
Sebuah bayangan besar yang melintas tepat di atas anak itu. Anak melihat ke langit, terlihat sebuah badan yang kuat dengan warna emas berkilau, dan dua sayap besar yang leluasa menggerakan tubuh melintasi langit...sisik dan tanduk dari makhluk yang memberikan rasa kebesaran. Itu adalah naga...dan diatanya ada penunggangnya yang mengendalikan, kesatria yang melindungi dunia dan meghapuskan kegelapan yang diberi julukan Dragion.
Tidak hanya satu Dragion tapi mereka datang berbondong-bondong untuk meyelamatkan kerajaan itu. Yang anak itu rasakan pada saai itu hanya kekaguman pada mereka, tak berselang lama anak itu diangkut oleh salah satu Dragion untuk dibawa ke tempat yang aman...
Lima tahun kemudian setelah kekacauan besar itu...anak itu bernama Adlet Draig, kini anak itu tinggal bersama pamannya di ibu kota kerajaan Senatus. Semenjak kejadian lima tahun lalu Adlet berkeinginan untuk menjadi seorang Dragion dan menyelamatkan banyak orang, dia rajin membantu pamannya bekerja sebagai pedagang di pasar.
Adlet di sekolahkan oleh pamannya, disana dia adalah anak yang tekun dan giat belajar...
“Hari ini kita kedatangan tamu yang spesial....apa kalian bisa menebaknya?” kata wali kelas Adlet
Seisi kelas termasuk Adlet hanya menerka-nerka sia yang datang.
“Mungkin saja hanya bangsawan yang datang melihat-lihat...” kata Adlet
“tck...tck...tck...tidak hanya sekedar bangsawan, mereka adalah orang kehormatan yang diangap sebagai penyelamat dunia!...baiklah lansung saja kita persilahkan mereka masuk” jawab si Wali kelas Membalas jawaban Adlet dan mempersilahkan para tamu spesial masuk
Betapa terkejutnya seisi kelas ternyata yang masuk adalah beberpa Dragion, seisi kelas menjadi gaduh dan heboh karena kehadiran mereka
“shh...tenang-tenang semua, tuan-tuan Dragion apakah ada yang ingin kalian sampaikan?” kata Wali kelas
“terima kasih atas kesempatannya, sebelumnya izin kan saya memperkenalkan diri...Namaku adalah Kapten Julius Vortigen aku adalah pemimpin dari regu Savier I, dan ini beberapa anak buahku. Kami kesini sbenarnya hanya sebagai rutinitas pengawasan kerajaan, tapi kebetulan aku bertemu dengan teman lama ku saat istirahat dan diajak kemari untuk melihat-lihat”
Sontak saja seluruh kelas terkejut karena tau yang datang adalah Julius Vortigen, dia dikenal juga sebagai salah satu Dragion terkuat.
“sepertinya aku tidak bisa berkata banyak...kami harus kembali melakukan pengawasan kerajaan. Kalau begitu kami undur diri” ucap Kapten Julius sambil bersiap meninggalkan ruangan
__ADS_1
“yak..berikan tepuk tangan pa-“
Tiba-tiba Adlet memotong pembicaraan itu dan berkata
“aku...suatu saat nanti aku akan menjadi seorang Dragion yang hebat dan menyelamatkan dunia!!” Adlet dengan lantang menyuarakan keinginanya
“hahahahahaha... kau ingin menjadi soerang Dragion lebih baik tidak usah mimpi deh kau” cemooh teman sekelasnya
“iya betul gak usah mimpi deh...orang biasa sepertimu mana bisa jadi Dragion”
Saat itu juga seisi kelas meledek dan mencemooh Adlet atas ucapannya sebelumnya. Yang tadinya Regu Savior I ingin meninggalkan ruangan juga ikut sedikit tertawa dan Kapten Julius berkata
“HAHAHA...keinginan mu itu benar-benar menarik ya bocah, dengar ya menjadi seorang Dragion tidak lah mudah, Naga adalah monster terkuat, dan mereka merupakan salah satu yang dibanggakan akan kecerdasannya yang tinggi, Yang dituruti oleh para naga adalah Dragion …kesatria terkuat di Senatus, Para kesatria yang menjadi Dragion tidak hanya kuat, mereka adalah kesatria 'kebajikan'
“berarti aku hanya perlu memiliki itu semua kan?” kata Adlet dengan percaya diri
Seluruh kelas terdiam mendengarkan perkataan tersebut begitu juga dengan Adlet. Saat itu Adlet menjadi bimbang akan keinginannya ‘apakah dia sanggup melakukan itu semua?’, ‘apakah dia siap dengan itu?’ banyak pernyataan yang muncul dalam benak anak itu. Lalu dia teringat kejadian di masa lalunya, dengan suara pelan Adlet berkata
“jika tidak ada para Dragion tidak mungkin aku bisa selamat, lalu banyak orang juga yang tidak beruntung karena kejadian itu juga... jadi sebagai orang yangberuntung dan telah diselamatkan oleh mereka aku harus melakuan hal yang sama seperti apa yang mereka lakukan kepadaku”
Mulai merambat dari nada pelan anak itu membulatkan tekadnya
“Aku...aku Adlet Draig akan menjadi seorang Dragion yang hebat dan membantu banyak orang yang dalam kesulitan!” ujar Adlet yang telah membulatkan tekadnya dan berbicara dengan lantang
Tekad seorang anak yang tidak bisa apa-apa itu membuat semua orang terdiam mendengar pembicaraan itu
__ADS_1
“heh...kau anak yang menarik, ku doakan keberhasilan mu” kata kapten Julis sambil meninggalkan kelas
“WUOOOOH!!!! Adlet kau berani sekali berargumen di depan Kapten Julius....”
“wah kalau aku jadi kamu gak akan berani ngomong seperti itu”
“lagipula mimpimu itu yang tidak-tidak saja...hampir mustahil orang sepertimu bisa jadi Dragion”
Teman-teman sekelas Adlet ada yang mencemooh dan juga ada yang salut dan kagum atas tekadnya itu. Pembicaraan antara mereka berdua tentu sontak menjadi perbincangan hinga di luar sekolah. Banyak yang tidak suka akan kemauan Adlet tersebut karena terkesan terlalu mengada-ada.
Sejak keesokan harinya, Adlet bangun dengan terbitnya sang surya. Biasanya dia bangun sebelum siang hari, tapi semenjak dia benar-telah mebulatkan tekadnya dia mulai melatih fsiknya setiap pagi, lalu dilanjutkan dengan membantu pamannya dan tak lupa pergi ke sekolah. Dalam kesehariannya yang baru ini Adlet mulai meminta pada pamannya untuk dibuatkan makanan yang sehat walaupun beberapa dari makanan itu ada yang tidak enak, bahkan ia sangat tidak menyukai makanan itu.
“Bangun pagi dan berlari, makan makanan sehat dan mengunyah dengan benar sebelum menelannya…” gumam Adlet pada dirinya sendiri
Banyak dari masyarakat dan anak seumuran Adlet yang terang-terangan mengejek dan menertawakannyat. Tetapi dengan semua itu, Adlet tidak peduli padaa yang mereka pikirkan. Terkadang pamannya juga merasa kasihan sekaligus kagum terhadap Adlet yang kuat dan tabah atas ejekan yang dia terima.
Di sekolah... banyak teman-teman Adlet yang tidak menyukainya lalu melampiaskan ketidaksukaan itu dengan melakukan perundungan kepadanya, bahkan ada juga yang tidak segan memukul Adlet...
“Ada apa, Adlet!? Mencoba menjadi seorang Dragion ketika kau bahkan tidak dapat menghalang serangan ini, apa kau mencoba membuatku tertawa?”
Walaupun seperti itu, Adlet tetap berdiri dan menahan rasa kesalnya
“Sangat keras kepala…baiklah, kita lihat seberapa lama kau dapat bertahan!”
....
__ADS_1
Kau dapat mengatakan bahwa hari-hari yang dilalui oleh Adlet adalah hari yang berat. Dia kehabisan napas setelah dia berlari, dia juga menambah porsi belajarnya, dan tubuhnya berteriak akan kesehariannya barunya ini. Akan tetapi, Adlet mengingat lagi kenapa dia melakukan semua ini, Sejak hari itu juga, bocah biasa ini bersungguh-sungguh berangkat tidak untuk apapun melainkan untuk menjadi seorang Dragion.