
Di pagi hari yang cerah Arinda sudah rapi, siap berangkat kekampus.Arinda mematut dirinya di depan cermin masih ragu untuk melangkah karena ia masih memikirkan soal tadi malam, namun Arinda sudah menemukan jawabannya meskipun ia tidak yakin dengan pilihannya.
Setelah semalamam berfikir keras akhirmya Arinda mau mencoba mempertimbangkan saran dari sahabatnya.Meskipun ia tau hal ini akan sangat memalukan untuknya terutama ketika ia akan menemui dan minta tolong kepada si playboy itu.
"Malu-malu deh gue. Tapi nggak papa asal jangan sampai perjodohan ini terjadi.Biarlah gue mempermalukan diri gue sendiri di depan Levin."GArinda kembali menarik nafasnya panjang sebelum keluar menemui yang lain dan sarapan bersama.
Tok Tok Tok
"Iya tunggu sebentar ini juga dah siap kok." Tanpa menunggu orang yang mengetuk pintu bersuara Arinda langsung menyaut.
Lima menit kemudian Arinda turun kebawah dengan dandanan rapinya seperti biasa menggunakan rok payungnya serta kemeja dan hijab pasminanya.
Arinda ikut bergabung di meja makan karena semua sudah menunggunya untuk sarapan bersama.
"Ayo sarapan dulu sayang..."Seru Rahma.
"Iya Bun."Jawab Arinda.
Seketika suasana di meja makan menjadi hening hanya terdengar suara sendok garfu yang berbenturang dengan piring.Tak ingin berlama-lama selesai sarapan Arinda langsung berangkat ke kampus untuk bertemu sahabat-sahabatnya.
***
Di Kampus....
Sesampainya di kampus Arinda langsung menuju kantin dan berjalan ke pojokan di mana tempat biasa mereka berempat kumpul.Mereka sengaja janjian pagi padahal jam kuliah mereka nanti siang.
"Assalamualaikum."Arinda langsung mengucap salam karena melihat ketiga sahabatnya sudah berkumpul.Mungkin mereka sudah tidak sabar akan keputusan apa yang akan di ambil Arinda.
"Udah pada kumpul aja nih kalian, gue kira gue bakal nunggu sendiri kayak kemaren."Ucap Arinda kembali.
"Kita tu sudah gak sabar nunggu cerita dari lo tau nggak, dan kita lebih penasaran lagi dengan keputusan apa yang akan lo ambil."Reni bersuara mewakili dua sahabatnya yang lain.
"Hmmmm...."Arinda menarik nafas lalu membuangnya secara perlahan.
"Ok gue setuju sama usul Tiwi."Arinda datar.
"Ha.... apa tadi lo bilang coba ulangin sekali lagi."Pinta Tiwi.
__ADS_1
Arinda mencebik kesal karena mereka yang pura-pura tidak mendengar."Iya gue terima saran TIWI."Kali ini Arinda memperjelas kata-katanya serta menekankannya.
"Cieee....."Tiwi menggoda Arinda.
"Apaan sih lo, gue juga nggak bakal terima tu saran kalau nggak lagi kepepet.Bayangin aja seminggu coba gue punya waktu kalau nyari pacar beneran sih gampang aja buat gue namun gue nya yang ogah."Arinda menegaskan jika ia melakukan ini hanya karena terpaksa.
"Ok berhubung Arin sudah terima saran Tiwi sekarang tinggal bagaimana caranya ngomong ke Levinnya agar mau di ajak kerjasama."Anya mulai berfikir untuk membuat Levin juga mau membantu Arinda.
"Nah itu bener kata Anya.Gue nggak mau ya kalau sampai gue ngemis-ngemis sama playboy itu."Ujar Arinda bernada emosi.
"Lo tenang aja deh urusan itu serahin sama gue."Tiwi tersenyum bangga karena ia sudah mempersiapkan semuanya dengan matang.
"Ya udah, lo urusin dah tu ya gue mau ke perpus dulu ngambil buku yang tertinggal sebentar."Reni berlalu menuju perpus karena ia baru ingat tugas dari Pak Tomo belum selesai ia kerjakan dan buku referensinya ada di perpus.
"Gue juga pamit ya ke toilet bentar."Arinda juga pergi ke toilet.
Karena sudah kebelet Arinda tergesa-gesa ke toilet hingga ia tak memperhatikan jalan.
"Bruukkk"Suara tubuh bertabrakan.
"Auww sakit."Ringis Arinda yang sudah terjatuh di di depan toilet.
"Iya nggak apa-apa, maaf gue buru-buru permisi!" Setelah bangkit dan meminta maaf pada lelaki itu Arinda bergegas masuk ke toilet.Sesaat kemudian terdengar jeritan yang sangat kencang dari Arinda.
"Aaaaaaaaaaaaa"Sontak saja Arinda berteriak karena ia salah masuk toilet.Saking kebeletnyaArinda malah masuk toilet cowok.Arinda langsung lari meninggalkan toilet itu dan masuk ke toilet cewek yang ada di sebelah.Ternyata cewek-cewek di dalam mendengar teriakan Arinda sehingga ketika Arinda masuk ke toilet cewek mereka menertawakan Arinda.
Semua cowok yang ada di toilet pria itu pun juga tertawa setelah Arinda keluar dan masuk ke toilet cewek.
Arinda berjalan cepat sambil menggelengkan kepalanya.Lagi dan lagi Arinda tidak memperhatikan jalan karena kejadian itu dan Arinda pun kembali menabrak seseorang.
"Bruukkkk"
"Hei kalau jalan mata lo pakai jangan jadi pajangann doang."Lelaki itu mengumpat.
Mendengar suara itu Arinda langsung bangkit karena merasa familiar dengan suara orang yang di tabraknya.
"Elo...!"Mereka berucap serentak karwna sama-sama terkejut.
__ADS_1
Arinda merutuki dirinya mengapa ia harus menabrak playboy ini yang tak lain adalah Levin.
"Oh elo, sengaja ya biar tabrakan sama gue cowok terkeren di kampus ini..?"Levin membanggakan dirinya di hadapan Arinda.
"Sorry ya mr playboy kampus jangan samakan gue dengan cewek-cewek lo itu."Arinda tidak terima dikatakan sengaja menabrak Levin.
"Massa..?"Levin meremehkan Arinda.
"Bodo."Arinda berlalu dari tempat itu seraya menggerutu.
"Sial banget gue hari ini."Umpatnya.
Levin pun juga meninggalkan tempat itu.
Sesampainya kembali ke kantin Arinda langsung duduk di kursinya dengan muka yang di tekuk.
"Lo kenapa Rin kok kayaknya kesrl banget?"Anya bertanya karena seingatnya eaktu pergi tadi wajah Arinda baik-baik aja ya meskipun kurang semangat juga karena masalah perjidohan itu.Tapi setelah kembali dari toilet malah lebih parah.
Arinda pun menceritakan detail kejadian yang ia alami di pagi hari ini mulai dari salah masuk toilet himgga nabrak si mr playboy yang nantinya akan di ajak kerjasama sebagai pacar pura-pura Arinda di hadapan keluarga besar.
"Aduh Arin lo itu kenapa sih harus nabrak plus berantem sama Levin sekarang, nggak bisa di pending apa..?Lo tau kan kita akan meminta bantuan Levin agar perjodohan lo batal dengan lelaki pilihan Nenek lo itu."Cerocos Tiwi.Tiwi sudah merasa takut akan mendapat penolakan dari Levin jika sudah begini padahal ia sudah menyusun rencana untuk mendamaikan kedua musuh bebuyutan ini.
Arinda dan Levin musuhan sejak di bangku SMA mereka satu angkatan meski beda kelas usia mereka juga terpaut 2 tahun.Nomong-ngomong usia mereka itu terpaut bukan karena Levin nggak naik kelas tetapi memang Levin masuk SD nya telat.
.
.
.
.
❣️❣️❣️❣️❣️
Maafkan jika typo masih bertebaran dan cerita kurang menarik.
Menurut kalian bab ini bagaimana?
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak.