Drama Cinta Masa Lalu

Drama Cinta Masa Lalu
Sakitnya Amel


__ADS_3

Pov Anis


Brak


"Amel" teriakku kala memdapati sepupuku sahabatku Amel tiba tiba pingsan.


"Mel bangun Mel"


Apa yang terjadi dengan Amel bukanjya dari pagi sampe siang masih sehat ngak mengeluh sakit kenapa tiba-tiba pingsan.


"Nis kita bawa saja ke rumah sakit takutnya beneran sakit, aku telpin ambulans dulu"


"Huuk Mar gue juga ngerasa ada yang aneh"


Kucoba lagi membangunkan Amel, kugosok-gosok minyak kayu putih deket hidungnya, tak ada reaksi sama sekali.


"Gimana Mar udah datang ambulansnya"


"Dalam perjalanan sabar ya Nis"


"Nis emang Amel sering pingsan kayak gini?"  tanya Amar tiba-tiba.


"Ngak pernah,ngeluh sakit aja gak pernah dia itu"


"Oo jadi baru kali ini pingsannya?"


"Huuk" sekenanya saja aku jawab


"Mel keluarganya sudah lo hubungi?"


Saking paniknya kelupaan mengabari ibunya Amel dirumah


"Belum Mar panik jadi blank gak tau mau ngelakuin apa" kupijit kepalaku yang tiba-tiba terasa pening.


Nguing nguinng


Syukurlah mobil ambulansnya sudah datang, segera kita bawa ke ambulans dan dilarikan ke rumah sakit.


Aku takut kalo Amel kenapa-napa,


"Lo ikut mobil ambulans aja motorny gue yang bawa ntar gue ikutin dari belakang"


"Iya makasih ya Mar"


Segera aku masuk keambulans duduk disamping Amel


"Mel sadar Amar udah balik ke Indonesia,lo gak kangen sama dia, meskipun udah tunangan sebelum janur melengkung masih bisa digas Mel" tak terasa bulir menetes akhirnya runtuh juga pertahanku.


Hiks hiks hiķs


"Mel bangun ,katanya mau ngajakin gue ama mami umroh! masih ingat kan janji lo,"


masih berharap Amel sadar ..


Kring kring


Kuambil gawaiku ternyata ada panggilan masuk dari ibunya Amel, feeling ibu merasakan kalo terjadi sesuatu dengan anaknya.


"Hallo buk ini Amel lagi perjalanan kerumah sakit nanti ibuk langsung ke RS Kasih bunda "


semoga ibuk disana tidak ikutan pingsan.


"Apa Amel dibawa ke RS Kasih bunda,lha sakit apa anak itu, wong tadi pagi masih guyonan sama ibuk, lha kok ini tiba-tiba dibawa ke rumah sakit"


Busyet pake acara gak percaya,


"Hallo buk tadi sehabis ngemc Amel pingsan"


"Pingsan"


"Hallo buk ibuk" waduh beneran pingsan ini kok diem aja gak ngomong-ngomong


"Buk ibuk hallo ibuk masih disitu?


"ee ya Nis ibuk langsung ke rumah sakit sekarang"


"Iya ati-ati dijalan buk, jangan ngebut-ngebut bawa mobilnya " pesanku pada ibuk aku tak mau ibuk kenapa napa.


"Ya" jawab ibuk lemah.


Tiga puluh menit perjalanan dari cafe ke rumah sakit,akhirnya sampailah didepan pintu masuk ruang UGD, didepan pintu telah menunggu Amar, bu Miranda, dan Ryana tunangannya Amar.

__ADS_1


Setelah Amel turun langsung dibawa didalam ruang UGD untuk diperiksa.


Sepuluh menit berlalu dokter yang memeriksa belum keluar ruangan,tiba-tiba terdengar sahutan seperti saya kenal suara itu


"Nis gimana Amel" tanya ibu yang baru saja tiba dirumah sakit.


"Dokter yang memeriksa belum keluar buk,doakan yang terbaik semoga tidak ada yang serius buk" jawabku ala kadarnya


"Iya Nis ibu takut kalo ini efek kecelakan se tahun lalu " apa yang ada dipikiranku sama seperti yang ibu khawatirkan.


Setahun lalu Amel dan ayahnya mengalami kecelakaan yang merenggut nyawa sang ayah dan Amel mengalami benturan hebat dikepalanya dan vonis dokter tidak ada yang perlu dikhawatirkan.


Ceklek


Gegas kami berlalu menghampiri perawat yang naru saja keluar dari kamar UGD tempay Amel dirawat.


"Bagaimana keadaan anak saya dok"


"Anak ibu sedang dibawa ke ruang ICU karena kondisinya mulai menurun,dimohon keluarha pasien mengurus administrasinya"  kawab sang suster yang  ikut mengecek kondisi Amel.


"hiks hiks Amel Nis Amel ibu gak mau kehilangan Amel uhuhu" tangisan mengema didepan kamar UGD akhirnya apa yang ku khawatirkan benar-benar terjadi.


"Iya bu doakan yang terbaik untuk Amel, aku tinggal sebentar ya buk mau mengurus administrasi"


aku berlalu tak lupa kuhampiri Bu Miranda Amar dan tunangannya


"Sebelumnya banyak-banyak terima kasih karena sudah merepotkan dan membantu"


"Tidak merasa direpotkan mbk Anis,sesama manusia sudah seharusnya saling tolong menolong,bagaimana keadaan Amel?"  tanya bu Miranda,


"Minta doanya bu semoga Amel segera sadar dan pulih kembali"


"Sebelumnya bukannya  saya mau mengusir  sebaiknya bu Miranda dan Amar mbk Ryana pulang saja kerumah karena disini sudah ada Ibuk yang menemani saya"


bukannya aku ingin mengusir tapi tak enak juga kalo merepotkan lagian diICU juga tidak boleh banyak yang menunggu.


"Baiklah kalo begitu kami pamit dulu ya semoga Amel lekas tersadar dan pulih seperti sedia kala" akhirnya ketiga orang tersebut berpamitan untuk pulang.


"Mari saya hantarkan bu Mir karena saya juga mau ke bagian administrasi"


Kami berjalan beriringan sesampainya di bagian administarasi kamipun berpisah tak lupa aku ucapkan banyak terima kasih atas pertolongan beserta doanya.


Setelah mereka berlalu aku berjalan ke bagian admnistrasi.


Setelah sampai dikamar ICU tempat Amel dirawat tampak ibu melamun


"Bu kenapa ibu tidak masuk apa kata dokter bu"


"Uhuhuu"


"Kenapa ibu menangis bu apa yang terjadi pada Amel bu?apa kata dokter yang memeriksanya?" aku semakin panik kala memdengar ibu semakin tergugu menangis,apa yang sebenaenya terjadi.


"Bu tenang istigfar tolong ibu ceritakam secara detail dokter tadi berkata apa?


bujukku pada ibu, pelan-pelan ibu mulai tenang dan mulai bercerita.


"Kata dokter yang memeriksa dikepala Amel ternyata gumpalan darah ebeku didalam kepalanya itulah yang menyebabkan sakit kepala Amel dan harus segera dilakukan operasi secepatnya agar tidak menggangu suplai darah dan oksigen ke otaknya tapi efek samping dari operasi tersebut Amel akan mengalami amnesia"


Apakah benar yang ibu katakan ternyata baru sekaranglah efek dari peristiiwa dari kecelakaan setahun lalu.Tapi kenapa Amel selalu menutupi sakitnya sedangkan dia tidak pernah mngeluh kesakitan.


Kita larut dalam pikiran masing-masing,aku tak sanggup melihat ibu yang menangis aku juga bingung langkah apa yang hafus diambil demi keselamatan Amel.


"Nis ibu ikhlas dengan semua ujian ini,Amel harua segera dioperasi apapun resikonya yang terpenting keselamatan Amel yang paling utama" akhirnya ibu mengatakan keputusannya.


"Iya buk kita sama-sama saling menguatkan dan berdoa semoga Amel lekas diberi kesadaran dan kesembuhan aamiin"


Jawabku yang diaamiini oleh ibuk.


[Sedikit cerita tentang ibuk]


Beliau dalah bu Harini ibunya Amel adik kandung ayahku yang seharusnya aku panggil bulek tapi aku memanggilnya ibuk dan aku tinggal dengan bulek sudah semasa SD hingga sekarang karena umurku dan Amel hanya terpaut satu bulan.


Bulek selalu meyanyangiku sama seperti anak kandungnya beliau takpernah membeda-bedakan anak kandung ataupun keponakan.


Tak selang berapa lama dokter yang memeriksa Amel keluar


"Bagaimana dok apa ada perkembangan"


"Setelah kita observasi lebih lanjut para tim medis memutuskan akan melakukan operasi hari ini juga,tolong segera ditanda tangi berkas persetujuan tindakan operasi nanti suster disini akan menjelaskan,kalo begitu saya permisi"


penjelasan dari dokter sedikit melegakan kita berdua dengan dilakukan tindakam operasi.

__ADS_1


Tak selang berapa lama datang suster meminta tanda tangan persetujuan dilakukan tindakan setelah semua berkas selesai ditanda tangani sang suster beranjak dari hadapan kami untuk melakukan persiapan.


"Buk" panggilku serasa bergeser kesebelahnya setelah kepergian suster tadi.


"Ibuk udah makan?"


"Nanti aja Nis"


"Bu jangan lupa makan nanti ibu sakit, kita doakan sama-sama ya buk semoga operasinya berjalan lamcar, aamiin"


"Aamiin Nis"


Kring kring


Kuambil ambil gawaiku yang kutaruh dalam tas,ada panggilan masuk kugeser tombol hijau menjawab panggilan tersebut


"Hallo yah, assallamu'alaikum gimana kabar ayah? ada apa yah? ternyata ayah yang telpon.


"Wa'alaikumsalam kabar ayah sehat, dasar anak gemblung saudara ada musibah bukannya ngabari malah anteng wae" gerutu ayah diseberang telpon


"Maaf yah saking paniknya sampe lupa ngabari, lha ayah tau dari siapa kalo Amel sakit?" tanyaku pada ayah.


"Dari Sita yang nelpon ayah tadi  sewaktu Amel pingsan dan dibawa ambulans"


"Sita Sita sipaa yah? Sita anaknya pakdhe Margo bener bukan? tanyaku apa Sita lihat ya


"Iya dia cerita kalo Amel pingsan dan dibawa kerumah sakit kebetulan Sita kerja dicafe itu"


penjelasan ayah


"Hari ini Amel dioperasi Yah bantu doanya semoga lancar"


"Iya tadi ayah telpon bulek tapi nomernya tidak bisa dihubungi, bilang sama bulek nanti sore ayah sana ibu baru bisa kesana karena ibumu sedang ada acara si kelurahan tidak bisa ďitinggal"


"Hp bulek ketinggalan dirumah Yah mungkin batrenya abis "


"Ya udah tapi kalian berdua gak papa kan"


"Gak papa yah doakan yang terbaik "


"Iya jam berapa operasinya Nis" tanya ayah kemudian


"Nanti jam empat"


"Ya udah kalo ibumi sudah pulang ayah sama ibu langsung kesana saja"


"Iya yah hati-hati dijalannya yah, assallamu'alakum'


"Wa'alakumsalam"


Setelah sambungan terputus aku berlalu menghampiri ibuk,


"Buk saya pulang mandi sekalian bawa baju ganti untuk ibu ya,ini nasi sama cemilan jangan lupa makan ya buk" setelah berpamitan aku langsung pulang.


Kupercepat langkahku ke arah parkir motor, setelah menemukan dimana motorku terparkir lalu kujalankan menuju rumah ibuk.


Memakan waktu tiga puluh menit perjalanan akhirnya sampailah didepan rumah.


Cepat-cepat aku buka handle pintu kulangkahkan kaki ini ke kamarku yang berada dilantai dua.


Secepat kilat aku bereskan pakaian yang akan kubawa tak lupa punya ibu untuk ganti nantki disana.


Kringkringkring


"Ya hello ada apa bu?ya saya secepatnya ke rumah sakit ini juga sudah beres kok" telpon dari ibu mengatakan kalo operasi Amel dimajukan satu jam lagi,amu harus cepat sampai kerumah sakit.


Kulajukan motorku secepatnya tak peduli ada apa didepanku yang terpenting hafus tiba dirumah sakit sebelum Amel masuk kamar operasi.


Tring


Akhirnya sampai juga di lantai empat dimana ruang ICU berada, kulihat lintu kamar ICU dibuka keluarlah Amel yang sedang berbaring koma tak sadarkan diri akan dibawa ke kamar operasi yang direncanakan pukul empat disampingnya ada ibu yang selalu menemani dan aku mengekor dibelakang.


"Maaf ibu mbak kami bawa dulu pasiennya doakan semoga operasinya berjalan dengan lancar"


"Baik sus " jawab kami bersamaan,


"Bu kenapa jadwal operasinya dimajukan harusnya jam 16.00 ini masih kurang tiga jam lagi"


"Tadi setelah kepergianmu dokter berbicara sama ibu operasinya akan segera dilaksanakan lebih cepat lebih baik" kupadang lurus manik mata ibu apakah ada kebohongan disana?tak terlihat ibu jujur tapi kenapa aku masih ragu ada rasa ketakutan didiri ibu yang disembunyikan.


"Bu jujur sama Anis kenapa ďimajukan jadwal operasinya bu" tanyaku yang masih tak percaya

__ADS_1


"E em kata dokter harus secepatnya demi kebaikan Amel uhuu huu" jawaban ibu tetep sama tapi kenapa menangis?ada apa sebenarnya.


__ADS_2