
Sinar mentari masuk menerobos disela sela gorden didalam kamar Amel.
'Uh dah pagi aha,abis shubuh aku balik tidur efek semalam begadang.
"Mel udah bangun nak, hari ini rencananya mo kemana? tanya ibu ketika membangunkanku dikamar.
"Mo cek toko souvenir abis ru ke toko roti, mang ada apa buk?
"Kira kira nyampe toko roti jam berapa??
"Ya gak tau bu, ada apaan seh? tanyaku akhirnya.
"Ada yang pengen ketrmu?
"Lha tenan siaoa buk" ragu ibu menjawab pertanyaanku.
Setelah kudedesak untuk beberapa saat akhirnya ibu mengatakan sodara ayah kemaren nelpom dan pengen ketemu
"Lha kenapa gak datqng kerumah aja?
"Udah ibu bilang tapi dia pengen ketemumya diluar gitu"jelas ibu.
"Emang siapa buk? penasaran kenapa gak.mau datang kerumah
"Om Ridwan yang kemaren nelpon ngajakin ketemunya diluar,gak mau dirumah?
"Lha tumben buk?
"Gak tau nanati coba tanya aja,tadi kuga soalnya buru buru terus ditutup gitu"
"Oo gitu,"
-----
Setelah siap siap selesai kini aku berada didalam mobil perjalanan ke toko souvenor baru ke toko roti dan ditemani ibu negara karena setelah dipikir pikir ya mending ibu ikut sekalian.
"Mel " panggil ibu
__ADS_1
"Ya buk "
"Gak pengen ganti mobil ? lha ada apa ini kenapa ibu tanya kek gitu mau nambahin aku tuker tambah mobil apa ya? secara uang ibu banyak orang laba dari toko kelontong bengkel semua ada diibu belum lagi dengan keuntungan restoran kontrakan hotel semua masuk kantong ibu. Ya maklul ibu saya janda mati dengan harta berlimpah itu semua didapat dari usaha kerja keras ayah dan ibu
Jadi sekarang tinggal nikmati hasilnya.
"Engak bu,ini masih bisa dipake, tapi ya kalo ibu beliin tak menolal lho aku hehe" kelakarku kemudian.
Akhirnya sampailah tujuan pertama kita toko souvenir merangkap kantor wo tempat kita menerima klien dan cuatomer dan sebelahnya ada florist flower milik Anis. Aku dan Anis merintis usaha ini berdua sejak masih kuliah.
Segera ku masuk cek cek semua apakah ada kendala ternyata aman. Segera au keluar dari toko dan berjalan kearah mobil.
Brakk hpku jatuh karena tak sengaja kesenggol oleh seseorang.
"Maaf mbak gak sengaja?
"Oo iya mas gak papa, Amar ngapain disini? tanyaku
"Ee lha apa urusannya terserah gue" ketusnya
"Kok kamu berubah Mar ada apa dengan kamu sebenarnya? tanyaku kala merasa ada perubahan sikap darinya mumpung ketemu sekalian aja aku tanyakan mana janji yang telah diucapkan dulu.
"Apakah lo lupa dengan janji yang telah kau ucapkan tiga tahun lalu didepan toko ini? tanyaku
Tampak kekagetan terpamcar diraut.mukanya belum sempat menjawab kusela
"Hingga saat ini aku masih setia dengan janji yang kau ucapakan karena aku yakin dengan perasaan ini, tapi kenapa seolah olah lo tak pernah ada janji itu Mar?aku seperti orang asing bagimu.
"Emm Mel jujur gue minta maaf karena janji gue lo sampe nunggu bertahun tahun gak pacaran, gue bener bener minta maaf
Seiring berjalannya waktu jarak yang terpisah terlalu jauh hingga pelan pelan rasa dan janji yang dulu terkikis sudah. Maaf sekali lagi kalo membuatmu jadi mengharapkanku tapi aku telah memilih gadis yang selalu menemani dikala aku susah sedih maupun bahagia. Dan maaf kali ini perasaanmu tak berbalas jangan berharap lebih dadi janji itu anggap saja janji itu sudah tak berlaku.
Maaf permisi saya buru buru" derr bagaikan tertimpa jutaan batu dari langit perkataan Amar membuatku merasa orang yang bodoh dan naif karena hanya sebuah janji hingga aku menunggunya sampai bertahun tahun dan semua kesetianku tak berbalas intinya cintaku ditolak sebelum berkembang sudah dicabut sampe ke akar akarnya.
"Oke mulai detik ini juga jangan pernah lagi lo berani muncul ato usik setiap apa yang gue lakuin.."
"Oke gue gak akan ganggu lo masak ssorang Amar mau sama gadia seperti ini"
__ADS_1
"Alahh lagak lo gak mau ilfeel nyatanya dulu ngomong tunggu aku selesai study aku pasti meminangmu, halahh gedabrus thok ternyata" rasa jengkelku unek unekku
"Lha lo emang gak sesuai standar jika ingin jadi bini gue" elaknya
"Halahh standar apa emang gue barang harus sesuai standar sni,makan tu standar"
"Lha coba aja liat diri lo bener lo.wanita tapi apa pernah lo bersikap lembut sama lelaki pasti teriak teriak gak jelas"
"Lelaki siapa dulu yang harua dilembutim kalo modelan kayak lo ogah gue,laki laki tulang mangkir eww"
"Mel ada apa sih ribut ribut dijalan gak enak lo diliat orang malu lah Mel" lerai ibu setelah ibu melihat keluar aku dan Amar udah bertengkar.
"Maafin Amel nak Amar dia lagi banyak pikiran makanya kemana mana yang diomongin"
"Lha buk ngapain aih minta maaf oranag dianya lho salah udah ingkar janji, nyesel dulu gue berharap lebih dan gilanya gue nunggu dia sampe hari ini ternyata percuma" masih dengan perasaan amah yang menderu deru
"Buk maafkan Amar bukan maksud aku memberi harapan tapi hati ini tak bisa dibohongi buk kalo rasa yang dulu hadir telah sirna, sekali lagi maafin Amar yang telah ngecewain ibuk dan Amel" belum sempat ibu menjawab Amar telah berlalu menjauh dari hadapanku dan ibu.
"Mel lo gak papa kan" lha ibu kenapa nanya pake basaha lo gue lo gue.
"Sakit bu disini sakit tiga tahun aku menunggunya bukk hiks " akhirnya runtuh juga pertahananku yang kutahan tahan tak kuasa aku menahan.
Kuhapus air mata ini tak akan lagi aku tangisi laki laki yang telah mengecewakanku dan membuatku sakit.
"Ayo buk kita kemobil lanjut perjalanan" ya aku gegas masuk diikuti ibu masuk kedalam mobil. Kulajukan mobil dwngan kecepatan sedang ke arah toko kueku karena telah berjanji dengan om.
Selama perjalanan kami larut dalam pikiran masing masing.
Oke Mar akan aku hapus semua janji janji manis yang kau ucapkan tiga tahun lalu
flasback tiga tahun lalu
"E Mel ada yang ingin aku omongin"
"Apa Mar omong aja"
"Kita keluar ya banyak orang di dalam aku gak enak ntar ganggu orang kerja"
__ADS_1
"Oke" ku ikigi langkah Amar keluar toko, apa yang akan diomongin kenapa perasaanku jadi gak enak ya,yang tadinya aku selalu bertengkar tiba tiba Amar bersikap manis dan baru kali ini juga aku dengar Amar bicara gak pake lo gue lo gue udah kita saya kamu.
Deg deg kenapa juga dengan hati ini?kenapa hatiku berdebar debar hanya memandang punggungnya dari belakang rasa ini sudah tak karuan.