
Sesampainya di kampus , Brigi menurunkan Sagi di depan gerbang kampus.
" teteh berangkat ya de " kata Brigi setelah sagi turun dari motornya.
" iya teh, teteh hati hati di jalannya " jawab sagi
" iya, kamu juga kuliah yang bener. jangan pacaran mulu " ucap Brigi sambil tersenyum.
" ih.. engga yah ade gak pernah pacar pacaran " ucap sagi sambil mencebikan bibirnya
" hahaha... iya iya.. teteh percaya kok sama kamu. ya udah teteh berangkat dulu yaa.. assalamu'alaikum" kata Brigi sambil melajukan motornya.
" wa'alaikumsalam ". jawab sagi
Hari ini Brigi tidak jadi pergi ke makam suaminya. karena tadi harus mengantarkan sagi terlebih dahulu. jadi tidak mungkin Brigi bisa mampir ke makam suaminya yang sudah terlewat jauh sebelum kampus adiknya.
Sesampainya di caffe, Brigi langsung menuju loker tempat dia menyimpan barang barangnya. ternyata disana ada Lia dan juga Maya yang sedang memasukan tasnya ke dalam loker.
" Kalian baru dateng juga? " tanya Brigi kepada mereka.
" engga, aku udah dateng dari tadi. cuman belum kebelakang " jawab Maya sambil merapihkan penampilannya.
" kalo aku iya. soalnya tadi di jalan motornya tiba tiba mogok. " jawab Lia
" pasti abis bensin lagi " kata Brigi sambil menghela nafasnya.
" hehehe.. iya " jawab Lia sambil cengengesan.
" kebiasaan... terus tadi kamu berangkat sama siapa? " kata Brigi
" tadinya di anterin Bagus, tapi pas di jalan motornya mogok, gabisa dihidupin lagi. pas Bagus liat tangkinya ternyata kosong. terus dia marah marah, ngomel ngomel sama aku. terus aku pesen ojek online. yaudah jadinya aku tinggalin aja dia. " jawab Lia dengan panjang lebar.
" iya lah marah marah orang bukan sekali ini doang" ucap Brigi
" emangnya kamu sering keabisaan bensin yah" tanya maya yang dari tadi tidak dianggap keberadaannya.
" bukan sering lagi, dia itu tiap kali pake motor gak pernah mau isi bensin" kata Brigi
" emangnya kenapa? " kata Maya
" gak tau tuh.. gak mau antri kali" kata Brigi
" iihhh... aku tuh bukan gak mau antri.. tapi ini gara gara kamu" kata Lia sambil menunjuk Brigi
" Aku? " kata Brigi sambil menunjuk dirinya sendiri
" iya gara gara kamu. kamu inget gak dulu pas kita baru pulang abis ngelamar kerjaan disini? " kata Lia
" iya aku inget.. terus? "
" kan pas pulang kamu ngajak aku ke pom bensin dulu, kata kamu kalo gak isi dulu bensinnya gak bakalan cukup sampe rumah. waktu kamu lagi antri, aku kan duduk di pintu keluar pom tuh. pas aku lagi duduk tiba tiba ada cowo pake motor gede nyamperin aku, aku kira mau ngajak kenalan. gak taunya dia ngasih uang lima puluh ribu sambil bilang 'kamu itu masih muda de, cantik lagi, mending cari kerja yang lain aja jangan ngemis' " ucap Lia dengan menggebu.
Hahahah...
Brigi dan Maya langsung tertawa terbahak bahak mendengar cerita Lia.
__ADS_1
" mana waktu itu aku duduk sambil meluk tas sekolah yang udah lapuk, rambut udah acak acakan kebawa terbang sama angin, muka jelek tambah kucel sama debu. lengkap lah kalo di bilang pengemis juga. " tambah Lia
" pantesan aja pas sampe rumah kamu traktir aku makan bakso sama teh botol " ucap Brigi sambil terus tertawa.
" iyalah kan lumayan itu duit, udah mah dibilang pengemis masa iya ditolak. kata sunda mah Kagok Borontok jadi terusin aja sandiwara pengemisnya. makanya aku gak mau mau lagi ke pom bensin takut ketemu lagi sama tu cowo kan malu juga". kata Lia
" ya udah yu kerja nanti keburu si bos dateng kena marah lagi . " kata Maya sambil berlalu ke depan.
" ya udah nanti kita sambung lagi ceritanya. sekaang udahan dulu, aku kedepan dulu" kata Brigi
" iya, aku juga mau lap meja sebelum ada pengunjung, nanti ketemu lagi jam istirahat ya " kata Lia
" okeh " sambil mengangkat tangannya membentuk huruf o
#~🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸~#
Jam istirahat kali ini ternyata caffe sangat ramai.. terpaksa jam istirahat karyawan pun harus dibagi menjadi 2 shif. Brigi kebagian shif pertama dan Lia kedua. jadi mereka tidak bisa bertemu di jam istirahat.
saat Brigi sedang menyantap makan siangnya, datang Anton salah satu karyawan yang bertugas sebagai pelayan sama dengan Lia.
" hai Brigi " sapa Anton
" hai juga " jawab Brigi sambil mengunyah makanannya.
" boleh aku duduk disini? " tanya Anton sambil menunjuk tempat duduk di depan Brigi.
" Boleh, duduk aja itu kursi kosong kok "
" makasih " kata Anton dan Brigi hanya menganggukan kepalanya karena sedang mengunyah makanan.
" oh iya, kamu udah tau belum? kata pak Danu besok Bos besar mau berkunjung " kata Anton.
" oh ya? kok mendadak sih? apa gara gara aku gak masuk masuk kerja kali ya? " kata Brigi dengan cemas
" sebenarnya enggak mendadak sih, soalnya kabar ini sudah dari minggu yang lalu. apa Lia tidak memberitahukan apa apa padamu? " tanya Anton.
" enggak. Lia gak bilang apa apa. mungkin dia juga lupa kali. "
" iya si.. Mungkin, dia kan pelupa orangnya ".
" aku udah selesai makannya, Aku duluan ya " kata Brigi
Anton hanya mengangguk sambil memperhatikan langkah Brigi yang semakin menjauh.
Brigi kembali lagi ke depan meja kasirnya. Disana masih ada Ana salah satu karyawan yang di suruh Brigi untuk menjaga kasir selama dia istirahat makan siang.
" gimana An udah ada yang kekasir? " tanya Brigita
" eh teh Brigi, belum teh belum ada. teteh udah makannya? ini kan baru 10 menitanasih ada waktu 20 menit lagi buat teteh istirahat " kata Ana yang melihat Brigi sudah selesai istirahat. Sedangkan mereka di beri waktu masing masing 30 menit untuk istirahat.
" udah kok udah selesai. Gapapa kan disini juga bisa sambil istirahat sambil nunggu kasir " kata Brigi sambil tersenyum
" ya udah gih sekarang giliran kamu istirahat dulu. Biar yang lain juga cepet kebagian istirahatnya " sambung Brigi
" ya udah teh Ana kebelakang dulu " kata Ana
__ADS_1
" iya "..
Ana berlalu kebelakang sedangkan Brigi duduk kembali di depan meja kasirnya.
Seperti biasanya, sebelum Jam pulang kerja Brigi selalu membantu karyawan yang lain nya membersihakn meja meja agar tidak terlalu banyak pekerjaan di pagi harinya.
Setelah semuanya selesai Brigi keluar dari caffe bersama temannya yang lain menuju parkiran.
sebelum pulang Brigi menunggu Lia yang masih belum keluar.
Beberapa menit kemudian Brigi melihat Lia yang baru keluar sambil menenteng tasnya.
" Lia " ucap Brigi sambil melambaikan tangannya.
" Brigi. Aku kira kamu udah pulang " ucap Lia sambil menghampiri Brigi.
" belum, aku kan nungguin kamu mau ngajak pulang bareng. Kamu di jemput sama Bagus? " tanya Brigi
" kayanya enggak deh, soalnya aku lupa mau telfon minta jemput " kata Lia dengan lesu
" yaudah yuk sama aku aja, lagian kan rumah kita juga searah " tawar Brigi
" ok deh " kata Lia sambil menerima helm dari tangan Brigi
" oh iya kamu kenapa gak bilang kalo Bos Besar mau dateng besok? " kata Brigi
" ya ampun ( sambil menepuk keningnya ) aku juga lupa, makanya gak bilang sama kamu "
" hhh.. kan bener dugaan aku kalo kamu pasti lupa ".
" iya. Sebenernya kemarin tuh aku mau cerita. Tapi akunya malah ikut ikutan lupa. Gara gara kemarin sibuk terus sama kerjaan jadi ya gini deh tiba tiba jadi pelupa "
" kamu kan emang pelupa dari dulu " kata Brigi sambil terkekeh
" iya juga sih " kata Lia
Brigi mengantarkan Lia sampai kedepan rumahnya. Di teras rumahnya terlihat Bagus sedang duduk sambil memainkan gitarnya.
Melihat ada motor yang mendekat Bagus langsung berdiri dan berjalan menghampiri ketika tau itu kakaknya.
" teh kok gak telfon Bagus sih? Dari tadi Bagus nungguin telfon dari teteh. kirain teteh lagi lembur " kata Bagus sambil menyalami keduanya.
" tadinya teteh juga mau telfon tapi ini nih, ngelarang larang katanya gak usah " kata Lia sambil menunjuk Brigi dengan ekor matanya.
" teh Brigi makasih ya udah nganterin si teteh sampe rumah. " kata Bagus kepada Brigi
" sama sama Bagus, yaudah teteh duluan ya takut si ibu nungguin. Lia aku pulang dulu ya " kata Brigi sambil memarkirkan motornya
" iya hati hati di jalan ya. Makasih udah dianterin sampe rumah " kata Lia
" iya assalamu'alaikum " pamit Brigi sambil melajukan kendaraan roda duanya.
" wa'alaikumsalam " jawab Lia dan Bagus serempak
Setelah mengantarkan Lia, Brigi langsung pulang ke rumahnya.
__ADS_1
Sesampainya di rumah Brigi langsung masuk kedalam kamarnya setelah mencium tangan ayah dan ibunya. Setelah membersihkan dirinya, Brigi langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur dan tanpa sadar langsung terlelap.
#~#~#~#~