
Rena melupakan sesuatu yang mungkin akan di anggap sepele oleh kebanyakan orang, tapi bagi Rena ini adalah hari penting, tepat hari ini adalah hari ke 2 tahun ibunya meninggal, hari di mana ia selalu mengutuki tanggal dan bulan ini, tapi hari ini dia tengah bahagia karna dapat juga bersekolah di sekolah favoritnya, ya SMA Garuda persada.
setelah hampir 15 menit di perjalanan akhirnya sampai juga dia di depan sebuah toko bunga di pinggir jalan yang dapat di bilang kurang ramai, tapi di sinilah tempat yang masih asri dan segar karna tak banyak kendaraan lalu lalang.
Toko bunga langganan Rena saat dulu ia sering ke tempat ini bersama ibunya, ya saat itu saat masih terdapat secercah cahaya kehidupan baginya.
"assalamualikum"
"mang beli mawar putih nya ya"
"eh neng Rena, udah lama nggak ke sini neng, tak kira udah lupa sama mang Karjo,beli berapa tangkai neng"
"mmh 3 tangkai aja mang"
"oh iy tunggu ya"
3 menit kemudian...
"nih neng, bunganya masih seger dan wangi"
"iy berapa mang"'
"15 ribu aja neng"
"mmh mang kapan diskonya mahal amat"
__ADS_1
"kok diskon mulu sih neng, tekor atuh saya mah"
"mang, Renakan anak sekolah uang jajan rena nggak cukup kalau nggak di kasih diskon"
"yaudah khusus buat neng Rena langgannya mang Karjo, mamang kasih 10 ribu aja, gimana"
"iy deh boleh tapi nyicil dulu 5 ribu ya 5 ribunya lagi besok kalau udah pulang sekolah, ya mang ,
iyedeh ya mang."
"halah kebiasaan emang, tapi yaudah lah mau gimana, ini yang terakhir ya neng besok besok kalau minta diskon jangan di cicil"
"iy,iy mang karjooo"
"mang sering nengok ibu nggak"
"mamang kenapa minta maaf justru Rena mau bilang makasih selama Rena sibuk dan nggak ada waktu mamang yang ngejagain makam ibu, makasih banyak ya mang"
"iy neng sami sami"
"ya udah Rena ke atas ya mang, asalamualikum"
"waalaikum salam"
______________
__ADS_1
Rena menyusuri jalanan setapak agar bisa sampai di tempat ibunya berada,rumput rumput liar seperti rumput ilalng menghias pinggiran jalan.
Sampai pada akhirnya sampailah dia di sini, di atas gunung, di mana tempat dia dulu bermain saat masih berumur 5 tahun saat itu masih ada seseorang yang masih menyayanginya bernama Novi Aggraini, yang biasa disebut ibu oleh gadis kecil bernama Rena.
Ada sebuah gubuk kecil di sana sebagai tempat kalau kalau Rena lelah bermain dan ingin tidur beristirahat, kenangan yang terekam jelas di ingatanya saat ibunya membelainya dengan penuh kasih sayang.
Tapi sekarang berbeda, tempat yang dulu di jadikan sebagai "Bumi rena" sekarang sudah jarang di datanginya, semenjak hari itu, hari di mana kecelakaan itu telah merenggut nyawa ibunya.
Di bawah sebuah pohon besar yang tak memiliki sehelai daun pun, terdapat gundukan tanah, ya itu dia, makam yang usang dan banyak di tumbuhi rumput rumput liar itu adalah makam sang ibu yang di sayanginya.
"Di sini tempatmu sekarang ibu, tempat yang di penuhi tumbuhan liar ,tempat yang sepi , tempat di mana aku hanya bisa menjengukmu kalau ada waktu luang, bu aku rindu, rindu dirimu ,rindu suaramu,rindu belainmu, rindu semua tentangmu, sekarang kita sudah terpisah bukan sekedar terpisah yang bisa bertemu kembali ,tapi terpisah jarak ruang dan waktu, Rena hanya bisa mengenang ibu yang mungkin sudah tenang di sana."
Rena menghampiri makam itu, terdapat buluran air mata yang jatuh dari pelupuk matanya, sangat terlihat betapa kehilangannya dia.
"assalamualikum"
"Bu Rena datang ibu bagaimana kabarnya, Rena rindu, oiya ini Rena bawakkan mawar putih buat ibu, maaf ya bu Rena lama tak jenguk ibu"
Rena meletakkan bunga mawar di sana, lalu menutup mata dan berdoa, hanya tuhan dan dia yang tau apa yang dia minta, yang pasti seputar tentang ibunya.
selesai itu dia mencabuti rumput dan berbincang.
"Bu Rena ingin ibu kembali agar ada yang memberi Rena sedikit harapan kehidupan, walaupun rena tau itu semua hanya angan angan yang mungkin takkan terkabul,dan takkan di kabulkan Rena sadar itu.
Bu maafkan Rena yang mungkin pernah membuat ibu sakit hati karna perkataan Rena jika Rena marah, ibu pernah bilang, belajar ikhlas adalah salah satu pelajaran yang sangat berat, Rena sadar bu Rena takkan pernah bisa ikhlas ibu pergi, Rena berharap satu malam saja ibu datang di mimpi Rena hanya sekedar melepas rindu, tapi kenapa ibu tak datang, Rena mau melihat wajah ibu yang sekarang di dalam mimpi Rena."
__ADS_1
Setelah hampir setengah jam disana,Rena melihat pergelangan tanganya, telihat jam tangan berwarna merah muda kesayanganya telah menunjukan pukul 5 sore, ia sedikit khawatir apa yang akan ia bilang dengan ayahnya yang kalau marah bisa bisa terdengar sampai satu komplek perumahanya.
Bersambung....