Duka Dimalam Pertama

Duka Dimalam Pertama
Bab 7


__ADS_3

" perkenalkan nama saya Gavyndra Angkasa, seperti yang kalian tau, saya anak semata wayang dari Bu Diana Agatha dan Pak Rendra Angkasa. Mulai saat ini dan seterusnya, saya yang akan mengelola caffe dan restoran milik beliau." kata Gavy dengan tegas. Aura kepemimpinannya muncul disaat dia sedang berbicara.


" kalian mungkin belum tau dan kenal dengan saya. Ini adalah pertama kali lagi saya menginjakakn kaki di indonesia, setelah sebelumnya saya mengenyam pendidikan di London dan memutuskan bekerja disana sebelum kembali kesini "


" silahkan kalian perkenalkan nama kalian masing masing. Dimulai dari kamu " tunjuknya ke arah Brigita.


" baik pak. Perkenalkan nama saya Callandra Brigita, panggil saja Brigi " ucapnya sambil menunduk.


" nama yang indah " celetuk nya. Brigi dan yang lain nya dibuat melongo dengan penuturan Bos barunya.


" e-eh.. Maksud saya cuaca hari ini indah. Teruskan." ucapnya sambil tersenyum kikuk.


" nama saya Lia bekerja sebagai pelayan disini pak "


" nama saya Maya, saya dibagian yang sama dengan Lia "


" saya Anton sama dengan Lia dan Maya "


dan seterusnya mereka berkenalan sampai semuanya sudah kebagian mengenalkan namanya kepada bos barunya.


" baiklah terimakasih untuk kalian semua. Kalau ada apa apa jangan sungkan untuk mengabari saya. Dan untuk saat ini biarkan caffe tutup untuk hari ini. silahkan manfaatkan waktu kalian. " ucap Gavyn


" baik pak " ucap mereka serempak.


Gavyn kemudian pergi meninggalkan karyawan nya untuk menyusul ibunya yang sedang berbincang dengan pak Danu di ruangannya.


Setelah Gavyn meninggalkan mereka, mereka memanfaatkan waktu libur caffe dengan mengobrol dan bergosip tentang anak pemilik caffe.


" pak Gavyn ternyata ganteng juga yah.." kata Lia tersenyum sambil membayangkan.


" ganteng sih. Tapi kadang jutek, kadang mukanya dingin banget, kadang juga pecicilan " kata Maya


" iya juga sih.. Tapi aku tetep mau kok kalo dilamar jadi istrinya " kata Lia sambil malu malu


" allaahh... Emang dianya mau ama lu?? Cantik juga kagak. Ngayal mulu lu. " kata Anton sambil mengejek Lia


" iihh.. Rese banget sih lo. tu mulut pengen gue tampol?? " kata Lia sambil melotot.


" iiihhh.. Takuttt... Kabur ahh " kata Anton berjalan santai sambil mengunyah cemilan yang dipegangnya.


" awas ya lo. Pulang gue cegat di jalan " kata Lia sambil memperlihatkan kepalan tangannya


" gak takut wlee.. Lagian kita kan gak searah "


" eh.. Iya yak.. Kok gue jadi bego " sambil menepuk keningnya.


" lah.. Lu baru tau? gue dari dulu juga tau lu bego " kata anton sambil terus mengunyah.

__ADS_1


" iihhh.. Anton awas ya " kata Lia sambil melotot


" udah udah.. Kalian tuh udah mirip kucing sama anjing tau gak? Ribuutt terus kalo ketemu " kata Brigi


" tau nih.. Berisik tau.. Ganggu orang ajah. Mending kalian nikah aja deh biar jadi harmonis " kata Maya


" apa? Gue nikah sama dia? gak mungkin lah selera gue tinggi " kata Anton sambil menunjuk Lia


" emang gue mau nikah ama gagang panci kaya lo? " kata Lia


" enak aja lo ngomong gagang panci ni badan kecil gini juga masih sanggup angkat badan lo. Gak percaya? Sini gue buktiin " kata Anton berjalan mendekat ke arah Lia


Lia yang merasa terancam gegas berpindah ke belakang badan Brigi.


Anton tak tinggal diam, dia menarik tangan Lia yang sedang memeluk Brigi. Dan terjadilah aksi tarik menarik antara Anton dan Lia. Sementara yang lain ikut tertawa dengan aksi konyol mereka berdua.


Saat sedang asik tertawa, tiba tiba pak Danu datang menghampiri mereka.


" ekhmm.. Apa saya mengganggu keseruan kalian? " kata pak Danu mengagetkan mereka.


" eh pak Danu. Enggak kok pak gak ganggu " kata Lia sambil melepaskan tangannya dari Anton.


Pak Danu hanya mengganggukan kepalanya.


" ada apa yak pak? Ada yang bisa kami bantu? " tanya Brigi


" saya? " kata Brigi sambil menunjuk dirinya sendiri.


" iya kamu. Ditunggu Bu Diana diruangannya "


" ada apa ya pak? Apa saya mau dipecat gara gara gak masuk kemarin? "


" saya juga gak tau. Lebih baik kamu kesana sekarang. kasian kalau kelamaan nunggu "


" ya udah saya kesana sekarang pak " Brigi bergegas ke ruangan Bu Diana. Setelah sampai di depan ruangan bu Diana, Brigi mengetuk dulu pintu sebelum membukanya.


Tok.. Tok.. Tok


" masuk " kata Bu Dian dari dalam


Brigi lantas membuka pintunya sambil mengucapkan salam


" Assalamu'alaikum ".. Kata Brigi sambil mendorong pelan pintunya.


" wa'alaikumsalam.. Silahkan masuk " kata Diana sambil berdiri dari kursinya. Brigi kemudian mendekat ke arah Diana yang menuju sofa. Sedangkan Gavyn terlihat sedang bermain game dengan ponselnya.


" silahkan duduk " ketika Brigi telah sampai di hadapan Diana.

__ADS_1


" terimakasih " Brigi duduk berhadapan dengan Diana dan membelakangi Gavyn yang duduk di kursi kerja.


" saya mulai saja ya. Sebelumnya saya turut berduka cita atas kepergian suami kamu, dan maaf saya juga tidak bisa datang ke acara pemakamannya "


Brigi hanya mengangkukan kepalanya tanda mengiyakan. Membahas kepergian suaminya membuat Brigi merasakan kembali sakit pada hatinya.


Sekuat tenaga dia menahan air matanya agar tidak keluar dihadapan atasannya.


" saya juga ingin menyampaikan sesuatu untuk kamu."


Brigi kemudian mendongakan wajahnya dan melihat bu Diana sedang menatap ke arahnya.


" ini mungkin akan sedikit mengejutkan untuk kamu. Saya sudah memutuskan, kalau usaha caffe dan restoran yang selama ini saya pegang akan saya serahkan semuanya kepada anak saya. Ini pertama kalinya dia memegang usaha ini. tapi saya belum sepenuhnya yakin kalau dia bisa untuk mengurus semuanya.. " kata Diana sambil menatap ke arah putranya dengan tatapan tidak percaya.


Dalam hatinya Gavyn berbicara.


" mama apa apaan sih? selalu aja menjatuhkan harga diri anaknya. Sebenernya gue anaknya apa bukan sih? " kata Gavyn menggerutu dalam hatinya.


" kenapa ibu tidak percaya dengan putra ibu sendiri? Bukannya sebelum ini dia pernah bekerja di luar negeri? " kata Brigi dengan heran.


" halah.. saya gak percaya dia kerja beneran. Jangan jangan cuma akal akalan dia aja supaya ada alasan gak pulang ".


yang dibicarakan hanya mendengus dan mencebikan bibirnya.


" lalu, apa hubungannya dengan saya ya bu? "


" saya mempercayakan putra saya sama kamu, saya ingin dia belajar mengelola bisnis ini dengan kamu. Saya tau kemajuan caffe ini juga berkat campur tangan kamu yang selalu memberikan ide ide hebat supaya caffe ini selalu terlihat menarik di mata para pelanggan ".


Brigi diam menyimak apa yang dibicarakan Diana padanya.


" mohon maaf sebelumnya. maksud ibu bagaimana yah? Saya masih belum mengerti? " tanya brigi dengan heran


" maksud saya, kamu akan saya pindahkan ke restoran saya yang di kota j untuk menjadi asisten anak saya sekaligus untuk mendampingi dia dalam mengelola bisnis ini " kata Diana dengan serius.


" jadi maksud ibu pekerjaan saya di pindah ke kota j? "


" iya, kamu mau kan pindah ke kota j? "


" saya harus membicarakan ini dengan orangtua saya dulu bu "


" gapapa, gak masalah. Saya kasih waktu kamu 3 hari untuk memutuskan, karena saya juga tidak bisa lama lama disini, kalau hari ini juga kamu bilang iya, malam ini juga kita langsung berangkat ke kota j"


" baik bu, kalau begitu saya permisi dulu. Saya ingin bertemu dan membicarakan ini dengan orangtua saya. " kata Brigi sambil berdiri dari duduknya.


" ya silahkan. Saya tunggu jawaban kamu. kalau sudah kamu bisa hubungi saya lewat pak Danu ".


" baik bu " Brigi kemudian memutar tubuhnya berjalan menuju pintu, ketika melewati Gavyn, Brigi tersenyum dan mengangguk menyapanya. Gavyn membalas dengan menganggukan kepalanya.

__ADS_1


Gavyn tidak berhenti menatap kepergian Brigi sampai pintu itu tertutup. Dia juga tidak menyadari kalau dari tadi Diana memperhatikan gerak gerik anaknya yang curi curi pandang ketika Brigi sedang berbicara dengannya.


__ADS_2