
Karena telah mendapatkan izin dari dokter, Rosella langsung membawa Carina keluar dari rumah sakit. Dia telah mendengar apa yang terjadi pada Carina melalui petugas polisi. Hatinya bergetar saat mendengar apa yang telah di lalui Carina selama ini. Sejak keluarga Echis berdiri, siapa yang berani memperlakukan anggota keluarga Echis seperti ini. Beruntung bahwa orang yang melakukannya telah mati, jika tidak, Rosella pasti akan membuat orang itu lebih buruk daripada kematian.
Kemarahan Rosella sedikit mereda saat dia mengingat bahwa hari ini dia akan membawa Carina kembali ke ibu kota. Karena tidak ada yang perlu di persiapkan, jadi Rosella langsung membawa Carina pulang tanpa penundaan. Pakaian Carina semuanya di beli dari toko-toko di sepanjang jalan. Ini adalah pertama kalinya Carina menerima pakaian yang layak untuk dirinya. Sejak awal, Carina hanya mengenakan pakaian bekas ataupun pakaian yang sudah tidak di kenakan oleh ayahnya. Untuk pakaian ibunya, karena terlihat bagus, ayahnya menjual pakaian itu untuk mendapatkan uang sebagai biaya judi dan minuman keras.
Bahkan pakaian Carina yang pernah di belikan oleh ibunya juga di jual oleh ayahnya. Tentu saja Carina tidak puas, tapi apa yang bisa dia katakan.
Rosella:"Carina, apakah kamu menginginkan sesuatu?."
Mendengar pertanyaan itu, Carina hanya meliriknya dan menggelengkan kepala dengan wajah yang tidak pernah berubah. Ekspresinya tetap dingin dan acuh tak acuh. Sebenarnya Carina belum terbiasa dengan hal seperti ini. Bayangkan saja kamu yang merasa seperti anak yang terbuang dan tidak beruntung tiba-tiba memiliki seorang nenek. Tentu saja masih terasa sedikit asing, kan.
Rosella hanya bisa tersenyum dan mengelus kepala Carina dengan lembut. Dia tahu bahwa cucunya masih merasa asing dengannya. Perasaan seperti itulah yang membuat Rosella menyesal karena tidak bisa merawat Carina sejak dulu. Dia menyesal karena Carina memiliki kehidupan yang sangat sulit sejak dia kecil.
Sejak kecelakaan pesawat yang menewaskan putranya dan menantunya yang sedang hamil, dia dan suaminya sudah putus asa. Di keluarga itu sudah tidak memiliki pewaris karena semua keturunannya tiada. Di tengah keputusasaan itu, dia membuka surat yang telah di kirim oleh anak perempuannya sejak lama yang telah menumpuk dengan selimut debu.
Sebenarnya dia ingin membuka surat itu sejak lama, hanya saja suaminya tidak mengizinkan surat itu untuk di buka hingga surat itu terlupakan begitu saja. Bagi suaminya, surat itu hanya mengingatkannya pada Luna yang pergi meninggalkan rumah. Tidak ada yang tahu kenapa Luna melarikan diri dari rumah. Setidaknya seperti itu hingga Rosella membuka surat yang di kirim oleh Luna. Luna mengirimkan surat itu sekitar sepuluh tahun lalu. Tapi karena pendapat suaminya, Rosella tidak pernah membuka surat itu. Hingga beberapa bulan lalu, dia sedang mengingat anak-anak nya yang tiada dan Luna yang menghilang. Akhirnya dia menemukan kembali surat itu dan membukanya.
Di dalam amplop itu, dia hanya menemukan tiga buah benda, yakni: sepucuk surat yang di tulis tangan, surat rumah sakit dengan hasil tes DNA, dan Sebuah foto anak kecil. Surat itu menyatakan alasannya untuk pergi dari rumah. Dia menyebutkan alasnya pergi dari rumah karena dia tidak berani mengakui bahwa dia telah hamil karena sebuah kecelakaan dan permintaan maaf kepada ayah dan ibunya.
Rosella sangat menyesalkan alasan itu saat dia membaca suratnya. Dia menangis dan merasa sangat sedih. Seandainya Luna mau membicarakan alasannya, mungkin dia akan memaafkannya dan merawat anak yang ada di kandungannya itu, tapi dia juga menyadari bahwa kalangan atas seperti mereka akan mengutamakan wajah. Wajar jika Luna takut dan memilih melarikan diri. Mungkin jika dia tidak melarikan diri, dia tidak akan bisa melahirkan anak itu. Dapat di pastikan bahwa dia akan menerima kritik publik dan akan memberikan masalah bagi keluarga Echis. Jika hal seperti itu terjadi, besar kemungkinan bahwa dia akan di paksa untuk menggugurkan kandungannya.
Sebenarnya Rosella dan suaminya akan tetap menerimanya dan mencari jalan lain supaya dia dapat melahirkan anaknya dengan selamat dan menghalangi mata publik, tapi siapa yang menduga bahwa Luna akan memilih jalan seperti ini.
Setelah membaca surat itu, Rosella dan suaminya langsung mencari identitas anak itu dari foto dan hasil DNA. Kemudian di ketahui bahwa ibu dari anak itu telah tiada, dan sekarang anak itu tinggal bersama ayah angkatnya di pinggiran kota kecil yang kumuh. Tanpa basa-basi, Rosella langsung pergi untuk menjemput Carina berdasarkan informasi yang telah dia dapatkan.
Dia sangat senang setelah menemukannya, tapi setelah mengetahui apa yang terjadi padanya selama tahun-tahun ini, dia sangat menyalahkan dirinya sendiri. Kenapa dia tidak membuka saja surat itu dan menjemput satu-satunya cucu yang dia miliki sejak dulu. Mungkin dengan begitu, anak perempuan dan cucunya akan kurang menderita. Hatinya selalu terasa seperti di tusuk-tusuk dengan logam panas saat mengingat hal itu.
Tapi dia juga merasa beruntung. Setelah keputusasaan, dia masih memiliki harapan untuk memiliki penerus bagi keluarga Echis. Hanya Carina lah satu-satunya pewaris keluarga Echis saat ini. Dia memandangi Carina yang hanya menatap ke luar jendela tanpa perubahan ekspresi. Rosella menghela nafas dengan sangat menyesal.
__ADS_1
Namun, Rosella tidak tahu bahwa Carina saat ini sedang berbicara dengan Embrio dan tidak memperhatikan lingkungan sekitarnya. Bahkan dia tidak menyadari perasaan Rosella saat ini. Meskipun begitu, dia masih dapat merasakan bahwa Rosella menatapnya sejak tadi.
[pelatihan tuan rumah akan di mulai lima jam waktu nyata... mohon untuk segera mempersiapkan diri.]
"*P*elatihan macam apa itu?."
[Sistem telah menyiapkan porsi pelatihan terbaik bagi tuan rumah yang di sebut pelatihan penyeberangan dimensi. Dunia ini memiliki sejumlah sub dunia di sekitarnya yang dapat di gunakan sebagai Medan latihan.]
Meskipun agak bingung, Carina tidak terlalu banyak bertanya tentang pelatihan itu. Lagi pula itu masih lima jam lagi. Dia bisa membuat persiapan yang cukup dalam waktu ini. Saat ini dia hanya merasa sangat lelah dan ingin beristirahat. Akhirnya dia tertidur dalam diam di mobil hingga mobil sampai di bandara.
Saat mobil berhenti, Carina langsung membuka mata dengan waspada. Itu di sebabkan karena dia sangat sensitif akan lingkungan sekitar. Jadi, meskipun dia tertidur, dia akan langsung bangun karena merasakan perubahan dalam lingkungan sekitarnya. Rasa kewaspadaan ini di sebabkan oleh siksaan yang terus menerus dia terima. Kadang-kadang saat dia sedang tertidur, ayahnya yang mabuk akan langsung menendangnya untuk bangun atau ayah angkatnya akan melakukan kekerasan fisik yang lainnya. Untuk menghindari kekerasan seperti itu, dia harus bangun terlebih dahulu sebelum ayahnya menghampiri dan menyiksanya. Karena itulah dia akan selalu waspada, dan akan segera bangun ketika dia merasakan perubahan di sekitarnya.
Carina memperhatikan lingkungan ramai di sekitarnya dan merasa sedikit bingung. Meskipun bingung, dia tidak menunjukkan ekspresi itu di wajahnya. Rosella melihat Carina hanya berdiri diam setelah turun dari mobil, dia langsung menghampiri dan menggandeng tangan Carina. Merasakan sentuhan hangat di tangannya, Carina menoleh dan melihat Rosella yang tersenyum dan menariknya ke suatu tempat.
Carina merasa bahwa mereka di awasi, jadi dia melihat sekeliling dan mendapati beberapa orang yang berpakaian normal sebenarnya mengawasi mereka. Carina adalah gadis yang cerdas. Dia langsung tahu bahwa orang-orang ini ada untuk melindungi nyonya yang mengaku sebagai neneknya. Dengan ini, dia mengetahui seberapa berpengaruh orang yang memegang tangannya saat ini.
Ada seorang pelayan pria sekitar usia empat atau lima puluhan dengan pakaian rapi yang menyambut mereka. Carina merasa agak aneh menerima perawatan seperti ini, biasanya Carina tidak akan pernah berani bermimpi untuk merasakan pelayan seperti ini.
Rosella langsung menyuruh Carina beristirahat setelah makan beberapa hal. Rosella tahu bahwa Carina memerlukan banyak istirahat. Sebenarnya meskipun stamina dan seluruh statistiknya kembali ke puncak, tapi sistem menggunakan tenaga dari Carina untuk menyembuhkan diri. Jadi itulah kenapa Carina merasakan lelah dan mengantuk.
Carina menuruti perkataan Rosella dan beristirahat. Karena merasa nyaman, dia langsung menutup matanya dan tertidur lelap. Karena menggunakan jet pribadi, perjalanan yang seharusnya sampai empat jam dengan pesawat penumpang, kini dapat di tempuh hanya dalam waktu lebih dari satu jam.
Segera setelah pesawat mendarat, Carina langsung di bawa menggunakan mobil mewah Rolls-Royce yang di modifikasi secara khusus dengan body dan kaca anti peluru. Setelah mobil bergerak, banyak mobil Maybach hitam yang mengikuti di belakangnya. Keamanannya benar-benar sangat ketat dan rapat. Rosella dan suaminya tidak ingin ada kecelakaan sedikitpun pada Carina, jadi mereka menyiapkan keamanan semaksimal mungkin. Tidak sering anggota keluarga besar seperti mereka akan menerima beberapa percobaan pembunuhan. Biasanya itu dari saingan bisnis atupun keluarga besar lain yang bertentangan. Tentu saja itu tidak menutup kemungkinan dari tikus-tikus yang bersembunyi di sekitar mereka. Apalagi, saat ini Carina adalah penerus satu-satunya, jadi orang yang mendambakan harta keluarga Echis, mereka akan mengincar Carina.
Akhirnya setelah beberapa jam perjalanan, Carina sampai di sebuah mansion besar tiga lantai yang luasnya sekitar empat puluh lima hektare, dan berdiri di atas lahan seluas sekitar tujuh puluh hektare. Mansion itu memiliki atap berwarna biru ke abu-abuan, dindingnya berwarna putih, dan di depannya terdapat air mancur besar dan bunga berbagai jenis dan warna. Mansion besar itu di kelilingi oleh pagar tinggi dengan untaian pagar baja yang bermotif indah.
Mobil melewati gerbang besar yang dijaga oleh dua pria tinggi dengan pakaian hitam dan berkacamata. Wajah tanpa ekspresi mereka dapat membuat anak-anak menangis dan lari saat melihatnya. Carina langsung di bawa masuk dan di bawa oleh pelayan untuk langsung beristirahat.
__ADS_1
Rosella sengaja membiarkannya beristirahat terlebih dahulu. Selain baru saja sembuh, dia juga menyadari bahwa Carina pasti akan kelelahan setelah perjalanan jauh yang telah di lalui.
Setelah membuat berbagi pengaturan untuk Carina, Rosella pergi untuk menemui suaminya yang mungkin belum tahu bahwa Carina sudah sampai di mansion.
Sementara itu, Carina yang berada di kamar, dia sedang menunggu waktu hitung mundur untuk misi datang.
[Misi 1: Training]
[*K*onten misi: Tuan rumah akan di pindahkan ke sub dunia untuk menjalani latihan. Tuan rumah di haruskan untuk menyelesaikan tugas yang di berikan sistem selama misi. Selain misi wajib, tuan rumah juga mungkin akan menemui tugas tersembunyi. Sistem akan mencari tubuh yang sesuai untuk memindahkan jiwa dari tuan rumah. Semua yang di lakukan tuan rumah di dunia itu akan mempengaruhi misi selanjutnya yang akan di terima, termasuk hadiah yang akan di dapat]
[*P*engenalan: Sub dunia yang akan di datangi tuan rumah memiliki latar belakang peperangan. Dunia ini masih memiliki beberapa kesamaan dengan dunia utama, jadi tuan rumah tidak akan terlalu sulit untuk menyesuaikan diri di dunia tersebut.]
[Hadiah misi:
Berhasil:
1. Skill pertarungan militer (dasar)
2. Penggunaan senjata (dasar)
3. Poin misi (10x)
*G*agal: Kematian
Waktu misi:–]
(akhir dari chapter ini)
__ADS_1
Selamat hari Raya idul fitri 1443 H kepada yang merayakan, Mohon Maaf Lahir dan Batin* .