.
Setelah beberapa saat, Carina melihat sebuah anomali. Ada gambar hitam kecil aneh di tengah lapangan hijau. Saat Carina memperbesar gambarnya, itu adalah gambar sebuah helikopter baling-baling ganda yang telah terbakar.
Carina terus memperbesar gambar itu. Dengan sistem sebagai cheat, gambar helikopter itu terlihat jelas meskipun di perbesar puluhan kali. Dia melihat gambar itu dan menyadari bahwa itu adalah helikopter yang dia kendarai saat datang ke hutan ini.
Carina tidak tahu apa yang terjadi, tapi yang jelas ini adalah sebuah kecelakaan.
__ADS_1
"Embrio, bisakah peserta yang lain di tampilkan?."
[Sistem bisa menentukan posis mereka dari alat pelacak yang terpasang_]
Carina tahu bahwa setiap peserta akan di berikan sebuah gelang yang dapat menentukan posisi dan kondisi mereka secara real time dan mengirimkan data tersebut ke markas militer. Segera, titik-titik merah lainnya mulai terlihat di peta. Titik-titik itu tersebar di seluruh hutan, tapi jaraknya tidak terlalu jauh. Paling jauh hanya sekitar 1km dan terdekat sekitar 200m. Mereka tetap tidak bergerak karena masih terpengaruh oleh anastesi.
Meskipun Carina mengetahui posisi mereka, dia tidak bermaksud untuk untuk membantu ataupun bertemu dengan mereka. Jika bahkan mereka tidak bisa melewati ini, maka mereka memang tidak layak. Itulah yang di pikirkan Carina.
"Embrio, tampilkan posisi perwira."
Sebuah titik merah terlihat di ujung peta, sekitar 4km dari posisi Carina dan 1km ke arah barat laut dari posisi jatuhnya helikopter. Titik merah itu terus bergerak ke arah Barat dan semakin jauh dari posisi Carina.
"Tampilkan gambar perwira itu."
Di samping gambar peta, terlihat dari celah tudung pohon, seorang perwira wanita yang memegang peta dan kompas di tangannya dan dua orang anggota militer pria yang tinggi. Salah satu dari anggota militer pria harus di bopong karena mengalami luka di bagian kaki, itu dapat di lihat dari cara dia berjalan.
Carina memperhatikan gambar itu hingga mereka menghilang di antara rimbunnya pepohonan.
Tidak mungkin mereka berjalan tanpa arah. Mereka berjalan ke arah itu, pasti ada tempat yang akan dituju. Tapi, dimana?.
"Tunjukkan lokasi fasilitas militer atau fasilitas publik terdekat."
[Fasilitas terdekat adalah markas militer bawah tanah sejauh 9km ke arah barat dari posisi tuan rumah saat ini_]
Gambar peta langsung bergeser ke arah barat dan menunjukkan sebuah tanah lapang yang di tumbuhi rerumputan hijau dan sangat tidak mencolok dengan luas sekitar 3km².
Di tenga tanah lapang itu terdapat beberapa gundukan yang sepertinya menyembunyikan bunker di bawahnya. Itu bisa di ketahui dari bekas bangunan buatan manusia sebagai pintu masuk yang di jaga oleh dua anggota militer dengan senjata lengkap.
Melihat ini, Carina menjadi sangat senang. Embrio adalah cheat terbaik untuk kondisi seperti ini. Meskipun bantuan yang di berikan terlihat minimal dan tidak se mengagumkan yang ada di novel dan komik, tapi ini juga merupakan sebuah bantuan besar.
Carina mengeluarkan peta yang dia bawa di dalam ransel dan melihatnya. Meskipun ada peta, tapi di peta ini tidak akan bisa menyaingi peta yang di berikan oleh embrio yang dapat menunjukkan perubahan pada rute yang dituju secara real time. Jadi, jika ada kondisi tertentu, bisa langsung di antisipasi dan mengambil rute perjalanan lain.
Carina tahu bahwa dia di awasi oleh militer, jadi dia berpura-pura melihat peta dan kompas untuk menentukan arah. Peta sistem tidak dapat di lihat oleh orang lain, jadi Carina memposisikan peta sistem di atas peta yang dia bawa supaya tidak menimbulkan kecurigaan.
[Di terima_]
Garis kuning muncul pada peta sistem. Garis itu bukanlah garis lurus, tapi garis yang berkelok-kelok.
Setelah menentukan arah dan rute yang akan di ambil, Carina tidak membuang waktu dan langsung bergerak... Jarak 9Km bukankah jarak yang dekat. Diperkirakan Carina akan tiba di tempat tujuan pada esok hari dengan istirahat di jalan.
Pisau militer yang ada di dalam tas kini telah di letakkan di pinggang Carina, bersiap untuk di gunakan sesegera mungkin saat di butuhkan.
.....
Tiga jam berlalu dengan sangat cepat. Carina sudah menempuh jarak lebih dari satu kilometer dengan langkah kaki yang perlahan dan sangat hati. Dia memegang tongkat di tangannya untuk membantunya berjalan di hutan.
Keberadaan tongkat seperti ini sangat penting untuk berjalan di hutan, apa lagi saat lantai hutan di tutupi oleh daun kering dan semak-semak yang padat. Adanya tongkat, akan sangat membantu untuk mengetahui apakah tempat yang akan di pihak aman atau tidak, sekaligus untuk membersihkan jalan di depan. Ini bisa menghindari dari secara tidak sengaja tergigit oleh ular berbisa atau terkena bagian tajam dari semak belukar yang rimbun.
Setiap langkah yang di ambil Carina sangat tegas dan stabil, sama sekali tidak terlihat bahwa tubuhnya saat ini hanyalah seorang gadis kecil.
Carina menatap tinggi ke langit. Melalui celah-celah dedaunan, Carina melihat matahari yang telah meninggi yang menandakan hari sudah semakin siang.
Dia mencari tempat yang sedikit lebih bersih di bawah pohon dan membersihkan dedaunan kering di sekitar untuk tempatnya beristirahat. Dia mengeluarkan paket ransum militer di dalam tasnya dan mengambil biskuit terkompresi serta sebotol air mineral untuk di konsumsi.
Isi dari ransum ini cukup lengkap, tapi dia tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, jadi dia hanya mengambil yang paling mudah dan sederhana untuk di makan supaya menghemat persediaannya. Lagi pula di hutan belantara, apapun bisa terjadi.
Setelah makan dan minum air untuk membantu menelan biskuit terkompresi, Carina duduk bersilah di bawah pohon yang rindang dan menutup matanya sambil merasakan mana di sekitarnya.
Di dalam hutan, mana hitam dan mana lainnya lebih banyak dan lebih mudah di serap, jadi Carina tidak membuang waktu dan mulai berlatih.
__ADS_1
Semakin Carina berlatih, rasa lelahnya setelah berjalan sekian lama mulai menghilang. Selain itu, makanan yang baru saja di konsumsi mulai tercerna dengan cepat dan nutrisinya di serap oleh tubuh secara maksimal, memberikan perasaan kenyang dan menyegarkan bagi Carina.
Waktu Carina berlatih memakan waktu satu jam sebelum akhirnya Carina memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menyusuri hutan.
Tidak ada bahaya apapun selam perjalanan selain sekali untuk bertemu dengan seekor ular di bawah dedaunan kering. Yang sedikit beruntung bahwa ular itu bukan merupakan ular berbisa, jadi Carina bisa sedikit lebih santai.
Matahari mulai miring ke arah barat dan membuat cahaya di hutan menjadi semakin redup. Carina berhenti dan mendongak ke arah langit. Melalui celah dedaunan, Carina melihat warna langit yang mulai berubah menjadi keemasan, menandakan bahwa malam akan tiba.
Selama ini, Carina telah berjalan hampir setengah dari jarak tempuh ke lokasi markas militer. Setelah melihat matahari akan terbenam, Carina dengan cepat mencari tempat untuk berlindung.
Tidak mungkin dia akan tidur di ruang terbuka tanpa tenda di hutan. Selain beberapa binatang buas, iklim lembab di hutan juga akan membaut orang tidak mungkin tidur di tempat terbuka. Yang lebih membahayakan saat ingin berkemah adalah serangga beracun yang sulit terdeteksi yang bisa saja mengigit saat kita tertidur, belum lagi ular berbisa yang juga lebih aktif di malam hari.
Carina langsung mengeluarkan pisau hitamnya untuk memotong ranting-ranting kayu. Setelah mengumpulkan cukup ranting, Carina membuat tali dari serat kayu yang cukup kuat dan beberapa tanaman sulur.
Ada dua batang pohon kecil tapi tinggi di sekitar Carina, jadi dia memanfaatkan pohon itu untuk menjadi tiang penyangga dan mendirikan tenda sederhana dari ranting dan jas hujan.
Hingga hari gelap, Carina belum menyelesaikan konstruksinya karena dia harus menyusun kayu sebagai lantai. Dia membuat lantai itu berongga 3-4Cm lebih tinggi dari tanah di sekitarnya dan menumpuk daun di atasnya untuk menahan kelembaban tanah sekaligus untuk menghindari serangga yang merayap di tanah.
Meskipun malam mulai dingin, tapi dahi Carina penuh dengan keringat. Dia bahkan melepaskan pakaian atasnya dan hanya meninggalkan sebuah kaus dalam militer tipis hijau tua supaya bisa sedikit mendinginkan bagian atas tubuhnya.
Melihat hasil karyanya, Carina mengangguk puas dan menyeka keringat yang ada di wajahnya. Sangat tidak nyaman untuk tidur dengan tubuh berkeringat, tapi Carina juga tidak bisa mandi karena tidak ada sumber air di dekatnya. Satu-satunya sumber air Carina adalah 3 botol air mineral di ranselnya yang hanya mampu menunjang kebutuhan konsumsi.
Carina hanya bisa mencoba mengeringkan keringat di tubuhnya menggunakan pakaian militernya dan mengganti pakaiannya dengan yang baru.
Selesai melakukan semuanya, tubuh Carina sudah mendingin karena di pengaruhi oleh suhu di sekitarnya yang mulai turun drastis. Carina mengambil pemantik api dari ranselnya untuk menyalakan ranting dan daun kering yang tadi telah dia kumpulkan.
Kayu ranting itu di susun di dalam lubang tanah dangkal seperti api unggun dan di sekitarnya di kelilingi oleh bebatuan yang di susun melingkar untuk mencegah api secara tidak sengaja menjalar dan membakar hutan.
Peran api sangat penting dalam berkemah di hutan. Selain untuk mengusir hawa dingin, api juga berfungsi untuk menghalau serangga beracun dan binatang liar.
Setelah semua pekerjaan selesai, Carina memakan sisa ransum militer yang tadi siang telah dia buka. Makanan yang ada di dalamnya adalah nasi ayam dan beberapa jenis pelengkap, termasuk minuman dan vitamin C.
Selesai menghabiskan makanan, dia melemparkan sampahnya ke dalam api dan lanjut untuk bersilah di dalam tenda sederhana yang dia buat. Malam hari adalah dimana waktu mana tipe kegelapan sangat pekat, jadi ini adalah waktu yang bagus bagi Carina untuk berlatih, meskipun tidak sebaik waktu fajar.
Jika waktu malam, meskipun mana kegelapan melimpah, tapi ini adalah waktu mana kegelapan paling kuat, jadi sulit untuk mengendalikan mereka,apa lagi waktu malam adalah dimana waktunya mana kegelapan paling liar dan bebas tanpa takut cahaya.
Berbeda dengan waktu fajar, dimana mana cahaya adalah yang paling kuat dan akan mengusir mana kegelapan. Waktu itu, mana kegelapan akan sibuk untuk mencari tempat bersembunyi di dalam bayangan. Dan menyerap mereka pada waktu itu adalah yang paling mudah, karena tubuh manusia adalah tempat terbaik bagi mereka untuk bersembunyi.
Dengan melakukan latihan ini, rasa kantuk dan lelah Carina sengat berkurang dan semakin ringan. Bahkan mungkin tidak ada masalah karena tidak tidur, lagi pula mana akan selalu menjaga kondisi sel tubuh ke keadaan puncak mereka.
Meskipun demikian, dengan jumlah mana di tubuh Carina saat ini, dia masih memerlukan tidur untuk menghemat tenaga dan mengistirahatkan tubuh.
Tengah malam tiba, Carina membuka matanya dan melihat sekeliling. Cahaya api unggun menjadi semakin redup karena kehabisan kayu, jadi Karina menambahkannya untuk menjaga api tetap menyala.
Dengan mengambil satu set pakaian baru dari ransel sebagai selimut, Carina tertidur di tenda sementara yang dia buat.
.....
[Ding_]
Sekitar dini hari, Carina di bangunkan oleh suara denting dari sistem. Sebelum dia membuka matanya dan melihat sekeliling, Carina di kejutkan oleh suara sistem.
[Laporkan kepada tuan rumah, sistem mendeteksi adanya sekawanan serigala beranggotakan 7ekor serigala berjarak 357,6m dari posisi saat ini dan mendekat dengan sangat cepat_]
[ 340m_]
[323m_]
Carina sudah terjaga saat ini dan dia bersiap dengan mengambil pisau hitam dari pinggang dan memegang dalam posisi siap bertarung. Meskipun hutan ini sangat gelap, dengan mata Carina yang telah di optimalkan, dia masih bisa samar-samar melihat sekelilingnya.
__ADS_1
Carina dengan cepat melihat sekeliling dan memperhatikan sebatang pohon yang tinggi tapi dengan ukuran batang yang hanya seukuran paha orang dewasa. Tanpa pikir panjang, Carina langsung berlari ke arah pohon dan berusaha memanjat setinggi mungkin.
...---------------...