
"Woi kalo jalan liat dong" gerutu Amel sambil memunguti belanjaannya yang berhamburan dijalanan.
"Maaf mbak gak sengaja saya gak lihat kalo mbaknya lewat,sekali lagi maaf mbak"
Setelah selesai aku punguti belanjaanku yang berhamburan kulihat siapa yang menabrakku.
"Ya .."deg tak dapat kulanjutkan ternyata orang yangmenabrakku adalah orang dimasa lalu, orang yang selana ini aku kubur dalam dalam tak ingin aku mengingatnya.
"Amar "
"Ya ..ad.."
"Kak Amar ditungguin dari tadi kenapa lama" kulihat gadus itu berlari kecildari seberang jalan menghampirinya.Siapakah dia?
"Hey maafin kakak gak bermaksud tadi kakak gak srngaja nabrak mbak ini jadi saya harus menolongnya dulu, udah jangan cemberut ntar gak jadi beli es krim ni ya" bujuk Amar pada gadis disampingnya.
"Hello mbk kenalin saya Ryana tunangannya kak Amar, kakak temennya kak Amar ?" kusambut uluran tangannya
"Amel " lidahku terlalu kelu untuk menjawab pertanyaan Ryana.
"Ayo dek ntar keburu siang" ajakan Amar memotongnpertanyaan Ryana yang baru saja akan diutarakan
"Ye abang buru buru adek pengen ngobrol dulu sama kak Amel"sungut Ryana
"Udah lain kalii kan bisa dek"
"ya kalo ketemu lagi kalo gak gimana?"
"udah udah ya Mel sekali lagi saya minta maaf bener tafi gak sengaja kalo giti kami pamit duluan"
Hanya angggukan kepala yang sanggup kulakukan aku tak kuasa untuk berucap.
Kutatap kepergian Ryana dengan Amar dengan penuh kegalauan.
"Kulirik jam dipsergelangan tanganku,what jam tujuh mampus telat aku.
Aku harus cepet sampe rumah kalo gak ingin telat sampe diacara.
------------
Akhirnya nyampe rumah juga.
"Assallamu'alaikum bu Amel pulang" dimana ibu kok tumben gak ada didepan rumah biasanya tu taneman gak pernah dianggurin.
"Bu ibu where are you " kucari dikamar gak ada didapur kosong dikong meja sapa tau nyangkut disitu hehe gak ada juga emm pasti dikebon.
"Bu ibu uuu"
"Ya Mel ibu disini" busyet kenceng amat terikan ibu aku.
"Ngapain si bu disini" kulihat ibu baru selesai nyangkul tak tahu buat nanam apa lagi coba dimana mana rumahkj udah kaya taman bunga ama buah buahan.
"Buat ini nanem buah jeruk" dengan semangat empat lima wajah berseri seri dikerjakan semuanya penuh cinta dan kasih sayang.
"Mel ntar abis dari ngacara mampir kerumah nenek,, tadi lek Sri telpon suruh mampir"
__ADS_1
"Siap bu bos"
Selesai mandi dandan mulai kupandangi wajah ini dicermin manis gak jelek jelek tapi aku insecure kalo dibandingin dengan gadis tadi.
Kenapa sekarang aku jadi galau gini sih,
"Mel dicariin Anis" teriak ibu membuyarkan lamunanku
" ya buk suruh nunggu"
sampe dibawah Anis sudah nunggu sudah siap untuk job mc dadakan.
"Yuk Nis ..bu Amel berangkat assallamu'alaikum" kujabat tangan ibu untuk pamitan,disusul Anis pamitan
"Assallamu'alaikum bu"
"Wa'alaikumsalam hati hati dijalan nak"
Lima belas menit perjalanan akhirnya sampai ke cafe xxx.
"Mel udah rame telat gak kita"
"Gak acaranya mulai jam 9 ini masih kurang 10 menit lagi" dari parkiran kita masuk didepan pintu cafe telah disambut para among tamu.
"Mbak mau nanya?ibu Mirandanya sudah hadirkah? tanyaku pada salah satu among tamu disana.
"Mbak Amel yang mau ngemc ya, mbak udah ditunggu dibelakang panggung, mari saya antar" jawab sang among tamu
"Ya makasih mbak"
Kami ikuti pelayan tersebut membawaku ke tempat bu Miranda pemilik cafe ini yang
Stst
Sengolan Anis membuatku menoleh
"Bukannya itu Amar ya Mel yang disebelahnya bu Miranda terus cewek yang gelendotan manja itu sapa?" kuarahkan pandangam mata dimana Anis menunjuk .
Deg Amar ada disini ada hubungan apa dengan bu Miranda?ah udahlah bukan urusan saya.
"Mel denger gak malah bengong,"
"Ee iya itu Amar" sekilas aku dapat menangkap kita berdua dilihatin bu Miranda.
"Pagi bu," basa basi mengalau kegundahan hati ini.
"Oh ya Mel sebelumnya makasih ya udah mau ngmc diacara tante sekarang kenalin ponakan tante yang ganteng dan tungananya Amar dan Ryana"
"Apa tunangan buk?" melongo Anis mendengar ucapan bu Miranda
"Seriusan bu Amar udah tunangan" masih dengan ketidak percayaannya ditanya berulang,pasti Anis mikirin kok bisa Amar tunangan jadi dulu beneran bercanda dia bilang waktu itu.
"Bener mbk Anis Ryana tunangannya Amar mereka bertemu di Paris tanpa sengaja dan kebetulan Ryana anak temen suamiku" tambahan penjelasan bu Miranda membuatku kelu,rusak sudah moodku hari ini.
"Ooo" kami ber oo aja.
__ADS_1
"Maaf bu tamu undangannya sudah hadir semua,apa acara bisa dimulai" tanya salah satu pelayan
"Oke ya udah dimulai sekarang saja,Mel silahkan dimulai"
"Ya buk saya mulai miai buk"
Acara demi acara telah terlaksana. Akhirnya acara telah seleaai tanpa kendala dan sukses.
Tiba akhirnya kami harua pulang dan berpamitan pada yang punya acara.
Sudah berkeliling ruangan dan tanya pada semua pegawai tak satupun yang melihat,
"Gimana Nis ketemu?"
"Lah Mel gak ketemu capek gue pulang aja yukk" ajak Anis
"Lah gak sopan Nis "
"Terus mau tanya sapa,nha tu dia Mar Amar" kulihatbAnis menghampiri Amar mau apa dia.
Aku tunggu saja disini tak mau aku ada didekatnya.
Apa yang mereka obrolin ya duh kenapa jadi kepo gini sih,apa aku samperin aja tapi nanti kalo kejadian seperto dulu terulang lagi gimana? Dahulu emosi suka meledak ledak katena masih labil.
"Apaan"
"Kata Amar tantenya udah balik dicariin anaknya"
"O ya udah kita balik aja" kuajak Anis pulang karena acara sudah selesai, lha ini kenapa malah asyik ngobrol aku dicuekin.
Belum sempat melangkahksn kaki terdengar suara memanggil
"Mel apa kabarmu?"
"B baik"
Diem dieman udah kayak sepasang kekasih bertemu malu malu.
"Woiii malah diem dieman bae Mar gue minta no wa lo buat jalin silaturohmi"ini baru ide brilian tumben otaknya encer biasanya lemot.
"Mana hp lu siniin"
lama hp Anis diutak atik Amar timbang ngetik nomer doang lama.
"Ni udah no lo udah gue save"
"Oke ngomong ngomong tunangan lo mana Mar tadi keliatan kok sekang gak ada, kenalin lah Mar " permintaan konyol apalagi ni anak berhadapan sama yang laki ini aja udah spot jantung kalo ada tunangannya apakah aku masih bisa menatapnya.
"Ryana ikut balik sama tante gue,lain kali gue kenalin"
"Btw Kalian ngejob mc"
"Oo gue sana Amel punya jasa eo juga mencakup wo, klo lo nikah bisa pake jasa wo kita"
Kenapa sekelilingku berubah menjadi gelap, pandangan berkabur dan brukk .
__ADS_1
"Amel" teriak Anis panik kala melihatku ambrukk.
"mas mas minta tolong panggilin ambulance,cepet gak pake lama" teriak teriak Anis panik kala melihat sepupunya tiba tiba pingsan.