Drama Cinta Masa Lalu

Drama Cinta Masa Lalu
rencana ke kampung


__ADS_3

"Mel bener mau kerumah kakek, tadi ommu nanyain kapan Amel berkunjung kerumah kakek disisa sisa hidupny ?


Pertanyaan ibu membuatku terhenyak sudah lebih dari tiga tahun lebih aku belum menjenguk kakek di kampung halaman ayah semenjak peristiwa kecelakaan waktu itu yang telah merenggut nyawa ayah tersayangku.


Setelah dari kampung halaman ibu bikin jadwal untuk jengguk kakek.


----


Kini kami ibu om aku telah berdiri dideoan pintu ruang tunggu bandara, ya kami akan mengantar om Ridwan pulang kampung


"Mel kami tunggu kedatangan kalian dirumah,inget kamu udah berjanji untuk datang mengunjungi kakek" todong om Ridwan


"Iya om besok setelah pulang dari kampungnya ibu kita segerakan berkunjung ketempat kakek"


"Oke saya tunggu ya,kalo gitu saya pamit jaga diri kalian baik baik kalo ada apa apa kasih kabar keluarga di Padang mbkyu Amel"


"Siapp om" jawabku akhirnya.


Kutatap kepergian om Ridwan hingga masuk ke ruang tunggu hanya memastikan kalo om Ridwan sudah berada diruang tunggu.


"Ayo buk pulang,habis ini kita masih perjalanan jauh" ajakku pada ibu agar segera beranjak dari bandara.


Ketika tiba di parkiran dan masuk didalam mobil kulihat sekilas ibu tampak bersedih.


"Ibu kenapa bersedih melihat kepergian om Ridwan" kutanya ibu sambil menjalankan mobil pelan pelan,aku sedikit heran gak biasanya ibu bersedih.


Huh hembusan nafas ibu begitu berat seperti memikul beban yang berat,entah apa yang membuat ibu begitilu bersedih.


Pelan pelan akan aku tanya ada apa gerangan


"Bu ibu kenapa ada masalah cerita bu sapa tau dengan ibu cerita ke Amel beban yang ibu rasa berkurang"tawarku pada ibu.


"Emm rasana sedih Mel ibu teringat ayahmu jika ingat ommu tadi mengantar kepulangannya ke Padang"


"Bener cuma keinget ayah bu ato ada hal lain yang Amel gak tau ni" selidikku pada ibu.


"Iya Mel cuma itu kemaren kan denger sendiri kalo kamu disuruh nerima hak ayah yang dikelola om Ridwan"


"Oo itu apa aku terima aja ya bu dan aku kelola salah satu aset punya ayah,kalo gak ambil uangnya aja abis itu buat modal bikin usahs disini biar dapat bantu orang sekitaran sini bener gak bu" jelasku pada ibu,kulihat ibu sempat terdiam mungkin berpikir bener keputusan yang diambilnya sudah bener bener sesuai dengan semua orang.

__ADS_1


"Boleh juga Mel  ayahmu juga mewarisi deposito yang banyak"


"Banyak emang berapa bu kok kalo liat story keluarga ayah selalu mewah emang besar banget ya bu hartanya?


Dengan polosnya pertanyaan itu keluar dari mulutku


"Kalo kamu tau mungkin tambah pusing kepalamu Mel"


"Berapa sih bu" rasa penasaranku kian bergelora "ayolah bu cerita"


"Ayahmu mewarisi 10 ha kebon sawit lima hektar kebun cengkeh dan kopi,terus satu perusahaan,dua villa diluar negeri dan satu hotel di Bali, belum lagi deposito yang ayah kumpulin mungkin sekitar 10m kalo gak salah,setau ibu hanya itu yang ibu tau,tapi gak tau yang sebenarnya gimana,mungkin kakekmu akan ngasih tau neaok ketika kamu menjengguknya" akhirnyabibu bercerita kenyataan sebenarnya.


"Banyak amat bu warisan ayah"


"Keluarga ayahmu Pradikta keluarga terkaya no 3 se Asia kan Mel ibu aja gak taubpastinya total kekayaan kakekmu apalagi ayahmu yang aku ceritakan tadi cuma sebagian kecil yang lebih tau ya kakekmu" papar ibu dan aku hanya melongo mendengarnya.


Busyet banyak amat harta ayah  tanpa itupum bagiku harta ayah udah banyak ditambah itu sultan saya.


Pantes kemaren Dewa langsunh capcus kemari kasih peringatan ternyata sebegitu konglomeratnya keluarga ayahku, tapi aku tak menyadarinya.


Lagian harta banyak banyak buat apa orang


Yang penting kita biisa menempatkan dimana kita harus bersikap.


Gak perlu harta banyak yang penting terima apa adanya.


"Oalahh jadi kita ini sebenere sultan ya buk yang berkedok penjual kue dan bunga hahaa"


"Iya sangguplah kita jalan jalan keliling dunia hahaa" tawa ibu yang selalu membuatku bahagia.


"Tapi kamu masih ingat ayahmu selalu bilang apa?harta hanya titipan anak juga titipan jadi harus kita jaga dengan sebaik baiknya karena di beri amanah yang luar biasa dari Tuhan" ceramah ibu udah kayak mama dedeh.


"Ibu ini udah kaya bu ustadzah yang ditipi tipi heheee kita daftar haji aja gimana bu tapi sebelum haji kita tunaikan ibadah umrah terlebih dahuli biar afdol" bujuk rayu maut aku keluarkan.


"Iya tapi setelah pulang dari rumah kakek dan kamu udah punya calon pendamping hidup!


"Lah kalo pendamping hidup skip dulu buk, yang penting umroh dulu ya buķ"


"Iya sakarepmu Mel"

__ADS_1


"Yes ,dan iyes sampai rumah ibukk ayo pintu segera terbuka"


"Huuh ini anak


Akhirnya smaoai juga dirumah, istirahat habis itu lanjut gass ke Semarang ke kampung halamannya ibu? sengaja memang ai bawa mobil soalnya bawaan kami banyak itu salah satu alasannya dan yang kedua pulang ke ibukota akan bawa oleh oleh banyak jadi ya bawa mobil ngajak pak Irul untuk sopirin beserta sang istri karena beliaulah yang selalu menolonhku dan selalu ada baik suka maupun duka.


Gak mungkin juga aku harus meyetir jadi ya sayanputuskan mengajak mereka berdua ,ya maklum oengganti ayah.


"Bu aku naik keatas buat iatirahat ya"


"Iya ntat bangunnya jangan kesorean ya biar kita nyampe menjelang pagi."


"siap nyonya"


-------


Sekitar jam empat sore aku terbangun, mandi dandan dan segeralah aku turun untuk mencari keberadaan ibu.


"Bu ibuk dimana? Kuoanggil panggil tak ada sahutan kutelusuri seluruh ruangan nihil belum ketemu,ketika lagi asyik nyari tiba tiba


"Derr nyariin ibu yaa tadi abis dari depan naruh barang dimobil kopermu juga udah masuk beres tinggal makan terus kita berangkat"


"Yuk makan dulu" ajak ibu ketika hendak berjalan muncullah pak Irul bersama sang isri mak sole dan mbak Citra anak pak Irul bersama mak sole.


"Ayukk mak pak Irul mbk Cit kita makan mengisi tenaga untuk perjalanan jauhh" tawarku


"Lha aku gak ikut neng cuman nungguin rumah aja,kalo ikut semua yang jaga rumah sopo?


"Wehh bisa basa Jawa lu,youes nek gak melok sug tak gawakno oleh oleh e ae yo"


"Lah ngomong apa lu Nel gue kagak ngarti?


"Lha kirain bisa ternyata bisanya cuma sopo hadehhh


Dan akhirnya kami tertawa bersama, setelah semua selesai makan kita siap siap.


Setelah berpamitan dengan Citra kita langsung berangkat,sebelum berangkat diadakan ritual doa bersama agar perjalanan kita lancar tanpa hambatan apapun sampai ketempat tujuan dengan selamt tanpa kurang satu apapun.


"Oke semuanya ayukkk berangkat mang Irul"

__ADS_1


Nisa I'm coming.


__ADS_2