
Seminggu setelah berkunjung ke apartemen Tiwi dan bercerita tentang perjodohan yang sudah direncanakan sang Nenek, Arinda akhirnya pulang kerumah.
Sesampainya dirumah jam menunjukkan pukul empat sore.Cukup sore hari ini Arinda pulang.Dengan keadaan kurangbbersemangat ia membuka pintu rumah dan mengucap salam.
"Assalamualaikum." Ucapnya
"Waalaikumsalam warohmatullah."Mendengar jawaban dari seseorang yang familiar di telinganya membuat Arinda mebesarkan matanya dan dengan riang ia berlari kedalam karena ia tau betul siapa pemilik suara itu.
"Nenekkkk"Teriaknya saat sudah tiba di ruang keluarga dan melihat Neneknya menyambutnya dengan senyuman.Arinda langsung menyalami dan memeluk Nenek tercintanya meluapkan segala kerinduan.
Di sana bukan hanya ada sang Nenek melainkan ada Om dan Tantenya.Ya selaama ini yang merawan dan menjaga nenek adalah Gunawan dan Sari kaka dari Abimanyu dan ada satu lagi Tantenya Arinda yaitu Merry adik dari Abimanyu.Merry ikut suaminya Rizky.Meskipun tidak tinggal bersama mereka bertiga tetap menjaga komunikasi agar tetap harmonis sebagai saudara.Dan jika Nenek Imah merindukan putra-putrinya ia meminta mereka untuk menginap di kediaman Gunawan atau Nenek Imah yang berkunjung dan tinggal di salah satu rumah anaknya untuk beberapa waktu seperti saat ini.Rencananya Nenek akan menginap selama 2 minggu.
Setelah salaman dan memeluk Nenek,Arinda menyalami dan memeluk Om dan Tantenya."Nenek akan tinggal di sini bareng Arin?"Tanya Arinda masih dengan senyum yang mengembang dan sepertinya ia melupakan sesuatu.
"Iya Nenek akan tinggal di sini nemenin kamu selama kurang lebih2 minggu."Tutur Nek Imah.
"Yah..., kenapa nggak tinggal lebih lama lagi sih Nek..?"Arinda beharap Neneknya bersamanya lebih lama bahkan kalau perlu tinggal selamanya dirumah ini.Raut wajahnya seketika berubah karena teringat sesuatu.
"Mati gue, pasti Nenek menginap di sini ada hubungannya sama perjidohan itu.Aduh bodohnya gue harusnya tu gue marah sama Nenek bukannya malah memintanya tinggal lebih lama lagi."-batin Arinda
Arinda baru ingat kalau yang ingin menjodohkan dia dengan lelaki yang tidak di kenalnya itu tidak lain ialah sang Nenek.Arinda jadi merutuki dirinya sendiri yang merasa salah akan ucapannya.
"Kita liat nanti ya sayang jika memungkinkan Nenek akan tinggal bersamamu."Ucap Nek Imah tersenyum ramah.
"Iya Nek."Ujar Arinda tersenyum pelik.
"Tukan dia jadi mempertimbangkan permintaan gue."-batin Arinda
"Oh iya Rin, minggu depan calon suamimu akan datang bersama keluarganya, jadi persiapkan diri mulai sekarang ya."Nenek Imah berkata dengan antusias tak lupa senyuman mengembang di wajah cantiknya yang sudah keriput.
Berbeda dengan sang cucu yang wajahnya tampak syok setelah mendengar ucapan sang Nenek.
***
Malam Hari....
WhatsAap
__ADS_1
@Arindaaa :"Gaesss Nenek gue datang nih,dan rencananya akan menginap selama 2 minggu.Namun bisa jadi di perpanjang karena kebodohan gue sendiri yang lupa bahwa ide perjodohan itu dari beliau.Gue malah memintanya untuk tinggal lebih lama sama gue.Dan Nenek gue mempertimbangkannya dan bilang akan nemenin gue sebelum nikah."
@PrincesAnya :"Aduh miris banget nasib lo ya Rin, belum lulus kuliah, belum kerja juga udah mau di nikahin aja.Eh tapi siapa tau calon lo ganteng,sholeh plus tajir gimana?Masa lo nggak mau..?"
@Tiwi77 :"Iy gue turut berduka ya Rin wkwkwk... Eh tapi yang di bilang @Anya itu ada benarnya juga loh Rin, kenapa nggak lo coba aja dulu ketemu."
@Arindaaa :"Dan kalian tau nggak yang lebih parah lagi itu katanya orang yang mau di jodohin ma gue bakal ke rumah minggu depan".
@Tiwi77 :"Ya udah temuin aja dulu, jika lo gak cocok nggak usah di terusin."
@Arindaaa :"Ihhhh... kalian apaan sih itu bukan saran buat gue lepas dari perjodohan namanya, tapi malah menjerumuskan.Teman macam apa kalian."😏
@Arindaaa :"Ada saran lain nggak yang bebar gitu."
@ReniReni :"Tipe cowok yang akan di setujui keluarga lo kaya apa? @Arindaaa"
@Arindaaa :"Nggak tau juga gue sih, paling yang sholeh dan jujur sih itu yang utama."
@ReniReni :"Ya udah kalau gitu lo pura-pura punya pacar aja yang sesuai kriteria keluarga lo.Terus lo bawa kerumah entar di saat orang yang mau di jodohin sama lo itu datang."
@Arindaaa :"Ya nggak mungkin lah, kan gue tadi udah bilang jika keluarga gue suka kejujuran.Lah kalau gue bohong tamat lah riwayat gue.
@ReniReni :"Udah deh percaya sama gue keluarga lo nggak mungkin tau jika lo nggak bilang kalau itu pacar pura-pura lo.
Sama LEVIN."
@PrincesAnya :"Hey itu yayang gue...."
@Tiwi77 :"Gue setuju sama @Reni."
@Arindaaa :"Whattttt...... kalian gila....? Ya nggak mungkin lah gue sama playboy itu.Amit amit...."
@Tiwi77 :"Jangan gitu tau-tau jodoh beneran baru tau rasa lo.
Udah deh terima aja lagian ini cuma boongan.Meski gue ngarepin kalian jadian beneran sin wkwkwk. Maaf ya @PrincesAnya gue lebih suka Levin sama Arin."
@PrincesAnya :"Iya deh gue ngalah sama sahabat."
__ADS_1
@Arindaaa :"Curhat sama kalian bukannya bikin masalah gue kelar malah nambahin.Udah ah mending gue tidur siapa tau ketemu Akbar."
@Arindaaa :"Ah iya, kenapa nggak akbar aja ynag jadi pacar pura-pura gue.Gue mau banget dah."
@Tiwi77 :"Lo kira dia mau...?Alim gitu mana mau dia." Tapi kalau Levin gue yakin dia mau.
@Arindaaa :"Tau ah gelap."
Akhirnya keempat sahabat itu mengakhiri chatingan mereka.
Bukannya tidur Arinda malah hanya guling-guling di kasur karena fikirannya makin kacau akibat saran teman-temannya itu.
Bagaimana bisa ia dan musuh bebuyutannya si raja playboy itu akan jadi pacar pura-pura,ketemu aja berantem mulu entar yang ada kebohongan langsung terbongkar sebelum bersandiwara.
Tapi juga Arinda tidak mau jika di jodohkan sama orang yang sama sekali belum di kenalnya.Arinda sudah bertekad ingin merubah kebiasaan keluarganya yang menikah karena perjodohan.Pokoknya Arinda ingin memilih sendiri orang yang akan jadi suaminya dan pastinya saling cinta.
Arinda terus aja merubah posisinya seakan mencari posisi yang nyaman agar ia bisa tidur dan coba menghalau fikiran tentang perjodohan sang Nenek dan saran para sahabatnya.
"Apa gue terima aja perjodohan ini." Gumamnya.
"Atau gue terima saran mereka."Sungguh malam ini Arinda begitu bimbang.Baginya tidak ada yang lebih baik dari dua pilihan tersebut.
Seandainya Akbar yang datang melamarnya yakinlah Arinda akan menerima dengan senang hati.
Tanpa terasa Arinda akhirnya tertidur.Mungkin karena terlalu lelah, lelah badan lelah fikiran.
.
.
.
.
❣️❣️❣️❣️❣️
Terimakasihbsudah mampir.
__ADS_1
Maaf jika masih banyak typo dan ceritanya kurang menarik.
komen dong...