Duka Dimalam Pertama

Duka Dimalam Pertama
bab 2


__ADS_3

harusnya, malam ini adalah malam pertama untuk brigita, malam dimana ia akan melakukan kewajiban pertamanya sebagai seorang istri untuk suaminya.


tapi semuanya telah berganti, malam itu tidak akan pernah terjadi. agam telah pergi, meninggalkan brigi dengan statusnya yang baru.


brigi tidak dapat bicara lagi, tubuhnya ambruk disamping jenazah sang suami. tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya, hanya air mata yang terus mengalir tanpa bisa berhenti.


dia begitu terkejut setelah beberapa saat yang lalu dokter mengumumkan waktu kematian suaminya.


( FlashBack )


Pranggg


"astaghfirullah"


brigi terkejut ketika piring yang sedang dicucinya tiba tiba jatuh dan pecah, sagita pun yang sedang membantu kakaknya mencuci piring ikut terkejut.


"astaghfirullah teteh, teteh kenapa? " tanya sagita


" gapapa kok de, tadi tangan teteh licin jadi piringnya jatuh " ucap brigi sambil membersihkan pecahan piring tersebut


" sini biar ade aja, teteh pasti cape. mending teteh istirahat aja di kamar sambil nunggu a agam pulang." sambil merebut sapu yang dipegang brigi


" tapi ini kan belum selesai de cuci piringnya " keluh brigi kepada adiknya.


" udah gapapa, nanti ade terusin sendiri. lagiankan cuma tinggal sedikit lagi "


" bener nih?? nanti kamu ngomel lagi sama teteh gara gara gak teteh bantu " ucap brigi sambil menggoda adiknya.


" nggak kok ade gak bakalan ngomel sama teteh. sekarangkan malam pertama teteh, teteh pasti bakalan cape nanti diajak nanam jagung sama aa " hihihi sambil menutup mulutnya


" adeeee " geram brigi sambil mencubit pinggang sagita


" auuhh.. sakit teh, teteh mah main cubit cubitan sama ade, nanti aja cubit cubitannya kalo aa udah pulang, jangan jangan teteh udah gak sabar yaaa??? " kata sagi sambil terus menggoda kakaknya


" iiiihhhhhh... kamu tuh nyebelin ya. udah ah teteh mending di kamar aja, daripada disini digodain terus sama kamu " sambil melangkah pergi meninggalkan sagita yang masih meneruskan pekerjaan mencuci piringnya.




setelah masuk kedalam kamarnya, brigi mondar mandir sambil menggenggam handphonenya. hatinya merasa gelisah, sudah hampir 1 jam agam pergi, tapi belum ada tanda tanda dia kembali, hp nya juga tidak bisa dihubungi.



" kemana aa? kenapa hpnya gk bisa dihubungi? "



Kring Kring


handphone yang di genggamnya berbunyi



" siapa ini? nomor baru?? apa mungkin aa pake nomor telfon temennya? "



buru buru brigi menekan tombol terima, takut kalau suaminya yang menelfon dan marah karena brigi terlalu lama mengangkatnya.



" hallo? " sapa brigi lebih dulu



" hallo, dengan keluarga bapa agam saputra? "



" iya betul saya istrinya, ini siapa yah? " tanya brigi dengan heran.



" kami dari pihak rumah sakit healty hospital ingin mengabarkan kalau suami ibu terlibat dalam kecelakaan lalu lintas. dan saat ini berada di UGD sedang ditanganni oleh dokter. "


terang orang tersebut mengejutkan brigi.



" APA? suami saya kecelakaan? sekarang juga saya kesana, tolong lakukan yang terbaik untuk suami saya "



brigi memutuskan sambungan telfonnya dengan sepihak tanpa mendengarkan jawaban dari orang tersebut. ia langsung bergegas keluar kamar dan memanggil kedua orang tuanya.



" Ayaahhh.. Ibuuu... " teriak brigi ketika baru membuka pintu kamarnya. lututnya terasa lemas, tidak mampu untuk menopang tubuhnya, brigi terduduk di depan pintu kamarnya sambil terus memanggil orang tuanya.

__ADS_1



Ayah dan ibunya pun mendengar teriakan dari anaknya langsung lari masuk menghampiri brigita.



sagi yang sedang di dalam kamar juga terkejut mendengar teriakan kakaknya, dia langsung keluar dari kamarnya dan melihat sang kakak sedang terduduk sambil menangis.



" astaghfirullah teteh kenapa? "


" astaghfirullah brigi, kamu kenapa nak? " tanya adik dan ibu brigi



" kenapa nak? kenapa kamu menangis? tolong jelasin sama ayah. sagi kenapa kakak kamu menangis? ada apa ini? " tanya sang ayah sambil mengelus punggung brigita



" ade juga gak tau yah, ade keluar teteh udah kaya gini " terang sagita kepada ayahnya



" yah, bu. aa yah aa " ucap brigi sambil terus menangis



" kenapa suami kamu teh? ada apa sama dia? " ucap sang ibu sambil terus memeluk anaknya



" aa kecelakaan bu , dia ada di rumah sakit sekarang " kata brigita sambil memeluk ibunya



" astaghfirullah aladzim " ucap ketiganya dengan wajah terkejut



" kamu tenang dulu, kita kesana sama sama. agam pasti baik baik saja. ayah cari taksi dulu sagi, kamu bantu teteh jalan " sambil melanglah pergi meninggalkan ketiganya



" iya yah ".. ucap sagi sambil memapah kakaknya




20 menit kemudian brigita dan keluarganya sampai di rumah sakit. dia langsung berlari mencari keberadaan suaminya..



sesampainya diruang UGD dia melihat mertuanya sudah ada disana. setelah brigi mengabarkan kecelakaan yang menimpa putranya mereka langsung datang ke rumah sakit. mereka masih terkejut pasalnya, baru beberapa jam yang lalu anaknya itu menikah.



" mah, pah " ucap brigi saat sudah di hadapan mertuanya.



" brigi " ucap mamah agam sambil menangis dan memeluk menantunya.



" gimana keadaan aa mah? " tanya brigita kepada mamah mertuanya



" mamah juga gak tau sayang. kita berdo'a aja, supaya agam baik baik saja didalam " sambil terus terus menggengam tangan menantunya.



\#~\#~\#~\#~\#~\#~


10 menit kemudian dokter yang menangani agam keluar, brigi dan keluarganya langsung menghampiri dan bertanya kondisi agam.



" bagaimana keadaan suami saya dok? "


tanya brigita begitu sampai didepan dokter tersebut.



" bapak agam mengalami pendarahan yang cukup parah di bagian kepalanya, dan saat ini dia ingin bertemu dengan keluarganya " terang sang dokter sambil mempersilahkan mereka masuk.


__ADS_1


Brigi terpaku melihat keadaan suaminya, kepalanya diperban bajunya penuh dengan darah, di wajah dan tubuhnya terdapat luka.



dia menangis sambil terus berjalan menghampiri suaminya. air mata yang dari tadi ditahannya meluncur keluar.



" a " kata brigita sambil mengelus punggung tangan suaminya.


agam membuka matanya dengan perlahan, dia melihat istrinya sedang menangis. dengan pelan dan terbata agam berbicara kepada istrinya.



" ma.. af "


" kenapa aa minta maaf? aa gak punya salah apa apa kenapa minta maaf " omel brigi sambil mengusap kasar air matanya.



" ma.. af.. kar.. na.. aa gak bi..sa men.. ne.. mani ka.. mu la.. gi "



" aa ngomong apa si? aa pasti sembuh,, aa jangan ngomong apa apa dulu,, aa lagi sakit "



" aa ca.. pe aa udah gak ku.. at kam.. u harus baha.. gia walau pun tan.. pa aa "



" nggk a,, aa harus kuat.. ini hari bahagia kita a. aa kuat,, aa hebat,, demi aku bertahanlah a "



Agam tersenyum sambil menggelengkan kepalanya dengan perlahan. lalu dia memanggil orang tuanya untuk mendekat.



" mah, pah. a.. yah i.. bu "


mereka hanya bisa menangis melihat agam yang terbaring lemah tidak berdaya di atas blankar rumah sakit. ibu yang di peluk sang ayah, dan mamah menggenggam tangan agam.



" mamah disini nak, bertahanlah demi kami jangan menyerah, kasian istrimu yang terus menangis " kata mamah sambil terus mengecupi tangan anaknya.



" tol.. ong jaga is..tri.. ku a.. ku udah gak ku.. at mah sa.. kit "



" kami pasti menjaga istrimu nak, dia sudah mamah anggap seperti anak mamah sendiri "



" terima ka.. sih aku mau tidur "



" istirahatlah a, aku disini sama aa "



" aku men.. cinta.. i mu "



" aku juga mencintaimu a tolong bertahanlah untukku "



sesaat setelah agam menutup matanya terdengar bunyi dari mesin yang disebelah tubuhnya. dokter dan perawat berhamburan masuk untuk memeriksa keadaan agam.. brigi dan keluarganya terpaksa menyingkir. mereka menyaksikan dokter dan


perawat yang sibuk memeriksa agam.



beberapa saat kemudian dokter menggelengkan kepalanya. menandakan bahwa sudah tidak ada harapan lagi untuk agam. ketakutan brigi pun terwujud ketika dokter mengumumkan waktu kematian suaminya, dan salah satu perawat langsung menutup wajah suaminya.



" aa aaaaaa.... " brigi histeris dia terus menangis sambil memeluk tubuh kaku suaminya.



mama dan papa mertuanya pun menangis sambil berpelukan begitu pula dengan orang tua dan adik brigita . mereka menangis sambil terus menenangkan brigita.

__ADS_1



( FlashBack off )


__ADS_2