
"Hah Hadiwijaya jadi dia anaknya Hadiwijaya bukannya anaknya perempuan ya? tanya om Ridwan
"Amar adiknya mbk Arsi yang sekarang tinggal diluar negeri ikut suaminya" jelasku
"Oo dunia ini memang sempit ya dulu anak perempuannya berpacaran dengan mas Emil hampit tunangan tapi tidak tau apa sebabnya hubungan mereka putus ditengah jalan dan masmu menikah dengan anak pak Rt sekarang menentap di Balikpapan mengurus salah satu pabrik disana,setelah kejadian itu saya tak mendengar lagi kabar keluarga mantan calon tunanagannya Emil" cerita om Ridwan tentang kisah dulu.
"Oalah om om ternyata aku hidup gak jauh jauh dari kisah masa lalu keluarganya ayah yuhh" aneh bin ajaib sekilas seperti benang kusut yang munginkah bersatu.
"Lha aku heran ketemu lagi dengan keluarga Hadiwijaya jangan jangan salah satu keturunannya akan jadi mantu keluarga Pradikta, Mel ati ati kalo jangan sering sering bertengkar ntar berjodoh baru nyaho lho hehe" ejek om Ridwan
"Iihh om ini merusak mood yang baru muncul setelah porak poranda"
"Lha gimana gak bad mood orang baru aja ketemu berantem lagi kirain bakalan sayang sayangan ternyata tidak sesuai ekspetasi"celetuk ibu yang membuatku salah tingkah.
"Oo jadi dulu ada something tho mbak wahh beneran ini bakalan besanan haha"
"Apa si om ini"
"Ya kalo jodoh takkan lari kemana neng Amel Shaqueena Pradikta"
"Iya om Amel sadar itu,terus kapan om balik ke Padang? kualihkan obrolan,aku tak mau mengingat ingat karena kepalaku mulai pening tapi aku tak ingin memberitahukan kondisiku nanti ibu kepikiran.
"Besok sudah balik karena saya gak mungkin meninggalkan kerjaan terlalu lama dan jangan memintaku untuk menginao dirumah karena tak enak kita hanya sebatas ipar,saya gak mau nanti para tetangga banyak yang bergunjing karena saya dan mbakyu bukan mahrom" baru aja mau ditawari untuk tinggal sudah nerocos aja gak mau.
"Ya kalo gak mau tinggal diruko ini aja om diatas ada kamar buat istirahat kok" tawarku karena memang toko kueku modelan ruko jadu atasnya bisa untuk tempat tinggal.
"Oo tak pikir diatas kamu bikin model cafe Mel ternyata buat istirhat "
"Iya om sengaja saya buat tempat untuk peristirahatan para karyawan kalo pulang kemaleman ato malas pulang, termasuk aku hehe" ceritaki pada om Ridwan
"Ya sudah saya tinggal disini saja daripada saya harua nyari hotel lagi,lumayan dapat tumpangan gratis makan sama tempat tinggal" canda om Ridwan
"Ye maunya gratisan " hahaha akhirnya kami bertiga tertawa bersama sama.
Rasanya bahagia sekali melihat senyum penuh bahagia terlihat dimata ibu setelah sekian lamanya karang ibu lakukan.
Sulit mungkin bagi ibu untul meleps kepergian sang suami karena dimataku ayah adalah ayah dan suami terhebat yang ibu dan aku miliki.
"Malah pad ngalamun,ayo om aku antar ke atas biar om bisa istirahatbpasti capek diperjalanan" pintaku padanom Ridwan dan kuantarkan beliau ke atas untuk mengistirahatkan tubuhnya.
"Mel kapam kamu berangkat kerumah Ania dikampung"
"Besok sore jadiya om rencananya lusa tapi ibu memutuskan besok saja,kata ibu udah kangen rumah masa kecilnya"
"Denger denger kamu juga habis dioperasi apa karena efek dulu kamu pernah kecelakaan"
__ADS_1
"Iya om ada gumpalan darah didalam kepala deket otal jadi hafua segera dilakukan tindakan agar tak menjadikan masalah di masa akan datang"
" om aku ijin rebahan sebentar dikamar ya kepalaku pusing sekali" tambah ceritaku dan undur diri, aku langsung berlalu dari hadapan omku, pusing sekali aku kenapa tiba tiba berdenyut obatbjuga sudah aku minum apa karena aku kecapekan.
Kurebahkan sejenak tubuh dan kepala ini,kucoba untuk memejamkan mata agar aku bisa istirahat tapi kejadian tadi samoe saat imi masih terngiang ngiang jelas dalam pikiramku.
Pelan pelan juga aku sudah bisa mengingat
Kejadian dekat dekat ini. Saat aku pertama kali bertemu Amar setelah sekian tahun lamanya berpisah dan berkenalan dengan Ryana waktu itu dan dipertegas tadi siang kalo Ryana adalah calon istrinya.
Ya Ryana memang cantik sexy pintar dibandingkan dengan Amel Shaqueena Pradikta apalah aku ini yang hanya tukang mc dan pemilik toko kue.
Dulu memang pernah menjanjikan dengan sebuah ikatan suci tapi tak tau kenapa janjinya hilang diterpa angin.
Sempat ingin menanyakan kenapa ingkar?kenapa tak pernah mberi kabar,kenapa talnpernah menjawab pesan pesanku yang akhirnya aku sadar diri siapàlah aku ini.
Akan aku coba untuk mengikhlaskan semua pernah aku harapkan,aku harua berjuang tatap masa depan jangan tengok kebelakang jadikanlah masa lalu sebagai ujian untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Ya walu sakiy hati ini tapi tak apalah ya sapa tau aja jodoh kita tidak ada yang tahu.
-----
Sayup sayup kudengar seseorang mengetuk pintu kamar,kubuka mata kulihat jam didinding sudah menunjukan jam empat sore gegas kubuka pintu kamar ibu ternuata didepan
"Ya buk ada apa" tanyaku setengah sadar antara iya dan tidak.
"Pulang bu sebenyat sholat dulu nanti Amel suaul kebawah"
"Ya udah buruan sana sholat keburu Ashar" titah ibu negara
"Siap laknakan ibu" kulihat ibu tersenyum dengan bahagia.
Setelah selesai menunaikan kewajibanku kepada Tuhan Yang Maha Esa kubereskan dan kurapikan seperri sedia kala sebelum aku tidur. Setelaj semuanya rapi baru aku keluar dan kucari cari om dan ibu dilantai atas tak kutemukan kemungkinan di bawah.
"Lha disini ibu yuk lah buk pulang" ajakku ibu
"Bentar nunggu ommu "
"Lha kemana om Ridwan emangnya " tanyaku pada ibu
"Ke toko seberang, ohya Mel ntar sekalian mampir ke toko Mbok Aseh ya mau beli oleh oleh buat dibawa besok sekaliam nitip sedikit buat keluarga di Padang"
"Ya, buk aku cek kedalak sebentar sapa tau ada yang mau nginap disini jadi om tidak sendirian" pamitku pada ibu
Didalam pantry semua karyawan lagi istirahat makan minum ngobrol. Ditokoku saya terapkan disiplin dengan tanggung jawab sama seluruh job masing masing dangotong royong,jika satu temannya lagi kesusahan teman yang lain udah free dibantu.
__ADS_1
Dan ketika aku masuk meraka pada pura lura sibuk
"Alahh gaya padaan kalian"
"Ada yang mau nginep gak ntar malem? tanyaku pada karyawan cowok
"Ryan mbak katanya dia malea balik" potong Ajik tukang baking ditokoku.
"Bener Yan lo mai nginap disini? tanyakubpenuh selidik dan yang ditanya ketakutan mungkin takit tak saya ijinkan
"Iya mbk rencananya tapi kalo boleh" jawab Ryan dengan raut muka sedih dan gemetaran
"Ryan pengennya bisa tinggal disini buk biar hemat ongkos,soalnya hatus nyari tambahan extfa karena ibunya sakit 'terang Ajik panjang lebar.
"Bener itu Yan"
Ryan takut gak berani menjawab
"Gak usah takut,kalo kamu mau tinggal disini gak papa bisa biat temen mang Ujang kasihan kalo malem jaga sendirian,kamu bisa tempati kamar belakang, ibumu sakit apa Yan?
"Sakit stroke kemaren habia jatuh dari kamar mandi jadi ibu butuh terapi niar tangannya bisa digerak gerakan lagi,kqlo diijinkan saya pengen tinggal ditoko biar saya bisa hemat jadi uang koat biasa buat tambah terapi ibu saya"
"Boleh Yan kamu boleh tinggal disini tapi dengan syarat jangan buat saya kecewa karena saya percaya pada kalian kalian semua,kalo temem temen yang lain gak suka Ryab tinggal ditoko bilang saja" terangku pada semua karyawanku karena saya gak ingin mereka punya sifat iri dengki.
"Tidak mbak kami semua setuju " jawab mereka kompak
Makasih sebanyak banyaknya tanpa kalian apalah saya ini"
"Sama sama mbak"
"Ya udah kerja lagi nho belum waktunya pulang " kuingatkan sambil tersenyum
"Kalo gitu saya kedepan duu"
"Siyap bu bos"
------
Setelah bereas kutemui ibu ternyatan om ridwan sudah balik dan lagiengnrol caťntik.
"Buk ayo jadi ke tempatnya mbok Asih"
"O iya jadi donk,yuk cap cus." Ajak ibu
"Wan kami pamit ya mohon maaf tak dapat mengantarmu kebandara, hati hati dijalan".
__ADS_1
"Waduhh kompaknya, buat kalian semuanya