
Mengetahui itu, Carina kembali menutup matanya. Entah kenapa, setelah dia memasuki tubuh ini, Carina merasa sangat sulit untuk bergerak. Dia tidak bisa merasakan sensasi menggerakkan tubuhnya sendiri, justru yang dia rasakan hanya seperti menggerakkan Avatar game. Avatar itu bergerak, tapi terasa kosong dan hampa.
Tasher masih memeluk Carina yang di selimuti oleh pakaian militer. Dia berjalan secara perlahan melalui reruntuhan tanpa memperdulikan lengannya yang berdarah. Begitu mereka menyelinap melalui reruntuhan, akhirnya dengan sedikit perjuangan, mereka berhasil keluar.
Laboratorium ini tidak berada di tengah kota melainkan di tengah hutan perawan yang di penuhi oleh pohon-pohon besar yang lebat. Tasher dan yang lainnya berjalan dengan tertatih-tatih dan berhenti di dekat sebuah batang pohon besar yang agak jauh dari reruntuhan laboratorium.
Tasher:"Bagaimana?."
"Dari 3 squad yang berjumlah 30 prajurit, kini hanya tersisa 19, kapten. Termasuk Kapten Wolf dan kapten Fox, ikut gugur dalam misi kali ini."
Ada kilatan kesedihan di mata Tasher setelah mendengar berita itu. Tidak ada yang menduga bahwa para ilmuwan gila itu akan meledakkan laboratorium sehingga mengubur hampir 50% prajurit yang berpartisipasi dalam penggerebekan ini.
Meskipun para prajurit ini sudah di latih dan bersiap untuk mati kapan saja, tapi tetap saja akan ada sedikit rasa kesedihan setelah melihat teman yang gugur. Tidak, itu bukan kelemahan, tapi itu adalah manusiawi untuk merasakan itu.
Tasher:"Hubungi tim penjemput dan ceritakan keadaan kita."
"Baik, kapten.!!"
Seorang prajurit menjawab dengan tegas dan hormat. Sambil menunggu tim penjemput, Tasher menginstruksikan anak buahnya untuk beristirahat dan melakukan pertolongan pertama pada luka mereka supaya tidak terinfeksi.
Tasher duduk dan memandangi Carina yang ada di pelukannya. Karena tubuh tinggi dan kekar Tasher, Carina hanya terlihat sangat mungil di pelukannya. Wajah Carina yang pucat itu terlihat sangat lemah dan menyedihkan. Rambutnya hitam dan panjang, dengan beberapa helai berwarna putih seperti uban karena di pengaruhi oleh serum STC yang mengubah gen Carina.
"Kapten, lukamu..."
Tasher:"Ya, tolong."
Tasher meletakkan Carina di bawah naungan tudung pohon dan membiarkan seorang prajurit untuk memberikan germisida untuk mencegah infeksi pada luka di lengannya. Setelah di perban, Tasher merasa lebih baik dan dia beristirahat sambil menutup matanya. Meskipun matanya tertutup, tapi kewaspadaannya tidak pernah mengendur.
Sekitar 3 jam kemudian, suara baling-baling helikopter terdengar di kejauhan. Semua prajurit yang beristirahat segera mengambil posisi dan bersiap.
"Kapten, itu adalah regu penjemput..!"
Teriak seorang prajurit sambil memandang ke kejauhan menggunakan teropong militer di tangannya.
Tasher:"Segera bereskan semuanya dan bersiap untuk penarikan."
"yes sir...!"
Sebuah helikopter bermesin ganda yang mirip dengan Chinook melewati hutan dan membuat pohon-pohon di sekitarnya bergoyang karena angin yang di hasilkan oleh rotasi mesin yang sangat cepat. Karena takut bahwa angin itu akan menganggu Carina, Tasher melindungi Carina dengan tubuhnya sendiri.
Saat helikopter itu tepat di atas Tasher dan yang lainnya, helikopter itu menurunkan tangga tali supaya para prajurit dapat naik ke atas helikopter. Tidak mungkin untuk mendarat di tempat yang sepenuhnya di tutupi pepohonan, maka dari itu, di pilih alternatif berupa tali untuk memanjat.
Sebelum para prajurit naik, ada seorang tentara berpakaian kamuflase yang turun dari helikopter melalui tali. Setelah sampai di tanah, anggota militer itu berhenti di depan Tasher dan memberikan hormat.
"Mayor Jenderal Tasher. Tim penjemput sudah siap, apakah ada perintah khusus?."
Anggota militer itu berdiri dan menunggu balasan Tasher. Angin kencang yang di hasilkan oleh baling-baling seakan tidak ada. Prajurit itu tetap berdiri tegak di sana seperti lembing yang di tancapkan.
Tasher:"Tidak. Untuk saat ini, kita akan mundur secepatnya dan meminta instruksi selanjutnya dari markas besar."
"Yes, sir...!"
Tasher:"Oh, sebelum itu, bantu anak itu dan yang terluka untuk naik terlebih dahulu."
"Anak itu...?"
Prajurit itu memandang Carina yang terbungkus pakaian militer dan tertidur di bawah pohon dengan wajah bingung dan penasaran.
Tasher:"Anak itu merupakan korban percobaan manusia yang selamat."
Tidak perlu perintah lebih lanjut, semua persiapan dan tindakan yang perlu di lakukan langsung di selesaikan hanya dalam waktu kurang dari lima menit. Evakuasi pasukan berjalan sangat cepat dan teratur.
Hanya kurang dari sepuluh menit, helikopter itu sudah pergi meraung di langit, dia atas hutan. Tentu saja tidak semua prajurit yang kembali. Saat kedatangan helikopter juga membawa beberapa prajurit untuk menjaga lokasi hingga tim khusu untuk menyelidiki dan pemeriksaan dari markas pusat tiba untuk memeriksa bekas laboratorium dan menemukan beberapa petunjuk yang berguna.
"Kapten, apa yang akan kita lakukan pada anak ini?."
Di dalam helikopter, Tasher yang sedang menjaga Carina di tanya oleh seorang prajurit yang kakinya di perban.
Tasher:"Untuk sementara, aku akan membawanya ke pusat kesehatan militer dan menunggu keputusan dari markas pusat."
Perlu waktu hingga tiga jam untuk keluar dari hutan itu. Sesampainya di luar hutan, disana sudah di dirikan tenda-tenda militer sebagai markas sementara. Dilihat dari keadaannya, lapangan ini baru saja di buat dengan menebang sejumlah besar pohon dan mengosongkan tanah supaya helikopter dapat melakukan pendaratan.
Setelah helikopter yang di kendarai oleh Tasher mendarat, banyak staf medis yang langsung menghampiri mereka sambil membawa beberapa tandu dan peralatan lainnya yang di butuhkan. Prajurit yang terluka ringan, mereka hanya di rawat di luar tenda, tapi prajurit yang menderita luka berat, mereka akan langsung di tandu ke dalam tenda untuk perawatan yang lebih baik.
Seperti Carina, dia di bawa langsung ke sebuah tenda khusus untuk melakukan pemeriksaan awal. Bagaimanapun, peralatan yang tersedia di tempat ini terbatas, jadi perlu membawanya ke barak untuk pemeriksaan yang lebih menyeluruh.
Tasher:"Bagaimana keadaannya?."
"Selain dari Hipoksia ringan, seluruh organ dan fungsi tubuh semuanya normal. Tapi, jika ingin melakukan pemeriksaan yang lebih lanjut, kita perlu kembali ke markas besar terlebih dahulu."
Carina, atau lebih tepatnya tubuhnya saat ini memang menderita hipoksia karena selang yang menyalurkan oksigen berhenti berfungsi saat laboratorium di ledakkan.
__ADS_1
Tasher:"Aku mengerti. Terus awasi dia dan segera laporkan padaku jika ada perkembangan apapun!"
"Yes, sir...!"
.....
"Embrio. keadaan saat ini...!"
[Penyesuaian saat ini: 51%]
[Sistem sedang mengontrol tingkat mutasi gen_]
[Mutasi: 15%_]
[Mutasi akan terus berlanjut secara perlahan untuk mencegah perubahan host dan keruntuhan DNA. Mutasi akan di dasarkan pada penguatan dan penyempurnaan gen secara perlahan dan dapat di percepat dengan latihan intensif berkala_]
[Kesadaran host akan kembali secara otomatis setelah penyesuaian mencapai nilai 80% +_]
"Haruskah aku terus dalam keadaan seperti ini?."
[Host bisa mendapatkan kesadaran, tapi akan berada dalam keadaan lumpuh sebelum kesesuaian jiwa dan tubuh mencapai nilai yang di butuhkan_]
"Aku mengerti"
[Apakah host ingin mendapatkan kesadaran?_]
[Ya/Tidak_]
"Ya"
Perlahan, Carina mulai membuka matanya. Hal pertama yang di dengar Carina adalah suara 'Bib' mesin elektronik. Pandangannya agak kabur karena terlalu lama menutup mata. Setelah matanya menyesuaikan dengan cahaya, Carina melihat sebuah ruangan berdinding putih dengan cahaya yang cerah.
Di dinding sebelah kanan ruangan, terdapat kaca besar selebar 3m dan panjang 5m yang hampir menutupi seluruh dinding. Saat Carina melihat kondisinya, dia menyadari bahwa di tubuhnya banyak terpasang peralatan yang menempel. Banyak instrumen elektronik aneh yang tidak di kenal oleh Carina di ruangan itu.
Di tangannya juga terpasang infus dan sejumlah instrumen lain untuk memantau kondisinya. Melihat dari seberapa banyak instrumen yang di pasang, sepertinya mereka tidak ingin melewatkan apapun.
Carina saat ini sudah berganti pakaian menjadi pakaian pasien berwarna biru muda dan terbaring di ranjang yang empuk dengan penuh rasa teknologi tinggi. Ruangan ini luas dan benar-benar mirip dengan bangsal VVIP rumah sakit terbaik.
Karena sedang dalam kondisi kelumpuhan, Carina tidak bisa melakukan apapun selain berbaring dan melihat sekitarnya. Carina bisa merasakan bahwa tubuhnya mulai terasa secara bertahap dan kehilangan perasaan mati rasa serta kebas yang awalnya dia rasakan karena ketidak sesuaian jiwa dan tubuh.
.....
Tasher sedang berdiri tegap dengan kedua tangan berada di belakang punggung. Saat ini Tasher berada di sebuah ruangan melingkar dengan pencahayaan redup. Ruangan itu cukup luas untuk menjadi sebuah lapangan bola basket, tapi ruangan itu sangat sepi dan kosong.
Dari ke 25 sosok itu, hanya empat orang yang merupakan wanita. Selain wanita yang merupakan sebuah siluet, tiga lainnya memiliki tatapan yang begitu tegas dan dingin. Dapat di lihat bahwa mereka telah melewati pertumpahan darah yang tak terhitung jumlahnya.
Selain itu, ada lima sosok di layar yang hanya berupa siluet hitam. Dari siluet itu dapat di lihat bahwa salah satunya adalah seorang wanita.
Ke 20 sosok itu adalah eksistensi Jenderal besar bintang lima dan 5 orang di posisi paling tengah adalah eksistensi Jenderal bintang enam yang menjadi tulang punggung bagi federasi.
"Laporkan!."
Menerima perintah itu, Tasher segera mengatakan kejadian yang terjadi saat penyergapan di laboratorium misterius itu tanpa melewatkan apapun yang bisa dia ingat, termasuk keberadaan Carina.
Mendengar apa yang di laporkan oleh Tasher, para pejabat militer itu mulai berdiskusi dan berbicara tentang apa yang akan mereka lakukan selanjutnya.
"Tenang...!"
Siluet perempuan itu berkata dan semua orang mulai diam untuk mendengarkan apa yang ingin dia katakan. Segera, diskusi itu di ambil alih oleh kelima sosok siluet. Mereka mulai membahas apa yang akan mereka lakukan.
"Organisasi Black Sword menjadi semakin keterlaluan dan keterlaluan. Bahkan mereka berani menggunakan manusia hidup sebagai kelinci percobaan. Kita harus segera mengambil tindakan untuk melenyapkan mereka!."
"Ya. meskipun operasi ini gagal, tapi kita sudah bisa menemukan jejak persembunyian mereka. Kita hanya perlu melakukan penyisiran karpet dan menghancurkan semua markas mereka."
"Itu mudah untuk di katakan, tapi organisasi Black Sword selalu bersembunyi dan membaur dengan masyarakat bahkan para pejabat negara. Meskipun kita bisa menghancurkan markas mereka, kita tidak bisa menjamin bahwa kita dapat menangkap kaki tangan mereka yang berbaur dengan baik."
"Ya. Terutama mereka yang masuk ke dalam pemerintahan. Akan sangat sulit bagi kita untuk bergerak menangani mereka."
"Mungkin Jenderal Valencia memiliki pendapat?!."
Mendengar hal itu, semua orang memusatkan perhatian mereka kepada siluet wanita di layar. Setelah beberapa saat hening Jenderal wanita itu mengusulkan sebuah pendapat.
"Kita bisa membentuk unit khusus untuk menangani hal-hal ini. Tentu saja unit itu harus terpisah dari kemiliteran dan beroperasi secara rahasia untuk menyingkirkan benalu itu."
"Maksudmu, kita akan membentuk regu pembunuh yang berada di bawah komando militer?."
Tujuan kenapa unit itu terpisah adalah jelas bagi semua orang. Unit itu terpisah untuk mencegah terlibatnya militer jika terjadi kegagalan dalam misi pembersihan para pejabat pemerintah yang di duga sebagai kaki tangan dari organisasi Black Sword.
Bukan karena militer takut untuk mengambil tanggung jawab, tapi jika tindakan itu diketahui dan militer terlibat, maka tikus-tikus yang masih bersarang di pemerintahan akan mencoba yang terbaik untuk menekan militer.
Jika hal seperti itu terjadi, pihak militer akan sangat di batasi dan kesulitan bergerak untuk membersihkan mereka. Bahkan dari kekacauan kelemahan militer itu, mereka bisa mengambil kesempatan dan memasukkan kaki tangan mereka ke tubuh militer.
__ADS_1
"Apa kalian berminat mengaktifkan kembali program «Serafim»?."
"Aku menolak...!"
"Tidak akan...!!"
"Program itu telah di batalkan. Jangan mengungkit soal masalah itu lagi!."
"....."
Salah satu siluet mengeluarkan usul dengan suara yang malas seperti tidak ada keseriusan sama sekali. Segera setelah pendapat itu keluar. Hal itu langsung menimbulkan penolakan yang sangat besar dari semua pihak. Meskipun Tasher tidak berbicara, dia mengerutkan kening dan mengeratkan genggaman tangannya. Sangat jelas bahwa Tasher tahu sesuatu mengenai program tersebut.
"Oke berhenti sampai di sini. Kita akan membahas masalah ini secara pribadi dan menyampaikannya di rapat tinggi militer. Saat ini, kita perlu memutuskan apa yang akan kita lakukan pada gadis itu."
"Kita bisa mengamati gadis itu."
"Ya, tapi aku takut jika kita mengawasi gadis itu di markas, kita tidak bisa mendapatkan data yang optimal karena gadis itu hidup dengan cara yang berbeda dengan anak-anak lain. Jika itu terjadi, kita akan kesulitan untuk memantaunya dan memberikan perbandingan dengan anak normal."
"Jadi, apakah kita harus menemukan orang tua palsu untuk merawatnya dan mengawasinya?."
"Yah, sebelum itu, bagaimana dengan hasil investigasi dan pemeriksaan medis dari anak itu?."
Saat pertanyaan itu muncul, jenderal bintang lima yang terkait segera memberikan laporan.
"Menurut investasi kami, anak itu merupakan anak dari pasangan pengungsi di perbatasan. Orang tuanya tewas dalam sebuah insiden perampokan dan anaknya menghilang. Jika saya boleh menebak, itu semua adalah perbuatan Black Sword."
"Untuk laporan medis, meskipun ada beberapa perubahan pada DNA dan gen, tapi perubahan ini sangat lambat, dan kecil kemungkinan akan terjadi mutasi. Untuk hasil lebih lanjut, kita hanya bisa terus melakukan pemantauan."
"Emm... Kalau begitu, Kita hanya perlu memutuskan orang tua angkat anak itu."
Saat inilah Tasher segera mengambil sikap dan angkat bicara dengan tegas.
Tasher:"Maaf jika saya menyela, Jenderal. Jika di izinkan, saya mohon untuk mengajukan diri sebagai orang tua angkat anak itu."
Mendengar perkataan Tasher, para petinggi militer itu kembali berdiskusi selama beberapa saat. Setelah diskusi berakhir, salah satu siluet berkata kepada Tasher dengan suara yang agung dan mendominasi.
"Apakah kamu yakin?!."
"Ya Jenderal..!!"
Tasher menjawab dengan tegas tanpa keraguan sedikitpun dalam nada suaranya. Ruangan itu hening untuk beberapa saat hingga salah satu siluet sepertinya telah mengambil keputusan.
"Sebenarnya kami berencana untuk meninggalkan anak itu kepada orang tua yang lengkap, tapi karena prestasi dan kepercayaan kami padamu, kami memutuskan untuk menyetujui usulan itu."
"Mayor Jenderal Tasher. Kami memberikan misi padamu untuk mengawasi anak itu dan merawatnya dengan baik. Dari hal itu, kamu dapat mengambil waktu istirahat hingga kondisi anak itu stabil.!!"
Tasher:"Mayor Jenderal Tasher, Pasukan khusu Skuad Api Hitam. Saya menerima tugas ini."
Setelah kata-kata Tasher, layar monitor langsung di matikan dan ruangan yang semula redup itu menjadi terang benderang. Dinding dan lantai putih abu-abu langsung menyilaukan mata dan membaut mata kesulitan untuk menyesuaikan diri secara tiba-tiba.
Karena ruangan itu sudah cerah, di sebuah sudut ruangan terlihat seorang wanita berpakaian militer yang memegang buku catatan di tangannya, dia berdiri diam menatap punggung Tasher.
"Kerja keras untuk anda, Jenderal!."
Tasher:"Tidak juga. Lina, antar aku untuk menemui anak itu."
Tasher berjalan pergi meninggalkan ruangan itu bersama asistennya Lina. Dia berjalan dengan perasaan hati yang bahagia tapi juga gugup. Tasher berfikir, apa yang akan dia lakukan supaya anak itu dapat menerimanya.
Saat dalam perjalanan menyusuri lorong menuju bangsal tempat Carina di rawat, pikiran Tasher penuh dengan hal itu.
Tasher akhirnya sampai di tempat bangsal Carina. Tapi, alih-alih langsung masuk ke dalam ruangan, Tasher masuk ke ruangan yang ada di sebelah bangsal Carina.
Di dalam, terdapat tiga orang lelaki tua dan seorang wanita yang menggunakan mantel medis putih. Mereka menatap kaca satu sisi yang membatasi antara kamar ini dan kamar Carina berada.
Tasher:"Bagaimana?."
Dokter perempuan itu menjawab dengan hormat.
"Kapten, anak itu baru saja sadar. Tapi, dia tidak memiliki tindakan lain selain berbaring dan memperhatikan sekitar."
Dokter lainnya menambahkan.
"Menurut dari statistik data, kondisi anak itu sangat baik, tapi sepertinya mengalami kelumpuhan dan amnesia."
Tasher:"Apakah ada tindakan lain?."
"Tidak. Anak itu tidak menunjukkan tanda-tanda perubahan yang jelas. Selain itu, kami juga tidak mendeteksi munculnya sikap agresif darinya."
Kekurangan serum STC sudah di ketahui oleh orang-orang ini. Siapa yang terkena serum STC, orang itu akan mengalami mutasi dan sikapnya berubah menjadi sangat agresif terhadap orang lain.
Mendengar jawaban itu, Tasher mengangguk dan memantapkan hatinya. Dia keluar dari tempat observasi dan langsung menuju bangsal Carina. Saat pintu bangsal terbuka, Carina mengalihkan pandangannya ke arah Tasher setelah tadi dia terlihat linglung.
__ADS_1
Carina linglung karena baru saja dia menerima pemberitahuan dari sistem.
[Jalur Misi Utama: Masuk Dalam Program «Serafim»_]