
Bisakah aku bermimpi, aku ingin seperti burung yang hidupnya tak pernah punya masalah, terbang keudara mencari makanan pulang ke sangkar saat sudah waktunya beristirahat, tak punya masalah dalam kehidupanya.
_________
kringgg..
Jam sudah menunjukan pukul setengah empat subuh, Rena sengaja memasang jamnya berdering lebih cepat dari biasanya.
mengingat kejadian semalam sangat membuatnya terpukul, tak pernah terbayangkan olehnya ayahnya sanggup mengatakan hal itu, semalaman dia hanya bisa menangis, sakit yang selama ini di rasakanya sudah membuat gadis kecil itu kuat, tapi sekarang saat sudah mengetahui isi dari sikap kejam ayahnya selama ini, dia menyadari bahwa dirinya tak punya tempat lagi di hati ayahnya.
Rena beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi, dengan mata sembab dan tubuh yang berjalan sempoyongan dia berusaha tegar untuk mengawali hari.
setelah siap, dia beranjak dari kamarnya menuju meja makan, karna kamarnya berada di belakang jadi saat dia keluar kamar langsung berhadapan dengan dapur dan meja makan, Rena berniat berangkat pagi ke sekolah agar menghindari ayahnya, saat tiba di meja makan akhirnya dia bisa bernapas lega saat tak melihat ayahnya di sana.
________
Setelah beberapa menit berjalan ke luar komplek perumahan elite, akhirnya Rena sampai di depan sebuah halte untuk menunggu bus yang akan membawanya ke sekolah.
Rena melirik jam tangan kesayangnya baru menginjak pukul lima pagi ,sambil menunggu bus, Rena membaca novel untuk menghindari rasa bosan, karna Rena berangkat pagi jadi Rena harus menunggu jemputan hingga jam setengah enam.
Beberapa jam kemudian....
Rena terhanyut dengan cerita buku novel di genggamanya hingga ia lupa bahwa sudah jam berapa saat ini.Rena tak menyadari bahwa sudah banyak kendaran lalu lalang, dan orang yang duduk di sampingnya.
"Dek Rena" seorang ibu ibu mengagetkanya yang tak lain adalah tetangga di sebrang rumah Rena.
"Hah siapa yang memanggilku"Mengok ke kanan dan ke kiri."Astagh sudah jam berapa ini, Haahh"
Rena melihat jam di tanganya sudah menunjuk pukul setengah delapan pagi, ia merutuki kebodohanya yang tak mengenal waktu saat sudah mengenal barang yang biasa di sebut buku, apalagi ini novel.
"Dek Rena ingin sekolah kan" menganggukkan kepala."kenapa masih di sini, bus udah jalan 15 menit yang lalu"
"Apaaa, 15 menit aduhh saya sudah terlambat makasih ya bu udah beri tahu saya, saya duluan ya"
__ADS_1
"Iya hati hati ya " menganggukan kepala.
Rena berlari dari halte menuju sekolahnya, apa boleh di kata kecerobohan dah kebodohanya membuat ia harus berlari lagi dan lagi.
"Rena bodoh apa gunanya kau sekolah, kalau terus bodoh begini, percuma kau bangun subuh subuh hanya untuk berangkat pagi kalau kau terlambat lagi"
"hahhh hahahhh"Ngos ngosan.
"aduhh mana sempat aku sampai tepat waktu kalau berlari begini terus, cari ojek dimana, mana aduhh kau jangan bodoh rena, disini susah mencari ojek, sudah jangan banyak bicara lagi, sekurang kurangnya kau sampai di sekolah walau terlambat, di hukum tidaknya kau pikirkan nanti"
Rena berlari terus dan terus, pada akhirnya sampailah ia di depan gerbang SMA sekolahnya.
MOS masih berlanjut ini adalah MOS kedua setelah kemarin, Rena melihat ke dalam gerbang yang tertutup. Lalu....
"Waduhh terlambat" Satpam penjaga gerbang melihat Rena, dan menghampirinya..
"Mmm pak, saya mohon banget buka gerbangnya ya"
sehari yang lalu...
"Waduh telat kan, gimana nih penjaganya mana lagi hmmm, mumpung nggak ada penjaga aku manjat aja kali ya nggak tinggi juga"Rena adalah gadis kecil, tapi siapa sangka dia adalah anak yang tomboy yang sangat ceroboh. tinggi pagar gerbang sekolah hampir satu meter, baginya segitu tidak ada apa apanya karna ia hidup di lingkungan di mana ia tak mengenal rasa takut.
Saat baru mau memanjat...
"Hehhhh hehhh hehhhh mau ngapain kamu, turun nggak, turun saya bilang" saat Rena sudah turun pak penjaga membuka gerbang dan ikut keluar.
"kamu mau ngapain"
"Ehhh pak penjaga, saya mau manjat pak, soalnya gerbangnya ketutup"
"Yang bilang gerbangnya ke buka siapa, kamu nggak tau aturan ya "
"Hah aturan, aturan apa, di sini ada aturan"
__ADS_1
"Ya adalah ini sekolah bukan pasar, dimana kamu mau telat berangkat sore pun nggak ada yang ngelarang, tapi ini sekolah siapa yang terlambat harus tunggu di depan gerbang sampai waktu yang di tentukan "
"Aduh pak, bapak taukan saya murid baru, mana saya tau aturan seperti itu, lagian bapak tau kenapa saya telat"
"Saya tidak tau dan tak mau tau, kamu diam disini dan jangan masuk"berjalan masuk..
"Ehheheh pak pak, tunggu dulu main masuk aja, saya kasih tau ya pak, saya itu habis bantu nenek nenek nyebrang jalan, makanya saya telat, demi nenek nenek saya rela terlambat ke sekolah masak iya bapak nggak kasian sama saya, bolehin saya masuk lah pak, kalau nggak boleh, saya manjat aja"
"terus, hubunganya sama saya apa, kamu tau saya ini udah hampir 5 tahun kerja di sini, dan baru kali nemuin anak yang nekat manjat gerbang sekolah, kamu nggak sayang sama kaki kamu, kalau kamu jatuh terus patah gimana"
"Idih bapak doanya jelek banget, masa saya di doain kakinya patah"
"Ya makanya diam saja di sini, jangan manjat manjat kalau nanti kaki kamu patah, saya bisa masuk penjara"
"Hmm, kalau bapak nggak bukain ya saya manjat,kalau saya jatuh terus kaki saya patah biar aja bapak masuk penjara, bapak tau di penjara itu semua napinya di siksa, di kasih makan satu hari sekali, teerruusss kalau ngelawan tulangnya di remukin kaya meres baju, bapak mau nggak kaya gitu"
"Iihhhhh" Bergidik ngeri" ya tidak mau lah"
"ya makanya, bolehin saya masuk ya, saya janji deh ini yang pertama dan terakhir kali saya telat"
" ya sudah lah Janji ya, awas kalau besok telat lagi"
" iya nggak bakalan"
"ya sudah sana masuk"
"makasih bapak penjaga gerbang yang baik hatii"
Bersambung.....
Hello semua yang baca, jangan lupa tinggalkan jejak ya..ππ
Tiada yang lebih membahagiakan author selain kehadiran para pembaca yang baik hatiππ
__ADS_1