
Hari ini Brigi berangkat pagi pagi sekali. Bahkan dia juga melewatkan sarapan paginya. Brigi hanya minum susu yang dibuatkan ibunya dan langsung pergi setelah berpamitan dengan kedua orangtuanya. Dia tidak ingin terlambat hari ini karena akan kedatangan pemilik caffe.
Sebelum berangkat ke caffe Brigi menyempatkan berkunjung ke tempat peristirahatan suaminya.
Setelah pulang dari pemakaman, Brigi melajukan kembali motornya menuju ke rumah Lia. Rencananya mereka akan berangkat bersama hari ini.
Sesampainya dirumah Lia, Brigi melihat Lia sudah siap di depan rumahnya .
" Assalamu'alaikum cantik " sapa Brigi sambil tersenyum
" wa'alaikumsalam " jawab Lia sambil berdiri
" tumben udah rapih? Biasanya kan aku harus nunggu dulu setengah jam baru bisa berangkat " canda Brigi
" kamu tuh gak liat jam ya? Ini baru jam 7 Brigiii... sedangkan caffe buka jam 8. Terus satu jam nya kita ngapaiinn?? Lagian kamu bangunin aku dari jam 3 subuh. Aku tuh masih ngantuk tau, aku baru tidur jam 11 malam jam 3 udah kamu bangunin. Mana di suruh dengerin curhatan kamu lagi abis itu langsung disuruh siap siap. lagian kita pagi pagi gini mau kemana sih? " omel Lia sambil terus terusan menguap.
" iya iya maaf. gak janji deh bakalan kaya gitu lagi " ucap Brigi sambil mengangkat jarinya membentuk huruf v
" iihhh... Kamu tuh nyebelin tau. Mana aku belum sarapan lagi " kata Lia sambil memonyongkan bibirnya.
" ya udah deh, sebagai permintaan maaf aku sama kamu, aku traktir kamu sarapan pagi ini gimana? " tanya Brigi
" beneran? "
" iya " sambil menganggukan kepalanya.
" mau sarapan apa? " kata Brigi
" aku mau seblak mang Udin " kata Lia dengan semangat.
" iihhh... enggak enggak. Masa pagi pagi gini udah mau makan seblak. Yang lain aja yang lain. Kalo enggak aku gak jadi bayarin nih " kata Brigi
" iya iya.. Gimana kalo sarapan bubur ayam aja yang di sebrang caffe? sekalian nunggu yang lain dateng juga. "
" boleh. Yaudah yuk naik, takut keburu abis. Jam segini biasanya rawan yang antri "
" okeh. " kata Lia sambil naik ke atas motor.
Brigi langsung melajukan kendaraannya menuju tempat dia bekerja. Rencananya dia akan simpan motornya di area parkir caffe saja. sedangkan dia dan lia berjalan kaki menuju penjual bubur.
" kang buburnya masih ada? " tanya Brigi ketika sudah sampai di penjual bubur.
" ada neng, masih ada sekitar 10 mangkok lagi. Mau bungkus semua? " kata tukang bubur sambil bercanda
" kebanyakan kang. 2 aja makan disini. " kata Brigi sambil duduk di kursi yang disediakan
" siap neng. Mamang bikinin dulu " kata kang bubur sambil hormat kepada Brigita
beberapa menit kemudian kang bubur mengantarkan pesanan Brigi dan Lia.
" ini neng buburnya. Silahkan dinikmati." sambil menyodorkan 2 mangkuk bubur kehadapan Brigi dan Lia
" makasih kang " ucap Brigi dan Lia bersamaan
" sama sama. Mau sekalian pesan minumnya juga neng? mumpung saya masih disini. Kalo sudah kesana pantang buat saya liat kebelakang " kata kang bubur dengan nada yang menakut nakuti.
" emang kenapa kang? " kata Lia dengan heran sedangkan Brigi hanya mengerutkan keningnya
__ADS_1
" takut ingat masa lalu. Eaaaa " kata kang bubur
Hahaha..
" Si akang bisa aja. Emang akang punya masa lalu juga yah? " kata Lia sambil mengejek.
" jangan salah neng gini gini juga akang pernah jadi playboy dengan sejuta kata kata manis. Neng aja langsung sayang kan sama akang" goda tukang bubur sambil mengedipkan sebelah matanya.
" idih si akang kepedean. terus kalo akang pernah jadi playboy kok sampe sekarang belum nikah juga? "
" playboy kan dulu neng sekarang udah alih profesi jadi kang buryam. Jadi pacar pacar akang pada pergi gara gara gak mau tiap hari sarapan bubur ayam ".
" kasian banget si akang udah mau bau tanah masih belum ketemu jodohnya " kata Lia dengan wajah yang memelas.
" huss.. Kamu ini kalo ngomong suka sembarangan Nanti juga kalo udah ada jodohnya pasti nikah. Ya gak kang? " kata Brigi.
" iya bener tuh si neng. " kata tukang bubur membenarkan.
" hehehe.... Maaf ya kang becanda doang kok " kata Lia sambil mengatupkan kedua tangannya.
" gapapa lah neng. Lagian saya juga seneng becanda kaya gini. Biar idup lebih sehat" kata tukang bubur.
" ya udah yuk kita ke caffe sekarang. Itu udah ada si maya " kata Lia sambil menunjuk ke arah parkiran caffe
" bentar aku bayar dulu " kata Brigi sambil berdiri.
" kang semuanya berapa? "
" 20 ribu doang neng. Murah disini mah. "
" ya udah ini uang nya ya kang " sambil meletakan uang 50 ribu disamping kang bubur
" ambil aja buat akang. rejeki akang pagi ini " kata Brigi sambil berlalu
" alhamdulillah.. Makasih neng " ucap kang bubur sambil berteriak
Sesampainya di depan caffe, Brigi dan Lia langsung masuk menyusul teman temannya yang lain. Brigi menuju meja kasirnya sedangkan Lia bergegas kebelakang.
Sekitar jam 10 siang, mereka kedatangan pemilik caffe beserta 2 orang lainnya. Satu orang pak Danu dan satunya lagi entah siapa. Karena mereka baru melihatnya hari ini.
Mereka semua menyambut kedatangan Bos Besar dengan berdiri di depan pintu masuk caffe.
Sengaja caffe di tutup sementara untuk menyambut kedatangan pemiliknya.
" selamat datang bu Diana, selamat siang " kata mereka sambil menundukan kepala.
" selamat siang juga untuk kalian semua, terimakasih sudah menyambut kedatangan saya disini. Bagaimana kabar kalian semua?? Apa ada masalah di caffe selama saya tidak ada? " tanya Diana
" alhamdulillah tidak ada masalah bu, semuanya baik baik saja seperti terakhir kali ibu berkunjung " kata Brigi dengan sopan dan terus menunduk
" bagus kalau begitu. Saya percaya pada kalian semua. Dan saya juga bangga karena kalian telah bekerja keras untuk meramaikan caffe ini. kunjungan saya kali ini juga untuk memberikan bonus untuk kalian semua " kata Diana sambil terus tersenyum
yeeeeyyyyy.....
" beneran bu hari ini kita bakalan dapat bonus? " kata salah satu teman Brigi
" iya beneran. Saya sudah menyiapkannya dari kemarin. "
__ADS_1
asiiikkkkk...
Teriak mereka sambil bertepuk tangan
" terima kasih bu sebelumnya. Karena ibu mau memberikan bonus untuk kami" kata Brigi
" sama sama. Seharusnya saya yang berterima kasih kepada kalian. Karena kalian caffe saya jadi lebih maju lagi "
" sama sama bu. Kami juga senang bisa bekerja dengan ibu " kata Brigi sambil tersenyum
Tanpa Brigi dan yang lain sadari, ada sepasang mata yang sedari tadi tidak bisa lepas dari Brigi.
" oh iya. Saya sampe lupa. kunjungan saya kali ini juga sekalian mau menyampaikan kalau saya akan mengambil salah satu dari kalian untuk dipindahkan ke restoran pusat saya yang berlokasi di kota j "
mereka bengong dengan pikirannya masing masing. Termasuk Brigi, dia bingung dengan maksud dari atasannya.
" saya juga mau memperkenalkan, ini anak saya satu satunya. dia baru pulang dari negara orang untuk belajar sambil bekerja "
Kata Diana dengan nada sedikit kesal karena ingat kelakuan anaknya.
pergi jauh ke London untuk kuliah sambil bekerja sampai lupa lagi untuk pulang atau sekedar menjenguk orangtuanya. dan akhirnya setelah 5 tahun mengembara di negara orang dia mau menginjakan kakinya lagi di tanah air.
" sekarang dia yang menjalankan restoran saya. Jadi jika nanti ada sesuatu yang kalian butuhkan, kalian bisa bilang sama dia " sambung Diana.
Sedangkan yang dibicarakan hanya diam sambil mengotak atik telfon genggamnya.
" mmm.. Maaf bu " kata Brigi dengan ragu
" ya Brigi ada yang mau ditanyakan? " kata Diana sambil melihat ke arah Brigi
" Oohh.. Jadi namanya Brigi, nama yang cantik seperti orangnya." Kata Gavy dalam hatinya.
Ternyata diam diam dia mendengarkan apa yang sedang ibunya bicarakan walaupun wajah dan matanya dingin sambil melihat handphone.
" mm.. Anu bu.. Ibu belum mengenalkan nama anak ibu " kata Brigi sambil menunduk
" lah iya kah? " kata Diana dengan bingung. Diana mengedarkan pandangannya dan melihat semua karyawannya mengangguk anggukan kepalanya. Lalu terakhir dia melihat ke arah putranya.
" mama lupa ngenalin nama kamu vyn. Hihihi" kata Diana sambil menutup mulutnya.
Gavyn berdiri dari duduknya sambil menghela nafas, lalu dia memasukan handphonenya ke dalam saku jasnya.
" biar aku sendiri yang kenalan dengan mereka. Nunggu mama ngenalin sampe maghrib juga gak bakalan selesai selesai " ucapnya sambil memasukan tangan ke dalam saku celananya.
Plakkk...
Aduhh.. Ucap gavyn sambil memegangi kepalanya setelah Diana memukulnya.
" mama apa apaan sih? " ucapnya dengan sedikit kesal.
" kamu yang apa apaan. Sama orangtua sendiri gak ada sopan sopannya " ucap Diana sambil berkacak pinggang melihat putranya.
" iya iya maaf. Cuma bercanda juga " ucapnya dengan perasaan tidak bersalahnya.
" ya udah kamu terusin kenalan sama mereka mama mau ke ruangan mama dulu. lama lama mama pusing liat muka kamu " ucap Diana sambil melangkahkan kakinya ditemani pak Danu.
sedangkan Brigi dan yang lainnya hanya bisa menahan tawanya melihat perdebatan antara ibu dan anak.
__ADS_1
Ekhmmm..
Gavyn berdehem untuk menghilangkan rasa malunya didepan karyawan ibunya.