Drama Kehidupanku

Drama Kehidupanku
6. Bekerja ( Part 3)


__ADS_3

Rena teringat dengan kejadian kemarin pagi saat ia terlambat. banyaknya cekcok dan permohonan membuatnya dapat masuk ke dalam sekolahan, tapi dia tidak yakin dengan hari ini pasalnya ia telah mengatakan kata janji untuk tidak terlambat lagi. walau bagaimanapun Rena adalah gadis penepat janji.


yang bisa ia lakukan adalah berusaha agar dapat masuk ke dalam sekolah. iya tidaknya, ia harus berusaha...


"Hmm iya pak tapikan nyatanya saya terlambat lagi, gimana dong"


"Nggak gimana gimana, ya kamu harus tepati janji, kalau kamu telat kamu siap tunggu di depan gerbang " Berbicara terhalang oleh gerbang pagar


"Nama bapak siapa sih, kita belum kenalan lo"


"Kenapa kamu tanya nama saya mau guna guna, biar tiap kali terlambat kamu bisa masuk seenaknya"


"Idihh bapak omonganya saya itu anak baik baik, saya tanya nama bapak biar akrab aja, nama saya Rena bapak siapa?"


"Hmmmm" Tatapan menyelidik


"Biasa aja kali liatnya pak, saya jadi ngeri" mundur satu langkah ke belakang, melirik nametag yang digunakan oleh penjaga gerbang"Ehh tak usah saya tau nama bapak" sambil maju kembali"Nama bapak pasti Agus kan"


"Tau dari mana kamu nama saya Agus, kamu pakai ilmu hitam ya"


"Pak seud'zon mulu sama saya, saya tau dari nametag itu" menunjuk nametag...


"Ooohh, terus kamu mau apa"


" ya mau masuk lah masak mau pulang"


"Saya bilang nggak ya nggak, kamu di sini saja sampai nanti ada intruksi bagi siswa yang terlambat"


"Tapi pakk"


"sudah tidak ada tapi tapian, kamu buat saya lelah saja bicara dengan kamu" ucap Penjaga gerbang atau yang bernama Agus tersebut


"hisshhh pak Agus tega banget sih"


hampir setengah jam Rena duduk di depan gerbang, apalah daya hanya pasrah yang di lakukanya sebab tak bisa masuk ke dalam sekolah. Rasa bosan dan jengah karna kepanasan membuat Rena berjalan dan mendekat kembali ke depan gerbang.


Rena mengintip dari balik gerbang untuk melihat aktivitas apa yang di lakukan oleh penjaga gerbang tersebut yang tak lain adalah Agus. ia berniat kabur dan memilih jalan pintas yaitu lewat gerbang belakang.


saat mengintip dia melihat Agus membaca koran dengan segelas entah kopi atau teh, yang jelas dengan satu gelas berwarna putih dan roti di sampingnya.kesempatan itu dia ambil untuk kabur dan pergi ke gerbang belakang.


Setibanya ia di gerbang belakang, ia bersyukur karna gerbang belakang tak setinggi gerbang di depan, walaupun sebenarnya setinggi apapun pasti ia nekat demi masuk ke sekolah.


_________


"Fiuhhhhh"

__ADS_1


Akhirnya Rena dapat juga masuk ke sekolah, dengan berbagai rintangan yang cukup menguras waktu tapi tidak dengan tenaga, sebab ia hanya mengeluarkan suara cerewetnya yang terkenal itu, walaupun yang mengetahui cerewetnya adalah Viona seorang.


Rena berjalan dengan santainya menuju kantin dan mencari Viona, karna ia juga mengetahui bahwa jam segini pasti sudah jamnya istirahat bagi siswa yang mengikuti MOS.


Saat tiba di kantin ia celingak celinguk mencari Viona, saat sudah mendapatkan sasaranya ia berteriak memanggil namanya dan melambaikan tanganya.


"Vionaaa, heiiii siniiii"


"Rena"Berlari menghampiri Rena...


"Lo dari mana sih, gue pikir lo nggak masuk, sini duduk dulu yuk"Duduk di salah satu bangku kantin...


"Lo dari mana, kenapa tadi nggak ada di barisan"


"gue telat lagi Vin"


"kok bisa, gara gara paman ya"


"Vin jangan nuduh ayah terus, segitunya dia ke gue tapi gue tetap sayang sama dia, sebenarnya gue udah bangun subuh subuh demi berangkat pagi tapi karna kebodohan gue jadinya gue telat lagi deh"


"maksudnya"


"ya gitu deh, gue udah nunggu di halte dari jam setengah lima, karna gue bosan jadinya gue baca novel ehhh bodohnya gue malah terbawa kedunia halu dan lupa dunia nyata, sampe ada tetangga gue yang ngingetin kalau gue udah ketinggalan bus, dan seterusnya.Eh ngomong ngomong gue laper, soalnya gue belum makan dari tadi malam"sambil memegang perut..


"Gue sih makan tapi sedikit aja, lo taulah terjadi lagi tu perang"


"Hah kaya apa ceritain dong"


"gue kalau cerita nggak bakal makan, udah deh gue lapar, kalau gue pingsan karna magg gue kambuh lo mau tanggung jawab hahhhh"Dengan nada tinggi.


"ya elah santai aja kali, ngegas mulu lo, cerewet bener"sambil menutup telinga.


"ya udah pesenin sana"Sambil mengusir


"ya tunggu bawel lo" beranjak dari kursi.


Tiba tiba.....


Kringgggg.........


Jam tanda istirahat telah usai semua siswa baru mulai beranjak dari kantin dan berlari ke lapangan, karna mendengar suara dari para anggota osis yang sudah standby dari tadi.


"hahhh"


"Ren ayo, nanti telat lagi kena marah"

__ADS_1


"Tapi gue laper"


"nanti aja, ayo buruan"


Setibanya di lapangan...


"Ayo buruan, adek adek lama banget" kata dari salah satu anggota osis yang menggunakan pita berwarna pink di kepalanya, ya dia adalah Monika.


"Oke udah lengkap semua kan"kakak laki laki yang berpostur tinggi dan putih, dia adalah Max.


Rena dan Viona belum sampai di lapangan karna Rena yang bawel selalu bilang lapar.setibanya di lapangan langsung berhadapan dengan kakak kakak osis yang memanggilnya ke depan karna terlambat.


"Eh kamu yang telat!! sini, main masuk aja ke barisan"ujar si ketua osis yang galak, dia adalah Raihan.Rena dan Viona pun maju.


" Udah berani ya kalian, tidak disiplin, kamu lagi saya tidak melihatmu tadi pagi kamu kemana"Rena dan Viona hanya menunduk karna takut, sebenarnya Rena tidak takut hanya saja menghormati"Angkat wajahnya kalau di ajak bicara"Rena langsung mengangkat wajahnya"Kamu kan siswa yang datang terlambat kemarin, saya tidak melihatmu tadi pagi kamu ke mana"


Tidak ada jawaban...


"Jawab!! malah diam aja"Viona nampak bergetar karna takut, sedangkan Rena malah memutar bola mata jengah karna di bentak bentak.


Tiba tiba....


"Kamukan siswa terlambat tadi kok ada di sini, kamu masuk lewat mana"semua menatap ke arah penjaga gerbang tak lain adalah Agus.


"dia terlambat pak?"


"iya, dia terlambat, tadi sempat bernegoisasi sama saya agar mengizinkanya masuk"


"oohh makasih pak, atas informasinya"


"iya sama sama"


Setelah Agus pergi..


Raihan menatap Rena tajam, tapi Rena tak mau kalah ia balik menatap Raihan si ketua osis tanpa ada rasa takut.


Kemudian.....


Bersambung.......


Haiii Readers terima kasih ya yang udah mau mampir ke novelku... aku sangat sangat berterima kasih, jangan lupa untuk di like, koment , dan vote ya.


yang jelas tinggalkan jejak untuk Novel ini.😘😘


Thank you🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2