
Kemudian....
"kenapa kamu melihatku seperti itu"
"lah kakak kenapa melihat saya seperti itu"
"kamu ini ya sudah salah nyolot lagi, tau tata krama nggak sih"kata Reihan
"iya kamu ni murid baru di sini, sopan dikit dong"Monika menimpali.
"Terus kakak maunya kaya gimana" Tegas Rena mulai emosi.
"Kamu berdua lari keliling lapangan lima kali"
"Rai jangan berlebihan" Faris menimpali
"Udah jangan bela dia lagi, kemarin dia udah terlambat dan kita masih bisa toleransi tapi tidak dengan sekarang, dan kalian cepat laksanakan"ujar Raihan.
"loh kak, yang salah kan saya, kenapa teman saya juga di hukum"
"Terus"Ujar Raihan jutek
"ya udah saya saja yang keliling lapangan, dia nggak usah"Menunjuk Viona.
"Ren jangan, saya juga salah kak..."
"nggak kamu nggak salah, salahnya di mana coba, apa karna terlambat baris di lapangan terlambat nggak sampe lima menit kan, nggak kak cuma saya yang salah di sini"
"Ren apaan sih"
"sudah cukup, diam kalian, dan kamu" Menunjuk Rena "oke kalau kamu mau terima beban temanmu ini, Lari sepuluh putaran menggantikan dia"kata Raihan.
"Rai itu kebanyakan kalau dia kenapa kenapa gimana,ganti aja yang lain "kata Faris.
"Okee"Rena menganggukan kepala
"Ren jangan"Viona Menggelengkan kepala.
"Vin ini cuma lari keliling lapangan, gue dah biasa kali, gue bukan cewe lemah santai aja"
"Udah udah jangan banyak bicara lagi, cepat kamu laksanakan hukuman itu, dan kamu masuk barisan"menunjuk Rena dan Viona.Raihan tak menghiraukan ucapan Faris yang memintanya mengubah hukuman untuk Rena.
Rena mulai melepas tasnya, dan berlari kecil mengintari lapangan.
sambil menunggu Rena selesai mengerjakan hukumanya para anggota osis membuat para anak anaknya, yang tak lain adalah siswa siswi baru memungut sampah membersihkan lingkungan sekolah.
Faris yang menjadi wakil ketua osis di panggil kepsek ke kantor saat ia menghandle setengah dari siswa siswi baru, dan menyerahkan tugasnya pada monika yang saat itu ikut membantunya.
Tring.. tringg...
suara telfon masuk dari handpone Faris.
__ADS_1
"Ya assalamualaikum"
"...."
"Oh iya pak, saya segera ke sana"Telfon mati
"Nik handle dulu ya gue di panggil kepsek"kata Faris
"iy"ujar monik spontan.
Sementara itu jangan lupakan gadis yang masih setia menemani lapangan dengan berlari terus menerus.
Baru tiga putaran, Rena sudah ngosngosan,perutnya mual dan perih terlebih lagi ditambah dengan kepala yang pusing membuatnya semakin memelankan larinya.hingga pandanganya samar dan mulai menggelap.Tiba - tiba...
Bugghhh....
"Rena" pekik Viona yang kaget, dan berlari mengahampirinya..
Rena jatuh pingsan, namun masih bisa mendengar teriakan Viona, hingga ia benar benar tak sadarkan diri.
Raihan dan para siswa lain yang melihat kejadian itu di buat kaget, setelah mendengar teriakan Viona baru mereka ikut berlari dan mengerubuninya.Setelah melihat lebih dekat terpampang jelas wajah pucat dan keringat yang menghiasi wajah polos Rena.
Viona mulai khawatir dan emosi melihat sahabatnya yang terbaring tak sadarkan diri di lapangan yang panas karna sinar matahari.
"Rena bangun, lo jangan buat gue khawatir deh"Viona mengguncang tubuh ramping Rena"Kalian semua jangan diam aja bantuin dong"Karna rasa takut membuatnya tak lagi berfikir siapa yang di marahinya.
"minggir" Raihan datang dan langsung mengangkat tubuh Rena yang tak sadarkan diri menuju UKS.
_________
Hingga mendengar suara cempreng Viona yang khas di telinganya.
"Renaaaa... lo udah sadar, ahhh alhamdulilah lo buat gue jantungan nggak gue mmhhhh hhhh"Rena membungkam mulut Viona dengan tanganya.
"Diemm jangan bawel, kepala gue pusing plus sakit perut jangan berisik dehh"masih dengan mata Rena yang sayu.
"ihhh Rena, tega lo sama gue"menunjukkan wajah memelas
"Vin pliss"mulai malas menanggapi Viona yang Dramatis.
"iya iya, lo masih sakit perut nggak"memegang tangan Rena.
"heemmm"Rena menganggukan kepala.
"ya udah tunggu sini ya gue beliin lo makanan"beranjak dari kursi, tanpa menunggu persetujuan dari Rena, Viona melenggang pergi keluar UKS, menuju kantin.
Tak berapa lama kemudian....
"lo udah sadar"
Rena menutup mata ingin lebih merasakan rasa sakit di perut dan kepalanya, tiba tiba terdengar suara orang asing, saat ia membuka matanya terlihatlah Raihan yang berdiri di depan pintu dengan tangan yang masuk ke kantong celana dan Max yang melambaikan tangannya di belakang Raihan.
__ADS_1
Raihan dan Max berjalan masuk ke dalam UKS dan berdiri di samping Rena.
"kakak nggak liat, mata saya dah melek"Ujar Rena dengan suara parau, dan nada jutek.sesaat Raihan gugup dan malu dengan pertanyaan yang ia lontarkan sendiri.
"Ih Kamu ni jangan gitu dong, niat kami ke sini baik gue sama Raihan bawain lo teh sama makanan, nih sekalian Raihan mau minta maaf"menyenggol lengan Raihan"Buruan ngomong diem bae lo"
"Eh... iya mmmh... saya minta maaf karna keterlaluan ngehukum kamu"menggaruk tengkuk yang tidak gatal.
"ooh.. sini gue laper"Rena mengambil bungkusan di tangan Max.
Rena membuka makanan yang di bawakan oleh Max dan Raihan yang ternyata isinya nasi goreng, mencium aromanya membuat Rena mengelap bibirnya yang kering dengan lidahnya sendiri.
"Eh bentar dulu, di maafin nggak ni Raihannya"kata Max.
"hehehe lupa, iya saya maafin"Rena malu malu
"oke"kata Max sambil menunjukan jari jempolnya.
kemudian Rena meminum teh yang di bawakan. Tiba-tiba...
brushhhh....
Rena menyemburkan teh tersebut ke muka Max yang berada di depanya, karna posisi Rena telah berubah duduk di depan Raihan dan Max yang berdiri depanya.Raihan langsung menghindar ke samping dan tak sempat kena semburan teh Rena, sedangkan Max tak berhasil menghindar karna tak sempat, membuatnya terkena semburan tersebut hingga wajahnya basah.
Rena mengerjap ngerjapkan matanya dan tersenyum kikuk karna tak enak hati.
"Asal lo tau, gue nggak kesurupan kenapa lo sembur"ujar Max sambil mengelap wajahnya dengan tanganya sendiri.
"Rena"Tiba tiba Viona datang dengan sekantong keresek yang di bawanya."lo kenapa"
"mmhhh sorry ya kak"ujar Rena malu.
"lo sembur pake apa barusan, ni kakak kakak osis"ujar Viona sedikit berbisik."Coba liat"sembari mengambil teh yang diminum oleh Rena, lalu meminumnya juga.Viona tak pernah jijik jika satu gelas dengan Rena karna itu sudah kebiasaan mereka dari dulu, jadi minum satu gelas dengan Rena tak pernah ada masalah.
"hhhh pantes, kak Rena ini nggak suka teh manis sukanya teh tawar"ujar Viona setelah selesai mencicipi teh manis tersebut.lalu meletaknya di atas meja.
"hahhh teh tawar, di kasih air sungai gitu"ujar Max bingung, sedangkan Raihan hanya diam tak bersuara.
"mcuhh... haha.. hahah ..haha..."Viona tertawa terbahak bahak mendengar penuturan Max yang memiliki pemikiran yang dangkal, sedangkan Rena hanya diam karna malu.
"Bukan kak, teh tawar itu teh yang tidak di beri gula, hanya teh dan air panas saja, bukan air sungai juga"ujar Viona menjelaskan dengan di selingi tawa tawa kecil.
"ooh gitu"ujar max manggut manggut.
"ya udah ni lo minum teh yang gue bawa aja, yang itu biar gue yang minum, karna makanannya udah ada yang ini buat gue aja ya"ujar Viona sembari mengambilkan teh yang berada di dalam plastik.
"ya udah kalau gitu gue sama Raihan pamit ya, sekalian mau cuci muka"ujar Max.
"iy kak maaf ya"ujar Rena cengengesan"sekalian makasih makananya"
"iya cepat sembuh lo ya"ujar Max lalu keluar bersama Raihan yang duluan jalan di depanya.
__ADS_1
Bersambung.....
DUKUNG SELALU AUTHOR YA READERS🤩🤩