
Callandra Brigita dia terlahir dari seorang ibu bernama Megita dan ayah Hernawan. Brigi memiliki seorang adik perempuan bernama Melinda Sagita. Keluarganya termasuk keluarga yang berkecukupan. walaupun tidak lebih tapi masih cukup untuk makan, untuk membeli motor, dan untuk menyekolahkan anak anaknya. orang tuanya mempunyai sebuah toko grosiran yang diberi nama " Toko Gita ".
nama yang diambil oleh sang ayah dari tiga bidadarinya.
Brigi termasuk gadis yang pintar dan juga mandiri. orang tuanya bangga melihat Brigi, sejak kuliah dia sudah memutuskan untuk kuliah sambil bekerja di sebuah caffe yang cukup besar dan baru saja dibuka di kotanya. dia tidak ingin merepotkan kedua orang tuanya. dan berkat kepintarannya juga dia bisa mendapatkan beasiswa dan lulus dengan nilai terbaik.
Brigi juga gadis yang cantik. dia memiliki dagu yang lancip, hidung yang mancung, serta kulitnya yang putih membuat Brigi digilai setiap laki laki.
tapi sayang, kisah asmaranya tidak secantik wajahnya. kekasih yang di pacari selama 4 tahun pergi meninggalkannya disaat dia sudah menjadi suaminya.
Brigi tidak pernah menyangka di hari pertama pernikahannya dia ditinggal pergi suaminya untuk selama lamanya. Brigi juga tidak menyangka dalam satu hari statusnya berubah sebanyak 2 kali.
Dari seorang gadis berubah menjadi seorang istri, dan kini ia menjabat sebagai janda. lebih tepatnya janda perawan. karena malam pertamanya harus dilewati Brigi dengan menangisi kepergian suaminya.
#~🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸~#
Pagi ini setelah selesai sholat subuh, Brigi langsung pergi ke dapur. Brigi melihat ibunya sedang berkutat dengan sayuran yang akan dimasaknya untuk sarapan pagi.
" Pagi bu " sapa Brigi kepada ibunya.
" pagi juga sayang. " jawab ibu
" ibu mau masak apa? "
" masak nasi goreng aja lah biar cepet. soalnya hari ini ibu mau buka toko lagi ". memang setelah Brigi menikah dengan Agam, dan agam meninggal di hari itu juga, ibunya belum membuka tokonya lagi. karena tidak tega kalau harus meninggalkan Brigi sendirian di rumah.
" ibu mau buka toko? ya udah sini biar teteh aja yang masak, ibu siap siap aja dulu "
" bener teteh mau masak? gapapa? " tanya sang ibu
" bener bu, udah biar teteh aja "
" ya udah ibu mau bikinin ayah kopi dulu, habis itu baru ibu mau siap siap "
" iya, nanti teteh panggil kalo udah siap sarapannya "
bu Megi langsung pergi meninggalkan brigi yang sedang memasak sambil membawa secangkir kopi pesanan ayahnya.
" yah ini kopinya " ucap bu megi sambil meletakan cangkir kopi di samping pak wawan
pak wawan yang sedang membaca koran mendongakan kepalanya sekilas.
" tumben ibu cepet bikinin ayah kopi? biasanya kan ayah minum kopi sambil sarapan " kata pak wawan dengan menggoda
" huss.. si ayah kalo ngomong suka bener. hihihi.. " ucap bu Megi sambil menutup mulutnya
" itu yang bikin sarapan si teteh. jadi ibu bisa langsung bikinin ayah kopi ". terang ibu
" ooohhh... pantesan " kata pak wawan sambil membalikan korannya
" ih si ayah. udahlah ibu mau masuk lagi, ngomong sama ayah gak ada romantis romantisnya. bilang makasih kek atau apa. mending ibu siap siap aja, daripada nemenin ayah disini. ayah juga jangan lupa siap siap. hari ini kita harus buka toko, kasian itu pelanggan pada nyariin. " omel bu Megi kepada suaminya.
" iya iya.. ibu pagi pagi udah ngomel ngomel gak jelas. kuping ayah sampe sakit ( sambil mengelus elus perutnya ) sabar bu sabar.. inget ibu udah tua nanti darah tingginya kumat lagi ayah juga yang repot. lagian ayah juga gak nyuruh ibu nemenin kok."
" ayaaahhhh... kuping tuh disini nih bukan disana ( sambil menjewer telinga pak wawan ) lagian yang harus inget umur tuh ayah bukan ibu. jangan lupa juga umur ayah lebih tua lima taun dari ibu jadi ayah yang harus sabar "
" auuhh.. iya iya maaf. udah sana tadi katanya ibu mau siap siap. nanti keburu si teteh selesai masak "
" hhhh... ayah tuh paling bisa mengalihkan pembicaraan " ucap bu Megi sambil mencebikan bibirnya. lalu pergi meninggalkan suaminya yang masih asik dengan dunia perkoranannya.
Setelah selesai memasak untuk sarapan Brigi langsung memanggil orangtuanya untuk sarapan.
" Sagi mana bu? belum keluar kamar? " kata Brigi kepada ibunya menanyakan keberadaan adiknya yang masih belum terlihat.
hhh.... menghela nafas
" anak itu bener bener ya selalu saja seperti itu.. katanya takut kesiangan, tapi jam segini masih belum bangun juga. ibu bangunin dulu adik kamu. kamu sarapan aja dulu sama ayah " .
sebelum ibu beranjak dari tempat duduknya, Brigi lebih dulu berdiri sambil berkata.
" udah ibu sama ayah makan aja. biar teteh yang bangunin " ucap brigi dan langsung pergi ke kamar adiknya.
Setelah didepan kamar sagi, Brigi langsung mengetuk pintu kamarnya.
__ADS_1
tok.. tok.. tok..
" dee.. udah bangun belum?? udah siang katanya mau ujian ".
Sagi yang sedang memoles wajahnya dengan make up langsung menyahut mendengar kakaknya mengetuk pintu
" iya teehh.. " teriak Sagi dari dalam kamarnya.
" ade udah bangun kok, lagi dandan dulu sebentar ".
" teteh tunggu di meja makan yaa.. ayah sama ibu juga nungguin mau sarapan ". setelah berbicara Brigi berjalan meninggalkan kamar Sagi.
" iya teh".
tak lama setelah itu Sagi keluar dari dalam kamarnya dan menghampiri keluarganya di meja makan.
Setelah selesai sarapan Brigi menghampiri ayah dan ibunya untuk pamit berangkat kerja.
" yah , bu teteh pamit mau berangkat sekarang ya " ucap brigi
" loh.. ini kan masih pagi teh, tumben? " tanya ibu
" iya bu, teteh sengaja berangkat pagi mau nengok aa dulu " kata Brigi. aa yang dimaksud adalah almarhum suaminya Agam.
" oohh... hati hati bawa motornya ya jangan kenceng kenceng. " kata ibu
" wa'alaikumsalam " jawab ibu dan ayah
sebelum Brigi menjalankan motornya, dari dalam rumah Sagita berlari sambil memanggil manggil kakaknya
" teteh tunggu tehh.. " ucap sagi sambil berlari menghampiri kakaknya yang sudah duduk di atas motornya.
" ada apa de? kenapa lari lari? " tanya Brigi ketika Sagi sudah di hadapannya.
sedangkan ibu dan ayahnya hanya menyaksikan kehebohan yang Sagi buat.
" Sagi ikut sama teteh aja ya " ucapnya sambil ngos ngosan.
Brigi mengkerutkan keningnya tanda bingung dengan apa yang di ucapkan adiknya ini. pasalnya karena mereka memiliki kendaraan masing masing. kenapa harus ikut?
sebelum Brigi menjawab, ayahnya lebih dulu berbicara.
" emangnya motor kamu kemana? kenapa harus ikut sama teteh? " kata ayah
__ADS_1
Sagi yang tidak menyadari keberadaan ayah dan ibunya langsung terkejut ketika ayah bertanya soal motornya.
" astaghfirullah. ( sambil memegang dadanya karena kaget. ) "
" ayah sama ibu ngapain disitu? bikin kaget aja "
" ayah sama ibu dari tadi juga disini. kamu yang ngapain pagi pagi teriak teriak gak jelas? " kata ibu sambil berkacak pinggang.
" yah, ibu kenapa? obat nya abis ya?? dari pagi marah marah terus ". bukannya menjawab sagi malah bertanya kepada ayahnya.
sedangkan yang ditanya cekikikan mendengar pertanyaan anaknya.
" anak sama bapak sama aja. kamu nyumpahin ibu sendiri sakit gitu? " kata ibu
" motor kamu kenapa de? kenapa mau ikut sama teteh? " kata ayah mengalihkan pembicaraan. karena kalau diteruskan istrinya itu tidak akan selesai marah marah sampe besok.
" motor ade kemarin bannya kempes yah, belum ade tambal " kata Sagi
" ya udah cepetan naik nanti terlambat." kata Brigi.
Sagi melihat jam dipergelangan tangannya. jam sudah menunjukan pukul 7 lewat 20 menit. sedangkan jam 8 dia sudah harus ada di kampus.
" aaaa... aku terlambat. cepetan teh berangkat aku udah telat " sagi langsung memakai helm dan naik ke atas motor. Brigi langsung melajukan kendaraan roda duanya. ketika belum jauh dari rumahnya Brigi berkata kepada adiknya.
" de.. kamu belum salam loh tadi sama ayah sama ibu " kata Brigi
" astagfirullah.. ade lupa " Sagi langsung membalikan badannya berteriak sambil melambaikan tangan kepada ayah dan ibunya.
" assalamu'alaikum ayah ibu.. ade berangkat "
sedangkan ayah dan ibunya hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan Sagita.
" wa'alaikumsalam... anak kamu yang bungsu kelakuannya bar bar yah " kata bu Megi
" dia juga anakmu bu " kata ayah.
mereka kemudian pergi meninggalkan rumahnya menuju toko.
__ADS_1