
Tringgg... tringgg..
Bunyi bel pulang sekolah sudah terdengar,Rena yang berada di dalam ruang UKS mulai beranjak dari tidur, Berjalan ke luar UKS dengan sedikit tergopoh gopoh. Rasa sakit di perutnya sudah tidak terasa lagi tapi pusing di kepalanya masih memutari kepalanya.
Rena berniat mencari Viona yang ternyata sedang berjalan menuju ke ruang UKS dengan membawakan tas milik Rena, mereka bertemu saat Viona melihat Rena berjalan dengan bertumpu pada dinding.
"Rena, ya ampun lo tu harusnya diam aja di di dalam, biar gue yang jemput, masih sakit nggak"ujar Viona dengan nada khawatir.
"nggak kok Vi udah agak mendingan dari yang tadi, tinggal pusing dikit aja, makasih ya"ujar Rena tersenyum
"iya sama sama, gue antar pulang ya"Viona menggandeng tangan Rena dan berjalan ke depan gerbang.
"Hari ini kan gue cari kerja jangan sampai Viona tau." ujar Rena dalam hati.
"mmh.. nggak usah Vi aku pulang sendiri aja, lagian kan aku dah mendingan"Tersenyum semanis mungkin.
"tapi Ren kalo lo kenapa kenapa di jalan kaya apa"ujar Viona dengan nada khawatir.
"nggak lah, lo tau kan gue kuat"
"tapi..."ucapan Viona di potong oleh Rena.
"udah gue pulang sendiri aja ya.., nah tu jemputan lo udah datang"ujar Rena sambil menunjuk mobil berwarna putih milik Viona yang sudah stand by di depan gerbang saat mereka sudah sampai.
"yakin lo" Viona tampak ragu.
"iya, udah sana makasih ya udah khawatirin gue"ujar Rena.
"lo ngomong apa sih Ren ya jelas lah gue khwatirin lo, secarakan Viona yang cantik ini temen seperjuangan sama lo udah hampir 4 tahun"sambil menepuk nepuk punggung Rena.
"iya sih, tapi cantiknya itu jangan terlalu pede"Rena terpaksa tersenyum.
__ADS_1
"emang iya kan"wajah yang di tunjukan oleh Viona benar benar meyakinkan.
"iya iya, dah sana mau sampe kapan kita di sini"mendorong halus pungung Viona.
"iya deh, gue duluan ya kalau ada apa apa kabarin gue ya, bye.." Viona melambaikan tangan.
"bye" Rena membalas lambaian tangan Viona.
saat Viona sudah hilang dari pandangan mata, barulah Rena mulai beranjak dari sana untuk mencari angkutan umum, melupakan rasa sakitnya Rena berjalan menyusuri trotoar karna tak kunjung mendapat angkutan umum. hingga rasa lelah menambah rasa pening di kepalnnya semakin menjadi, akhirnya Rena memutuskan untuk duduk di depan sebuah ruko yang telah lama tutup.
Rena masih berkutat dengan seragam sekolahnya karna tak membawa baju ganti, matahari yang terik membuatnya jengah berada di keramain, apalagi di tambah dengan asap kendaraan yang lalu lalang melengkapi rasa panas semakin menjadi jadi.
Dengan berbekal air putih dapat meredakan rasa haus yang menyerangnya selama perjalanan,sudah nampak seperti musafir berkelana membuatnya mau tak mau melanjutkan setengah perjalanan. sampai ia melihat sebuah poster yang tertempel di pintu ruko, bertuliskan lowongan pekerjaan.
Semangat membuatnya bangkit dan melepas poster tersebut dari dinding ruko, memasukkanya ke dalam tas sesaat setelah membacanya, dan mulai beranjak dari sana pergi ke alamat yang tertera di dalam poster tadi.
Terus berjalan, sampai Rena menemukan sebuah cafe yang cukup besar dan terlihat ramai, ia ambil lagi poster tersebut dari dalam tas. seulas senyum mewarnai wajah lelahnya. lalu Rena masuk ke dalam cafe tersebut.
tingg....
Rena menuju meja kasir dan bertanya pada orang yang ada di depanya.
"permisi bisa saya bertemu dengan managernya"ujar Rena sopan.
"iya ada keperluan apa ya"ujar mba yang bernama Lina tersebut ramah.
"saya dapat poster bertuliskan lowongan pekerjaan, saya mau ngelamar kerja di sini"Ujar Rena lagi sambil memberikan kertas poster yang berisikan lowongan pekerjaan tersebut.
"ohh iya, di cafe ini emang lagi butuh banget tenaga kerja, sebentar ya"ujar Lina sambil memegang gagang telfon, dan di balas anggukan oleh Rena.
selang beberapa menit kemudian...
__ADS_1
"silahkan ikuti saya, Jim jaga kasir bentar ya"ujar Lina sambil berjalan.
"kamu masih sekolah ya"ujar Lina lagi.
"iya kak, kira kira di terima nggak ya"ujar Rena.
"nggak tau, tapi menurut saya pasti di terima karna cafe ini sangat sangat membutuhkan tenaga kerja baru, tenaga kerja yang lama pada ngundurin diri pada nggak kuat sama anak manager cafe ini, dan tergantung alasan kamu kenapa masih sekolah udah ngelamar kerja"ujar Lina panjang lebar.
"ooh gitu, jadi kalau saya nggak kuat boleh ngundurin diri dong"ujar Rena.
"sekarang kayaknya nggak bisa, karna akan ada pinalti bagi pekerja yang ngundurin diri, kecuali alasan mendesak dan batas kontrak kerja kamu, tapi kalau kamu mau ngundurin diri kayaknya akan di pertimbangin karna kamu masih sekolah, tapi kakak kasih tau kalau nyari kerja jangan plin plan, lebih baik nggak usah kerja kalau kaya gitu"ujar Lina menjelaskan.
"kaya kerja kantoran ya ada pinaltinya,ada kontarknya lagi"ujar Rena.
"sudah sudah, nanti kalau kamu sudah keterima di sini saya jelasin serinci rincinya, ini ruanganya."ujar Lina sambil menunjuk pintu yang terdapat ukiran kata manager menggunakan kayu menggantung.
"oke makasih ya kak"ujar Rena dan mendapat anggukan dari Lina.
Rena mengetuk pintu tersebut, setelah mendapat persetujuan ia masuk ke dalam ruangan.
memperkenalkan diri, dan berbagai macam kata kata alasan dan jawaban atas pertanyaan akhirnya ia di terima kerja di cafe tersebut.tanda tangan dan segala keperluan lain telah selesai. Rena keluar ruangan.
Fiuh...
Rena melepas nafas lega setelah selesai interfiew, ia akhirnya di terima kerja di cafe tersebut walau masih banyak pertanyaan pertanyaan yang ada di benaknya.
Bersambung....
Hai hai maaf ya author nggak bisa up panjang panjang, karna ada alasan tertentu..πΆπΆ
Tetap dukung author ya, tinggalkan jejak
__ADS_1
LIKE, KOMENT dan VOTE ya...π₯°π₯°
Buat author senang ya readers..π π .