
Apa yang di dengar Tasher benar-benar mengejutkannya. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa program Serafim akan di berlakukan kembali.
Tasher:"Apa yang di pikirkan para atasan sampai mereka menyetujui rencana itu?!."
Tasher berkata dengan tidak sabar. Mungkin orang lain tidak tahu, tapi dia tahu seberapa mengerikan program serafim itu. Dialah saksi yang pernah melihat program pelatihan itu.
Itu adalah 4 tahun lalu. Semua orang yang menjalani program serafim terbunuh dan tidak ada yang selamat. Tasher melihat dan menyaksikan seberapa mengerikan proses itu yang selalu menjadi mimpi buruk baginya. Setelah kejadian itu, program serafim telah di hentikan karena tidak efektif, tapi saat ini, mereka benar-benar ingin menjalankan program itu lagi?!.
"Maaf Jenderal, tapi ini adalah keputusan dari atas."
Tasher tidak bisa membantu tapi memegangi dahinya yang sakit. Dia menggenggam erat tangannya dan menahan perasaan berkecamuk di dalam hatinya.
Tasher:"Lalu apa lagi?."
"Saya tidak tahu detailnya. Tapi, atasan akan segera mengirimkan email kepada anda, Jenderal."
Tasher:"Aku mengerti."
Dia selesai dan mematikan panggilan itu lalu lanjut memasak dengan banyak pikiran rumit di kepalannya. Huh... Aku tidak tahu lagi akan siapa dan berapa orang yang akan menderita setelah program ini di jalankan kembali.
Setelah menyelesaikan masakan sederhananya, dia membawa makanan itu ke ruang makan untuk di berikan kepada Carina. Dia melihat ekspresi Carina yang tetap dingin tapi mengenakan sebuah piyama Pikachu kuning yang lucu. Pemandangan itu benar-benar kontras, tapi Tasher tersenyum setelah melihatnya, seakan beban pikirannya menguap di udara.
Waktu makan itu berlalu dengan hening tanpa sepatah katapun dari keduanya. Hanya suara denting dari sendok dan piring yang berbenturan yang mengisi ruangan itu. Dari Tasher dan Carina, keduanya tidak ada yang mengambil inisiatif untuk berbicara. Bisa di katakan, bahwa sifat mereka hampir mirip. Hanya saja, Carina benar-benar dingin sementara Tasher tidak tahu apa yang bisa dia katakan.
Suasana itu berlangsung hingga Carina selesai menghabiskan makanannya dan mengikuti perintah Tasher untuk beristirahat. Melihat Carina yang sudah pergi beristirahat, Tasher membereskan semua peralatan makan dan membersihkannya.
Selesai melakukan semua itu, Tasher masuk ke kamarnya dan segera menghidupkan komputer yang ada di kamar. Komputer itu bukan merupakan komputer umum yang di jual di pasaran, tapi komputer yang di miliki Tasher lebih canggih dengan banyak layar yang terpasang, mirip seperti ruang pemantauan. Selain itu, komputer yang di miliki Tasher terhubung dengan satelit militer khusus dengan keamanan dan enkripsi lengkap.
Segara, setelah komputer di nyalakan, sebuah notifikasi muncul. Notifikasi itu memberi tahu Tasher bahwa ada sebuah mail yang di terima.
Tasher tanpa ragu langsung mengklik ikon email itu. Demi keamanan, untuk membuka email itu di perlukan kata sandi khusus yang hanya di ketahui atasan militer dan pihak terkait.
Pesan dalam email itu bukan merupakan tulisan dan huruf yang umum, melainkan berisi deretan angka dan simbol yang sangat acak. Bagi orang luar, mungkin itu hanya terlihat seperti orang yang asal mengetik, tapi sebenarnya itu adalah sandi khusus yang hanya bisa di pecahkan oleh orang terkait.
Melihat isi dari email itu, Tasher langsung mencatatnya dalam kertas dan memecahkan sandi yang ada di atasnya. Setelah apa yang ada di dalam pesan itu berhasil di pecahkan, Tasher langsung membakar kertas itu menjadi abu.
Tasher:"Aku harus pergi membawa Alice ke 'Lubang Ular 305'."
Singkatnya, pesan itu mengatakan bahwa Tasher harus pergi ke suatu tempat rahasia bersama dengan Carina. Mengetahui isi pesan itu, sebuah firasat tidak menyenangkan muncul di hatinya. Terutama saat dia tahu bahwa itu akan berhubungan dengan program serafim.
....
Pagi hari berikutnya...
Carina terbangun dengan linglung, menatap keluar jendela dari atas ranjangnya. Baru kali ini Carina bisa tidur dengan nyenyak tanpa rasa khawatir. Meskipun Tasher adalah orang asing, tapi Carina tidak tahu mengapa, dia akan tanpa sadar mengendurkan penjagaannya. Mungkin ini karena kesan pertama Carina saat melihat Tasher.
Meskipun di katakan bahwa Carina melonggarkan kewaspadaannya, tapi Carina akan langsung terbangun dari tidurnya jika dia mendengar sedikit gerakan. Namun, Tasher begitu tenang, sehingga Carina bisa tertidur dengan nyenyak.
Setelah menyesuaikan matanya dengan cahaya, Carina dengan sigap bangkit dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Selesai membersihkan diri, Carina berganti pakaian dengan pakaian kecilnya. Sejujurnya Carina merasa sangat aneh dengan memakai pakaian seperti ini, lagi pula meskipun tubuhnya berusia tujuh tahun, tapi jiwanya adalah seorang gadis yang sudah meninggalkan pakaian seperti ini.
Carina turun ke lantai satu untuk bersiap sarapan bersama dengan Tasher. Saat masih di tangga, Carina bisa mencium aroma masakan yang membuat perutnya berbunyi.
Carina melihat berbagai macam hidangan berwarna-warni di atas meja makan yang masih mengepulkan asap putih, pertanda bahwa hidangan yang ada di atas meja baru saja selesai di masak.
Selain makanan, Carina juga memperhatikan bahwa ada satu orang tambahan di samping Tasher. Orang itu berusia sekitar 30-35 tahun dan memakai pakaian koki putih. Ya, itu adalah koki yang di pesan oleh Tasher waktu itu. Koki itu datang saat Carina sedang beristirahat.
Tasher:"Selamat pagi, Alice. Kemarin kamu melewatkan makan malam, jadi aku meminta koki untuk menyiapkan lebih banyak makanan untukmu."
Mendengar ucapan selamat pagi dari Tasher, Carina hanya memandangnya dan pergi ke kursi kosong untuk duduk.
Sebenarnya Carina tidak langsung beristirahat saat itu, tapi Carina menjelajah di internet untuk mengetahui keadaan dunia ini hingga larut malam. Dia bisa bertanya pada sistem, tapi untuk isu dan berita terbaru, Carina lebih nyaman untuk mencarinya di internet dan mengetahui tatanan penduduk saat ini.
Melihat tanggapan acuh tak acuh Carina yang seperti itu, Tasher sama sekali tidak merasa terganggu, dia hanya menatap Carina dengan lembut dan mengalihkan perhatiannya untuk memberikan makanan ke piring Carina.
Tasher:"Apa kamu tidak masalah dengan Seafood?."
Carina hanya menggelengkan kepalanya dan mengambil peralatan makan untuk mencicipi udang yang di berikan oleh Tasher. Sejak ibunya meninggal, Carina tidak pernah memakan seafood. Dia hanya bisa mengingat rasa seafood dari kenangan masa kecilnya. Baginya, seafood adalah sebuah makanan yang membawanya ke kenangan masa lalu.
Dia menikmati makanan seafood itu secara perlahan dan bayangan ibunya muncul. Tanpa sadar, setitik air mata menetes dari sudut matanya.
Tasher:"Ada apa?!."
Melihat tetesan air mata di wajah Carina, Tasher langsung berdiri dan menghampirinya. Tasher tidak tahu apa yang terjadi, tapi dia berfikir bahwa mungkin itu ada hubungan dengan makannya.
Carina mendongak dan melihat Tasher yang menghampirinya. Wajah Carina tidak berubah dan masih tetap wajah dingin seperti sebelumnya, tapi ada bekas air mata tipis di wajahnya dan sedikit rona merah di pipinya.
Carina:"Tidak ada..."
__ADS_1
Kata Carina dengan sangat lirih. Dia bahkan tidak sadar bahwa dia meneteskan air mata. Dia langsung mengusap air matanya dan melanjutkan makan. Dengan perilaku Carina yang nampak tidak ada apa-apa, Tasher merasa lebih tenang dan mengangguk untuk duduk kembali ke tempatnya.
Tasher menyadari bahwa mungkin makanan itu sedikit membangkitkan kenangan masa lalunya. Huh... Sungguh anak yang sangat malang.
Tasher:"Alice..."
Di tengah makan, Tasher tiba-tiba memanggil Carina yang tengah mengubur kepalanya dalam rasa makanan. Mendengar Tasher memanggilnya, Carina mengangkat kepala dan melihat Tasher di sisi meja yang berseberangan.
Tasher:"Hari ini kamu akan pergi bersamaku ke suatu tempat. Tapi... Mungkin perjalanan ini tidak akan menyenangkan. Jika... Jika kamu tidak mau pergi..."
Tasher agak ragu-ragu untuk mengajak Carina. Dia tidak tahu apa yang di inginkan oleh para atasan dengan membawa Carina ke tempat itu.
Carina:"Aku pergi..."
Dengan tanggapan Carina yang seperti itu, Tasher hanya bisa mengangguk ringan dengan wajah yang murung.
Carina tidak asal menyebut bahwa dia akan ikut. Dia mendapatkan petunjuk dari embrio bahwa ini adalah kesempatan yang embrio ciptakan supaya Carina dapat berhubungan dengan program serafim dan menjalankan misinya dengan baik.
Selesai makan, Tasher langsung mengajak Carina untuk berangkat. Ada sebuah Hummer hitam yang menunggu Tasher di luar. Di dekat mobil itu ada seorang pria muda dengan pakaian kamuflase militernya yang berdiri tegak seperti lembing. Begitu pria muda itu melihat Tasher yang berpakaian militer berjalan ke arahnya dengan seorang gadis kecil, pemuda itu langsung meluruskan punggungnya dan sikap hormat kepada Tasher.
"Selamat pagi kapten!."
Yang memanggil Tasher kapten di ketentaraan hanyalah anggota skuat nya sendiri. Tasher mengangguk dan langsung memasuki mobil bersama Carina.
Karena tahu bahwa ini adalah misi yang penting dan rahasia, pemuda itu tidak banyak bicara dan bertanya, tapi langsung membawa mereka berdua pergi menuju ke pinggiran kota. Sampai di suatu persimpangan, Tasher mengganti mobil dan pergi dengan mobil yang lain bersama dengan Carina.
Mobil mereka memasuki jalan hutan yang hanya ada jalan tanah yang tidak di aspal. Jalan hutan itu penuh dengan lubang besar bekas kendaraan penjaga hutan yang lewat. Guncangan akan sangat terasa saat melalui jalan itu.
Mobil melaju di jalan hutan selama beberapa menit sebelum melihat sebuah pos militer di tengah hutan yang di jaga oleh orang berpakaian militer dan bersenjata lengkap. Tasher membawa Carina turun dan masuk ke dalam pos militer itu. Carina berganti pakaian kamuflase militer yang telah di sediakan khusu untuknya dan Tasher membawa sebuah tas hitam besar yang terlihat sangat berat.
Tasher:"Dari sini, kita hanya bisa berjalan kaki."
Tasher menjelaskan kepada Carina. Semua kerumitan dalam perjalanan ini hanya untuk menjaga kerahasiaan tempat ini. Untuk pos militer, orang luar hanya mengetahui bahwa hutan ini adalah tempat di mana militer berlatih, dan pos itu berguna untuk mencegah orang luar masuk dan tanpa sengaja menjadi sasaran tembak oleh militer.
Tidak ada yang menduga bahwa alasan sebenarnya bukanlah seperti yang di ungkapkan militer, namun ada alasan lain. Yaitu, bahwa markas rahasia yang di sebut sebagai "Lubang Ular 305" di bangun di salah satu sudut hutan ini.
Carina dan Tasher melanjutkan dengan berjalan kaki memasuki hutan yang lebat ini. Banyak tanaman tajam dan semak berduri yang dapat menusuk dan menggores daging, itulah kenapa Carina harus memakai pakaian kamuflase militer yang dapat melindungi tubuhnya.
Perjalanan ini tidak hanya memasuki hutan, tapi juga harus mendaki gunung terjal dan memanjat tebing. Yang mengejutkan Tasher, stamina Carina sangat besar. Dengan perjalanan yang begitu sulit dan jauh, Carina hanya sedikit terengah-engah dan berkeringat.
Carina dan Tasher memanjat tebing batu hingga ketinggian kurang lebih 20m dari permukaan. Meskipun ini adalah kali pertama Carina memanjat tebing, tapi dengan bantuan embrio yang memberinya petunjuk dan Tasher yang selalu membantunya, Carina bisa mempelajari memanjat tebing dengan sangat cepat.
Tapi apa yang tidak di ketahui oleh Tasher adalah bahwa serum STC belum terserap sempurna ke dalam tubuh Carina. Carina mempelajari hal ini murni karena keterampilannya sendiri. Memang ada beberapa hubungan dengan serum STC yang memperkuat tubuh dan refleks, tapi jika bukan karena kemampuan Carina sendiri, hal itu akan tetap sulit.
Dengan mendaki 15m lagi, Carina dan Tasher sampai di mulut goa. Mulut goa ini terlihat sangat biasa. Hanya terlihat seperti goa alami yang di tutupi oleh lumut di dinding batunya.
Penampilan luarnya memang sangat tidak menyakinkan, tapi Carina tahu bahwa apa yang terlihat di luar sama sekali tidak mencerminkan apa yang ada di dalamnya.
Carina menoleh ke salah satu sisi tebing yang berjarak 60m dari posisi goa. Di tempat itu tidak mencolok sama sekali, tapi begitu Carina melihat ke arah itu, embrio memberikan informasi kepada Carina.
[Mendeteksi tanda-tanda kehidupan... Penembak Runduk di temukan, jarak: 61,13m_]
Carina harus sangat memuji penyamaran dari penembak Runduk itu. Jika bukan karena insting bahaya Carina berbunyi dan mata Carina yang telah di perkuat serta embrio, Carina sama sekali tidak akan menyadari keanehan di sisi tebing itu.
Secara total, Carina menemukan 20 penembak Runduk yang bersembunyi di berbagai tempat dan posisi. Bahkan di tebing lain 1Km yang menghadap ke arahnya, ada tiga penembak Runduk yang sudah mengarahkan moncong senjatanya ke arah Tasher dan Carina.
Tasher sebagai seorang anggota militer tingkat tinggi tentu saja mengetahui hal itu. Tasher melipat tangannya ke belakang punggung dan membuat sebuah gerakan jari istimewa sebagai sandi untuk masuk. Setelah itu, Tasher langsung membawa Carina masuk ke dalam goa gelap itu. Dinding goa adalah batu yang lembab dan berlumut, tidak berbeda dengan goa alami yang lain. Namun, setelah Carina berjalan sekitar 10m memasuki goa, Carina melihat sebuah pintu besi yang sangat kokoh. Tasher hanya menempelkan kartu pengenal di sensor yang ada di pintu dan pintu itu terbuka ke kanan dan ke kiri, memperlihatkan pemandangan yang sangat kontras dengan bagian luar.
Dinding di balik pintu itu telah berubah menjadi dinding logam putih yang sangat kokoh. Saat Tasher dan Carina masuk, mereka di todong senjata oleh 6 prajurit militer yang berjaga. Tasher nampak terbiasa dengan hal itu. Dia menyerahkan kartunya pada prajurit yang berjaga dan membiarkan prajurit itu memeriksanya. Setelah data yang relevan di dapatkan, prajurit itu mengangguk dan memberi isyarat supaya anak buahnya menurunkan senjata. Bukan karena prajurit ini tidak mengenal siapa Tasher, tapi prajurit ini hanya menjalankan prosedur keamanan yang berlaku.
Tidak peduli siapa dan apa pangkat militernya, mereka akan di perlakukan sama demi menjaga keamanan tempat ini. Markas dengan kata sandi "Lubang Ular 305" bukanlah pangkalan militer biasa. Di dalam pangkalan ini tersembunyi berbagai data penelitian dan senjata terbaru yang di kembangkan oleh militer secara rahasia yang bahkan tidak di ketahui oleh pemerintah.
Bisa di katakan bahwa di dalam markas militer ini merupakan proyek ilegal dari militer. Tentu saja militer melakukan hal ini bukan karena mereka akan melakukan kudeta pada pemerintah, tapi mereka takut jika hal ini di ketahui oleh organisasi Black Sword.
Hanya para jenderal besar dan beberapa petinggi militer yang mengetahui tentang markas ini. Dan untuk prajurit serta ilmuwan yang berada di tempat ini, mereka telah di anggap mati di dunia luar dengan berbagai sebab.
Di belakang prajurit bersenjata yang berjaga itu terdapat pintu lain yang merupakan sebuah lift untuk turun ke bawah. Ya, seluruh gunung ini hanyalah cangkang. Bagian dalamnya telah di lubangi dan di jadikan sebagai markas rahasia.
Tasher dan Carina turun melalui lift selama 5-10 menit dan tiba di sebuah ruangan yang sangat besar dengan banyak orang yang berlalu lalang. Di antara mereka ada ilmuwan, teknisi, prajurit, dan petugas lain dengan tugas yang berbeda-beda.
Carina sangat terpesona dengan pemandangan seperti ini. Bagaimanapun, teknologi yang mampu melubangi seluruh gunung dan menjadikannya markas rahasia tanpa di ketahui oleh dunia luar merupakan teknologi yang sangat hebat.
Meskipun sangat kagum, Carina tetap mempertahankan ekspresi wajahnya yang tenang dan terus mengikuti Tasher ke suatu tempat. Carina berjalan melalui sebuah ruangan yang sangat besar. Carina melirik ke bawah dan ada banyak jet tempur serta kendaraan udara lain yang di parkir dengan rapi di dalamnya. Banyak teknisi dan tentara yang berlalu lalang di tempat ini, bekerja dengan sibuk dan penuh perhatian.
Setelah melewati ruangan yang sangat besar itu, Carina di bawa ke sebuah lorong dengan banyak pintu di bagian kanan dan kirinya.
Tasher:"Tempat ini merupakan ruangan tempat tinggal para staf. Alice, kamu bisa menungguku di salah satu ruangan."
__ADS_1
Carina mengangguk menanggapi instruksi dari Tasher. Melihat punggung Carina yang pergi, perasaan tidak nyaman Tasher menjadi lebih kuat.
Dia menahan perasaan itu dan pergi untuk ikut dalam sebuah pertemuan. Sampai di sebuah ruangan, Tasher menghadapi sebuah layar besar dengan gambar siluet hitam seorang wanita. Siluet itu mirip dengan salah satu siluet dari Jenderal agung saat pertemuan yang dulu.
"Mayor Jenderal Tasher. Aku yakin kamu sudah menerima pemberitahuan."
Tasher:"Saya sudah menerimanya."
"Hmm... Itu bagus. Apa kamu tahu kenapa aku menyuruhmu untuk membawa Alice?."
Tasher sudah bisa menebak, tapi di tidak ingin mengatakannya secara langsung. Dia hanya bisa mengeratkan kepalan tangan dan giginya dan bertanya pertanyaan yang sudah dia ketahui jawabannya.
Tasher:"Tolong untuk Jenderal menjelaskan."
"Aku ingin Alice masuk dalam program Serafim."
Guntur seakan menyambar di benak Tasher. Meskipun dia sudah menebak apa yang akan terjadi, tapi Tasher tetap tidak bisa menahan hatinya untuk terkejut. Alice?, Seseorang yang baru saja dia anggap sebagai keluarga, sekarang harus mengikuti hal mengerikan itu?!.
Tasher:"Tolong... Tolong jenderal untuk mempertimbangkan ulang."
"Aku mengatakan ini padamu karena ini merupakan keputusan dari sebagian besar kursi atas pemikiran yang panjang."
Apa-apaan ini, apakah perlu untuk mengorbankan anak-anak untuk melakukan tugas yang tidak bisa di selesaikan oleh orang dewasa?. Kekecewaan dan keengganan Tasher di lihat oleh Jenderal Valencia. Dia juga tahu bahwa keputusan ini akan sangat mempengaruhi Tasher, jadi dia sebenarnya juga berusaha untuk menyakinkan kursi lain supaya memikirkan ulang hal ini, namun usahanya sia-sia.
"Jenderal Tasher, aku tahu apa yang kamu rasakan. Aku juga berusaha untuk menolak hal itu, tapi karena Kursi dewan sudah memutuskan, aku tidak bisa berbuat apapun. Tapi, aku berhasil menyakinkan anggota dewan supaya Alice sendiri yang memilih apakah dia ingin bergabung atau tidak."
Meskipun apa yang di lakukan oleh Valencia terkesan tidak berguna karena meminta anak kecil mengambil keputusan, tapi Tasher juga mengerti bahwa Valencia akan melakukan itu demi membantunya. Bagaimanapun, dia dan Valencia adalah kenalan lama, jadi dia bisa menebak sebagain besar pemikirannya.
Tasher:"Saya mengerti Jenderal, saya akan menanyakannya pada anak itu."
Tasher memberi hormat dan berbalik untuk pergi. Tindakan seperti itu sebelum layar komunikasi di matikan adalah tindakan yang sangat lancang terhadap atasan, namun Valencia seakan tidak melihatnya sama sekali. Dia memahami bahwa Tasher sangat kesal saat ini. Valencia hanya mengatakan sesuatu dengan ringan.
"Jenderal Tasher, kemampuan yang telah di tunjukan oleh Alice selama perjalanan ke markas ini, tentunya kamu melihatnya sendiri. Kemampuan seperti itu akan sangat sia-sia jika tidak kita manfaatkan dengan baik. Tolong pikirkan lagi..."
Mendengar apa yang di katakan Valencia, Tasher menghentikan langkahnya sejenak, lalu tanpa menoleh dan tanpa sepatah katapun, Tasher pergi keluar ruangan. Kenapa Valencia mengatakan itu pada Tasher, itu karena Valencia bisa menebak bahwa Tasher akan menyembunyikan hal itu dari Carina. Jika Tasher tidak mengatakan apapun pada Carina, Tasher bis mengarang jawabnya sendiri dan melindungi Carina.
Tasher kembali ke ruangan di seberang ruangan Carina. Dia terduduk di tempat tidur dengan pemikiran yang kacau. Dia tidak mau membuat Carina dalam bahaya, tapi dia juga berfikir bahwa apa yang di katakan oleh Valencia ada benarnya. Jika Carina berhasil lulus dalam program serafim, dia akan di pastikan sebagai ujung tombak terdepan untuk melenyapkan Organisasi Black Sword dan mengurangi banyak waktu serta korban.
Pada akhirnya, Tasher mengeratkan giginya dan memutuskan untuk mengatakan hal itu kepada Carina. Tasher berdiri dengan berat dan pergi ke kamar Carina untuk berbicara.
Tok... tok.. tok...!
Tasher mengetuk pintu dan menunggu Carina untuk membukakannya. Tidak butuh waktu lama, pintu perlahan retak dan terbuka lebar, memperlihatkan Carina yang menatapnya dengan bingung.
Tasher:"Bolehkah aku masuk?."
Carina mengangguk dan membiarkan Tasher masuk ke dalam ruangannya. Ruangan itu cukup luas untuk di tinggali satu orang. Sesuai dengan tempat tinggal para anggota militer, tempat ini sangat sederhana tanpa banyak pernak pernik di dalamnya.
Tasher dan Carina duduk di ranjang dengan suasana hening yang sangat aneh. Baik besar maupun kecil, kedua orang itu tidak akan pernah ada percakapan kecuali ada salah satu dari mereka yang membuka obrolan.
Tasher:"Alice, aku punya sesuatu untuk di katakan."
Tasher menyerahkan sebuah file kepada Carina sebelum mulai berbicara.
Tasher:"Pihak militer menginginkanmu untuk masuk dalam sebuah program pelatihan. Tapi, tapi kamu bisa menolak jika kamu tidak menginginkannya."
Carina hanya membuka setiap halaman dari File itu tanpa sepatah katapun sambil mendengarkan Tasher.
Isi dari File itu cukup banyak. Mulai dari latar belakang Carina di dunia ini, hingga penjelasan apa itu Program Serafim. Program serafim itu sendiri adalah sebuah program pelatihan untuk menciptakan prajurit yang paling tangguh dan di bekali dengan berbagai kemampuan untuk menjalankan misi.
Awal pelatihan akan di mulai dari 300 anak-anak berusia antara 9-16 tahun. Anak-anak itu akan menerima berbagai bimbingan teknis di berbagai bidang. Terdengar mudah, tapi sebenarnya itu tidaklah mudah sama sekali.
Setelah menerima bimbingan materi dan teknis selama tiga bulan, anak-anak akan menerima bimbingan pelatihan bela diri dan berbagai kemampuan membunuh, spionase, bertahan hidup, pelacakan, dan kemampuan lain yang akan membawa mereka menjadi prajurit elite.
Bimbingan itu akan berlangsung selama enam bulan hingga akan sampai pada tes terakhir, yakni survival of the fittest. 300 anak akan di biarkan bertahan hidup di sebuah hutan atau tempat terpencil lainnya yang jauh dari kehidupan manusia. Ketiga ratus anak itu harus mampu bertahan hidup dengan apa yang telah mereka pelajari. Tidak ada aturan dalam tes ini, kamu membunuh anak lain, atau anak lain yang membunuhmu, tidak akan ada hukuman karena itu. Bahkan kadang-kadang anak-anak itu akan di berikan misi untuk saling membunuh dan bertahan hidup hingga tiga bulan.
Setelah tiga bulan itu, tidak peduli berapa banyak dari mereka yang bertahan hidup, mereka akan menjadi pasukan khusus di bawah militer dan mereka berhak untuk menjalankan misi uji coba. Selain menjalankan misi uji coba, mereka juga akan menerima bimbingan tingkat lanjut dari militer.
Tujuan dari militer melakukan pelatihan ini karena mereka ingin menciptakan prajurit elite yang sangat rahasia dan tersembunyi dalam waktu yang sesingkat mungkin. Militer menggunakan anak-anak karena meskipun anak-anak itu sangat rapuh seperti kaca, mereka juga mudah di bentuk seperti tanah liat.
Terdengar kejam, tapi demi menciptakan senjata pembunuh yang sempurna, hal ini perlu di lakukan. Program ini di usulkan sejak lima tahun lalu, tapi hanya lebih dari selusin anak yang lolos dan sekarang menjadi agen paling rahasia dan elite. Program ini adalah yang keempat kalinya di jalankan.
Program pertama dan kedua, menghasilkan 12 anak secara keseluruhan yang bisa bertahan. Namun, di saat yang ketiga di jalankan, seluruh 300 anak tewas dan menyebabkan program ini di batalkan hingga empat tahun sampai saat ini.
Tentu saja tidak semua program pelatihan akan di tulis dalam File itu. Di dalam file yang di pegang Carina hanya tertulis bahwa program serafim adalah program pelatihan yang sangat berbahaya untuk melatih anak-anak menjadi pasukan elite, tanpa membicarakan proses keseluruhannya.
Carina tidak segera mengambil keputusan akan hal ini, tapi dia dengan sabar menunggu hingga tiga hari sebelum pergi menemui Tasher untuk membicarakannya. Carina melakukan itu bukan karena dia ingin mengulur waktu, tapi dia ingin membuat keputusannya terlihat sealami mungkin.
__ADS_1
Carian berdiri di depan Tasher sambil membawa file di tangannya. Dia menatap Tasher dengan pandangan keras kepala dan tekat yang kuat.
Carina:"Aku akan mengikuti program ini...!"