
*Tangsan dan tangyin makan* "Guru..." Ucap Tangsan ragu.
"Cepat makan, jangan sampai dingin, lihat saudaramu yang makan lahap" Ucap Master menunjuk Tangyin yang makan di sofa.
"Um.." Ucap Tangsan mulai makan di dekat tangyin berada.
"Selesai makan, ada yang ingin kukatakan.. jangan menunggu waktu, anak muda." Ucap master yang melihat makan Tangsan lambat.
*tangsan keselek karena makan terlalu cepat, mencari minum* setelah Tangsan minum, Tangyin mengambil gelas dari tangan tangsan, dan menyicikan air lalu meneguknya dengan rasa puas.
"Ayo, kalian tunjukan roh pelindung kalian yang lain kepadaku." Ucap master.
"Um.." Ucap tangsan tak ragu memunculkan Palu haotian. Tangyin ragu ragu, ia tak memikirkan yang lain saat ini, ia memikirkan janjinya, selama ia hidup, ia jarang sekali bertemu dengan orang tuanya, saat hidup kembali dan disuruh berjanji oleh ayahnya yang tak pernah mengatakan itu, hatinya bimbang, dan memutuskan tak melakukan perintah gurunya itu.
Master yang telah melihat palu haotian di tangan kiri tangsan, berbisik, "Tangsan.. Tangyin.. marga tang.." Ucap Master, tetapi sadar bahwa tangyin tak mengeluarkan palu itu, dan meliriknya penasaran.
"Baik, tangsan, simpan kembali. tangyin, kenapa kau tak menunjukannya kepadaku??" Ucap master penasaran.
"Aku telah berjanji kepada ayahku, guru.. lagi pula roh pelindungku sama sama palu" Ucap Tangyin layaknya anak kecil sungguhan.
Tangsan memandang kakaknya itu, sedikit merenung.
'Kepercayaan kepada ayahnya sangat kuat, jauh lebih besar.. mungkin yang dikatakan tangyin benar, roh pelindung mereka sama' Batin master, tetapi masih melirik tangsan memastikan kebenaran itu, dan Tangsan mengangguk tak ada raut berbohong.
"Tak apa apa, kau bisa menunjukannya saat kau sudah siap" ucap master pada tangyin.
"Xiao san, Kelak jangan menunjukannya pada di depan orang lain, xiao yin, kau juga, Tanpa izinku, jangan tambahkan cincin roh pada roh pelindung palu." Ucap master dengan nada datar khasnya.
'Ayah kami juga berkata seperti itu.. *mengingat*' batin tangsan sambil mengingat.
"Apa pekerjaan ayah kalian?" Ucap master bertanya.
"Pandai besi di desa" Ucap tangsan menjawab.
__ADS_1
"Pandai besi?" Ucap master.
"Umm" ucap tangsan dan tangyin.
"Pandai besi, palu, memang cocok" ucap master mengangguk.
"Kenapa tak boleh tambahkan cincin roh pada roh pelindung palu?" ucap tangsan bertanya.
Tangyin juga menunjukan ekspresi penasarannya, tapi saat ini, ia melihat notif dari sistem di pikirannya.
[Setelah host menyerap Cincin roh pertama, host bisa mendapatkan peningkatan pada Cincin roh itu, tetapi kesempatan ini hanyalah sekali, dan batas waktunya adalah 3 hari!] Ucap sistem.
*Glekk* Tangyin menelan ludah, sepertinya tangsan mendapatkan cincin roh juga tiga hari dari sekarang, 'Aku hanya berharap waktu berjalan lambat...' batin Tangyin, kembali menyimak pembicaraan master.
Saat ini, tangsan sedang membatin, 'ayah juga mengatakan soal tak boleh menambahkan Cincin roh pada roh pelindung palu, ayah berkata begitu, guru berkata begitu.
Lalu Tangsan menoleh kearah Tangyin, yang sedang memeriksa telapak tangan kirinya, dan kemudian Tangyin juga menoleh kearahnya, mereka mengangguk.
"Akan kami lakukan" Ucap Tangsan dan tangyin dengan ekspresi serius.
'Setelah ada Cincin roh.. Kekuatan Xuan Tian mungkin akan meningkat, tapi..' Batin Tangsan
"Besok upacara pembukaan sekolah" Ucap Tangsan dan tangyin bersamaan.
"...Aku akan sampaikan kepada kepala sekolah, ayo, katakan pemikiran kalian Tentang rumput biru perak." Ucap master.
"Semua orang bilang..." Ucap Tangyin. "Rumput biru perak adalah roh pelindung tak berguna, namun.." Ucap Tangsan. "Menurutku semua benda punya keunikannya, meski rumput biru perak yang sering diketahui juga begitu.. " Ucap Tangyin. "Keberadaannya pasti mempunyai arti dan manfaat" Ucap Tangsan.
Mereka berbicara hampir sama persis, dan master telah melihat itu, ia menyimpulkan mereka pasti akan menjadi kombinasi yang bagus nanti.
"Bagus, tak mudah untuk kalian bisa punya pengetahuan akan itu, sekarang kukatakan arah perkembangan roh pelindung" Ucap master tersenyum kaku.
"Arah perkembangan roh pelindung??" Ucap tangsan bingung.
__ADS_1
"Seperti apa itu?" Ucap Tangyin.
"Dimulai dari pembagian jenis roh pelindung, kita membagi roh pelindung menjadi 2 bagian.. Yaitu roh pelindung monster dan roh pelindung senjata" Ucap master.
'Padahal tak hanya itu...' Batin Tangyin mengingat sesuatu.
"Roh pelindung monster dibentuk dari manusia dan roh pelindung, menggabungkan kekuatan monster pada tubuh.. Dan mencapai tingkat penyatuan, kita sebut sebagai penyatuan roh pelindung.
Roh pelindung senjata berbeda, kebanyakan roh pelindung senjata digunakan terpisah dengan tubuh, tipe pendukung roh pelindung senjata lebih besar dari roh pelindung monster, selain itu juga ada roh pelindung yang bisa dijadikan makanan" Ucap master.
"Apakah roh pelindung juga bisa dimakan?" Ucap Tangsan. "Rasanya tak aneh, kan??" Ucap Tangyin.
"Tentu saja... Dan tak aneh, asalkan Roh pelindung tipe makanan tetap bisa dimakan, kalian bisa menganggap kekuatan roh sebagai semacam kekuatan, dengan memakannya, artinya seseorang dengang menyerap kekuatan" Ucap Master menjelaskan.
"Artinya roh pelindung senjata digunakan untuk mendukung, benarkan?" Ucap Tangsan.
*Tangyin menyimak*
"Ini tak sepenuhnya benar, master roh senjata dan master roh perang ada perbedaan dan persamaan.
Beberapa roh pelindung senjata juga bisa jadi master roh perang, setiap master roh ada arah perkembangannya.
Misah tipe makanan, tipe pengawas, tipe perang, tipe pengobatan, tipe pengendalian, dan dll.
Setelah memastikan arah perkembangan roh pelindung, kelak proses mengambil Cincin roh... Barulah tak ada kondisi Cincin roh yang bertentangan..." Ucap master menjelaskan.
Dan pembahasan kembali berlanjut, keduanya memilih Tipe Racun, bukan kekuatan.
Setelah di asrama, Xiaowu mengajak Jalan jalan kepada tangsan, Tangyin tak masalah, tetapi tangsan sedikit kesal dengan entengnya persetujuan tangyin itu, dan perkelahian malam itu terjadi, antara Tangsan dan Xiaowu, seperti di aslinya. Itulah rencana Tangyin, mencoba tak mengubah luas meski mengubah sebagian kecil.
Keesokan harinya, mereka berangkat.
.
__ADS_1
.
.