
Saat Tangyin membuka pintu. Tetapi pada saat yang sama, di Bumi, sebuah berita terdengar.
"Bagian dari keluarga *** terkena Wabah virus! Dan hanya kini hanya tersisa satu orang. Anak paling muda dari keluarga mereka!" Ucap Sebuah berita.
Dan orang orang yang mendengar berita itu, banyak yang langsung senang. "Hahahah!!! Mampus!! Akhirnya keluarga bajingan itu berkurang! Akhirnya kalian menerima akibatnya!!" Ucap seorang bapak bapak. Yah, ia adalah korban dari perlakuan keluarga bajingan, tapi ia telah salah faham dengan itu.
Juga ada puluhan orang yang juga senang secara diam diam.
Lalu ada yang depresi mendengar berita itu, ia sangat merasa bersalah, karena ia lah yang menularkan virus itu.
Ada juga yang tengah memukul besi, menghentikan pekerjaannya ketika mendengar berita itu dari rekannya, "sil.." Ucapnya sedih, karena anak yang selamat itu adalah orang yang disukainya.
Lalu anak yang terakhir itu terus kabur seiring waktu. menghindari sesuatu.
"Ayah! Aku ingin menjadikan sepupuku itu menjadi istriku!" Ucap seorang pemuda kepada Ayahnya.
"Hahaha! Nak, ekk- dia itu dari kerabat rendah kita, ia tak pantas bersanding denganmu ekk, Tapi jika kau mau, kau bisa menjadikannya pemuas nafsumu! Ekk, tapi kau harus menikahinya dengan sederhana agar mengurangi kecurigaan!" Ucap ayah pemuda itu sambil mabuk.
__ADS_1
"Hahah! Ayah yang terbaik!" Ucap pemuda itu. 'Bima, aku akan menjadikan adik polosmu itu sebagai pemuas nafsuku! Salahkan dirimu saat kecil karena meninjuku saat aku ingin meremas gunung ibumu yang sexy itu!' Batin pemuda itu layaknya bajingan.
Adik bima trus melarikan diri, merindukan keluarganya, lalu ketika ia putus asa saat perjalanan menuju perbudakan berkedok pernikahan resmi.
Seseorang yang telah menyukainya menyelamatkannya dengan cara yang gila, dan saat itu pelaku yang menyebarkan virus juga ada disana.
.
.
.
Saat TangYin membuka pintu, ia merasakan sesuatu yang penting kembali menghilang dalam hidupnya, lalu saat itu juga, Siswa pada heboh dan salah satu dari mereka hendak menyerang TangYin.
Emosi Tangyin saat ini tak stabil, ia hendak langsung mengaktifkan Amaterasu secara paksa kepada Murid yang menyerangnya, tetapi Palu Haotian menahan emosi itu, membuat Tangyin menjadi normal kembali.
Ia segera sedikit menghindar, lalu menarik Kaki murid yang menyerangnya itu dan membantingnya ketanah sedikit keras.
__ADS_1
"Siapa kau? Mengapa tiba tiba menyerangku? Jika aku tak menahan diri, kau pasti telah terluka parah!" Ucap Tangyin dingin.
Tangsan yang memperhatikan kakaknya itu sedikit tertegun, bahkan ia merasakan niat membunuh yang kuat dalam beberapa saat, Niat membunuh yang lebih kuat darinya.
Tangsan juga hendak menghampiri murid itu, tetapi dihentikan oleh TangYin.
"Namaku Wang Sheng, ketua kamar ini, terimakasih telah mengalah" Ucapnya mulai berdiri, ia jelas bisa merasakan kekuatan TangYin jauh lebih kuat darinya saat tatapan tajam sesaat tadi.
"Kalian mirip, apakah adik kakak? Menurut aturan, karena kau telah mengalahkanku.. Mulai sekarang kau adalah ketua kamar ini, tapi saudara mu juga bagian dari murid baru.. Jadi kau harus melawanya Bos!" Ucap Wang sheng, diikuti oleh murid yang lain.
TangYin dan tangsan saling memandang. "Tangsan, Kau mau?" Ucap Tangyin tersenyum misterius.
Tangsan yang merasakan hal janggal, langsung menolak, "Tidak, kau bilang kau adalah kakak, jadi kau sangat cocok dengan itu" Ucap Tangsan menolak.
"Yah.. Tapi kau ketua, aku muridmu bukan? Jadi..." Ucap Tangyin, melangkah perlahan.
"Huft.. Benar benar.. Tak berubah!" Ucap Tangsan juga bersiap.
__ADS_1