
Setelah jenazah Agam di bawa pulang ke rumah, jenazah Agam tidak langsung dikebumikan, mengingat waktu yang sudah malam dan kondisi brigita yang juga lemah karena terus terusan menangis. akhirnya orang tua agam memutuskan untuk di kebumikan pagi hari.
Disinilah brigita sekarang, di samping gundukan tanah yang masih basah, tidak ada sepatah katapun yang keluar dari bibirnya. bahkan air matanya pun sudah tidak dapat keluar lagi, terkuras habis karena semalaman terus menangisi kepergian suaminya.
Brigi terus terusan memeluk dan menciumi batu nisan yang bertuliskan nama suaminya Agam Saputra. orangtua dan mertuanya pun hanya bisa membiarkan brigi. mereka tau bagaimana perasaan brigi, baru kemarin dia menikah dan sekarang sudah ditinggalkan pergi suaminya sendiri.
" a " lirih brigi memanggil suaminya.
" kenapa aa pergi? kenapa aa ninggalin aku sendiri a? "
" aku bahkan belum melaksanakan kewajibanku padamu a, kenapa secepat ini aa pergi.. huhuuu"
mamahnya pun menghampiri brigi sambil memeluk dia berbicara.
" sudahlah nak, ikhlaskan suamimu. jangan terus terusan menangisi kepergian nya, itu akan memberatkan langkah suamimu nak. lebih baik sekarang kamu do'akan agam, supaya dia mendapat tempat ternyaman disisi Allah " ucapnya.
" mertuamu benar sayang, ikhlaskan agam dia sudah tenang disana. lebih baik sekarang kita pulang, kita siapkan untuk acara tahlilan nanti malam " tambah sang ibu menguatkan brigita
Brigi tidak menjawab, dia hanya berdiri dan mengikuti langkah ibu dan mertuanya meninggalkan pemakaman. langkahnya terasa berat, dia tidak ingin meninggalkan area pemakaman. tapi ibu benar, dia tidak boleh terus terusan menangis dia harus mengikhlaskan kepergian suaminya.
sebelum benar benar pergi, brigi menengok ke belakang, dalam hati dia berkata.
" selamat tinggal a, selamat istirahat, aku pasti kembali lagi nanti "
setelah itu brigi kembali melangkahkan kakinya pergi dan kembali ke kediamannya.
#~🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸~#
Sudah hampir 10 hari setelah kepergian Agam. hampir 10 hari juga brigita tidak pernah keluar dari kamarnya. ayah dan ibu nya merasa khawatir dengan keadaan sang anak. Sagi pun merasa kasihan melihat keadaan sang kakak, dia tidak pernah sekalipun absen untuk menghampiri sang kakak di kamarnya.
disela sela kesibukannya sebagai mahasiswi dia selalu menyempatkan untuk menghibur kakak nya, walaupun hanya di tanggapi dengan senyuman terpaksa dari kakaknya tapi dia tidak pernah menyerah.
bahkan mama dan papa agam pun hampir tiap hari berkunjung untuk menghibur menantunya. tapi brigi selalu bilang
" aku udah gapapa kok ma pa. aku cuma butuh waktu untuk membiasakan keadaan " kata brigita setiap kali mertuanya berkunjung.
#~🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸~#
hari ini adalah hari senin, brigi sudah memutuskan akan kembali lagi bekerja untuk melupakan kesedihannya. pagi pagi sekali dia sudah siap dengan seragam kerjanya dia bergegas keluar dari dalam kamar dan menghampiri kedua orang tuanya yang sedang duduk di meja makan.
" selamat pagi ayah, ibu, sagi " sambil mencium ketiganya.
mereka terkejut dengan sikap brigi pagi ini, karena setelah kematian suaminya dia tidak pernah keluar dari kamarnya apalagi sampai menyapa mereka.
" pagi juga nak. gimana keadaan kamu sekarang? " jawab sang ibu ketika brigi sudah duduk di depannya.
" aku baik baik aja bu, hari ini aku mau balik ke tempat kerja lagi ". sambil sesekali menyuapkan makanan ke dalalam mulutnya.
__ADS_1
" alhamdulillah, ibu seneng dengernya "
" Kalo ada apa apa bilang sama ayah teh, jangan di pendam sendiri. ayah dukung apapun keputusan teteh. " kata ayah menambahkan.
" iya yah "...
#~🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸~#
selesai sarapan dan berpamitan brigi bergegas pergi mengendarai motornya menuju tempatnya bekerja.
sesampainya di tempat kerja, brigi langsung mendapatkan pelukan dari sahabatnya Lia. Brigi dan Lia sudah bersahabat sejak mereka duduk di bangku sekolah menengah atas.
setelah lulus dari SMA, Lia langsung melamar pekerjaan di sebuah caffe yang cukup besar dikotanya. sedangkan Brigi memutuskan untuk kuliah, tapi dia tidak mau melihat ayah dan ibunya susah untuk membayar biaya kuliahnya. akhirnya dia pun ikut dengan Lia melamar pekerjaan di caffe tempat Lia bekerja.
Bahkan setelah lulus kuliah pun Brigi enggan untuk mencari pekerjaan lain, dengan alasan sudah nyaman dengan pekerjaannya. padahal dia bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih. apalagi Brigi lulus dengan nilai yang tinggi.
" Brigiiii........ " teriak Lia sambil berlari menghampiri lalu memeluk tubuh brigi.
brigi yang tidak siap menerima serangan mendadak dari Lia sedikit terhuyung kebelakang.
" Lia, aku kaget tau " protes Brigi sambil mencebikan bibirnya.
" aku kangen banget sama kamu, kamu apa kabar? udah baik baik aja kan? tadinya aku mau main ke rumah kamu, tapi disini sibuk terus . sampe sampe kita harus lembur terus tiap hari. " cerocos Lia
" alhamdulillah kabar aku baik. aku juga udah gapapa, makanya aku balik kerja lagi supaya bisa lupa sama rasa sedihnya. " ucap Brigi
" iya, waktu itu aku emang lagi gak mau ngapa ngapain, gak mau di ganggu juga. ibu, ayah, sama sagi aja kalo masuk kamar aku suruh keluar lagi. " ungkap brigi
" yaudah yang penting sekarang kamu harus semangat, harus bangkit lagi jangan terlarut dalam kesedihan yang kamu miliki, do'ain aja supaya agam bisa dapat tempat paling nyaman disisinya ".
" Amiiinnnnn "... jawab brigi
saat sedang asik berbicara tiba tiba Maya datang, dia juga bekerja di sini sebagai pelayan.
" hey, ngobrol nya dilanjut lagi nanti. udah masuk jam kerja ini. nanti kena marah si bos baru tau ". kata Maya sambil berjalan ke belakang
" ya udah aku kebelakang dulu yah. nanti kalo ada apa apa panggil aja " ucap Lia
" iyaa, ya udah sana aku juga mau kerja " ucap Brigi.
#~🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸~#
Brigita melihat jam dipergelangan tangannya, jam menunjukan pukul 21.05. caffe sudah mulai tutup, tinggal karyawan yang terlihat sedang mengelap meja dan mengepel lantai. Brigi juga sudah menyelesaikan laporan keuangan hari ini dia bergegas pergi kebelakang dan membantu Lia serta karyawan lainnya agar mereka bisa pulang bersama.
Caffe tersebut termasuk caffe yang lumayan besar di kotanya, ada sekitar 10 karyawan termasuk Brigi yang bekerja disana. Brigi bertugas sebagai kasir, 5 orang pelayan termasuk Lia dan Maya, 2 orang koki dan 2 lagi tukang cuci piring.
setelah semuanya selesai, kini waktunya untuk pulang. satu persatu dari mereka mulai meninggalkan area parkir.
__ADS_1
" Kamu pulang sama siapa? mau aku anterin gak? " tanya Brigi kepada Lia karena sekarang hanya tinggal mereka berdua yang belum meninggalkan caffe.
" gak usah, hari ini aku bawa motor sendiri kok " jawab Lia.
" tumben bawa motor sendiri? biasanya juga kan dianterin sama adik kamu ".
" hari ini dia sakit jadi gak masuk sekolah, ya udah motornya jadi aku yang bawa " terang Lia
" Bagus sakit? sakit apa? " tanya Brigi dengan nada yang cemas.
" diare. dari pagi bolak balik terus kamar mandi. gara gara kemarin sok sokan makan bakso mercon yang isinya cabe semua "
" astaghfirullah. terus sekarang keadaan dia gimana? "
" tadi siang si pas telfon katanya udah agak mampet udah minum obat juga "
" alhamdulillah kalo gitu. titip salam buat bagus semoga cepet sembuh "
" wa'alaikumsalam. ya udah aku duluan ya, takutnya bagus belum makan dirumah "
" iya, ya udah sana nanti dia nungguin. aku juga mau pulang sekarang kok"
" dagh Brigi jumpa besok lagi yaa. assalamu'alaikum "
" wa'alaikumsalam "
Brigi pun melajukan motornya pulang ke rumah.
Brigi sampe di rumah pukul 10 lewat. sesampainya dirumah Brigi melihat ibu dan ayahnya masih duduk di ruang tv. Brigi langsung mengucap salam dan mencium tangan orang tuanya.
" assalamu'alaikum " ucap Brigi
" wa'alaikumsalam " jawab ibu dan ayah
" baru pulang teh? kok tumben malem banget? " tanya ibu
" iya bu tadi sebelum pulang ngobrol dulu sama Lia. Ayah sama ibu kok belum tidur? sagi kemana? " sambil celingak celinguk mencari keberadaan adiknya.
" ibu sama ayah nungguin teteh pulang, makanya belum tidur. Sagi udah tidur, tadi dia bilang besok mau ada ujian takut kesiangan "
" oohh.. yaudah ibu sama ayah cepetan tidur ini udah malem banget loh. aku juga mau langsung istirahat "
" iyaa.. yaudah ibu tidur dulu ya. kamu langsung tidur jangan begadang mikirin yang enggak enggak " sambil mengelus rambut putrinya.
" iya bu, selamat malam " sambil masuk ke dalam kamarnya.
Setelah membersihkan tubuhnya Brigi langsung berbaring di atas tempat tidurnya. hari ini dia merasa lelah, tapi hari ini juga dia melupakan rasa sedihnya. tubuhnya yang lelah membuat brigi tidak lagi mampu membuka matanya. dia tertidur dan bangun esok harinya.
__ADS_1