Domineering Evil Woman System

Domineering Evil Woman System
Mulai Misi


__ADS_3

waktu hitung mundur: 10, 9, 8, 7..... 3, 2, 1, mulai misi_


pandangan Carina seketika hanya di penuhi oleh hitam gelap. kesadarannya memudar seperti orang yang sedang tertidur.


.....


beberapa orang dengan pakaian medis putih berdiri di dekat sebuah tabung kaca besar setinggi kurang lebih 1-1,5m. di dalam tabung kaca itu di penuhi oleh cairan hijau yang mengeluarkan gelembung udara dari waktu ke waktu, seakan ada sesuatu yang bernafas di dalamnya.


mereka terus mengawasi setiap perubahan yang terjadi di dalam tabung besar itu dengan serius. tidak peduli perubahan sekecil apapun yang di tunjukkan oleh data elektronik di samping tabung, para ilmuan itu mencatat semuanya dalam catatan di tangan mereka.


"kita bisa menyuntikkan Serum Sangctum ke spesimen S-083 sekarang."


seorang peneliti dengan tubuh kurus langsung memberikan perintah kepada peneliti yang lain. dilihat dari sikap peneliti itu, dapat dilihat bahwa dia adalah peneliti yang memimpin proyek ini.


mendengar perintah itu, peneliti yang lain segera mengambil tindakan dan melakukan bagian masing-masing.


dua orang peneliti dengan pakaian pengaman yang lengkap membuka sebuah tabung logam hitam yang terenkripsi. saat tabung itu di buka, kabut putih dingin segera mengepul dari dalam tabung.


meskipun tabung itu cukup besar, nyatanya hanya berisi sebuah tabung reaksi seukuran jari telunjuk dengan cairan merah hitam di dalamnya.


seperti memegang benda yang sangat rapuh, salah satu peneliti itu memegang tabung reaksi dengan sangat hati-hati dan tangan yang gemetar.


peneliti yang nampaknya sebagai pemimpin itu, dia langsung mengambil alih dan memindahkan cairan itu ke sebuah alat suntik dengan jarum logam tebal yang beberapa kali lipat lebih tebal dari jarum suntik pada umumnya.


dia menggunakan jarum suntik itu untuk menyuntikkan cairan itu ke sebuah instrumen berbentuk seperti selang yang langsung terhubung ke dalam cairan hijau di dalam tabung kaca tebal itu.


"catat semua reaksi spesimen."


0,3 detik berlalu. cairan hijau gelap di dalam tabung kaca mulai menggelegak seperti cairan yang mendidih. gelembung-gelembung udara mulai terangkat dari dasar tabung kaca dengan gila-gilaan. cairan yang semula hijau pekat itu mulai berubah menjadi transparan di bawah reaksi.


secara perlahan, di dalam cairan itu mulai menunjukkan sebuah siluet yang misterius. karena cairan yang terus menerus menjadi lebih transparan, siluet itu menjadi semakin jelas.


jika ada orang awam yang berada di ruangan itu, mereka akan terkejut setelah cairan hijau itu menjadi cairan hijau transparan karena yang terendam di dalam cairan itu ada tubuh seorang anak perempuan.


anak perempuan itu berusia sekitar 9-10 tahun. dia meringkuk, melayang di dalam cairan hijau di tabung kaca itu. mata tertutup dengan seluruh tubuh telanjang. yang paling mengejutkan, banyak slang yang menembus tulang punggung dan bagian jantung gadis itu.


dari ini dapat di ketahui bahwa spesimen yang di katakan oleh para ilmuwan adalah seorang gadis perempuan. mereka melakukan penelitian dan menggunakan manusia sebagai kelinci percobaan.


tiba-tiba, mata gadis di dalam tabung kaca itu yang semula terpejam, kini langsung terbuka secara tiba-tiba. pupil mata yang di tunjukkan oleh gadis itu bukanlah pupil mata yang normal, tapi pupil mata itu berwarna merah vertikal yang menyerupai mata reptil.


di punggung telanjang yang terhubung dengan selang yang menunjukkan serum Sangctum itu memunculkan barisan teks yang mirip dengan aksara Assam. hanya saja teks itu di tulis secara vertikal menuruni punggung pucat gadis itu.


"laporkan...!"


"kecocokan spesimen terhadap serum SCT sebesar 10% dan terus meningkat...!"


"tidak ada kelainan dalam tanda-tanda vital."


"aktivitas otak meningkat secara normal. mulai memulihkan dari kondisi hibernasi."


peneliti yang memimpin itu menunjukkan senyum puas saat mendengar hasil yang di laporkan oleh bawahannya.


"dengan begini kita akan berhasil."


baru saja kata-kata itu di ucapkan, tiba-tiba seorang peneliti berteriak dengan panik.


"gawat...!. peningkatan Gen dan sel tubuh mulai menjadi tidak teratur...!"


"proses integrasi serum mulai meningkat dengan sangat cepat dan tidak terkendali."


mendengar laporan dari bawahannya, ilmuwan itu mulai mengerutkan kening dengan rapat. dia melihat kondisi gadis di dalam tabung kaca itu tanpa berkedip sedikitpun.


gadis dalam tabung kaca mulai memunculkan tanda-tanda mutasi yang jelas. kulit yang awalnya berwarna putih pucat, langung berubah menjadi hijau ke abu-abuan dalam sekejap.


graooo.....!!


gadis itu meraung dalam tabung dengan keras. punggung yang kurus itu mulai berdetak dan menonjol, seperti ada sesuatu yang mencoba keluar dari balik kulit di punggungnya secara paksa.


punggung gadis itu langsung terkoyak dan memunculkan dua pasang tangan dari punggungnya. darah merah yang meluap langsung bercampur dengan cairan hijau dalam tabung.


tidak berhenti sampai di situ, di bagian-bagian tubuh gadis itu mulai memunculkan taji-taji tulang yang tajam hingga merobek kulit dan dagingnya.


yang lebih mengerikan, dada gadis itu juga terbelah secara vertikal. membuat mulut lubang darah besar dengan tulang rusuk yang menjadi gigi di dalam mulut darah besar itu.


kaki dan tangan gadis itu juga mulai berubah menjadi mirip seperti belalang pelompat. ke dua tangannya berubah menjadi sabit seperti belalang sembah dengan kilau logam yang mengerikan.

__ADS_1


selain perubahan dalam wujud, ukuran gadis, atau bisa di sebut monster itu juga mulai tumbuh menjadi lebih besar.


karena tabung kaca itu sudah tidak dapat menampung monster itu, tabung kaca itu langsung meledak dan membiarkan cairan merah mengalir ke lantai. cairan merah darah itu merupakan cairan hijau yang telah terkontaminasi oleh darah dari monster perubahan dari gadis itu.


para peneliti dan ilmuwan itu telah pergi menjauh dari tabung kaca segera setelah tanda-tanda mutasi muncul, jadi mereka masih aman dengan berlindung di balik dinding kaca anti peluru di sebelah ruangan penelitian.


monster itu terus meraung seperti menahan rasa sakit saat terjadi transformasi pada tubuhnya.


setelah transformasi selesai, gadis itu benar-benar berubah menjadi wujud monster yang sudah tidak di kenal lagi. mulut darah besar di dadanya telah meluas hingga ke bagian perut. mulut itu terus bergerak terbuka dan tertutup, menampakkan wujud yang sangat menyeramkan.


setelah hening selama kurang lebih 0,5 detik, monster itu meraung dengan gila dan langsung menuju ke arah kaca anti peluru. tangan sabitnya melambai ke arah kaca anti peluru dan kaca itu menunjukkan tanda cakaran dengan sangat jelas. tidak butuh banyak usaha, hanya dengan tiga serangan, cakar monster itu sudah berhasil menembus kaca anti peluru yang tebal itu.


melihat pemandangan ini, ilmuwan yang memimpin itu hanya bisa menurunkan matanya dan menghela nafas pelan. dia berbisik pelan ke sebuah komunikator yang terpasang di meja.


"Laporkan, produk uji spesimen S-083, GAGAL..!. musnahkan hasil uji coba yang gagal."


Bang...!!


setelah laporan dari pria itu selesai, tiba-tiba kepala dari monster itu meledak menjadi serpihan. darah merah dan spesimen otak terciprat ke kaca anti peluru yang telah berlubang. pemandangan yang kejam seperti itu tidak menimbulkan gejolak apapun, seakan ini adalah hal yang wajar bagi para peneliti itu.


"gagal, gagal...!. SIAL..!"


peneliti yang memimpin itu mengepalkan tinjunya dan menghantamkannya ke atas meja. wajahnya penuh dengan kekecewaan dan kemarahan.


Bang...!!


"suntikkan semua serum SCT ke semua spesimen yang tersisa."


dengan wajah yang penuh amarah, peneliti itu langsung memberikan instruksi secara tidak rasional. tanpa daya, peneliti yang lain langsung mengeksekusi perintah yang di berikan oleh pemimpinnya.


kali ini, sebuah tabung yang lebih besar langsung di suntikkan ke slang utama yang menyalurkan nutrisi ke seluruh spesimen yang tersisa di ruangan lain. dengan begini, serum itu akan bercampur dengan cairan nutrisi dan langsung di salurkan ke seluruh spesimen yang terhubung ke slang utama.


seketika, raungan-raungan yang penuh rasa sakit bergema di seluruh ruang inkubasi untuk spesimen. raungan-raungan itu menandakan bahwa mutasi mulai terjadi ke semua spesimen yang telah menerima serum melalui slang nutrisi mereka.


hahahaha......!!


tawa gila dari ilmuwan itu bergema bersama dengan raungan monster yang merajalela. melihat penampilan yang seperti ini, ilmuwan yang lain tidak berani berbicara sedikitpun. mereka tahu betapa stres nya terus-terusan gagal dalam percobaan yang sama selama bertahun-tahun.


weuuu... weuuu...!!


setelah alarm itu berbunyi, ilmuwan itu segera menjangkau alat komunikasi di meja dan berteriak dengan sangat tidak sabar.


"ada apa...?!!. apa yang terjadi?!!."


"lapor, pasukan federasi menemukan tempat penelitian bawah tanah. sekarang mereka telah menembus ke lapisan keamanan ke tiga. di perkirakan mereka akan segera tiba dalam waktu kurang dari 10 menit. meminta instruksi segera...!!"


mendengar jawaban dari seberang alat komunikasi, wajah ilmuwan itu menjadi lebih suram dan menakutkan.


"segera mundur. kami akan pergi ke bangsal no.3 untuk melarikan diri. musnahkan segala jenis hal yang berhubungan dengan penelitian."


ilmuwan itu tidak menunggu lagi. setelah memberikan instruksi, dia segera membawa semua peneliti lain ke bangsal no.3 untuk melarikan diri.


.....


di sebuah lorong yang diterangi oleh cahaya merah berkedip. suara alarm bercampur bersama dengan suara tembakan dan rentetan yang saling bersahutan. suasana begitu tragis dengan darah dan mayat di lantai. bau mesiu yang terbakar dan bau darah yang anyir membuat orang yang menghirupnya menjadi sesak nafas dan mual.


"skuad no.3, segera buka jalan dan singkirkan musuh di depan."


"baik!."


orang-orang dengan pakaian militer hitam bergerak di antara deru peluru. deru peluru yang seharusnya membuat hati bergetar, seakan tidak ada di telinga bagi para anggota militer ini.


dengan skuad no.3 sebagai pembuka jalan, pasukan ini terus merangsek maju ke dalam laboratorium penelitian bawah tanah. tujuan mereka saat ini adalah untuk menggerebek dan menangkap semua yang terlibat dalam eksperimen manusia ini dalam keadaan hidup atau mati.


dalam waktu kurang dari tiga menit, pasukan militer ini telah menembus pasukan pertahanan laboratorium, dan masuk ke wilayah inti.


namun, sebelum mereka bisa bernafas, tiba-tiba suara ledakan keras mulai terdengar dari berbagai arah. lantai dan dinding mulai bergetar dan retak.


"sialan. mereka mencoba untuk meledakkan seluruh lab. cepat mundur...!"


tanpa lebih banyak perintah, semua anggota pasukan militer itu langsung mundur secara teratur.


"kapten Tasher, kita tidak bisa melanjutkan. jalan keluar telah terblokir oleh puing-puing reruntuhan."


"SIALAN...!!. cepat, cari tempat berlindung !!."

__ADS_1


Tasher dan anak buahnya segera berlari dan mencari tempat untuk berlindung. mereka masuk ke dalam ruangan yang entah ruangan apa dan segera berlindung di bawah tiang baja yang roboh dan tertopang oleh reruntuhan sehingga menyisakan ruang untuk berlindung di bawahnya.


suara ledakan dan guncangan berlangsung selama lebih dari tiga menit sebelum berakhir. asap hitam dan debu mengepul ke udara dan terlihat sangat menakutkan.


setelah debu di dalam ruangan sedikit mereda, Kapten Tasher segera keluar dari tempat berlindungnya. wajahnya penuh dengan debu dan beberapa bercak darah. lengan bagian atasnya juga telah robek, darah merah mengalir di sepanjang lengannya.


Tasher:"apa kalian masih hidup...!"


Tasher berteriak di seluruh ruangan untuk mengkonfirmasi anak buahnya.


"k, kapten. disini!."


"aku masih belum menikah, bagaimana aku bisa mati, kapten...!"


jawaban segera datang dari berbagai arah. para anggota skuat itu mulai keluar dari puing-puing dengan pakaian yang rusak dan wajah yang berdebu. sama seperti Tasher, mereka juga memiliki luka besar dan kecil di tubuhnya.


Tasher:"sepertinya kita masih bisa menjalankan misi bersama di masa depan."


"iya kapten. kami_"


"u...ugh...!!"


sebuah erangan langsung menarik perhatian semua orang. suara erangan itu berasal dari sebuah celah retakan besar di lantai. Tasher segera menghampiri arah erangan itu. Tasher segera terkejut setelah melihat retakan itu.


di bawah retakan itu adalah sebuah ruangan lain yang merupakan tingkat dasar dari seluruh laboratorium ini. Tasher melihat bahwa di dalam ruangan itu, dia melihat seorang anggota militer dengan keadaan yang sangat tragis. ada batang baja setebal lengan yang menusuk tepat di perut pria itu. darah merah terus mengalir dan bercampur bersama dengan debu yang mengendap.


Tasher:"Arash...!!"


Tasher langsung melompat dan melihat kondisi dari orang yang dia sebut sebagai Arash itu.


setelah dia memeriksanya, nampaknya erangan itu adalah nafas terakhir yang di keluarkan oleh Arash.


"Arash, bagaimana dengan keadaanmu?!."


seorang prajurit militer langsung melompat mengikuti Tasher dan menghampiri tubuh temannya itu.


Tasher:"Arash, sudah mati...!"


Tasher menurunkan mayat Arash dan mengeluarkan besi yang menancap di perutnya. dia meratapi kematian Arash selama beberapa saat sebelum melihat kondisi di seluruh ruangan.


dinding dan lantai di ruangan itu menghitam seperti telah terbakar dengan suhu tinggi. terdapat banyak spesimen seperti makhluk hidup yang masih terbakar dan mengeluarkan api. bisa di lihat bahwa di ruangan ini telah terjadi sebuah ledakan. di sekitar ruangan terdapat pecahan kaca dan berbagai puing-puing logam yang berbentuk aneh.


Tasher:"segera cari jalan keluar. oksigen di tempat ini akan segera habis. selain itu, suhu di ruangan akan segera meningkat karena api."


"b, baik."


Tasher ingin segera berbalik, tapi dia melihat sebuah bongkahan beton yang runtuh dan bersandar di dinding bagian sudut ruangan. di balik dinding yang runtuh terdapat sebuah tabung kaca besar dengan seorang gadis berusia antara 7-8 tahun meringkuk di dalamnya.


seharusnya semua spesimen di tempat ini telah terbakar karena ledakan bom termal. bom termal akan meledak dan mengkompresi udara. membuat udara meledak dengan kecepatan dan suhu panas yang sangat tinggi. tabung yang tersisa dapat utuh karena terlindungi oleh lantai beton yang jatuh dari lantai atas sehingga membentuk dinding pelindung untuk tabung kaca.


meskipun demikian, tabung kaca itu telah mengalami beberapa retakan dan telah jatuh dari tempatnya.


Tasher:"bawa yang lain untuk segera mencari jalan keluar...!"


"kapten..."


Tasher:"aku akan mencoba menyelamatkan gadis kecil itu."


sambil memegang tangan kirinya yang terluka, Tasher berjalan menuju tabung kaca yang berisi seorang gadis kecil itu.


hati Tasher begitu sedih saat melihat seorang gadis yang terendam dalam tabung kaca itu. saat ini seharusnya Tasher memiliki anak perempuan yang seusia anak yang ada di dalam tabung itu. hanya saja, anaknya telah tiada saat terjadi kebakaran di rumahnya beberapa tahun lalu.


meskipun Tasher tidak tahu apapun tentang percobaan ilmiah ini, Tasher hanya mencoba apakah dia masih memiliki kesempatan untuk menyelamatkan gadis dalam tabung itu.


Tasher menghampiri tabung kaca dan melihat tombol merah berkedip. saat Tasher menekan tombol itu, tabung kaca segera bereaksi dan mulai mengosongkan cairan di dalamnya.


saat cairan telah kosong, kaca itu perlahan terbelah menjadi dua dan terbuka. Tasher langsung melangkah dan menyentuh gadis itu dengan tangannya. dia bisa merasakan denyut nadi dari gadis itu.


tanpa lebih banyak berfikir, Tasher segera pelepas mantel militer tebalnya dan menutupi tubuh gadis itu. dia tersenyum tulus seperti seorang ayah. Tasher mengangkat anak perempuan itu dengan lembut dan menggendongnya seperti seorang putri.


dalam pelukan Tasher, mata Carina terbuka secara perlahan. mata hitam yang lebih pekat dari malam memperhatikan sisi wajah Tasher yang berdebu.


karena penasaran, Carina tidak memperdulikan ketidaknyamanannya dan langsung terhubung dengan Embrio untuk meminta informasi.


"segera jelaskan...!"

__ADS_1


[tubuh yang di gunakan tuan rumah saat ini merupakan korban dari eksperimen manusia super. perlu waktu beberapa saat untuk menyesuaikan jiwa dan tubuh tuan rumah, jadi misi akan di berikan setelah tubuh dapat menyatu dengan jiwa secara sempurna_]


__ADS_2