Drama Kehidupanku

Drama Kehidupanku
4. Bekerja(part 1)


__ADS_3

Mungkin kalian tak akan percaya, tapi itulah keadaanya, kehidupan tak semudah membalikkan telapak tangan, banyak yang harus di hadapi mulai dari masalah menyusahkan, sampai cobaan kesedihan semua pasti ada, tinggal kita yang memutuskan untuk bagaimana ke depanya.


___________


Rena sampai di kawasan komplek tempat tinggalnya pukul setengah tujuh malam, karna jarak dari makam ibunya dan rumah yang terpaut jauh membuatnya harus menelan ludah saat mendapati ayah garangnya telah menunggunya di depan rumah.


tap tap tap


suara langkah kaki Rena yang mungkin akan terdengar karna sepatu pantople kesayanganya pasti akan menimbulakan suara walaupun dia berjalan sangat pelan berharap ayahnya tak menyadari kedatangnya, semua mustahil telinga ayahnya bagaikan telinga kelelawar yang akan mendengar suara walaupun dari kejauhan.


"kau sudah pulang, dari mana saja kau"ucap ayah Rena(Ramanda Handoko)


"maaf yah, Rena habis dari...


"tak usah kau beri aku alasan, aku tau kau pasti baru pulang agar menghindari kemarahanku karna kekurangaajaranmu tadi pagi kan"


"tidak yah, Rena tak mau berdebat,Rena mau istirahat"ucap Rena lemas


"apa kau bilang istirahat, kau pikir rumahku ini panti asuhan kau bisa gratis makan ,minum dan tidur di sini hah, dasar anak tak tau diri"


"ayah lalu aku harus bagaimana, apa aku harus setiap hari memasang telinga saat ayah marah sambil memaki maki ibu, bahkan menganggap aku seperti anak pungut yang tak di inginkan di keluarga barumu ini, atau aku harus bekerja dan membayar uang sewa agar masih dapat tinggal di rumah ini "


"bagus berani kau bentak bentak ayahmu,yah dasar anak kurang ajar"


PLAKKKK...


Tamparan panas mendarat di pipi adalah salah satu penganiyayaan tersakit bagi kaum wanita bukan, tapi kini berbeda rasa sakit itu hilang saat di caci maki ayah kandung sendiri seolah olah benar bahwa dia tak sudi punya anak seperti Rena, gadis polos yang baru menginjak usia 16 tahun.


"Bicaramu semakin berani ya, apa aku pernah mengajarkanmu berbicara tidak sopan pada orang yang lebih tua, baiklah karna kau bicara soal pekerjaan maka mulai besok sehabis pulang sekolah kau harus cari kerja, bayar uang sewa kalau kau masih mau tinggal di rumah ini"


"Apa, ayah mau Rena tinggal di rumah ini dengan membayar uang sewa "


"ya bukanya kau yang minta bukan, maka dari itu, mulai sekarang kau harus bayar jika ingin tinggal di sini"


"ayah aku ini anakmu, kenapa kau menganggap aku seperti orang asing di sini."

__ADS_1


Pertengkaran yang mungkin sudah menjadi makanan sehari hari bagi orang yang melihat kami kini mulai terdengar, sampai ibu yang lagi memasak untuk makan malam langsung datang saat terdengar keributan.


"Rena kamu sudah pulang nak, pipimu kenapa, pah kau apakan Rena, Rena ada apa nak"


"jangan pernah kau manjakan anak ini lagi semakin hari sikapnya semakin kurang ajar sama orang yang lebih tua, ayah kasih tau ya, kalau kau masih mau tinggal di rumah ini bayar uang sewa, ingat itu"


BRAKKKK...


Suara pintu di banting,dengan keras..


"Rena ada apa, kenapa kau pulang larut, mamah khawatir nak"


"Rena habis dari makam ibu"


.


"lalu kenapa kau di suruh bayar uang sewa"


"ayah mau Rena tinggal di rumah ini dengan bayar uang sewa, mah bantuin Rena mah, bilang pada ayah"


"seharusnya aku tau apapun yang aku usulkan untuk kebaikanku tak akan pernah mamah kabulkan bila bersangkutan dengan ayah kan. mamah yang selalu menyemangatiku bila aku disalahkan, tapi mamah juga tidak bisa berbuat apa apa, membela pun jarang, tapi tetap aku akan menyayangi mamah walau mamah bukan orang tua kandungku"Berjalan dan saling memeluk.


"maafkan mamah Ren"


"tak apa ,asal mamah tetap bisa menyayangiku itu sudah cukup mah"


Di meja makan..


setelah selesai berganti baju Rena bergabung di ruang meja makan bersama dengan penghuni lainya untuk ikut makan malam.


"pah papah tau tidak, tadi Raga yang handle semua murid baru di sekolah, secara kan Raga udah jadi wakil ketua osis karna ketua osis tidak bisa hadir jadinya Raga yang tampan ini deh yang ngurus, gimana hebat nggak"


"ya iyalah anak papah yang satu ini kan anak yang hebat dan berprestasi, tampan pula, papah bangga, tidak seperti kakakmu taunya bikin malu aja"melirik menggunakan ekor mata.


"Aku lagi"berbicara dalam hati sambil menyendok makanan memasukan ke dalam mulut.

__ADS_1


"Ren"mamah manimpali sambil mengelus punggung memberi semanga,Dan di balas dengan anggukan kepala olehnya.hanya itu yang bisa di lakukanya ingin marah tapi apa daya baginya kehidupan yang tenang dan tentram adalah di saat tidak membantah apa yang di ucapkan oleh ayahnya.


"Bagaimana sudah kau pikirkan mau kerja apa"


"Belum yah"


"Hey kakak kau ingin bekerja, siapa yang mau menerima perempuan sepertimu"


"Raga jangan bicara seperti itu pada kakakmu"


"memangnya kenapa mah betul kok, kan"


"kau pikir aku mau bekerja, kalau bukan karna di suruh bayar uang sewa di rumah ini mana aku mau, anak kecil sepertimu mana tau berjuang, kau kan tau meminta pada ayah dan mamah"


"Rena jaga bicaramu, jadi kau salahkan ayah, ayah tidak memaksa agar kau mau tinggal di rumah ini, kalau kau mau pergi silahkan, aku bahkan tak sudi menampungmu di sini"


Brakkk....


"Ayah, apa yang salah dari diri Rena pernahkah ayah tanyakan betapa sakitnya hati Rena saat ayah bicara seperti itu, pernahkah ayah tanyakan betapa susahnya Rena bernafas di dalam rumah ini bahkan Rena pernah berfikir bahwa tak ada lagi kata sayang menyayangi dalam diri ayah"


"Rena sudah nak, jangan bicara seperti itu, minta maaf pada ayahmu ayo nak"


"Berani kau bicara seperti itu"berjalan mendekati Rena


"pah jangan, Rena minta maaf pada ayahmu"


"Aku kasih tau ya, sejak ibumu meninggal tak ada lagi kasih sayangku untukmu, bahkan aku menganggap kau bukan lagi darah dagingku"


Deg..


Sunyi, tak ada yang kudengar lagi setelah kata itu, 'kau bukan lagi darah dagingku 'kenapa rasanya sakit, tapi kenapa aku juga tak mau meninggalkan orang itu, orang yang biasa ku panggil ayah, orang yang dulu sangat menyayangiku saat masih ada ibu.


Bersambung....


Hai mohon dukunganya ya, ini Novel pertama Author di maklumi saja kalau masih ada kata kata yang salah. jangan lupa di like, komen, dan di vote.😘😘

__ADS_1


Salam Author..💛💛


__ADS_2