Drama Kehidupanku

Drama Kehidupanku
10. aturan baru untukku


__ADS_3

Rena keluar dari kamar dengan mata sembab dan bengkak, ia menuju dapur untuk masak makan malam Rena akan masak sendiri tidak seperti biasanya, biasanya ia akan masak bersama mamahnya Lia tapi dikarnakan sang mamah arisan ia harus masak sendiri.


Rena mulai memotong wortel dan kawan kawan setelah mencucinya, lalu mulai membuat sup yang akan menjadi hidangan nantinya.


Rena melihat jam dinding menunjukan pukul setengah tujuh malam, biasanya sang mamah akan pulang saat jam menunjukkan pukul tujuh lewat berarti sebentar lagi bisa di pastikan sang mamah akan pulang. Baru di pikirkan sang mamah sudah masuk dan tiba di dapur.


"Rena masak apa sayang"ujar Lia saat sudah tiba di dapur.


"masak sup sama mau numis sayur ni mah"ujar Rena sambil meletakkan sup yang sudah jadi di meja makan.


"oh ya udah"ujar Lia sambil memakai celemek.


"ehh mamah mau ngapain, udah biar Rena aja mamahkan capek habis pulang dari arisan" ujar Rena sambil mendekati Lia.


"nggak lah, mamah mau bantu"ujar Lia.


"nggak usah mah lagian tinggal numis sayur sama masak lauk aja kok, sekarang mamah masuk kamar aja mandi baru nanti kita makan bareng okke"ujar Rena sambil membantu melepaskan celemek yang di pakai Lia.


"ya udah deh, ntar dulu mata kamu kenapa kok kaya habis nangis berantem lagi sama papah"ujar Lia lagi sambil memperhatikan mata Rena yang sembab.


"nggak kok mah, Rena habisss "ujar Rena.


"habis apa, Ren"ujar Lia menyelidik.


"udah mah Rena nggak papa, mamah nggak usah khawatir im ok, mamah naik gih, Rena mau lanjutin masak nih"ujar Rena mengalihkan pembicaraan.


"beneran nggak papa"Lia ragu.


"iya udah,kapan Rena masaknya ini" ujar Rena sambil tertawa.


"iya iya, mamah masuk kamar ya" ujar Lia sambil berjalan menjauhi dapur, dan di balas anggukan oleh Rena.


___________


setelah selesai masak dan beres beres dapur Rena menuju meja makan yang sudah ada para penghuni rumah. saat Rena telah duduk di tempat duduknya dan ingin mengambil makanan Raman mulai angkat bicara.


"Rena"ujar Raman.


"ya"apalagi ini".ujar Rena lagi dalam hati.


"mulai hari ini dan seterusnya kau akan makan di dapur jangan lagi makan di meja makan"ujar Raman tanpa menoleh ke arah Rena.


"pah"Lia menimpali.

__ADS_1


"sssttt diam aku tak bicara padamu" Raman menoleh ke arah Rena"ini hukuman untukmu karna kau berangkat subuh dan tidak membantu mamahmu masak pagi ini"ujar Raman lagi.


Hening..


"kenapa kau masih diam, ambil makananmu dan pergi ke dapur"Raman mulai marah.


"pah" Lia berdiri, tapi sebelum benar benar berdiri tanganya langsung di tarik oleh Rena. Rena menggelengkan kepala tanda bahwa ia tak perlu di bela.


kata kata ayahnya adalah mutlak dan tak boleh di bantah apalagi di langgar, jika ia bilang harus,maka harus di lakukan mau tidak mau.


"iya ayah"ujar Rena sambil berdiri.


lalu Rena mulai mengambil sayur dan lauk untuk di bawanya ke dapur, setelah selesai ia mulai beranjak dari ruang makan ke dapur.


Lia tak dapat berkata apa apa, hanya diam yang bisa dia lakukan, lalu ia mengambilkan makanan untuk sang suami yang sudah menatapnya tajam.


sedangkan Raga juga diam dan mendengarkan, lalu ia melirik Rena sampai seringai muncul di wajahnya.


saat Rena sudah berada di dapur, lagi dan lagi air mata jatuh tak terbendung, aturan aneh yang sangat membuat hatinya sakit.


"Ayah bahkan aku masih seburuk itu di matamu, walau aku selalu melakukan yang terbaik dari yang terbaik agar membuatmu tak lagi membenciku"ujar Rena terisak.


"Ibu salah apa aku yang membuat ayah tak lagi menganggapku ada, dulu saat masih ada engkau setidaknya ia masih mengakuiku sekarang jangankan mengakuiku menganggapku ada saja tidak di rumah ini"ujar Rena lagi.


Rena mulai beringsut duduk tak kuat menopang raga yang tak lagi memiliki kekuatan, sambil menangis ia mulai menyuapkan nasi yang ia ambil tadi ke dalam mulutnya.setelah beberapa menit berlalu ia menyelesaikan makanya dengan masih terus terisak.


lalu ia bangkit dan mulai mencuci piring bekas makanya, ia mengintip ke arah ruang makan saat selesai mencuci piring, terlihat sang mamah sedang membereskan meja makan, Rena menghampirinya sebelum itu ia menghapus air matanya dan berkaca, saat sudah terlihat tak terlalu mencurigakan ia berjalan ke arah ruang makan berniat membantu Lia.


"mah Rena bantu ya"Ujar Rena sambil mengambil piring kotor.


"Ren"ujar Lia sambil membalikkan badan Rena yang menghadap ke samping.


"ehemmm"ujar Rena sambil menghadap Lia.


"maafin mamah ya, lagi lagi mamah bisu dan tak bisa membantumu"ujar Lia berkaca kaca saat melihat mata Rena yang terlihat memerah karna habis menangis.


"mamah ngomong apa sih, Rena nggak papa kok"ujar Rena berusaha tegar agar tak mengeluarkan air matanya meski kini matanya telah berkaca kaca.


"Jangan bohong sama mamah Ren, mamah tau kamu sakit hatikan sama sikap papah, mamah tau kamu sedih"ujar Lia sambil memeluk Rena.


Rena tak lagi bisa menyembunyikan air matanya ia menangis di bahu Lia dengan terus menguatkan pelukanya.


"apa Rena seburuk itu mah, lagi dan lagi ayah tunjukkan rasa bencinya meski secara tak langsung"Rena melepaskan pelukanya.

__ADS_1


"nggak sayang, menurut mamah kamu adalah anak yang paling baik dari yang terbaik, kamu kuat hebat mamah yakin sikap papah akan berubah suatu hari nanti"ujar Lia memberi semangat kepada Rena.


"makasih mah, mamah tau aku bangga punya mamah aku sayang mamah Lia seperti aku sayang ibukku"ujar Rena sambil memeluk Lia lagi.


"Rena walaupun kamu bukan anak kandung mamah tapi mamah sayang sekali sama kamu sama seperti mamah sayang sama Raga"ujar Lia sambil membalas pelukan Rena.


"sudah sekarang Rena jangan sedih, Rena masuk aja ke kamar istirahat ini biar mamah aja yang beresin ya"ujar Lia sambil menghapus air mata Rena.


"ia mah, oh ia mah Rena sekarang udah dapat kerja"ujar Rena lagi.


"hah secepat itu, kerja apa memangnya"ujar Lia sambil duduk lagi.


"kerja jadi pelayan cafe, ya walaupun gajinya nggak seberapa"ujar Rena.


"pelayan cafe, cafe apa, terus sekolahnya gimana kamu bener ikutin omongan papah"ujar Lia panjang lebar.


"ia mah, nama cafenya cafe 'FOR SOMEONE', mamah tenang aja, Rena kerjanya dari jam dua pas pulang sekolah sampe jam enam sore"ujar Rena menjelaskan.


"kamu beneran kerja"ujar Lia ragu.


"ia mah"Rena mengangguk.


"ya udah, itu terserah kamu, tapi kamu jangan capek capek ya kalo kerja kalo capek istirahat aja izin sama bosnya"ujar Lia.


"ia"ujar Rena.


"ya udah istirahat gih, mulai besok kan kerjanya ada pr nggak"ujar Lia.


"nggak ada pr kok, ia besok kerjanya"ujar Rena.


"dah istirahat aja buat kerja besok, jangan sedih lagi nggak usah di pikirin"ujar Lia.


"iya, Rena masuk ya mah"Ujar Rena sambil beranjak dari duduknya.


"iya"ujar Lia sambil melihat kepergian Rena.


"ya allah aku berterima kasih padamu, masih ada orang yang peduli padaku, berterima kasih karna engkau mau mengirimkan seseorang untuk memberi penyemangat atas cobaanmu, mah aku sayang padamu sama seperti aku sayang ibukku" ujar Rena saat berjalan menuju kamarnya.


Bersambung.....


Cerita selanjutnya akan aku buat tambah seru lagi, biar penasaran akan ada pemain baru yang nggak kalah jahatnya kaya si Raga si adik tiri.BOCORAN🤭


Jangan lupa sesajenya ya

__ADS_1


LIKE, COMENT, VOTE okke..😁😁..


__ADS_2