
Disudut kantin nampak seorang gadis duduk di pojokan seorang diri tengah menikmati es jeruknya.Namun seperti tengah melamun entah apa yang tengah difikirkannya.
"Oy, ngapain lo bengong sendirian".Ucap gadis lain dari arah belakang mengagetkan si gadis berkerudung biru tersebut hingga buyar lamunannya.
"Husst Anya lo kok ngagetin gue.Lagian siapa juga yang bengong.Oh iya, harusnya datang itu ucap salam dulu bukannya malah ngagetin temennya."Sungut gadis itu merasa kesal terhadap Anya sahabatnya.
"Iya iya.... Assalamualaikum bu ustadzah."Ucap Anya namun gadis itu malah melotot."Udududu maafin ya Arinda sayang,, cup cup cup jangan marah dong nanti hilang cantiknya."Anya mencoba membujuk sahabatnya agar suasana hatinya kembali seperti semula.
"Hmmm" Hanya deheman yang keluar dari mulut Arinda.
"Ya sudah gue mau pesan makan dulu ya, lo mau gue pesenin juga sekalian..?" Anya bertanya siapa tau Arinda mau nitip.
"Ya sudah pesenin makanan favorit gue ya...sekalian bayarin juga ya...!"Ucap Arinda benar saja dia nitip pesanan namun sekalian minta traktir.
Sesungguhnya menyesal sekali rasanya Anya menawari Arinda tadi karena memang seperti itu kebiasaannya.Jika ada yang nawarin mau nitip apa Arinda pasti langsung minta bayarin sekalian.Salah sendiri ngapain nawarin, jika nawarin berarti dia yang bayar seperti itulah pemikiran dan sifat Arinda padahal sesungguhnya ia anak orang berada.
Tak lama pesanan yang tadi di pesan Anya ke ibu Kantin pun mendarat dengan sempurna diatas meja persegi milik mereka bersamaan dengan itu Reni dan Tiwi menghampiri juga tengah membawa nampan berisi dua porsi bakso dan dua minum.
Keempat sahabat itu pun segera menikmati makanan yang sudah tersaji di atas meja sambil mengobrol karena hari ini mereka masuk kuliah agak siang jadi bisa santai dulu.
"Eh ngomong-ngomong kalian udah lama disini Rin,Nya..?"Tanya Reni memandang Arinda dan Anya bergantian.
"Engga, gue juga baru nyampe cuman keduluan gue beberapa menit aj daripada kalian." Jawab Anya.
"Oh gue kira lo udah lama disini." Ujar Reni kembali.
"Ngapain gue disini lama-lama, ngelamun...? engga deh entar gue kesambet lagi." Anya berkata seraya matanya melirik kearah Arinda yang ada di sampingnya.
Mata Reni dan Tiwi pun bergerak mengikuti arah pandang Anya lalu mereka pun faham yang dimaksud Anya itu tidak lain adalah sahabat mereka Arinda.Sedang yang dilirik biasa aja bahkan ia tak menggubris perkataan mereka.
__ADS_1
"Lo ngapain pagi-pagi sudah disini ngelamun sendirian lagi."Tanya Tiwi yang diangguki oleh Anya dan Reni.
"Jangan asal ya kalian bilang gue ngelamun, gue tu gak ngelamun cuman duduk minum es jeruk udah itu aja."Kilah Arinda.
"Hmm, kita berempat tu sahabatan sejak SMA ya Rin jadi kita tau satu sama lain.Gue dah tau dari gelagat lo, lo itu lagi nutupin sesuatu dari kita semua, pasti lo punya masalah kan...?Cerita sama kita ya biar kita bisa bantu masalah lo."Ucap Reni berharap sahabat satunya itu mau membuka ceritanya seperti biasanya agar mereka sebagai sahabat bisa membantu mencari solusi ya setidaknya bisa meringankan beban Arinda lah karena telah berbagi kisah biar mereka juga ikut merasakan.
"Iya gue lagi ada sedikit masalah nih tapi kayaknya gak bisa cerita di sini deh, entar aja ya di apartment lo aja gimana Wi...?"Arinda melirik ke Tiwi berharap sahabatnya itu meng iyakan permintaannya.
"Ayo.. gue sih ok aja."Tiwi menyetujui keinginan Arinda.
"Ok habis kelas kita meluncur ke apartment Tiwi.Jangan lupa sediain makanan yang banyak ya Wi." Ujar Anya karena memang diantara mereka berempat Anyalah yang hobi makan.Tapi anehnya badannya gak gemuk.
"Ah elo Nya makan aja lo fikirin.Makanya otak lo agak beku kayaknya gara-gara lo kebanyakan makan deh apalagi ngemil, kebanyakan makan micin lo."Ucap Reni bernada mengejek.Sedangkan Arinda dan Tiwi hanya geleng-geleng kepala melihat keduanya.
Disaat mereka tengah asyik mengobrol terdengar suara anak-anak kantin riuh terutama cewek-cewek.Mereka menjerit kegirangan.Apalagi kalau buka melihat cowok-cowok keren kampus ini datang ke kantin.Seketika kantin yang tadinya sepi menjadi banyak penghuninya terutama kaum hawa.
"Levin...."
"Levin I Love U."
Levin Levin dan Levin... Nama orang itu lah yang selalu disebut para kaum hawa penggemarnya dan itu hampir seluruh penghuni kampus.Tapi cuman hampir loh ya nggak semuannya.
Dan salah satu.Eh bukan, kayaknya satu-satunya deh.Satu-satunya orang yang merasa bosan,jengah juga benci terhadap anak itu ialah Arinda Putri.Sungguh Arinda sangat tidak suka terhadap Levin.Mungkin karena gaya Levin yang sok ganteng atau sifat sombongnya.Entahlah, apa yang membuat Arinda membencinya dan hal itu juga terjadi pada Levin.
Levin sangat tidak menyukai Arinda bahkan mereka selalu adu mukut jika bertemu.Seperti yang terjadi saat ini.
"Dasar cowok sok kecakepan."Seru Arinda merasa bosan melihat anak-anak cewek mengagung-agungkan namanya.
"Gue denger ya lo bilang apa."Yang punya nama menyaut.
__ADS_1
"Bagus deh kalau lo denger jadi gue gak usah repot-repot minjam toa biar lo denger."Ucap Arinda.
"Haha....suara lo aja udah kaya toa ngapain lo mau minjam toa lagi, yang ada nanti orang yang denger suara lo pada pingsan."Ucap Levin bernada mengejek kemudian Levin berlalu.
"Lo juga Nya kok bisa lo ikut-ikutan jadi fans nya Levin."Gerutu Arinda.
"Lah mang napa, Levin itu memang tampan kok paling tampan di kampus ini meski teman-temannya tidak kalah tampan tapi tetap saja Levin juarannya."Ujar salah satu penggemarnya yang tidak lain,tidak bukan adalah Anya.
Ya, Anya adalah salah satu daftar penggemar cowok berkulit putih itu. Tiwi dan Reni pun mengakui ketampanan Levin.Namun hanya sekedar mengakui tidak lebih.Mereka bertiga juga tidak berteriak seperti cewek-cewek itu.
"Gue tu heran sama lo Rin, kok bisa lo sangat membenci Levin...? Ati-ati lo Rin benci bisa jadi benar-benar cinta loh."Ujar Anya.
"Harusnya gue yang nanya sama lo pada.Apa bagusnya si Levin kok kalian malah mengaguminya.Lagian nih ya gue gak bakalan jatuh cinta sama dia.Mendingan juga Akbar.Tampan,baik,dan sudah pasti sholeh.Calon suami idaman banget deh."Tutur Arinda panjang lebar sambil tersenyum seraya membayangkan masa depannya dengan Akbar.
"Hmmm terserah lo deh Rin."Anya memilih diam daripada harus berdebat dengan Arinda.
Arinda memang sangat menyukai Akbar karena menurut Arinda Akbar itu orangnya gak neko-neko dan juga nggak sombong apalagi sholeh sudah pasti bisa membimbing dirinya yang masih minim pengetahuan tentang Agama meskipun Arinda berhijab.
.
.
.
❣️❣️❣️❣️❣️
Maafin ya aku bikin lapak baru lagi sedang lapak yang lain nggak kelar-kelar. Semoga bisa deh kelarin ini.
Bagi yang gak suka gak papa silahkan pergi.
__ADS_1
Bagi yang suka terimakasih sudah membaca.