
Deg deg kenapa juga dengan hati ini?kenapa hatiku berdebar debar hanya memandang punggungnya dari belakang rasa ini sudah tak karuan.
"Mel mana hp lo gue mau rekam buat bukti"
"Ini" setelah setting ke mode record
"Mel disini hari ini aku ee memohon dengan keikhlasan hati maukah menungguku hingga aku selesai study karna aku ingin menjadikanmu ratu istri didalam kehidupanku" ungkap Amar, apajah ini mimpi tapi auu sakit benar ini bukan mimpi.
Tapi benarkah apa yang diucapkannya
"Jika engkau masih ragu anggaplah cincin ini sebagai tanda aku melamarmu, setelah kepulanganku aku akan melamarmu pada orang tuamu"
Bagaimana ini kenapa perasaanku seperti ini
"Mel jika masih ragu aku akan tunggu jawabanmu tapi aku harap sebelum lusa aku sudah mendapatkan jawabannya" penutup dari ungkapan kisah cintanya.
Aku harus jawab apa kalo kutolak hatiku terlanjur bahagia mendengar ungkapan cintanya.
"Gimana ya Mar"
"Gimana apanya Mel?apakah cintaku tak terbalas"
Lha aku aja belum jawab kenapa pesimis banget ni anak,lho kenapa matanya berkaca kaca kayak orang mau nangis.
"Enggak gitu Mar,cuman ya rada shock aku denger lo ngomong cinta ma gue?
"Mel ..
"Jangan gitu lah Mar ngeliatinnya gak tega gue,iya gue janji gue tunggu lo sampe selesai study,ini gue ambil ya.." akhirnya rasa yang selama ini tumbuh telah berbunga dan aku ambil cincin sebagai tanda Amar mengikat janji suci.
"Mel beneran makasih Amel sayang,tunggu akh ya"
"Okeh baby" akhirnya kami tertawa bersama,tidak menduga karena kita memendam rasa yang sama.
"Kapan akan berangkat Mar"tanyaku akhirnya
"Besok penerbangan jam dua, kamu bisa nganter'
"Besok jam dua,liat besok bisa apa gak gue ada ujian, tapi gak marah kan kalo gue gak bisa nganter" pintaku pada Amar
"Gak papa tapi ya diusahain karena lama kita pasti gak akan ketemu"
"Iya,lo jangan lupa juga vc gue jangan lupain janji yang lo buat gue menaruh harapan pada lo" dan ini pertemuan terakhir sebelum kepergian Amar.
Flash back off
Itulah kenyataan dan sebuah janji yang pernah diucapkan Amar waktu itu tapi sekarang berbanding terbalik.
Jangankan mengingat janji ketemu denganku aja selalu menghindar seolah olah aku ibi manusia yang menjijikan dan perlu dihindari.
__ADS_1
Oke Mar jika kamu tak sudah tak menganggapku ada aku anggap semua janjimu palsu dan kini hanya kesedihan rasa sakit hati dan penyesalan. Kesetianankunpenantiannku selama tiga tahun lamanya ternyata sia sia belaka.
"Mel lo baik baik aja kan" tanya ibu akhirnya menyadarkanku dari lamunanku .
"Gak papa buk, "sekuat hati aku tahan air mata ini agar tak tumpah dipelupuk mata,
"Berhenti Mel sini ibu gantiin nyetir keadaanmu tak memungkinkan bawa mobil"
segera kupingirkan mobil dan beralih tukar posisu dengan ibu.
Kini ibu yang menyetir aku duduk disampingnya
"Kalo pengen nangis kangan ditahan ntar sakit didada" kata ibu kemudian
Akhirnya aku menangis dalam diamku,Mar aku berjanji kalo ketemu kita tidak baik baik saja.
"Emang kamu diapain sama Amar sampe nangis gitu?" tanya ibu kemudian setelaj melihat air mataku bercucuran dipipi
"Hikshikshiks ibu Amar telah menghianti janji kita berdua"
"Lha emang janji apa ?"
"Janji kalo Ammar pengen menjadikanku istri hiks" setengahbkaget ibu melihatku.
"Apa aku salah ya Buk kalo berharap lebih, rasa ini tak dapat aku cegah datang seiring berjalannya waktu karena seringnya kitaberantem'
"Ternyata kini berbeda buk dia telah melupakan aku tak ada lagi tempatku dihatinya" jelasku kemudian
"Sudah sekarang kita fokus kedepan masa depanmu maaih panjanng,jangan kamu sia siain perasaan hatimu" pesen ibu kemudian.
Perjalanan dari toko souvenir ke toko kue terasa lama yang kurasakan.
Kejadian tadi menorehkan luka dihatiku akankah akan sembuh aku juga tak tahu.
Mungkin ini audah rencana Tuhan dan aku percaya indah pada waktunya.
Tak terasa sudah sampailah kita didepan toko kue dan dari luar terlihat ada seoramg bapak bapak yang menunggu kedatangan kami ya itu om om Ridwan yang meminta bertemu kami berdua.
"Siang om" kuhampiri km Ridwan adik ayah zdan kucium tangannnya sebagai tanda penghormatanku kepada orangbyang lebih tua.
"Ridwan sudah lama nunggunya" enggak mbk
"Duduk lu ya akj kedalam sebentar" ujar ibu
"Iya mbak Mel saya akan menunggu"
Kemudian aku dan ibu berjalan beriringan menuju ruang kerjaku.
Setelah kami cuci tangan cuci muka segeralah kami turun.
__ADS_1
"Tumben Wan kami datang jauh jaug kemari apa ada yang penting" basa basi ibu.
"Bentar om ini diminum dulu biar seger" segera kutaruh roti dan tiga buah es lemon tea.
"Iya Mel makasih ya" uvap om Fidwan
"Gimama siapa yang mo cerita ini" tanya ibu yang udah gak sabar
Agak ragu kulihat om Ridwan mau bercerita.
"Gini mbkyu Mel ayahmu pergi darinrumah meninggalkan warisan sam aku khusus kesini untuk menangih janji ayahmu"
"Janji suamiku berjanji apa"
"Sebelum ayah Amel pergi bapak berpesan pada ayah jika anakmu kelak sudah berumur lebih dari dua puluh tahun harus siap untuk mengambil alih salah satu harta milik bapak yang telah diwariskan"
Lha lha ini apa kenapa aku harua dibawa bawa,
"Wan sepertinya kami belum pantas untuk menerimanya karen sudah nyaman dengan kehidupan seperti ini"
"Kenapa mbak tidak mau menerimanya itu mik Amel mbak?
"Belum waktunya Ridwan kami menyukai kehidupan yang seperti ini Wan"
"Mbak ini perintah kakek "sela om Ridwan
"Biarlah kamu kelola dulu Wan kalau sudah waktunya pasti kami akan memintanya" ya ibu tidak pernah silau akan harta. Ayah meninggal meninggalkan banyak warisan dan warisan paling besar yang dipegang om Ridwan karena separo dari hartanya milik ayahku.
"Mbak ayah meminta dengan sangat lho kali mbak dan Amel jangan lagi menutupi siapa kalian bersua sebeneenya" ucap om ridwan
"Juatru itu aku tak ingin banyak yang tau?karena aku takut Amel hanya dimamfaatkan saja" terang ibu pada Amel
"Masuk akal juga,karena dunia bisnis memang kejam, Aku juga gak mau kalo keponakanku terkena imbasnya"
"Mel kuliahmu udah selesai"
"Udah tinggal nunggu wisuda om" jawabku
"Udah punya calon suami belum"
Lha kok malah nanya calon suami akunjawab apa ini
"Kenapa diam ,kalo nyari jodoh diliat dia sayang ma kam ibumu keluarga besarmu dan tanggung jawab"
"Mel kamu kenal dengan Amar Hadiwijaya?
Kenapa om tanyakan itu apakah om kenal juga.
"Kenal om,dia temen sekolahki dulu"
__ADS_1
"Kamu hati hati sam orangtuanya kalo kamu cucu dari Pradikta"
"Iya om,aku juga gak mau orang kenal aku sebagai cucu Pradikta. Aku pengen semua orang tau kalao aku bisa besar tanpa aa Pradikta.