Drama Cinta Berakhir Bucin

Drama Cinta Berakhir Bucin
Menjalankan Misi


__ADS_3

Setelah kepergian Arinda dari atap gedung tersebut Levin tersenyum membayangkan rencana yang sudah terbesit di otaknya untuk mengerjai Arinda.


"Hmmm"Ferly berdehem.


"Kenapa?" Levin mengernyitkan kening.


"Nggak.....gue cuman heran kok lo tersenyum sekarang, tadi aja waktu ada mereka lo memasang wajah datar lo seperti biasa."Ujar Ferly.


"Gue jadi banyak kesempatan mengerjai si Arin."Ucap Levin menyeringai.


"Ati-ati lo Vin jangan keterlaluan membenci tau-tau jatuh cinta sama Arin lo nanti."Riko mengingatkan.


"Nggak akan pernah terjadi yang namanya GUE JATUH CINTA SAMA ARIN kalian catat itu baik-baik di memori otak kalian."Levin menegaskan pada kedua sahabatnya itu bahwa ia tidak akan pernah jatuh cinta sama cewek yang ia benci saat ini.


"Oke oke untuk saat ini lo bisa bilang gitu pas udah jadi bucin aja lo baru tau rasa.Kita liat aja nanti apakah seorang Levin bisa menepati kata-katanya."Ujar Riko lagi.


"Betul itu."Ferly ikut menimpali.Lalu Ferly dan Riko ber tos.


***


Kini ketiga sahabat yang tak lain adalah Levin,Riko,dan Ferly duduk di bangku taman sedang menunggu kedatangan 4 orang lainnya.


"Lama banget sih, sudah lumutan nih gue nunggu."


Tak lama kemudian datanglah 4 cewek cantik berhijab namun masih terlihat modis.Hanya satu yang berbeda diantara 4 cewek itu.Dia adalah Tiwi yang kali ini memakai gamis sedang yang lainnya masih pakai celana seperti biasa.


"cantik banget Tiwi."Levin bergurau dalam hati.


Melihat gelagat Levin, Riko langsung menyapa keempat gadis itu.Levin pun tersadar dari lamunannya namun ia tetap menyembunyikan kekagumannya pada Tiwi di hadapan cewek-cewek itu.


"Maaf ya kita telat, udah lama nunggu ya?"Tiwi merasa bersalah karena mereka yang minta bantuan malah mereka yang terlambat.


"Nggak juga kok, ya udah kita bahas sekarang aja apa yang harus gue lakukan." Kata Levin santai.


"Huh dasar playboy.... sama gue aja lo ketus giliran sama yang lain lembut."Arinda menggerutu dalam hati.


Mereka pun akhirnya membalas apa aja yang akan di lakukan Arinda sama Levin selama menjalani masa pacaran pura-pura demi menggagalkan perjodohan paksa neneknya Arinda.


Namun ada beberapa poin yang membuat Arinda dan Levin membulatkan matanya dan merasa tidak bisa memerima poin tersebut.

__ADS_1


"Masa iya gue harus mesra-mesraan sama playboy ini idihhh ogah."Arinda bergidik hanya untuk membayangkan kemesraannya dengan Levin.


"Idih gue juga nggak mau kali bermesraan sama lo."Ucap Levin.


Sedangkan para sahabat yang membantu mereka menjalankan sandiwara ini hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan dua manusia yang tak penah akur itu.


"Aduhhh kalian ini gimana sih berantem mulu kerjaannya.Kalau kalian nggak bisa akur sandiwara ini juga nggak akan berjalan dengan baik."Tutur Reni.


"Iya betul itu kata Reni.Mulai sekarang kalian harus bisa bersikap baik satu sama lain.Jangan lagi saling berantem."Anya ikut menimpali.


Mereka yang di beri petuah hanya diam saja entahlah apa yang mereka fikirkan.Semoga saja mereka mencerna perkataan Reni dan Anya.


"Lagian gue heran ni ya, kalian berantem itu apa sih sebabnya."Ferly merasa penasaran dengan masalah yang menyebabkan Levin dan Arinda berantem.


"Iya gue juga penasaran berhubung kita nggak satu sekolah saat SMA.Lo tau sesuatu Wi?"Riko menimpali.


"Nggka tau....."Sebenarnya Tiwi tau tetapi ia tidak ingin ikut campur urusan mereka takutnya akan membuat Levin makin malu.Tiwi bertekat untuk memperbaiki hubungan Levin dan Arinda.


"Udah deh nggak usah di bahas."Levin angkat bicara sebelum teman-temannya itu bertanya lebih jauh lagi.


"Ya udah deh."Mereka berdua akhirnya pasrah.


"Benar juga yang di bilang Anya, jika Nenek jodohin gue ma aki-aki tamat lah riwayat gue.Meskipun bukan aki-aki gue tetap ngak mau karena gue masih mida masih ingin mengejar cita-cita gue.Yang paling utama gue mau pilih sendiri laki-laki yang akan jadi suami gue."Batin Arinda.


"Ok, gue masih mau lanjut."Kata Arinda.Arinda pun berharap Levin menyetujuinya karena cuman ini jalan satu-satunya untuk bisa bebas dari tradisi perjodohan.


"Ya ya ya... gue akan bantu."Kata Levin tak bersemangat.


"Berarti kalian setuju untuk lanjutin misi kita...?"Tiwi bertanya sekali lagi hanya untuk memastikan.


"Iya."Jawab Arinda dan Levij serempak.Kemudian mereka saling pandang sekilas.


"Cie cie udah kompak aja nih."Celetuk Reni yang sejak tadi mendengarkan dengan seksama.


"Yey, kebetulan aja itu mah.Lagian si Levin ngapain ngikut bilang iya."Protes Arinda.


"Lah terus gue bilang apa dong...nggak gitu...?yang ada kalo gue bilang gitu lo nya nangis bombay..weeekkkk"Levin meledek Arinda.


"Lo tu ya....eeehhggg"Arinda mulai emosi lagi.

__ADS_1


"Sudah dong, baru aja akur masa berantem lagi...?udah ya, sekarang kalian berjabat tangan tanda kalian akur."Tiwi meminta keduanya meresmikan berbaikannya mereka.


Mereka pun bersalaman dengan senyum yang di paksakan."Ingat ya kita begini hanya untuk menjalankan misi menolak perjodohan Arin.Setelah semuanya selesai balik lagi seperti semula."Kata Levin.


"Iya gue setuju."Saut Arinda.


"Terserah kalian berdua deh gue pusing dengernnya."Ferly kemudian berlalu meninggalkan taman.


"Woy Fer, lo mau kemana kita belum selesai ini."Ucap Riko agak berteriak.


"Beli makan laper gue."Saut Ferly berteriak karena ia sudah jauh.


"Hah makan, ikuttttttt."Riko langsung berlari mengejar Ferly.Memang telinga Riko jika mendengar yang namanya makanan langsung tajam.Indra penciumannya pun juga tajam.


Yang lain hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan upin dan ipin itu.Levin juga Arinda dan teman-teman pun mengikuti langkah Ferly dan Riko menuju Rumah Makan yang ada di seberang jalan dekat taman ini.Karena mereka sudah tau tempat yang di tuju jadi mereka hanya berjalan santai.


Sesampainya di RM Riko dan Ferly langsung memesaan 8 porsi mie ayam dan 8 es jeruk.Karena ia tau jika teman-temannya itu akan menyusul mereka ke RM.


Riko dan Ferli menunggu di meja yang lesehan agar muat banyak orang.Tak lama mereka menunggu pelayan datang mengantarkan pesanan, bersamaan dengan datangnya Levin dan yang lainnya.


"Hmmm, enak ya yang datang langsung duduk makan nggak perlu nunggu."Celetuk Ferly.Rombongan yang baru tiba itu hanya nyengir kuda tanpa merasa bersalah.


.


.


.


.


❣️❣️❣️❣️❣️


Maaf ya bila terdapat typo di mana-mana.


Alhamdulillah akhirnya kelar juga bab ini.


Maaf ya menunggu lama soalnya pas lagi semangat2nya nulis eh ada masalah pribadi datang tanpa di undang jadinya semangatku down.Bahkan ide yang tadinya sudah berputar di kepala hilang begitu saja.


Semoga masih setia menunggu para pembacaku.

__ADS_1


Terimakasih.


__ADS_2