Drama Cinta Berakhir Bucin

Drama Cinta Berakhir Bucin
Menemui Levin


__ADS_3

Tiwi menghubungi Riko salah satu sahabat Levin yang juga merupakan sepupu Tiwi setelah Tiwi mendapat keputusan dari Arinda bahwa mau meminta bantuan Levin.


Tut Tut Tut


"Hallo."


"Hallo Ko, lo lagi dimana...?Sibuk nggak hari ini?"Tanya Tiwi berbasa basi dulu ya meskipun Riko itu sepupunya nggak bisa dengan gamblang dong ia bilang minta tolong di telpon pula.


"Iya kenapa Wi.Gue lagi bareng anak-anak di atap.Udah deh nggak usah basa-basi kaya sama siapa aja lo.Lo mau sesuatu kan..? udah bilang aja."Ujar Riko di sebrang sana.


"Hehe tau aja lo.Ya udah gue susul k atap ya."Setelah mendapat persetujuan Riko, Tiwi mengajak serta tiga sahabatnya ke atap gedung untuk menemui Levin dan teman-temannya.


Sementara di sisi lain.


Setelah Rico mematikan HP nya Levin menanyakan siapa yang berbicara dengannya di telpon.


"Oh itu si Tiwi sepupu gue.Katanya dia ada perlu jadi gue suruh aja dia kemari."Riko berucap dengan santai.


"Apa....?lo biarin orang lain datang ke atap gedung..?Lo tau kan selama kita kuliah atap ini cuman boleh kita yang tempati tidak ada orang lain."Levin merasa tidak terima jika markasnya di datangi perempuan sekalipun itu saudara dari sahabatnya sendiri.


"Ya elah Vin, cuman bicara doang bentar kali aja si Tiwi lagi genting lalu perlu bantuan Riko.Lagian kan dia saudara Riko jadi woles aja bro."Ujar Ferly membantu menjelaskan pada Levin.


Atap ini memang tempatnya tenang dan sejuk karena ada pohon-pohon yang di tanam di pot besar seperti yang ada di trotoar.Di atap ini juga ada taman kecil beralaskan rumput buatan.Dan disitulah biasa keempat sahabat itu berkumpul.


Levin memang tidak pernah mengizinkan siapapun datang ke tempat tongkrongannya dengan para sahabat.Karena ia tidak ingin kehadiran orang lain akan mengusik ketenangannya di tempat pribadi mereka.Oh iya sahabat Levin ada satu lagi namanya Brian tapi ia tidak masuk hari ini.


"Iya baik lah kali ini gue izinin tu sepupu lo kemari.Tapi ingat ini hanya untuk yang pertama dan terakhir kalinya.Dan sepupu lo doang yang boleh kemari."Tegas Levin.Levin berusaha menenangkan dirinya ada rasa bahagia dan juga takut jika Tiwi sampai datang bersama teman-temannya.


"Iya lo tenang aja, soalnya tadi Tiwi nggak bilang bareng temannya."Ujar Riko meyakinkan Levin sambil berusah menahan senyum.Riko menepuk pundak Levin kemudian berlalu menghampiri Ferly yang sudah asyik main game di HP nya.


Riko tau mengapa sahabatnya itu terlihat gusar saat Tiwi akan kemari karena sebenarnya Levin menyukai Tiwi sejak lama dan yang tau hanya mereka ber empat.Identitas playboy itu hanya sekedar main-main dan sebagai alasan ia menyembunyikan perasaannya yang sesungguhnya.Levin tidak ingin gugup di hadapan Tiwi apalagi sampai terlihat oleh musuh bebuyutannya Arinda.

__ADS_1


***


"Riko.."Teriak Tiwi di ujung tangga.Ia baru saja menginjakkan kakinya di atap gedung.


Mendengar namanya di panggil Riko pun menghampiri Tiwi.Lalu Tiwi mengajak Riko berbicara agak jauh dari Levin berdiri agar Levin tak mendengar pembicaraan mereka.


Wajah Levin yang tadinya cemas pun berubah karena merasa lega Tiwi terlihat datang sendirian.Levin menyunggingkan senyumnya karena melihat gadis pujaannya ada di dekatnya.Namun sebelum Tiwi menyadari Levin lekas merubah raut wajahnya menjadi datar.


Selama ini jika Levin bertemu dengan Tiwi dan teman-temannya selalu memasang wajah datar di karenakan ada Arinda di sana si musuh bebuyutan.


Sementara itu Tiwi menceritakan niatnya meminta tolong pada Riko dan Ferly supaya mereka membujuk Levin agar mau membantu Arinda bersandiwara di hadapan orang tuanya untuk pura-pura pacaran.Agar Arinda terhindar dari perjodohan konyol.


"Wi, lo ngapain sih ngajak kita kemari...?"Tiba-tiba suara yang begitu enggan untuk di dengar oleh Levin menyambar disaat Levin asyik menatap diam-diam Tiwi dari kejauhan.


"Oy, ngapain lo kesini....Ini tempat gue?"Levin langsung menyaut namun dengan nada yang begitu kesal bercampur amarah.


"Hmmmm, maaf dah ganggu gue cuman mau menjemput temen gue doang."Ucap Arinda ketus.


"Ya sudah cepat sana kalian pergi."Bentak Levin.


"Ayok Wi balik, batalin aja semuanya.Riko maaf ya apapun yang di omongin sama Tiwi nggak perlu lo ingat lagi.Gue udah putusin ngggak jadi minta tolongnya."Arinda langsung menarik tangan Tiwi berniat meninggalkan tempat itu.Sedangkan Reni dan Anya berusaha menahan kepergian Arinda.


"Eitts ingat nasib lo sekarang ada di ujung tanduk." Mendengar pernyataan yang terlontar dari mulut Anya membuat Arinda menghentikan langkahnya.


"Mending kita duduk dulu den sini."Ferly mengajak semuanya bergabung duduk di taman yang beralas rumput buatan tersebut.


Jadilah disana Tiwi menjelaskan duduk permasalahan yang di alami oleh sahabatnya Arinda dan niat mereka datang menemui Riko untuk meminta tolong bujukin Levin agar Levin bisa membantu masalah yang di alami Arinda.


"Jadi gitu Vin masalahnya.Lo sudah denger sendirikan apa kata Tiwi.Jadi gue harap lo mau membantu Arinda."Kata Riko.


"Apa....?Kok gue....?Kenapa harus gue dan bukan lo aja?"Levin kaget seraya memberuntunkan pertanyaan pada Riko.

__ADS_1


"Menurut gue elo yang pas buat jadi pacar pura-pura Arinda iya nggak gaes...?"Riko masih berusaha buat luluhin hati Levin.


"Aha....ini kesempatan gue buat ngerjain si Ratu Singa.Liat aja entar pasti lo akan bertekuk lutut dan meminta maaf sama gue."-batin Levin.


Ya, Levin memang sangat membenci Arinda bahkan sejak lama ketika mereka masih duduk di bangku SMA sehingga membuatnya selalu tersulut emosi saat bertemu Arinda.


Baginya Arinda sudah membuat ia malu waktu itu dan hingga kini ingatan itu masih melekat sangat kuat di otaknya.Tetapi Levin bukan tipe orang pendendam atau psikopat dia hanya selalu ingat kejadian memalukan itu dan itu semua terjadi karena Arinda maka dari itu setiap melihat Arinda emosinya naik.


"Gue dapat apa jika gue mau membantu lo..?"Tetap dengan wajah sinisnya.Levin bertanya langsung kepada Arinda.


Arinda menarik nafas dalam lalu menghembuskannya perlahan."Ok, gue akan turuti semua yang lo mau."Ucap Arinda penuh percaya diri.


"Deal...?"


"Deal"


Mereka pun akhirnya sepakat untuk saling membantu namun tetap juteknya itu dan egonya masih ada.


"Ya sudah..sudah selesaikan kalian boleh pergi sebelum gue berubah fikiran."Seru Levin.


Tiwi tidak ingin rencana yang telah dia susun bersama dengan yang lain malah hancur berantakan dan Levin menolak memberinya bantuan.Tiwi langsung mengajak ke tiga sahabatnya untuk turun ke bawah meninggalkan atap kampus.


.


.


.


.


❣️❣️❣️❣️❣️

__ADS_1


Hai-hai terimakasih sudah mampir jangan lupa vote,like dan komen.


maaf atas kurangnnya


__ADS_2