
Ayah, Kak yin dan aku berangkat bersama dengan kakek jack, jaga kesehatanmu baik baik. Buburnya ada di tungku, kak yin juga telah menyiapkan beberapa ikan dan kelinci untuk di bakar, jangan lupa dimakan*
*Saat mereka pergi, Tangyin menitipkan beberapa peralatan bertani kepada warga desa, untuk diberikan kepada kepala desa sebelah karena ia memberinya kesempatan kepadanya yaitu kuota masuk.*
*diperjalanan* "XiaoSan, XiaoYin. Kalian tak rela meninggalkan desa.. atau ayah mabukmu itu?" Ucap kakek jack.
"Keduanya ada" Ucap Tangsan.
"Kakek jack, boleh ceritakan tentang Akademi?" Ucap Tangyin.
"Ya, aku juga penasaran" ucap Tangsan.
"Tentu saja, apa yang ingin kalian ketahui?" Ucap kakek jack.
"Ayah menyuruh kami setelah sampai di akademi, bekerjalah dengan pandai besi" Ucap Tangyin.
"Kalian bekerja di kedai seorang pandai besi? Apa dia bercanda? Tanghao pasti sudah gila. Kalian saja masih kecil. Kau pasti belum setinggi alat pembuat palu. Kalian hanya perlu belajar dengan baik diakademi. Namun omong omong jika kalian mampu, boleh meminta ayahmu menabung uang untukmu. Kelak diAkademi tingkat menengah,... sudah tak ada Kuota untuk murid, kalian harus mengeluarkan banyak uang.. untuk bisa belajar disana" Ucap Kakek jack
"Masih ada Akademi tingkat menengah?" Ucap Tangsan.
"Tentu saja" ucap kakek jack
*Kota Nuoding*
"Xiaosan, Xiaoyin. Kakek akan pulang setelah mengantarkan kalian ke akademi, kalian harus patuh kepada guru, jangan meninggalkan akademi sendirian. Setelah semester ini selesai, Kakek akan menjemput kalian." Ucap kakek jack
"Kakek jack, kau pulang secepat ini?" Ucap Tangsan.
"Benar, setidaknya istirahat terlebih dahulu!" Ucap Tangyin.
"Huft.. Orang miskin seperti kita tak mampu menyewa penginapan, kalian harus berjuang, lain kali saat kakek berjumpa dengan kalian lagi.. kuharap kalian telah menjadi seorang master roh. Dengan begitu kalian akan membanggakan desa kita." Ucap kakek jack.
"Pasti, kakek jack" Ucap Tangsan dan Tangyin bersamaan.
"Kalian anak baik" ucap kakek jack tersenyum dan menepuk pundak mereka.
*banyak suara pedagang* "permisi, bagaimana jalan kearah menuju Akademi Nuoding?" Ucap kakek jack.
"Ikuti jalan ini sampai keujung saja" Ucap pedagang.
"Terimakasih, ya" Ucap Kakek jack. Dan disaat waktu yang sama, gadis kecil tengah membungkus barangnya, dan menanyakan arah, tetapi tak ada jawaban.
'Indah..' batin Tangyin melihat pemandangan sekitar. Sekarang, ia bisa dengan luar melihat pemandangan dengan jelas, tak hanya melalui jendela Rumah sakit.
"Halo" ucap kakek jack menyapa penjaga gerbang.
"Sedang apa hah? Apa orang desa seperti kalian pantas ketempat ini?" Ucap penjaga itu dengan sombong.
__ADS_1
*lalu ada murid yang terlambat tetapi masih diperbolehkan masuk, menerobos dan menyenggol Tangsan dan tangyin*
"Saudara, kami datang dari desa jiwa suci, kedua anak ini adalah murid paruh waktu. Yang desa kami kirimkan tahun ini, apa saja proses yang harus kami lakukan?" Ucap kakek jack
"Mana mungkin ada burung Phoenix dari kandang rumput? Di desa sekecil itu, ada yang memiliki kekuatan roh? Akademi sudah lama tak menerima murid paruh waktu. Jangan jangan kalian berbohong?" Ucap penjaga gerbang.
Tangyin melihat sekitar dengan mata iblis ungunya dan melihat seseorang tengah menuju kearah sini, tentu Tangsan menyadari hal itu, dan merasa aneh.
'Kak yin, ada apa?' Ucap tangsan berbisik.
'Aku melihat lihat, mungkin saja ada yang membantu kita.. tapi jika tak ada, itu bagus? Penjaga seperti itu harus diberi pelajaran, karena ini bukan rumah pribadi seseorang, ini adalah Akademi, jika penjaga seperti itu, akan menodai nama akademi itu sendiri' ucap tangyin balas berbisik.
Tangsan mengangguk mengerti, ia juga sedikit setuju, tapi ia berpikir lebih kejam.
*kakek jack marah* "ini bukti dari Su yuntao, petugas Balai roh pelindung." Ucap kakek jack menyerahkan sertifikat.
"Dua Rumput biru perak? Terlahir dengan kekuatan roh penuh? Lucu sekali! Benar benar penipuan, aku telah bekerja 4 tahun diAkademi.. tak pernah mendengar ada murid yang terlahir berkekuatan roh penuh, bukti dari balai roh pelindung ini pasti kau buat sendiri!" Ucap penjaga.
Membuang kedua sertifikat tadi. "Kau! *mengambil kembali kedua sertifikat itu* kau sengaja mempersulit kami? Baik, Tunggu saja. Aku pasti akan menemui petugas balai roh pelindung. Xiaosan, xiaoyin. Ayo kita pergi!" Ucap kakek jack, tetapi kedua Saudara tang masih diam.
"Desa jiwa suci? Sepertinya lebih cocok dinamakan desa pengemis!" Ucap penjaga itu dengan wajah menghina.
"Apa katamu?!" Ucap kakek jack menoleh kembali dengan marah.
"Ada apa? Kau tak senang? Kubilang lebih mirip desa pengemis! Apa salah? Lihat saja penampilan kumuh kalian, bau pedesaan kalian benar benar menusuk! Jika ingin mengemis, pergi ketempat lain! Akademi Nuoding bukan organisasi kebaikan! Cepat pergi!" Ucap penjaga gerbang itu mengulurkan tangannya.
Saat Tangsan hampir menyerang penjaga itu, Tangyin menghentikannya, dan ia maju sebagai gantinya. melangkah maju, lalu menyeleding penjaga gerbang itu, dan meninjunya dengan kekuatan otot yang Tangyin buat selama ini. Penjaga gerbang itu hingga mendobrak pagar dengan keras meskipun tak sekuat tangsan di karya aslinya.
"Xiaosan, kau bisa melanjutkannya" ucap Tangyin.
Lalu tangsan berbisik kepadanya. "Pasal ketiga catatan Xuan tian milik sekte Tang, jika musuh telah dipastikan, asal ada cara membunuhnya.. maka tak perlu dibalas kasih. Atau hanya akan merepotkan diri sendiri" ucap Tangsan berbisik kepada Tangyin.
"Hei.. apakah kau ingin.." ucap Tangyin sedikit melebarkan matanya.
Saat Tangsan hendak mengaktifkan senjata tersembunyinya, tiba tiba terdengar suara orang lain dikejauhan.
"Sudahlah hentikan" ucap seseorang yang menuju kearah mereka.
'Fiuh... meskipun Tangsan seorang pembunuh berpengalaman dan pintar, tetapi ia patuh dengan aturan.. dan sifatnya yang sedari kecil tak berteman dengan banyak orang membuatnya tak terlalu memiliki hati nurani yang baik..' batin Tangyin.
"Master kau telah kembali?" Ucap penjaga itu yang hendak membalas Tangyin.
"Tuan, boleh perlihatkan bukti dari balai roh pelindung?" Ucap master kepada kakek jack.
Kakek jack memberikannya. Setelah melihat kedua *bukti* itu, master melirik Tangsan dan Tangyin. "Bukti ini asli.. Tuan, Aku akan mewakili akademi meminta maaf atas kejadian barusan. Serahkan saja kedua anak ini kepadaku." Ucap master.
'Sungguh beruntung dia menemukan kami. Dia pasti telah menebak. Kalau saja aku ingat seruluh plot, aku pasti akan memilih bebas dan lebih berpetualang sendiri. Ia hanya pencuri lalu yang mengakui miliknya. Huft... tapi setidaknya ia masih bisa membantu mengurangi kecurigaan Anggota balai roh' batin Tangyin.
__ADS_1
"Tak perlu minta maaf, kami juga bersalah.. kuserahkan kedua anak ini kepadamu" *Tangsan menjadi tenang dan mengurungkan niat untuk membunuh* "Xiaosan, xiaoyin. Ikutlah dengan master, kakek akan menjemput kalian setelah semerter ini selesai." Ucap kakek jack.
"Sampai jumpa kakek jack! Kami akan rajin belajar!" Ucap Tangyin dan Tangsan.
Master mengangguk, lalu membawa mereka masuk.
Tetapi sebelum itu, ia berkata kepada penjaga. "Ini kali pertama dan yang terakhir, jika terjadi lagi, kau pergi saja dari sini" Ucap master kepada penjaga gerbang yang menundukan kepalanya.
"Terimakasih, guru" ucap Tangsan kepada master.
"Guru? Aku bukan guru di akademi" Ucap master menjawab.
"Bukan guru?" Ucap Tangyin yang berpura pura bingung.
"Tadi bukankah kau bicara mewakili akademi?" Ucap Tangsan.
"Memang hanya guru yang boleh mewakili akademi?" Ucap master
"Aku mengerti, berarti kau pasti kepala akademi" ucap Tangsan.
"Atau petinggi akademi?" Ucap Tangyin.
"Kalian berdua anak kecil tetapi begitu pintar. Namun kalian masih salah menebak." Ucap master.
"Berarti kau..." ucap Tangsan dan Tangyin dengan nada menebak dan bingung.
"Aku hanya tamu yang menumpung gratis disini. Kalian panggilah aku master seperti orang lain. Semua orang memanggilku seperti itu. Aku bahkab telah lupa namaku sendiri. Di bukti balai roh pelindung tertulis. Nama kalian Tangsan dan Tangyin bukan? Kalian harus tahu, makna Guru dan Master itu jauh berbeda. Kelak jangan salah panggil, kecuali jika kalian ingin aku menjadi guru kalian." Ucap master.
"Apakau mau mengajari kami melatih roh pelindung?" Ucap tangsan.
"Juga melatih ototku menjadi besar dan kuat?" Ucap Tangyin yang sok polos🗿
'Bruh aku terpaksa..' batin Tangyin.
"... apa kalian bersedia?" Ucap master.
*tangsan mengangguk, Tangyin menatapnya tetapi seolah mengatakan buktikan kekuatanmu*
"Baik, kalian memang anak yang pandai, bakat kalian luar biasa. Kalian juga begitu pintar. Kelihatannya, aku sudah harus mulai berkonsentrasi, kalian juga orang ketiga dan keempat dalam 100 tahun. Yang memiliki roh pelindung ganda." Ucap master.
Tangsan dan tangyin menghentikan langkah mereka. Tangsan kaget, lalu menoleh kearah Tangyin. Mereka mengangguk seolah se Frekuensi. Lalu Tangsan mulai berbisik kembali.
"Pasal pertama catatan Xuan tian. Jangan membiarkan orang yang tak bisa kau percaya, tahu kekuatanmu yang sebenarnya" ucap Tangsan berbisik, menyiapkan senjata tersembunyi.
' Jadi dia telah mempercayaiku.' Batin Tangyin melirik Tangsan.
.
__ADS_1
.
.